57,155 research outputs found
Menyusun proyeksi pendidikan, metode, dan aplikasi proyeksi sekolah dasar tahun 2012/2013-2020/2021
Tujuan penulisan ini adalah memberikan gambaran tentang bagaimana menyusun proyeksi pendidikan, metode apa yang digunakan, dan aplikasinya dalam bentuk hasil proyeksi
sekolah dasar dari tahun 2012/2013 sampai tahun 2020/2021. Metode yang digunakan adalah studi dokumentasi tentang data yang dimiliki dan yang diperlukan dalam menyusun proyeksi.
Populasi digunakan secara menyeluruh di tingkat nasional. Hasilnya menunjukkan bahwa untuk menyusun proyeksi pendidikan diperlukan data dan proyeksi penduduk, data pendidikan selama beberapa tahun, indikator pendidikan, dan asumsi. Metode proyeksi yang digunakan adalah angka masukan kasar dan arus siswa. Selain itu, hasil proyeksi sekolah dasar ada tiga, yaitu proyeksi siswa, proyeksi prasarana pendidikan, dan proyeksi sumber daya manusia. Hasil
proyeksi siswa tingkat SD tahun 2020/2021 sebesar 33.908.350, siswa baru menjadi 5.832.046, dan lulusan menjadi 4.973.548 serta APK sebesar 119,57% dan APM sebesar 96,19%. Berdasarkan proyeksi siswa tingkat SD diperlukan sekolah sebanyak 185.052, kelas sebanyak 1.271.104, dan ruang kelas sebanyak 492.016, sehingga diperlukan tambahan sebanyak 10.456 ruang per tahun. Selanjutnya, kepala sekolah tingkat SD yang dibutuhkan sebanyak 2.643 per tahun, sedangkan guru sebanyak 55.093 per tahun
Media Proyeksi dan Desain Media Proyeksi
Penulisan artikel ini membahas tentangpengertian media proyeksi, jenis-jenis media proyeksi, format media proyeksi dan cara mendesain media proyeksi
PROYEKSI LAPAS SWASTA DI INDONESIA
This research is entitled Projections of Private Prisons in Indonesia and will discuss 2 problem formulations, namely how the government is trying to overcome overcrowding that occurs in correctional institutions and what factors are the pros and cons regarding the existence of private prisons. The aim is to find out and study the factors that influence the existence of private prisons and to find out and study the pros and cons related to private prisons. In this method the author uses a normative juridical approach. Normative juridical is research that focuses on legal science but does not forget the legal rules that were born and apply in society itself. Prison or correctional institution is a place that functions as a place of empowerment for prisoners, or a place that functions as social reintegration which makes it a place to improve oneself from previous actions or violations. The most prominent problem in correctional institutions that is always in the spotlight and is still difficult to overcome is the problem of overcrowding, which is caused by low capacity. One effort to overcome the problem of overcrowding is the existence of private prisons. In several countries such as America, England and Australia, privately managed corrections institutions (LP) have long been successful. Therefore, it is interesting to discuss the problem of overcrowding in prisons in Indonesia. To discuss these questions, the author presents a thesis entitled "Private Prison Projections in Indonesia"
Petunjuk pelaksanaan PPCKS:penyusunan proyeksi kebutuhan kepala sekolah/madrasah
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 28 Tahun 2010 tentang Penugasan Guru Sebagai Kepala Sekolah/Madrasah merupakan bahan acuan dalam mengembangkan kompetensi kepala sekolah/madrasah.
Kepala sekolah/madrasah pada hakekatnya merupakan figur sentral dalam upaya pencapaian tujuan pendidikan, baik pada level individu, kelompok, kelas, satuan pendidikan, wilayah binaan maupun nasional.Kebutuhan penyusunan proyeksi pengangkatan kepala sekolah/madrasah secara nyata memerlukan pendataan yang cermat dan akurat terkait dengan berbagai variabel penentunya.
