380,943 research outputs found
Takarir Film Spookiz: The Movie (Inggris - Arab)
Penerjemahan merupakan kegiatan untuk menerjemahkan makna suatu teks ke dalam bahasa lain sesuai dengan yang dimaksudkan penulis teks tersebut. Portofolio ini akan menyoroti proyek terjemahan takarir film Spookiz: The Movie dari bahasa Inggris ke bahasa Arab. proses terjemahan, tantangan yang dihadapi, serta pendekatan yang diambil dalam menerjemahkan teks-teks Inggris ke dalam bahasa Arab dengan akurat dan berdaya guna. Selain itu, portofolio ini akan memberikan analisis singkat tentang pentingnya terjemahan takarir dalam konteks globalisasi media dan meningkatnya permintaan akan konten audiovisual yang dapat diakses secara universal
Picture Word Inductive Model Effective Research as the Media for Increasing Students' Writing Aility in Descriptive Text
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah siswa yang diajar dengan picture word inductive model memiliki keterampilan menulis teks deskriptif lebih baik dari pada siswa yang diajar dengan gambar biasa. Jenis penelitian ini adalah penelitian eks5perimen semu; nonequivalent control group pre-posttest design. Sampel penelitian adalah kelas VIII.1 dan VIII.2. Kelas VIII.1 merupakan kelas control yang diajar dengan menggunakan picture biasa sedangkan kelas VIII.2 merupakan kelas experimen yang diajar dengan menggunakan picture word inductive model. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian adalah tes menulis teks deskriptif. Data dianalisis dengan menggunakan independent t-test. Temuan menunjukkan bahwa siswa yang diajar dengan picture word inductive model mempunyai keterampilan menulis teks deskriptif lebih besar daripada siswa yang diajar dengan gambar biasa
TEXT DEVELOPMENT OF EXPOSITION GENRE ESSAYS WRITTEN BY ENGLISH DEPARTMENT STUDENTS OF 2008 ACADEMIC YEAR IN DIPONEGORO UNIVERSITY
Dalam penelitian ini, penulis memfokuskan analisisnya pada makna teks tekstual dari teks eksposisi yang ditulis oleh mahasiswa Jurusan Sastra Inggris angkatan 2008 di Universitas Diponegoro. Adapun tujuan dari penelitian ini antara lain untuk menjelaskan dan menganalisis jenis-jenis theme, theme dan mood serta thematic structures yang paling sering digunakan pada teks eksposisi yang ditulis oleh mahasiswa Jurusan Sastra Inggris angkatan 2008 di Universitas Diponegoro. Selain itu, penulis juga bertujuan untuk mengidentifikasi fungsi sosial dari tipe teks eksposisi dan mengidentifikasi struktur general teks eksposisi tersebut. Sehingga, pada akhirnya penulis dapat mengetahui bagaimana mahasiswa mengembangkan dan mengorganisir tulisan mereka dalam teks eksposisi agar ide, pendapat dan pesan mereka akan suatu hal dapat tersampaikan pada pembaca.
Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualintatif dan kuantitatif, karena selain menjelaskan analisis theme-rheme, pengembangan tulisan, fungsi sosial dan struktur general teks eksposisi, penulis juga menghitung frekuensi kemunculan jenis theme, mood dan struktur sehingga dapat diketahui jenis theme, mood dan struktur dominan digunakan pada teks eksposisi. Dalam pengumpulan data, penulis menggunakan metode dokumentasi dengan teknik pancing dimana penulis memberikan tes untuk memancing mahasiswa menuliskan teks eksposisi sehingga penulis memperoleh data yang diharapkan.
