Internet telah menambah daftar media komunilrasi yang selama ini telah ada, setelah telepon, radio
dan televisi. Jutaan orang diseluruh dunia mengunjungi situs - situs yang tersaji dalam dunia maya
tersebut. Merelca mendapallcan beragam informasi yang dibutuhlcan seperti misalnya ekonomi,
politik, telcnologi, budaya, sastra dan masih banyalc /agio Fenomena ini melahirlcan perdebatan
yang berkepanjangan mengenai dampaIc positif dan negatif yang ditimbullcan oleh kehadiran
internet.Dunia sastra juga tidak luput dari pengaruh keberadaan internet ini. Bermunculan
kemudian situs - situs yang menyaji/can informasi yang tidak terbalas mengenai kesusastraan, baik
yang dopat diaJcses secara gratis maupun informasi yang harus dibeli. Di Indonesia sendiri situs
sastra yang pertama /cali muncul adalah cybersastra.net pada tahun 1999 yang kemudian disusul
oleh situs - situs sastra yang lain. Lahirlah kemudian istilah sastra siber. Kehadiran situs - situs
sastra kemudian menghadirlcan polemik dan melahirlcan pro dan kontra meskipun sebenarnya
kehadiran internet dalam dunia sastra di Indonesia baru berhenti hanya sebatas pada media
alternatif, sebagai pengganti media cetak, yang lazimnya dipakai oleh para sastrawan dalam
menyampailcan hasillcaryanya kepada khalayak