205,157 research outputs found
MEDIA PEMBELAJARAN FILTER SINYAL AUDIO UNTUK MATA PELAJARAN TEKNIK AUDIO
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui desain, unjuk kerja, dan tingkat
kelayakan Media Pembelajaran Filter Sinyal Audio sebagai media pembelajaran
mata pelajaran teknik audio pada jurusan Teknik Audio Video di SMK Negeri 3
Yogyakarta.
Penelitian ini merupakan penelitian Research and Development. Objek
penelitian ini adalah Media Pembelajaran Filter Sinyal Audio yang dilengkapi
modul pembelajaran. Tahap pengembangan produk meliputi 1). Analisis, 2).
Desain, 3). Implementasi, 4). Pengujian, 5). Validasi, dan 6). Ujicoba pemakaian.
Metode yang digunakan dalam pengumpulan data meliputi 1). Pengujian dan
pengamatan unjuk kerja, 2). Angket penelitian. Adapun validasi media
pembelajaran melibatkan dua ahli materi pembelajaran dan dua ahli media
pembelajaran dan ujicoba pemakaian dilakukan oleh 33 siswa.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa unjuk kerja Media Pembelajaran
Filter Sinyal Audio sudah sesuai dengan tujuannya sebagai media pembelajaran
filter audio. Hasil pengujian rangkaian AFG dapat menghasilkan sinyal keluaran
dengan tiga bentuk gelombang yaitu sinus, gigi gergaji dan kotak dengan
frekuensi antara 10 Hz–30 KHz. Rangkaian frekuensi counter dapat menghitung
frekuensi antara 10 Hz–25 KHz dan dapat membaca amplitudo dengan rentang
antara 0,3 Vp-p–10 Vp-p. Masing-masing board rangkaian filter dapat bekerja
dengan baik pada rentang frekuensi antara 20 Hz-20 KHz. Hasil validasi isi oleh
ahli materi pembelajaran memperoleh tingkat validitas dengan persentase 81,77%
dengan kategori sangat layak, validasi konstruk oleh ahli media pembelajaran
memperoleh tingkat validitas dengan persentase 87,5% dengan kategori sangat
layak. Sedangkan dalam uji pemakaian oleh siswa di SMK N 3 Yogyakarta
mendapatkan validitas sebesar 78,5% dengan kategori sangat layak.
Kata kunci: media, pembelajaran, filter, sinyal audi
PENGEMBANGAN PAKET LATIHAN DAN PENILAIAN BERBANTUAN KOMPUTER STANDAR KOMPETENSI MENGUKUR DENGAN ALAT UKUR MEKANIK PRESISI(PLPBK-SKMAUMP)
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) merumuskan langkah-langkah pengembangan PLPBK-SKMAUMP yang sesuai, (2) mendapatkan hasil PLPBK-SKMAUMP yang layak digunakan dalam pembelajaran, (3) mengetahui efektivitas PLPBK-SKMAUMP dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan atau research and development (R&D) yang dilakukan melalui beberapa tahap. Tahap pertama adalah studi pendahuluan yang meliputi studi pustaka, survei lapangan, identifikasi permasalahan pembelajaran, identifikasi tujuan pembuatan media, analisis kebutuhan, dan perencanaan (perumusan) desain produk. Tahap kedua adalah produksi, yaitu membuat flowchart view, storyboard, mengumpulkan bahan, perakitan (assembly), dan tes secara modular, sehingga didapatkan produk awal. Produk tersebut kemudian masuk dalam tahap ketiga yaitu evaluasi yang meliputi alpha test, beta test, dan evaluasi sumatif dengan pendekatan pretest dan posttest. Setelah dilakukan analisis dan revisi, maka produk akhir tersebut masuk pada tahap keempat yaitu diseminasi. Hasil dari penelitian ini yaitu: (1) Langkah-langkah pengembangan PLPBK-SKMAUMP dilakukan melalui empat tahap, yaitu studi pendahuluan, produksi, evaluasi produk, dan diseminasi; (2) PLPBK-SKMAUMP yang dikembangkan layak digunakan dalam pembelajaran berdasarkan validasi ahli dan tanggapan siswa. Validasi oleh ahli materi memperoleh rerata skor 4,46 dengan kategori sangat baik/A; validasi oleh ahli evaluasi memperoleh rerata skor 4,41 dengan kategori sangat baik/A; dan validasi oleh ahli media memperoleh rerata skor 4,55 dengan kategori sangat baik/A. Rerata skor tanggapan siswa pada beta test adalah 4,06 dengan kategori baik/B. Sedangkan rerata skor tanggapan siswa pada evaluasi sumatif adalah 