18,730 research outputs found
Ketersediaan Dan Profitabilitas Pengusahaan Traktor Di Jawa Barat, Sumatera Utara Dan Lampung
Ketersediaan traktor di daerah penelitian meningkat terus. Walaupun demikian, ketersediaan traktor belum memenuhi kebutuhan. Peningkatan jumlah traktor itu merupakan tuntutan kebutuhan tenaga kerja, bukan menggeser tenaga kerja manusia sehingga keluar dari pertanian. Penggunaan traktor sudah bersifat umum di kalangan petani dengan mobilitas antar daerah yang relatif tinggi. Kepadatan dan intensitas penggunaan traktor di Jawa Barat lebih tinggi dibandingkan dengan di kedua daerah penelitian lainnya. Diduga hal itu berkaitan erat dengan ketersediaan kesempatan kerja, lamanya traktor dikenal oleh petani dan kondisi pertanian di daerah yang bersangkutan. Aspek-aspek itu lebih mendorong penggunaan traktor yang lebih intensif di Jawa Barat dibandingkan dengan di kedua daerah lainnya. Perkembangan pemilikan traktor tidak hanya untuk digunakan dalam USAhatani sendiri, tetapi juga untuk disewakan kepada petani lain. Secara finansial pengusahaan jasa traktor menguntungkan para pelakunya. Dampak positif pengusahaan traktor tidak hanya bagi USAhatani dan pengusaha jasa traktor, tetapi juga membangkitkan kesempatan kerja baru di pedesaan. Upaya traktorisasi perlu digalakkan untuk mengembangkan pertanian dan hal itu perlu didukung oleh kebijakan pemerintah
Sistem Pengendali Kemudi Traktor Otomatis Empat Roda pada Pengujian Lintasan Lurus
Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan traktor otomatis. Meskipun penelitian mengenai traktor otomatis telah banyak dilakukan, namun pengembangan masih terus dilakukan untuk mendapatkan presisi yang lebih tinggi dan metode yang optimal. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan sistem pengendali kemudi traktor agar dapat mengikuti jalur kerja lintasan lurus ketika melakukan kegiatan pengolahan tanah. Model yang dikembangkan harus mampu menghitung sudut setir koreksi dari posisi traktor agar traktor mampu berjalan pada lintasan lurus yang telah ditentukan. Arah pergerakan traktor diketahui dari perbandingan dua posisi traktor yang diperoleh dari RTK DGPS. Algoritma pengendalian terdiri dari susunan perintah-perintah untuk mengendalikan traktor bergerak mengikuti lintasan acuan. Simulasi dilakukan untuk mengetahui kemampuan algoritma yang telah dibuat untuk mengendalikan traktor agar dapat berjalan mengikuti lintasan acuan. Kemampuan algoritma tersebut kemudian diuji dalam kondisi riil dilapangan pada lintasan lurus sepanjang 30 m dengan kecepatan traktor 0.5 m/s. Hasil pengujian di lapangan diperoleh tingkat akurasi kinerja kontrol sebesar 97.13% dan besar simpangan rata-rata terhadap lintasan acuan sebesar 8.62 cm
PENGARUH LINTASAN TRAKTOR RODA EMPAT DAN PEMBERIAN PUPUK ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KACANG BUNCIS (PHASEOLUS VULGARIS L.)
Abstrak: Pengolahan tanah dengan traktor menyebabkan terjadinya pemadatan tanah yang pada akhirnya mempengaruhi produktivitas tanaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan beberapa sifat fisika dan mekanika tanah akibat keragaman lintasan traktor roda empat dan pengaruh pemberian pupuk organik terhadap pertumbuhan dan produksi kacang buncis. Metode penilitian yang digunakan adalah Eksperimental Design yang ditata dalam bentuk rancangan petak terpisah (split plot design), menggunakan dua faktor (petak utama dan anak petak). Kedua faktor yang dicobakan adalah lintasan roda traktor (tanpa lintasan, 1 kali lintasan dan 3 kali lintasan) sebagai petak utama dan pupuk organik (0 ton/ha, 10 ton/ha dan 20 ton/ha) sebagai anak petak. Total kombinasi perlakuan adalah 9 plot percobaan, diulang sebanyak 3 kali, sehingga seluruhnya berjumlah 27 plot percobaan. Variabel respon yang diamati di lapangan adalah panjang akar, tinggi tanaman, jumlah daun dan luas tajuk tanaman, bobot basah berangkasan dan bobot kering berangkasan. Alat dan bahan yang digunakan adalah Satu unit traktor roda empat daya 30 hp dengan implemen bajak piring, penetrometer, stopwatch, ring sample, parang, cangkul, meteran, patok, benih kacang buncis tipe merambat, pupuk organik dan pupuk NPK 16:16:16. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lintasan traktor roda empat memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap beberapa sifat fisika dan mekanika tanah, Pemberian pupuk organik dengan dosis tertentu memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kacang buncis. Perlakuan lintasan traktor dan pemberian pupuk organik memiliki hubungan yang erat terhadap sifat fisika dan mekanika tanah, perlakuan lintasan traktor dan pemberian pupuk organik juga memiliki hubungan yang kuat terhadap pertumbuhan serta produksi kacang buncis.Kata Kunci: Lintasan traktor, sifat fisika-mekanika tanah, pupuk organik, kacang bunci