Berdasarkan hasil analisis data, penulis mengidentifikasikan bahwa topical theme, thematic pada declarative mood dan thematic pada klausa kompleks merupakan jenis theme, mood dan struktur yang paling sering digunakan pada 18 teks eksposisi. Dalam pengembangan teks, metode re-iteration dan pola zig-zag adalah metode yang paling banyak digunakan oleh mahasiswa. Lebih lanjut, penulis dapat mengidentifikasi fungsi sosial 18 teks eksposisi yaitu menyampaikan pandangan maupun pendapat mengenai suatu hal. Dari, kedelapanbelas teks, penulis juga dapat mengidentifikasikan struktur general tipe teks eksposisi; thesis, argument1, argument2, argument3 dan reiteration. Namun, penulis juga menemukan penyimpangan lain pada hasil analisis data. Menurut Martin, conjuctive adjuncts merupakan bentuk textual theme yang paling sering digunakan pada teks eksposisi. Akan tetapi, penulis menemukan bahwa bentuk textual theme yang sering digunakan adalah conjunctions. Hal ini dikarenakan, sebagian besar mahasiswa salah paham dalam penggunaan conjunctions dan conjunctive adjuncts. Dalam penulisan teks eksposisi, textual theme merupakan jenis theme yang memiliki peranan peting dalam menambahkan, membandingkan dan menyusun pendapat serta membuat kesimpulan pada akhir teks eksposisi
Developing Students? Writing Skill on Recount Text by Using Photograph and Group Grid Technique
Kemampuan menulis adalah kemampuan yang sangat sulit bagi para murid Sekolah Menengah Pertama. Mereka kesulitan untuk menuliskan ide-ide mereka karena mereka merasa tidak percaya diri dalam menulis kalimat berbahasa Inggris. Olehkarena itu, peneliti menggunakan teknik group grid dan media foto untuk merangsang para murid mendapatkan ide-ide mereka dalam menulis bahasa Inggris.Penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan menulis para murid dalam menulis teks recount dengan teknik group grid dan media foto. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Peneliti menggunakan dua siklus. Setiapsiklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan (planning), tindakan (acting), observasi (observing), dan refleksi (reflecting). Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah tes, observasi, wawancara, dan kuesioner. Penelitian inimenggunakan teknik group grid dengan menggunakan media foto untuk meningkatkan kemampuan menulis para murid dalam menulis teks recount serta untuk mengetahui pencapaian dan respon para murid selama proses pembelajaran.Temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa ada peningkatan dalam penguasaan murid dalam menulis teks recount. Hal itu dapat dilihat dari nilai rata-rata murid dalam pre-test yaitu 40.56. Kemudian, nilai rata-rata di posttest 1 adalah 72.93, dan nilai rata-rata post-test 2 adalah 78.12. Persentase kelas untuk murid yang nilainya diatas KKM dari post-test 1 adalah 53% dan post-test 2 adalah 84%. Respon para murid dalam implementasi teknik group grid dan media foto sangat bagus. Hal tersebut juga dapat dilihat dari hasilkuesioner dengan persentase nilai total tertinggi 96% dan nilai terendah 70%. Ratarata persentase yang didapat adalah 84%Berdasarkan perhitungan dari hasil data, bisa disimpulkan bahwa implementasi teknik group grid dan media foto dapatmeningkatkan kemampuan para murid dalam menulis teks recount
An Analysis of Aims and Approach of a Textbook: “Look Ahead English Course for Senior High School Students Year X”
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa apakah buku teks bahasa Inggris yang berjudul “Look Ahead English Course For Senior High School Students Year X” yang dianjurkan pemerintah Sumatera Barat sesuai dengan buku teks bahasa Inggris yang baik. Penelitian ini juga bertujuan menemukan ketepatan aims and approach sesuai dengan syarat buku teks bahasa Inggris yang baik menurut pendapat beberapa orang ahli. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif. Sumber data yang digunakan adalah buku Look Ahead English Course For Senior High School Students Year X dan data diperoleh dalam bentuk analisis yang diberikan oleh 2 orang siswa, 2 orang guru bahasa Inggris, 2 orang dosen bahasa Inggris dan peneliti sendiri. Instrumen yang digunakan adalah format analisis atau angket dan komentar-komentar yang diberikan oleh masing-masing penilai. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa aspek aims and approach pada buku Look Ahead English Course For Senior High School Students Year X belum terpenuhi