4,00 dengan kategori baik/B; (3) PLPBK-SKMAUMP efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini terbukti dengan peningkatan rerata nilai kelas XMA (kelas eksperimen) dari rerata nilai pretest 59,84 naik menjadi 82,73 dalam posttest. Ketuntasan siswa kelas XMA pun meningkat dari 4 siswa (12,5%) menjadi 30 siswa (93,75%). Sedangkan kelas XMB (kelas kontrol) dari rerata nilai pretest 57,58 naik menjadi 73,28 dalam posttest. Ketuntasan siswa kelas XMB meningkat dari 5 siswa (15,625%) menjadi 21 siswa (65,625%). Hasil pengujian secara statistik menunjukkan bahwa rerata nilai pretest antara siswa kelas XMA dan XMB tidak berbeda secara signifikan, sedangkan rerata nilai posttest-nya berbeda secara signifikan
Pemanfaatan Pati Garut pada Pembuatan Produk Cookies sebagai Upaya Peningkatan Bahan Pangan Lokal”(Erut Cheese Pie Cookies, Erut Ginger Nut Cookies, dan Erut Peanut Honey Cookies)”
Penelitian ini bertujuan untuk : 1) Menemukan formula produk Erut cheese pie cookies, Erut ginger nut cookies dan Erut peanut honey cookies yang tepat, 2) Mengembangkan teknik olah produk Erut chesse pie cookies, Erut ginger nut cookies dan Erut peanut honey cookies dengan bahan pati garut, 3) Menemukan teknik kemasan yang tepat cookies pati garut, 4) Mengetahui daya terima konsumen terhadap produk Erut cheese pie cookies, Erut ginger nut cookies dan Erut peanut honey cookies.
Penelitian dilakukan secara ekperimen di laboratorium Teknik Boga Jurusan Pendidikan Teknik Boga dan Busana Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta pada bulan Maret hingga Juni 2012. Metode R & D yang digunakan dalam pembuatan produk ini adalah model ADDIE (Analyze, Design, Development or Production, Implementation or Delivery, and Evaluation), melalui beberapa tahap yaitu, 1) Analisis Resep, 2) Desain Resep Baru, 3) Eksperimen Formula, 4) Validasi Produk I, 5) Validasi Produk II, 6) Validasi Produk III, 7) Uji Penerimaan Produk dan 8) Publikasi (Pameran).
Dari hasil penelitian diperoleh : 1) Formula yang tepat pada pembuatan Erut cheese pie cookies adalah subtitusi 40:60 (pati garut : tepung terigu) untuk kulit pie dan 100% (pati garut) pada pembuatan Erut cheese cookies, Erut ginger nut cookies dan Erut peanut honey cookies, 2) Teknik pengolahan Erut cheese cookies adalah mixing method dan pie adalah teknik flaky, Erut ginger nut cookies menggunakan mixing method dan Erut peanut honey cookies menggunakan all in method, 3) Kemasan yang digunakan untuk semua cookies pati garut adalah plastik PP, mika kotak kecil seperti kemasan truffle dan stoples, 4) Daya terima konsumen terhadap produk Erut cheese pie cookies sebanyak 90%, produk Erut ginger nut cookies sebanyak 83,3% dan produk Erut peanut honey cookies sebanyak 76,7%
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MODUL PADA MATA DIKLAT PENGUKURAN UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS X DI SMK N 2 DEPOK, SLEMAN
Penelitian ini bertujuan untuk membuat modul pada mata diklat pengukuran langsung, mengetahui kelayakan modul pada mata diklat pengukuran langsung, dan mengetahui pengaruh penerapan modul pada mata diklat pengukuran langsung terhadap prestasi belajar siswa kelas X Jurusan Teknik Mesin SMK N 2 Depok, Sleman. Penelitian ini adalah jenis penelitian pengembangan (Research and Development) dengan analisis deskriptif kuantitatif. Tahapan pembuatan modul penggunaan alat ukur linier langsung diawali dari observasi ke objek penelitian, merencanakan pengembangan modul, pengembangan modul, uji coba kelompok kecil (responden 10 siswa), revisi pertama, uji coba luas (responden 53 siswa dan 1 guru), revisi kedua, penerapan modul (32 siswa melakukan pembelajaran dengan menggunakan modul), dan revisi terakhir. Modul yang sudah jadi, kemudian dilakukan validasi meteri dan media oleh tiga ahli. Penskoran hasil dari validasi materi, validasi