10,314 research outputs found

    Products of Vitamin D3 or 7-Dehydrocholesterol Metabolism by Cytochrome P450scc Show Anti-Leukemia Effects, Having Low or Absent Calcemic Activity

    Get PDF
    BACKGROUND. Cytochrome P450scc metabolizes vitamin D3 to 20-hydroxyvitamin D3 (20(OH)D3) and 20,23(OH)2D3, as well as 1-hydroxyvitamin D3 to 1a,20-dihydroxyvitamin D3 (1,20(OH)2D3). It also cleaves the side chain of 7-dehydrocholesterol producing 7-dehydropregnenolone (7DHP), which can be transformed to 20(OH)7DHP. UVB induces transformation of the steroidal 5,7-dienes to pregnacalciferol (pD) and a lumisterol-like compounds (pL). METHODS AND FINDINGS. To define the biological significance of these P450scc-initiated pathways, we tested the effects of their 5,7-diene precursors and secosteroidal products on leukemia cell differentiation and proliferation in comparison to 1a,25-dihydroxyvitamin D3 (1,25(OH)2D3). These secosteroids inhibited proliferation and induced erythroid differentiation of K562 human chronic myeloid and MEL mouse leukemia cells with 20(OH)D3 and 20,23(OH)2D3 being either equipotent or slightly less potent than 1,25(OH)2D3, while 1,20(OH)2D3, pD and pL compounds were slightly or moderately less potent. The compounds also inhibited proliferation and induced monocytic differentiation of HL-60 promyelocytic and U937 promonocytic human leukemia cells. Among them 1,25(OH)2D3 was the most potent, 20(OH)D3, 20,23(OH)2D3 and 1,20(OH)2D3 were less active, and pD and pL compounds were the least potent. Since it had been previously proven that secosteroids without the side chain (pD) have no effect on systemic calcium levels we performed additional testing in rats and found that 20(OH)D3 had no calcemic activity at concentration as high as 1 µg/kg, whereas, 1,20(OH)2D3 was slightly to moderately calcemic and 1,25(OH)2D3 had strong calcemic activity. CONCLUSIONS. We identified novel secosteroids that are excellent candidates for anti-leukemia therapy with 20(OH)D3 deserving special attention because of its relatively high potency and lack of calcemic activity.National Institutes of Health (R01A052190

    Do private equity owners increase risk of financial distress and bankruptcy?

    Get PDF
    There is some controversy on the key sources of success in the private equity model and on how this business model affects the portfolio companies. We investigate financial distress risks of European companies around the buyout event in the period between 2000 and 2008. In addition, we analyze whether buyout companies go bankrupt more often than comparable non-buyout companies. Our paper suggests that private equity investors select companies which are less financially distressed than comparable companies and that the distress risk increases after the buyout. Despite this increase, private equity-backed companies do not suffer from higher bankruptcy rates than non-buyout companies. In fact, when companies are backed by experienced private equity funds, their bankruptcy rates are even lower. Experienced investors seem to be better able to manage distress risks than their inexperienced counterparts. --private equity,buyout,financial distress,bankruptcy

    PREDIKSI KEBANGKRUTAN MENGGUNAKAN MODEL ALTMAN Z-SCORE, SPRINGATE DAN ZMIJEWSKI (Pada Perusahaan Food and Beverage yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2013-2016)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan secara statistik antara prediksi kebangkrutan model Altman Z-score, Springate,dan Zmijewski. Penelitian dilakukan pada perusahaan Food and Beverage terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2013-2016 dengan sampel sebanyak 13 perusahaan yang di ambil dengan metode purposive sampling. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan data sekunder berupa laporan keuangan sampel yang dipilih. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan formulasi prediksi kebangkrutan model Altman Zscore, Springate, dan Zmijewski yang diolah dengan bantuan aplikasi Ms. Excel. Uji hipotesis, menggunakan Kruskal-Wallis Test melalui aplikasi SPSS pada taraf signifikasi =0,05, dimana Ha diterima jika < . Hasil penelitian menunjukan berdasarkan perhitungan rata-rata selama empat tahun prediksi kebangkrutan model Altman Z-score, perusahaan yang berpotensi mengalami kebangkrutan yaitu ALTO, INDF, ROTI, pada grey area yaitu ICBP, MYOR, PSDN, SKBM, SKLT dan ULTJ, perusahaan yang diprediksi sehat yaitu CEKA, DLTA, MLBI. Berdasarkan prediksi kebangkrutan model Springate, ALTO dan PSDN yang berpotensi mengalami kebangkrutan. Berdasarkan prediksi kebangkrutan model Zmijewski hanya MLBI yang berpotensi mengalami kebangkrutan. Hasil uji hipotesis menunjukan terdapat perbedaan yang signifikan antra prediksi kebangkrutan model Altman Z-score, Springate dan Zmijewski (0,000 < 0,05)