Jenis Dan Tema Teks Dalam Buku Siswa Bahasa Indonesia Ekspresi Diri Dan Akademi Kelas X Serta Relevansinya Dengan Kompetensi Kurikulum 2013
Penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) jenis teks dalam buku siswa Bahasa Indonesia Ekspresi Diri dan Akademi kelas X, (2) tema teks dalam buku siswa Bahasa Indonesia Ekspresi Diri dan Akademi kelas X, (3) relevansi jenis teks dalam buku siswa Bahasa Indonesia Ekspresi Diri dan Akademi kelas X dengan Kurikulum 2013, dan (4) relevansi tema teks dalam buku siswa Bahasa Indonesia Ekspresi Diri dan Akademi kelas X dengan Kurikulum 2013. Data dalam penelitian ini berupa kata, frasa, kalimat, dan paragraf yang terdapat dalam buku siswa. Kemudian, sumber data penelitian ini adalah buku siswa berjudul Bahasa Indonesia Ekspresi Diri dan Akademi, untuk SMA Kelas X edisi Revisi 2014. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik pustaka dan teknik simak-catat. Keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu,teknik triangulasi teori. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik pembacaan semiotik dan analisis komparatif. Hasil penelitian ini antara lain: (1) ditemukan 9 jenis teks yaitu, teks laporan, teks laporan informatif, teks puisi, teks pantun, teks perintah/instruksi, teks panduan, teks eksposisi, teks anekdot, dan teks negosiasi, (2) ditemukan 6 tema teks yaitu, tema alam semesta, sikap warga negara yang baik, seni berpendapat dalam forum ekonomi dan politik, kritik sosial melalui humor, seni bernegosiasi dalam wirausaha, dan pemanfaatan teks dalam kehidupan nyata, (3) terdapat 7 jenis teks yang relevan dengan Kurikulum 2013 yaitu, jenis teks laporan, teks laporan informatif, teks panduan, teks perintah, teks eksposisi, teks anekdot, dan teks negosiasi. Kemudian ada 2 jenis teks yang tidak relevan dengan Kurikulum 2013 yaitu, jenis teks puisi dan teks pantun. (4) Ditemukan enam tema teks dalam buku siswa Bahasa Indonesia kelas X yang seluruhnya dinyatakan relevan dengan Kurikulum 2013 yaitu, tema alam semesta, sikap warga negara yang baik, seni berpendapat dalam forum ekonomi dan politik, kritik sosial melalui humor, seni bernegosiasi dalam wirausaha, dan pemanfaatan teks dalam kehidupan nyat
Buku Teks: Reka Cipta Tingkatan 5
Buku teks Reka Cipta Tingkatan 5 ini merupakan buku teks yang dihasilkan berdasarkan keperluan Kurikulum Standard Sekolah Menengah (KSSM) Mata Pelajaran Elektif Ikhtisas (MPEI) dan Dokumen Standard Kurikulum dan Pentaksiran (DSKP) Reka Cipta Tingkatan 5 yang disediakan oleh Bahagian Pembangunan Kurikulum (BPK), Kementerian Pendidikan Malaysia. Buku ini mengandungi lapan bab yang ditulis berdasarkan dua kluster.
Bab satu hingga empat ditulis berdasarkan Teknologi Pembuatan. Dalam kluster ini, murid akan diberi pendedahan dari aspek pengetahuan, kemahiran dan nilai bagi bidang teknologi di samping dilatih dalam pengujian dan pengukuran kefungsian produk yang dihasilkan.
Bab lima hingga lapan pula ditulis berdasarkan Strategi Pemasaran. Dalam strategi pemasaran, murid didedahkan mengenai produk, harga, promosi, tempat dan harta intelek kepada produk, strategi pemasaran serta proses komunikasi dan dokumentasi yang berkesan.
Buku ini turut menerapkan pelbagai pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan keperluan semasa seperti Pembelajaran Kendiri, Pembelajaran Kolaboratif, Pembelajaran Berasaskan Projek, Inkuiri, Penyelesaian Masalah, Pembelajaran Masteri, Konstruktivisme, Pembelajaran Penerokaan dan Pendekatan STEM (Science, Technology, Engineering and Mathematics).
Sehubungan dengan itu, buku ini diharap dapat mewujudkan suatu dimensi pengajaran dan pembelajaran Reka Cipta yang lebih berkesan. Bagi tujuan menarik minat serta mengukuhkan kefahaman murid pula, buku ini telah ditulis dengan mempelbagaikan kaedah serta corak persembahan grafik seperti penggunaan gambar foto, gambar rajah, peta i-Think, carta, graf dan ilustrasi.