Salah satu upaya untuk memperoleh hasil perhitungan proyeksi kebutuhan pengangkatan kepala sekolah/madrasah antara lain dilakukan dengan jalan menyusun petunjuk pelaksanaan perhitungan proyeksi kebutuhan pengangkatan kepala sekolah/madrasah. Petunjuk pelaksanaan ini berisi: (I) Pendahuluan; (II) Metode penyusunan proyeksi pengangkatan kepala sekolah/ madrasah; (III) Data dasar proyeksi kebutuhan pengangkatan kepala sekolah/madrasah; dan (IV) Penutup
ANALISIS STRATEGI PENGEMBANGAN BISNIS MINUMAN KHAS DAERAH DI UPPKS INTAN KENCANA KUNINGAN (JAWA BARAT)
Dalam mewujudkan pembangunan keluarga sejahtera (KS), PKK Desa Ciawigebang
Kuningan, membentuk suatu kelompok UPPKS (Usaha Peningkatan Pendapatan
Keluarga Sejahtera). Dengan semangat dan kekompakan yang kuat UPPKS ikut
mewujudkan kegiatan ekonomi produktif guna menunjang atau meringankan
kebutuhan rumah tangga dengan tujuan ingin mengembangkan kualitas kualitas
keluarga yang bercirikan kemandirian ketahanan keluarga yang handal, sehingga
terwujud keserasian antara sesame masyarakat, dan lingkungannya. Sesuai dengan
motto Mentri Kependudukan yang sekarang menjabat Menko Kesra dan Taskin
(Bapak H. Haryono Suyono) yaitu Norma Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera
(NKKBS). Kelompok UPPKS tersebut dibentuk pada tanggal 1 oktober 1996 dengan
nama “INTAN KENCANA” dan beranggotakan sebanyak 20 orang. Seiring dengan
banyaknya PHK dari berbagai perusahaan di kota besar, maka UPPKS INTAN
KENCANA menjadi tumpuan kelanjutan hidup mereka. Kegiatan dari produksi INTAN
KENCANA adalah memproduksi pengolahan jeruk nipis menjadi minuman segar
berupa sirup dan tonic mengingat di wilayah tersebut banyak sekali petani jeruk nipis
yang hasil panennya kurang diminati pasar dan juga buah tersebut tidak dapat
dikonsumsi secara langsung, sehingga banyak terbuang percuma. Dengan bantuan
dari berbagai intansi terkait PEMDA kabupaten Kuningan antara lain : BKKBN,
Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Kesehatan, Departemen Tenaga
BPPK/KKB, Intan kencana melangkah setapak demi setapak memproduksi dan
memasarkan olahan produk sirup dan tonic jeruk nipis peras dengan nama
“KENCANA”. Dengan melihat perkembangan wisata di Kabupaten Kuningan yang
semakin meningkat menambah suatu peluang pasar bagi kelompok Uppks Intan
Kencana karena hasil produksi yang didapatkan kebanyakan dijual di toko oleh –
oleh. Selain perkembangan wisata yang semakin baik adanya kebijakan pemerintah
daerah yang menguntungkan di bidang pariwisata secara tidak langsung
mempengaruhi usaha atau bisnis dibidang yang sejenis. Karena itu banyak perusahan
yang ada dibidang tersebut berlomba untuk mendapatkan keuntungan dari kebijakan
tersebut, salah satunya Uppks Intan Kencana yang sedang melakukan pengambangan
usaha olahan minuman jeruk nipis peras, pengembangan usaha ini dilakukan untuk
mencari strategi terbaik dalam menghadapi pasar yang semakin ketat karena adanya
kebijakan pemerintah tersebut. Selain itu tidak menutup kemungkinan akan munculnya
pesaing baru yang akan menjadi ancaman bagi perusahaan.penyusunan strategi ini
menggunakan analisis swot untuk mengetahui faktor – faktor internal dan eksternal
dari perusahaan, faktor internal berupa kekuatan dan kelemahan kemudian faktor
eksternal berupa ancaman dan peluang. Penggunaan swot dimaksudkan untuk
menganalisis kemungkinan yang akan dijadikan strategi dan kemungkinan yang akan
dilakukan perbaikan atau pengembangan. Selain dengan swot analisis juga dilakukan
dengan analisis keuangan atau dengan cara mengolah proyeksi keuangan selama
periode yang telah ditentukan yaitu 5 tahun, pengolahan ini akan menghitung
kebutuhan modal/investasi, proyeksi harga pokok produksi/harga pokok penjualan,proyeksi laba rugi, proyeksi arus kas, proyeksi neraca, proyeksi BEP,
proyeksi payback period dan proyeksi IRR. Hal ini dilakukan untuk mengetahui
estimasi dari rencana pengembangan bisnis tersebut, dari proyeksi kebutuhan modal
didapatkan sebesar Rp. 1.176.460.000 selama 5 tahun produksi, namun modal yang
dipakai adalah untuk 2 tahun periode pertama sebesar Rp. 196.076.666,67, kebutuhan
modal/investasi dipengaruhi oleh kenaikan bahan baku atau inflasi. Proyeksi hpp atau
harga pokok penjualan untuk tahun pertama dengan mengambil keuntungan 30%
sebesar Rp. 10.163,6. Dan semakin naik ditahun berikutnya untuk menyesuaikan
keuntungan dari modal yang diberikan. Proyeksi laba rugi pada tahun pertama
sebesar Rp. 113.757.109 dari laba bersih dan semakin naik di tahun berikutnya.
