38 research outputs found
Colonist, 1888-10-06
The Colonist began on 6 March 1886, changing its name to The Newfoundland Colonist after 18 July 1891. Having printed local and international news Monday to Saturday for six years, the paper came to an abrupt end when its offices were destroyed in The Great Fire of 8 July 1892.Title variations recorded in Alternative Title, as needed
The good Arab:Conditional inclusion and settler colonial citizenship among Palestinian citizens of Israel in Jewish Tel Aviv
Dominant majorities often use idealized categories to validate the ‘goodness’ and deservingness of minority citizens. For Palestinian citizens of Israel, this category is the ‘good Arab’. Since its origins in early Jewish settlement of Palestine, it has become a powerful and controversial metaphor in Israeli public discourse. As an experienced condition of limited inclusion, the ‘good Arab’ exemplifies the Palestinian dilemma of accessing socioeconomic opportunities in Jewish Israeli spaces that stigmatize and fend off their ethnonational identity. Combining a historical genealogy of the ‘good Arab’ with ethnographic research among Palestinians in Tel Aviv, this article shows how a historically evolved logic of settler colonial control and indigenous erasure continues to define liberal frameworks of conditional citizenship and inclusion. Theorized through the emerging concept of conditional inclusion, these insights open up new avenues for analysis and comparison in anthropological debates surrounding indigenous struggles, settler colonialism, urban inclusion, and citizenship
La Voce Coloniale, September 18, 1954
https://scholarship.shu.edu/lavocecoloniale1954/1037/thumbnail.jp
La Voce Coloniale, September 25, 1954
https://scholarship.shu.edu/lavocecoloniale1954/1038/thumbnail.jp
Implementasi humor dakwah dalam bentuk roasting KH Anwar Zahid: analisis pada Youtube Anza Channel
Penyampaikan pesan dakwah membutuhkan kreativitas untuk menciptakan sesuatu yang baru, sehingga jama’ah tertarik dengan dakwahnya. Berdasarkan masalah tersebut, maka humor merupakan salah satu strategi dakwah yang dikemas secara lebih menyegarkan. Kajian pada humor sebagai strategi merupakan suatu perubahan terencana yang akan dihasilkan oleh dakwah. Selain para jama’ah mudah untuk menangkap pesan dakwah, juga dapat digunakan sebagai upaya untuk memberi warna dalam menyampaikan dakwah. Humor dapat juga digunakan untuk mengurangi ketegangan yang dirasakan oleh jama’ah namun hal tersebut tidak
lepas dengan roasting, umumnya teknik ini memuat materi kritikan terhadap fenomena sosial yang berhubungan dengan tokoh.
Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif menggunakan pengumpulan data analisis isi (content analysis). Dengan mengambil tiga unggahan video dengan judul Anwar Zahid Spesial Bersama Hanan Attaki, KH Anwar Zahid Terbaru 2023 | Ketemu Cak Torik, KH Anwar Zahid dengan Habib Bidin di Alun-Alun Simpang 7 Kudus pada youtube Anza Channel KH. Anwar Zahid. Menggunakan teknik pengumpulan data dokumentasi dari video yang telah di tonton. Memiliki tujuan untuk mengetahui implementasi humor dakwah dalam bentuk roasting KH Anwar Zahid pada youtube Anza channel.
Hasil penelitian menemukan bahwa KH Anwar Zahid mengimplementasikan humor dalam bentuk roasting pada saat melaksanakan aktivitas dakwah yaitu terdapat ketegori humor tidak sehat, humor dalam bentuk roasting, humor dalam pergaulan, humor literatur, humor sadis, humor politik,humor rendah, humor tinggi, humor verbal, humor dalam bentuk roasting yang digunakan oleh KH. Anwar Zahid belum menggunakan kaidah sesuai dengan ketentuan yang ada. Penggunaan dari bentuk-bentuk humor tersebut pada dasarnya bertujuan agar humor yang disampaikan menjadi lebih terarah, sehingga dakwah yang dilakukan tidak monotan sekaligus mempertugas materi dakwah yang disampaikannya agar dapat diterima oleh mad’u