media, validasi soal pre dan post tes, respon siswa pada uji coba kelompok kecil dan uji coba luas serta respon guru terhadap pengembangan modul, dan respon siswa terhadap proses pembelajaran modul dihasilkan dengan menggunakan skala likert. Pada analisis dari penerapan pembelajaran modul menggunakan uji t (t-test). Analisis ini untuk mengetahui selisih nilai rata-rata dari peningkatan prestasi belajar siswa kelas X-A menggunakan metode ceramah dan kelas X-B menggunakan pembelajaran modul di SMK Negeri 2 Depok, Sleman. Hasil penelitian ini adalah proses pengembangan media pembelajaran modul penggunaan alat ukur linier langsung yang diawali pada tahapan studi pendahuluan, pengembangan modul, dan uji efektivitas modul. Modul yang sudah dikembangkan secara keseluruhan dikategorikan baik, sehingga modul mata diklat pengukuran linier langsung dapat digunakan sebagai buku panduan belajar, khususnya bagi siswa dan guru. Modul yang sudah dinilai baik kemudian diterapkan kepada siswa. Hasil pembelajaran modul yaitu adanya peningkatan prestasi belajar siswa pada mata diklat pengukuran langsung, khususnya sub bab mikrometer sesudah diberikan media pembelajaran modul. Berdasarkan hasil nilai rerata post tes pada pembelajaran modul (kelas X-B) adalah 83,37. Sedangkan, nilai rerata post tes menggunkan metode ceramah (kelas X-A) adalah 79,03. Perbedaan selisih rata-rata nilai post tes dari kedua kelas terjadi peningkatkan nilai kelas X-B lebih besar daripada nilai kelas X-A (kelas X-B > kelas X-A)
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN IPA BERBASIS MACROMEDIA AUTHORWARE 7.0 PADA SISWA KELAS V SD N 1 KADIPIRO KASIHAN BANTUL YOGYAKARTA TAHUN PELAJARAN 2014/2015
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas media menurut validasi ahli media, validasi ahli materi,
validasi respon siswa, validasi respon guru, validasi instrumen pedoman observasi, dan validasi instrumen soal, mengetahui
daya tarik media menurut siswa SD, mengetahui daya tarik media menurut respon guru, mengetahui daya tarik media
berdasarkan hasil observasi, mengetahui ketuntasan belajar siswa. Penelitian ini dilaksanakan di SD N 1 Kadipiro
Yogyakarta pada semester genap. Subjek penelitian adalah siswa kelas VA SD N 1 Kadipiro sebanyak 27 siswa. Teknik
dan pengumpulan data: angket, dan tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif yang terdiri terdiri
dari konversi skala 4 dan persentase skala 4 dan konversi skala 5 dan persentase skala 5.
Hasil penelitian pengembangan ini adalah kualitas media berdasarkan validasi ahli media memiliki kriteria baik
dengan skor 77,5%, validasi ahli materi memiliki kriteria baik dengan skor 80%, validasi respon siswa memiliki kriteria baik
dengan skor 77,8%, validasi respon guru memiliki kriteria baik sekali dengan skor 85%, validasi instrumen pedoman
observasi memiliki kriteria baik sekali dengan skor 85%, dan validasi instrumen soal memiliki kriteria baik dengan skor 80%.
Hasil daya tarik media dari respon guru diperoleh skor 76% termasuk kriteria baik, respon siswa pada ujicoba luas dengan
skor 80,74% termasuk kriteria baik, hasil observasi siswa pada saat ujicoba luas dengan skor 83% termasuk kriteria baik.
Tingkat ketuntasan belajar siswa dengan rata-rata 73,7 dari 27 siswa 24 siswa mencapai KKM dan tiga siswa tidak
mencapai KKM pada ujicoba luas. Hasil perbandingan nilai pretest dan posttest ada peningkatan sebesar 5,9. Berdasarkan
penelitian pengembangan ini dapat disimpulkan bahwa Media pembelajaran IPA berbasis Macromedia Authorware 7.0 pada
siswa kelas V SD N 1 Kadipiro Kasihan Bantul Yogyakarta Tahun Ajaran 2014/2015 dikatagorikan sesuai prosedur
pengembangan dan Media pembelajaran IPA berbasis Macromedia Authorware 7.0 pada siswa kelas V SD N 1 Kadipiro
Kasihan Bantul Yogyakarta Tahun Ajaran 2014/2015 efektif digunakan di Sekolah Dasar (SD).