Kebutuhan Terhadap Penggunaan Traktor Di Kabupaten Karawang Dihubungkan Dengan Jadwal Irigasi
IndonesianPerbedaan pendapat mengenai manfaat penggunaan traktor di satu pihak dan dampak penggunaannya terhadap kesempatan kerja bagi buruh tani di pihak lain, merupakan ajang diskusi yang cukup menarik akhir-akhir ini. Dalam studi ini ditelaah kebutuhan mengenai penggunaan traktor di daerah Karawang dengan asumsi bahwa para petani harus mampu menyelesaikan pengolahan tanah sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh Panita Irigasi setempat. Pertama-tama dihitung berapa tenaga kerja yang tersedia di suatu wilayah, termasuk ternak. Kemudian dibuat model yang menggambarkan mobilitas tenaga kerja untuk pindah dari golongan yang satu ke golongan yang lain. Berdasarkan data itu dihitung, dengan menggunakan Rancangan Linier (Linear Programming), kebutuhan tenaga traktor di Karawang untuk masing-masing golongan irigasi. Ternyata bahwa tanpa traktor para petani tidak akan mampu menyelesaikan pengolahan tanah sesuai dengan jadwal. Karena itu untuk memungkinkan dilaksanakannya jadwal pengolahan tanah yang sesuai dengan jadwal irigasi, diperlukan tenaga traktor
Analisis Kebisingan dan Getaran Mekanis pada Traktor Tangan
Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa kebisingan dan getaran mekanis pada traktor tangan. Kebisingan diu- kur dengan sound level meter tipe digital. Getaran mekanis diukur dengan portable vibration meter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kebisingan pada traktor tangan Perkasa 700 GX adalah 88-99 dB(A), melebihi batas ambang kritis yaitu 85 dB(A). Tingkat kebisingan yang tinggi dapat menyebabkan kerusakan pada pendengaran. Hasil penelitian juga menunjukkan tingkat getaran mekanis dengan frekuensi 2.10 Hz dan percepatan 24.20 m/det2 yang me- lebihi batas yang diijinkan yaitu frekuensi 2.10 Hz dan percepatan 10 m/det2. Upaya yang dapat dilakukan untuk men- gatasi masalah kebisingan dan getaran mekanis pada traktor tangan adalah perbaikan konstruksi, diantaranya dengan perbaikan rancangbangun motor (khususnya muffler), pemasangan ring per pada semua baut, serta penggunaan shock breaker dan engine. Selain itu juga perlu diperhatikan penggunaan pelindung telinga bagi operator traktor tangan
UJI KAPASITAS KERJA DAN EFISIENSI HAND TRAKTOR UNTUK PENGOLAHAN TANAH LAHAN KERING
Penelitian ini bertujuan untuk melihat kapasitas kerja dan efisiensi hand traktor pada pengolahan
tanah dilahan kering dengan menggunakan bajak singkal. Bbberapa faktor yang diteliti adalah
kapasitas kerja actual, kapasitas kerja teoritis dan efisiensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
nilai kapasitas kerja actual0,0625 haljam, nilai kapasitas kerja teoritis 0,ll4haljan dan efisiensi
56,lyo. Dengan dernikian dapat dikatakan bahwa kerja hand traktor rnasih belurn efisien
THE SHRINKAGE OF JAVANESE VOCABULARY
Previous studies show that Javanese shrinks in terms of its form, function and accuracy due to
Indonesian and the attitude of the Javanese speakers towards Indonesian and Javanese(Poedjosoedarmo,1991; Gunarwan, 2006). In regard to the causes of the shrinkage of Javanese, there isat least one more thing that leads to the shrinkage. This paper presents the results of an observation to
the Javanese vocabulary items used in the daily life of Javanese speakers. The study aims at describingsome Javanese words which are likely to fade away due to a technological advance, and explaining theimpact to the existence of the local virtues. The description is based on the observation toward the things
around the Javanese people in an area of Jawa Tengah to fulfill their daily needs and the words toexpress them at present, and then compared them with those noticed in 1970s and recalled by the writer.The results showed that though the vocabulary items of the Javanese language were enriched by thevocabulary items of other languages, at the same time some Javanese words commonly used in the daily