    Chapter 7 and Chapter 11 Bankruptcy Factors

    Get PDF
    In light of the Financial Accounting Standards Board’s August 2014 Accounting Standard Update on management Going Concern Statements, research using financial ratios to predict bankruptcy is more relevant than ever. Even though numerous research articles examine factors that predict bankruptcy, few make the distinction between the factors that affect Chapter 7 versus Chapter 11 bankruptcy. This work examines the factors that affect these two bankruptcy types (7 and 11) using the Securities and Exchange Commission data on 425 firms that filed for Chapter 7 or Chapter 11 bankruptcy. We tested our data using t-test, ordinary least squares (OLS), and logistic regression. Our results indicate that the asset turnover ratio and going concern statement are significant predictors of Chapter 7 versus Chapter 11 bankruptcy. We note the implications for auditors, corporate management, corporate creditors and investors, and the Financial Accounting Standards Board

    ANALISIS METODE ALTMAN Z-SCORE, SPRINGATE, DAN ZMIJEWSKI UNTUK MEMPREDIKSI FINANCIAL DISTRESS PADA PERUSAHAAN PERTAMBANGAN BATUBARA YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) TAHUN 2015-2017

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penilaian financial distress serta untuk mengetahui metode prediksi yang paling akurat dari antara metode Altman Z-Score, Springate, dan Zmijewski dalam memprediksi terjadinya financial distress yang akan berdampak pada kebangkrutan suatu perusahaan. Jenis Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi deskriptif. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dengan menggunakan metode purposive sampling. Sampel yang terpilih sebanyak 33 sampel dari 11 perusahaan pertambangan batubara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2015-2017. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Altman Z-Score, Springate, dan Zmijewski. Dari ketiga metode tersebut hasil yang didapat berbeda-beda. Hasil penelitian dengan menggunakan metode Altman Z-Score diperoleh 1 perusahaan yang mengalami financial distress. 1 perusahaan dikategorikan dalam keadaan waspada dan 9 perusahaan diketegorikan dalam keadaan sehat Hasil penelitian dengan menggunakan metode Springate diperoleh 11 perusahaan dikategorikan dalam keadaan sehat. Hasil penelitian dengan menggunakan metode Zmijewski diperoleh 6 perusahaan dikategorikan dalam keadaan sehat dan 5 perusahaan dikategorikan dalam keadaan financial distress. Kemudian, dari ketiga metode tersebut manakah yang paling akurat dalam memprediksikan financial distress yaitu dengan menggunakan metode Altman Z-Score dan Springate. Kata kunci: Altman Z-Score, Springate, Zmijewski, Financial distres

    Akurasi Pengukuran Financial Distress Menggunakan Metode Springate dan Zmijewski pada Perusahaan Property dan Real Estate di Bursa Efek Indonesia Periode 2013-2015

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui akurasi model Springate dan model Zmijewski dalam memprediksi kondisi financial distress pada perusahaan property dan real estate di Indonesia, untuk mengetahui model prediksi Springate yang paling akurat dalam memprediksi kondisi financial distress pada perusahaan property dan real estate di Indonesia, dan untuk mengetahui model prediksi model Zmijewski yang paling akurat dalam memprediksi kondisi financial distress pada perusahaan property dan real estate di Indonesia. Penelitian ini membandingkan dua model prediksi financial distress, yaitu model Springate dan Zmijewski. Populasi penelitian ini menggunakan laporan keuangan perusahaan property dan real estate di Bursa Efek Indonesia periode 2013-2015. Teknik pengambilan sampel menggunakan pair matching sampling dengan total sampel yang didapat sebanyak 18 perusahaan, terdiri dari 9 perusahaan mengalami financial distress dan 9 perusahaan tidak mengalami financial distress. Perbandingan dari kedua model prediksi financial distress ini dibuat dengan menganalisis akurasi masing-masing model bedasarkan kondisi real perusahaan. Hasilnya menunjukkan bahwa model Zmijewski adalah model yang paling akurat untuk memprediksi kondisi financial distress pada perusahaan property dan real estate di Indonesia karena memiliki tingkat akurasi tertinggi dibandingkan dengan model lainnya, yaitu 100%, sedangkan model Springate hanya memiliki tingkat akurasi sebesar 66,66%
    corecore