Kata kunci: Pengembangan Media, Macromedia Authorware 7.0
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN LAS OKSI-ASETILEN (LAS KARBIT) DI SMK NEGERI 2 WONOSARI
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: 1) merumuskan langkah pengembangan modul pembelajaran las oksi-asetilen sebagai pendukung bagi proses pembelajaran Las Oksi-Asetilen di SMK Negeri 2 Wonosari, 2) mengetahui kelayakan modul las oksi-asetilen, dan 3) mengetahui hasil belajar siswa setelah menggunakan modul las oksi-asetilen. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitan pengembangan (research and development). Waktu pelaksanaan penelitian dimulai bulan Mei 2011 hingga Oktober 2011 di SMK Negeri 2 Wonosari. Obyek penelitian berupa pengembangan modul las oksi-asetilen yang meliputi materi menyiapkan material untuk pengelasan, mengidentifikasi peralatan las oksi-asetilen, merakit peralatan las, mengidentifikasi metode pencegahan distorsi dan melakukan pengelasan dengan proses las oksi-asetilen pada bahan baja karbon. Tahapan penelitian yang digunakan dalam penelitian pengembangan ini meliputi: (1) tahap studi pendahuluan (studi pustaka, studi lapangan dan menyusun draf modul), (2) tahap pengembangan (validasi materi dan media, validasi guru, serta uji coba keterbacaan terhadap siswa pengguna, (3) tahap uji kinerja/pemakaian. Metode pengumpulan data menggunakan metode angket sedangkan analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif persentase yang diterjemahkan dalam persentase terhadap kategori skala kelayakan yang telah ditentukan. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Langkah pengembangan modul meliputi: (a) tahap studi pendahuluan (studi pustaka, studi lapangan dan menyusun draf modul), (b) tahap pengembangan (validasi materi dan media, validasi guru, serta uji coba keterbacaan terhadap siswa pengguna, (c) tahap uji kinerja/pemakaian; 2) Kelayakan modul diperoleh dari: validasi ahli materi memperoleh kelayakan 90%, ahli media pembelajaran memperoleh kelayakan 86,25%; sedangkan menurut guru mata pelajaran memperoleh kelayakan 89,38%; dari uji coba keterbacaan mendapat kelayakan 80,27%. Berdasarkan persentase kelayakan yang didapat dari ahli materi dan media, guru mata pelajaran dan siswa sebagai pengguna membuktikan bahwa modul Las Oksi-Asetilen yang dikembangkan sangat layak digunakan dalam pembelajaran di SMK Negeri 2 Wonosari; 3) Hasil belajar siswa ditinjau dari nilai rata-rata kelas sebesar 7,7 dengan siswa tuntas belajar sebesar 24 siswa (75%) dan daya serap sebesar 77%, serta 8 orang siswa (25%) belum tuntas belajar sehingga perlu mengikuti remidial
Validasi Proses Produksi sebagai Bagian Implementasi Lean Manufacturing di Industri Farmasi
Industri farmasi nasional sedang menghadapi persaingan yang meningkat, tekanan biaya dan keefektifan kinerja operasi manufakturnya. Lean manufacturing menawarkan metode, alat dan program untuk meningkatkan produktivitas. Sedangkan industri farmasi wajib menerapkan apa yang sudah diatur didalam CPOB, salah satunya validasi proses. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa validasi proses merupakan bagian dari implementasi lean manufacturing. Hasilnya adalah dengan penerapan validasi proses, pemborosan yang disebutkan dalam lean manufacturing yaitu proses berlebih dan re-working bisa dihindarkan
Numerical study of jet impingement cooling on a smooth curve surface
Impinging jets are a best method of achieving particularly high heat transfer
coefficient and are therefore employed in many engineering applications. In this
study we seek to understand the mechanism of the distributed heat on the curve
surface with the goal of identifying preferred methods to predicting jet performance.