Proyeksi arus kas pada tahun pertama didapatkan sebesar Rp. 273.005.483,62 dan
semakin naik ditahun berikutnya. Proyeksi unit BEP pada tahun pertama sebesar
90.730 unit dan nominal BEP sebesar Rp. 922.135.078 pada tahun pertama dan
semakinmeningkat pada tahun berikutnya. Proyeksi Payback period didapati
terjadinya pengembalian pada tahun ke tiga dengan pengembalian sebesar Rp.
114.788.517,87 semakin besar pada tahun berikutnya. Proyeksi IRR didapati
percepatan nilai investasi dengan MARR sebesar 9% dari bank BRI dan didapatkan
IRR sebesar 9,40%. Dengan demikian Pengembangan strategi bisnis ini layak untuk
dilaksanakan karena MARR lebih kecil dari IRR
Proyeksi Pertumbuhan Jumlah Pelanggan Radio Trunking Terrestrial dengan Analisis Runtun Waktu
Sistem komunikasi radio trunking merupakan sistem komunikasi radio yang dibuat untuk menyempurnakan kekurangan yang dimiliki sistem konvensional dengan cara mengembangkan sistem yang memungkinkan sebuah frekuensi dapat digunakan secara bersama-sama. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan proyeksi jumlah pelanggan layanan radio trunking dari penyelenggara jaringan dan atau jasa telekomunikasi, tidak termasuk telekomunikasi khusus. Proyeksi pertumbuhan pelanggan diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai prospek bisnis layanan radio trunking dimasa mendatang, dan dapat digunakan sebagai salah satu bahan pertimbangan dalam menata kembali frekuensi untuk keperluan radio trunking. Berdasarkan analisis runtun waktu yang dilakukan, baik secara moderat maupun optimis, proyeksi pertumbuhan jumlah pelanggan cenderung positif,. Antara tahun 2013 sampai dengan 2017, secara moderat diproyeksikan jumlah pelanggan berturut-turut sebanyak 13.286, 13.725, 14.039, 14.226, 14.287. Sedangkan proyeksi secara optimis dan pesimis pada tahun 2017 masing-masing 22.565 dan 6.010 orang
ANALISIS KEBUTUHAN DAN KETERSEDIAAN LAHAN UNTUK SEREALIA DI KOTA BANDA ACEH
Yusmia Widayanti. 1005106010060. Analisis kebutuhan dan Ketersediaan Lahan untuk Serealia di Kota Banda Aceh. Di bawah bimbingan Dr. Mustafril, S.T, M.Si sebagai pembimbing utama dan Susi Chairani, S.TP, M. Eng sebagai pembimbing anggota.RINGKASAN/ABSTRAKKebutuhan serealia (Padi dan Jagung) di Kota Banda Aceh dengan jumlah penduduk yang terus bertambah menyebabkan tingkat pertumbuhan penduduk jauh lebih tinggi dibandingkan dengan ketersediaan lahan untuk tanaman khususnya serealia, jadi bisa dikatakan kebutuhan serealia tidak mencukupi secara keseluruhan untuk masyarakat di Kota Banda Aceh. Masalah pangan mulai muncul setelah penduduk bertambah sangat cepat. Semakin banyak penduduk maka semakin banyak makanan yang harus diproduksi. Apabila produksi pangan tidak dapat mengimbangi laju pertambahan penduduk, bahaya kelaparan akan mengancam kehidupan penduduk. Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai kajian terhadap kebutuhan serealia di Kota Banda Aceh berdasarkan pertumbuhan penduduk dan sebagai analisis kebutuhan dan ketersediaan lahan untuk memproduksi serealia. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis pertumbuhan dan proyeksi penduduk sebagai dasar perhitungan kebutuhan serealia di Kota Banda Aceh. Perhitungan proyeksi penduduk Kota Banda Aceh menggunakan persamaan Verhults,? P?_t=P_? [1+[P_?/P_o - 1] .e^(-?t) ]^(-1), demikian juga dengan perhitungan perkembangan produksi serealia (Padi dan Jagung) dari Tahun 2005-2013. Selanjutnya dihitung perbandingan antara kebutuhan dan ketersediaan lahan untuk serealiaHasil penelitian menunjukkan, jumlah penduduk Kota banda Aceh pada Tahun 2005 sebanyak 177.881 jiwa, dari hasil proyeksi penduduk hingga Tahun proyeksi 2020 sebanyak 321.523 jiwa. Berdasarkan proyeksi serealia (padi dan jagung) hingga Tahun proyeksi 2020, produksi serealia terus menurun setiap tahunnya. Produksi padi sawah pada Tahun 2005 sebesar 391 ton/tahun dan semakin menurun pada Tahun proyeksi 2020 hanya 94 ton/tahun. Produksi Jagung pada Tahun 2005 sangat sedikit yaitu 10 ton/tahun dan pada Tahun proyeksi 2020 jagung sudah tidak ada lagi produksinya. Kemudian dapat dihitung kebutuhan energi dari setiap penduduk dan dapat dihitung juga ketersediaan energi berdasarkan produksi serealia, selanjutnya hasil kebutuhan energi dibandingkan dengan ketersediaan energi. Hasil perbandingan diperoleh kebutuhan energi rata-rata sebesar 97.371,59 juta/Kkal sedangkan ketersediaan energi rata-rata sebesar 1.048,63 juta/kkal, dengan Rasio (R) perbandingan 107,25, maka artinya R > 1 maka dinyatakan bahwa Kota Banda Aceh memiliki defisit serealia hingga Tahun 2020 mendatang rata-rata sebesar 96.322,96 juta/Kkal. Selanjutnya Kebutuhan dan ketersediaan lahan, kebutuhan lahan lebih tinggi dibandingkan dengan ketersediaan lahan, hingga Tahun proyeksi 2020 kebutuhan lahan sangat tinggi yaitu 14.173 Ha sedangkan ketersediaan lahan hanya 13 ha, maka defisit lahan mencapai 14.160 Ha untuk mencukupi kebutuhan lahan untuk memproduksi serealia di Kota Banda Aceh. Penduduk yang terus meningkat mengakibatkan Kota Banda Aceh defisit lahan pertanian dan produksi serealia
Estimasi Laju Timbulan Sampah dan Kebutuhan Landfill Periode 2018-2027 (Studi Kasus Kec. Mentawa Baru Ketapang, Kab. Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah)
Pengelolaan sampah domestik merupakan salah satu tantangan penting dalam upaya mewujudkan lingkungan bebas sampah di Kec. Mentawa Baru Ketapang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jumlah laju timbulan sampah pada tahun proyeksi 2018-2027 dan menentukan kebutuhan volume untuk menampung sampah pada landfill / Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah pada tahun perencanaan. Penelitian ini termasuk dalam penelitian desktiftif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi laju timbulan sampah di Kecamatan MB Ketapang pada tahun proyeksi. Timbulan sampah per kapita di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang yaitu sebesar 0,23 kg/org/hari. Total jumlah timbulan sampah pada tahun proyeksi 2018-2027 yaitu 149.841 ton dan kebutuhan landfill yaitu yaitu 299.682 m3
- …