Akhir kata, buku teks Reka Cipta Tingkatan 5 ini diharap dapat membentuk daya imaginatif, kreatif, inovatif, inventif serta mampu merealisasikan Falsafah Pendidikan Kebangsaan dan wawasan negara. Selain itu, buku ini juga diharap mampu melahirkan generasi saintifik, progresif, berdaya fikir tinggi, berpandangan jauh,
menyumbang kepada pembangunan teknologi, peka terhadap alam sekitar, mengamalkan literasi kewangan dan keusahawanan, berdaya saing serta mengagumi ciptaan Tuhan
PEMBELAJARAN ME NGANALISIS KESESUAIAN STRUKTUR TEKS PADA TEKS EKSPLANASI KOMPLEKS DENGAN MENGGUNAKAN METODE DISCOVERY LEARNING PADA SISWA KELAS XI SMA N 1 SOREANG TAHUN PELAJARAN 2015/2016
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai
kemampuan penulis melaksanakan pembelajaran menganalisis kesesuaian struktur
teks pada teks eksplanasi kompleks dan untuk mengetahui kemampuan siswa
kelas XI SMAN 1 Soreang
Tahun
Pelajaran 2015/2016
dalam menganalisis
kesesuaian struktur teks pada tek
s
eksplanasi kompleks.
Perumusan masalah yang penulis ajukan adalah
: (1
)
seberapa mampukah
penulis
melaksanakan pembelajaran menganalisis
kesesuaian
struktur
teks pada
teks eksplanasi
kompleks
dengan menggunakan metode
discovery learning
?
; (2
)
Seberapa mampukah
siswa kelas XI mampu mengikuti pembelajaran menganalis
kesesuaian
struktur
teks pada
teks eksplanasi
kompleks
dengan menggunakan
metode
discovery learning
?
;
(3
)
Seberapa
efektifkah
metode
discovery learning
digunakan dalam pembelajaran menganalisis
kesesuaian
struktur
teks pada
teks
eksplanasi
kompleks
pada siswa kelas XI?
.
Hipotesis yang penulis rumuskan yaitu:
(1
)
Penulis mampu dalam
merencanakan, melaksanakan, dan menge
valuasi pembelajaran menganalisis
kesesuaian
struktur
teks pada
teks eksplanasi
kompleks
dengan menggunakan
metode
discovery learning
pada
siswa
kelas XI
;
(2
)
Siswa
kelas XI mampu
mengikuti pembelajaran menganalisis
kesesuaian
struktur
teks pada
teks
eksplanasi
kompleks
dengan menggunakan metode
discovery learning
; (3
)
Metode
discovery learning
efektif
digunakan dalam pembelajaran m
eng
analisis
kesesuaian struktur
teks eksplanasi
kompleks
pada
siswa
kelas XI
.
Adapun hasil penelitiannya sebagai
berikut.
1.
Penulis mampu merencanakan dan melaksanakan pembelajaran
menganalisis
kesesuaian struktur teks pada teks eksplanasi kompleks dengan menggunakan
metode
discovery learning
pada siswa kelas XI.
H
al ini terbukti dari hasil nilai
perencanaan dan pelaks
anaan pembelajaran sebesar 3
,8
dengan kategori baik
sekali (A).
2.
siswa kelas XI mampu menganalisis kesesuaian struktur teks pada teks
eksplanasi kompleks. Hal ini terbukti
n
ilai rata
-
rata
pretest
yaitu sebesar
41,2
dan nilai rata
-
rata
posttest
sebesar 75,
4.
Jadi, selisih nilai rata
-
rata
pretest
dan
posttes
yaitu
34,2
.
3.
Metode
discovery learning
efektif digunakan dalam pembelajaran
menganalisis
kesesuaian struktur teks pada teks eksplanasi kompleks .