The goals that have been achieved in the numerical results displayed are
determine the influence of impingement jet characteristics on thermal and flow field
on a curve surface, determine the variation of Nusselt numbers (NuD) along the
curve surface in order to understand the heat transfer characteristics and study the
effect of position (in the center, in the mid and in the end) and angle (α=90°, 60° and
30°) of jet impingement on curve surface, different Reynolds numbers (ReD) in
range of (5000, 6000, 7000, 8000 and 9000). The program, which was extracted
results it is (GAMBIT 2.4.6) and (FLUENT 6.3), simulation is (2-D) in submerged
jet flow and the continuity, momentum and energy equations were solved by means
of a finite volume method (FVM).
This study covers the effect of different Reynolds numbers (ReD) on average
Nusselt numbers (Nuavg) and local Nusselt numbers (NuD). From the result, the
average Nusselt numbers (Nuavg) increased with the increase of Reynolds numbers
(ReD) for all cases, in comparison between different positions (center, mid and end),
of nozzle on curve surface at angle (α=90°) the maximum value of average Nusselt
numbers (Nuavg=388.3) is found when the nozzle locate in the end followed by the
mid position and smallest value of average Nusselt numbers (Nuavg=182.25) in the
center of curve surface. In case of slant angle (α=60º) the maximum value of average
Nusselt numbers (Nuavg=387.47) is found when the nozzle locate in the end
followed by the mid position and smallest value of average Nusselt numbers
(Nuavg=308.3) in the center of curve surface
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS WEBSITE PADA MATA PELAJARAN PENGELASAN DASAR DI SMK MUHAMMADIYAH PRAMBANAN
Penelitian ini bertujuan, (1) mendeskripsikan bagaimana proses pengembangan Media Berbasis Website Pada Mata Pelajaran Pengelasan Dasar kelas X kompetensi keahlian teknik pemesinan SMK Muhammadiyah Prambanan, (2) mendeskripsikan bagaimana kelayakan Media Berbasis Website yang dikembangkan untuk kelas X kompetensi keahlian teknik pemesinan SMK Muhammadiyah Prambanan, (3) mengetahui efektivitas Media Berbasis Website yang dikembangkan untuk kelas X kompetensi keahlian teknik pemesinan SMK Muhammadiyah Prambanan. Pengembangan media pembelajaran media berbasis website pada mata pelajaran pengelasan dasar dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu: (1) menetapkan mata pelajaran, (2) melakukan penelitian pendahuluan, (3) pembuatan desain media wesbite, (4) pengumpulan bahan, (5) pengembangan produk awal, (6) validasi ahli, (7) revisi, (8) validasi ahli, (9) produk final, (10) uji kelas guru dan murid, (11) produk akhir media. Website http://media.anggitsw.com untuk mengakses media pembelajaran berbasis website pada pengelasan dasar.Tahap pengujian dilakukan terhadap kelayakan produk sebagai media pembelajaran. Validasi ahli dilakukan kepada dosen ahli materi dan ahli media pembelajaran untuk mendapatkan masukan saran mengenai kelayakan media dari segi materi maupun media. Pengujian kelayakan dilakukan dengan metode kuesioner kepada siswa SMK. Validasi ahli materi dengan skor 49 dan rerata skor adalah 4,1. Setelah dikonversikan dengan skala 5 menunjukkan kriteria “Baik” dengan prosentase 82%, validasi ahli media skor yang diperoleh adalah 65 dan rerata skor adalah 4,53 dengan prosentase 91%. Setelah dikonversikan dengan skala 5 menunjukkan kriteria “sangat baik”, Uji media guru Jumlah skor yang diperoleh adalah 113 dan rerata skor adalah 4,3 dengan prosentase 94%. Setelah dikonversikan dengan skala 5 menunjukkan kriteria “Sangat baik”, Uji kelompok kecil Jumlah skor yang diperoleh adalah 409 dan rerata skor adalah 3,93. Setelah dikonversikan dengan skala 5 menunjukkan kriteria “baik” dengan prosentase 78,65%. Uji kelompok besar jumlah skor yang diperoleh adalah 995 dan rerata skor adalah 3,83. Setelah dikonversikan dengan skala 5 menunjukkan kriteria “baik” dengan prosentase 75,54%. Sedangkan dalam pre-test dan post-test dengan nilai rata pre-test 48,6 dan post-test 78,3 disimpulkan bahwa media pembelajaran berbasis website layak untuk digunakan
- …