life are likely to disappear from the daily use. The disappearance of the Javanese words also means the
vanishing of the things associated with the words and the related local virtues
Penentuan Parameter Desain Roda Besi Bersirip melalui Pengukuran Tahanan Penetrasi Tanah di Sawah
Tujuan penelitian ini adalah untuk memprediksi parameter desain roda besi bersirip yang sesuai melalui pengukuran tahanan penetrasi tanah secara langsung di lahan sawah. Lokasi penelitian berada pada lahan sawah di Desa Situ Gede Bogor, Jawa Barat. Penetrometer dengan ukuran plat 5 cm x 20 cm digunakan untuk menekan tanah sampai kedalaman 20 cm dengan kemiringan sudut tekan 90o, 75o, 60o, 45odan 30. Data dianalisis dengan metode regresi linier untuk memperoleh hubungan antara gaya penekanan dan kedalaman penekanan untuk tiap sudut penekanan yang berbeda. Dengan menggunakan persamaan gaya yang dihasilkan oleh sirip aktif roda yang menyentuh tanah dan persamaan regresi linier yang dihasilkan maka dapat diprediksi desain roda besi bersirip untuk traktor roda dua (yanmar TF85 MLY-di). Traktor diasumsikan beroperasi pada sinkage 15 cm sehingga desain yang dipilih adalah desain di mana gaya reaksi yang dihasilkan mampu mengatasi beban yang diberikan oleh traktor dan implemen serta penggunaan bahan konstruksi yang paling minimum. Hasil perhitungan merekomendasikan jumlah sirip 12, sudut sirip 45o, lebar sirip 10 cm, panjang sirip 35 cm, diameter luar roda 84 cm adalah desain roda besi bersirip yang optimum
PENGARUH LINTASAN TRAKTOR DENGAN MENGGUNAKAN BAJAK SINGKAL TERHADAP PERUBAHAN SIFAT FISIKA-MEKANIKA TANAH DAN PERTUMBUHAN SERTA PRODUKSI TANAMAN KACANG HIJAU (VIGNA RADIATA L.)
Riska Fahrunnisa ZR. 1105106010024. Pengaruh Lintasan Traktor dengan Menggunakan Bajak Singkal terhadap Perubahan Sifat Fisika-Mekanika Tanah dan Pertumbuhan serta Produksi Tanaman Kacang Hijau (Vigna radiata L.). Di Bawah Bimbingan Prof. Dr. Ir. Yuswar Yunus, MP sebagai Pembimbing Utama dan Syafriandi, S.TP, M.Si sebagai Pembimbing Anggota.RINGKASANPengolahan tanah dilakukan untuk memperbaiki struktur tanah yang sesuai bagi pertumbuhan tanaman. Kerusakan tanah akibat pengaruh lintasan traktor dapat menyebabkan meningkatnya ketahanan tanah dan pertumbuhan tanaman terganggu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh lintasan traktor terhadap perubahan sifat fisika-mekanika tanah dan pertumbuhan serta produksi tanaman kacang hijau.Penelitian ini dilakukan di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Banda Aceh. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola non faktorial. Terdapat satu faktor percobaan yang ditelitipengaruhnya terhadap kondisi sifat fisika-mekanika tanah serta pertumbuhan dan produksi tanaman kacang hijau. Faktor tersebut yaitu pengaruh lintasan traktor dengan total kombinasi perlakuan 9 satuan percobaan. Adapun parameter sifat fisika-mekanika tanah yang diuji pada penelitian ini, yaitu bobot isi, permeabilitas, porositas, stabilitas agregat, kadar air dan tahanan penetrasi tanah,sedangkan pengamatan yang dilakukan meliputi tinggi tanaman, jumlah helai daun, luas tajuk tanaman, bobot basah berangkasan, bobot kering berangkasan, panjang akar dan bobot 100 biji kacang hijau per plot percobaan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan lintasan traktor secara interaktif memberi pengaruh yang sangat nyata terhadap porositas dan stabilitas agregat tanah. Sedangkan pengaruh perlakuan lintasan secara tunggal berpengaruh nyata terhadap bobot isi tanah, namun tidak berpengaruh nyata terhadap permeabilitas, kadar air dan tahanan penetrasi tanah. Hasil uji F pada analisis sidik ragam menunjukkan bahwa tinggi tanaman 10 HST, jumlah daun 10 HST, luas tajuk tanaman 10 HST, panjang akar dan bobot 100 biji per plot tanaman tidak berpengaruh nyata terhadap perlakuan lintasan traktor. Namun perlakuan lintasan memberi pengaruh yang nyata terhadap bobot basah berangkasan dan bobot kering berangkasan. Sedangkan tinggi tanaman 20 HST, 30 HST, j umlah daun 20 HST, 30 HST, luas tajuk 20 HST, 30 HST memiliki pengaruh yang sangat nyata terhadap perlakuan lintasan traktor. Didapatkan produksi tertinggi yaitu pada perlakuan dengan 3 kali lintasan sebesar 1.488,8 Kg/Ha dan produksi terendah terdapat pada perlakuan dengan 5 kali lintasan sebesar 344,4 Kg/Ha
- …