Hal ini dapat
dibuktikan dengan hasil uji statistik t
hitung
> t
tabel
, yakni
16,5
> 2,04 dalam
tingkat kepercayaan 95% dengan taraf signifikan 5% dan derajat kebebasan 29
Berdasarkan fakta tersebut, penulis menyimpulkan bahwa penulis berhasil
melakukan
pembelajaran
menganalisis kesesuaian struktur teks pada teks
eks
planasi kompleks dengan menggunakan metode
discovery learning
.
Kata Kunci:
discovery l
earning
, eksplanasi kompleks, menganalisis,
p
embelajara
PEMBELAJARAN MEMBANDINGKAN TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI DENGAN TEKS PROSEDUR KOMPLEKS MENGGUNAKAN MODEL PAIR CHECKS PADA SISWA KELAS X SMK PURAGABAYA BANDUNG TAHUN PELAJARAN 2016/2017
Membandingkan yaitu menelaah atau mencermati dua hal yang berbeda
yang dilihat dari isi masing-masing dua benda tersebut. Dalam membandingkan
menggunakan dua teks yang berbeda, yaitu teks laporan hasil observasi yang merupakan
teks
yang menyajika informasi yang faktual adanya, dan prosedur kompleks
merupakan
teks
yang
menjelaskan
langkah-langkah
cara
melakukan
sesuatu
dengan
benar
dan
terperinci.
Dalam
pembelajaran
tersebut
dua
teks
tersebut
tentulah
berbeda,
untuk itu pembelajaran membandingkan ini untuk menentukan persamaan
dan
perbedaan
teks
laporan
hasil
observasi
dan
prosedur
kompleks.
Model
pembelajaran
yang
digunakan
dalam
pembelajaran
ini,
yakni
model
Pair
Checks.
Dalam
hal ini, penulis tertarik melakukan sebuah penelitian pembelajaran
membandingkan teks laporan hasil observasi dengan teks prosedur kompleks
menggunakan model Pair Checks pada siswa kelas X SMK Puragabaya Bandung.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan penulis dalam merencanakan,
melaksakan,
dan
menilai
proses
pembelajaran
membandingkan
teks
laporan
hasil
observasi
dengan
teks
prosedur
kompleks,
serta
mengetahui
kemampuan
siswa
kelas
X
dalam
membandingkan
teks
laporan
hasil
observasi
dengan
prosedur
kompleks,
dan
keefektifan
model Pair
Checks
dalam
pembelajaran
tersebut.
Metode
yang penulis gunakan adalah metode penelitian eksperimen semu
atau quasi eksperiment dengan teknik penelitian observasi dan tes. Adapun hasil
yang didapatkan penulis dari penelitian tersebut sebagai berikut.
a. Penulis mampu merencanakan, melaksanakan dan menilai pembelajaran membandingkan
teks
laporan
hasil
observasi
dengan
teks
prosedur
kompleks
menggunakan
model
Pair
Checks.
Hal
tersebut
terbukti
dari
perolehan
nilai
rata-rata
yang
diberikan
guru
Bahasa
Indonesia
SMK
Puragabaya
Bandung,
yakni
2,58.
Nilai
tersebut
termasuk
dalam
kategori
baik.
b.
Siswa
kelas
X
SMK
Puragabaya
Bandung
mampu
membandingkan
teks
laporan
hasil observasi dengan teks prosedur kompleks menggunakan model Pair
Checks. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan belajar dengan nilai postes lebih
besar dari nilai pretes, yakni 2,40 > 1,87.
c. Model Pair Checks tepat digunakan dalam pembelajaran membandingkan teks
laporan hasil observasi dengan teks prosedur kompleks dengan pembuktian
hasil perhitungan statistik dan taraf signifikansi pretes dan postes, yakni t sebesar
2,90 dan ttabel pada tingkat kepercayaan 95% sebesar 2,05 artinya t
hitung > ttabel.
Berdasarkan fakta-fakta tersebut, penulis menyimpulkan bahwa penggunaan
model Pair Checks terbukti tepat dalam pembelajaran membandingkan teks
laporan hasil observasi dengan teks prosedur kompleks.
Kata kunci: Pembelajaran, Membandingkan, Teks Laporan Hasil Observasi, Teks
Prosedur Kompleks, Pair Check.
v
- …
