64,445 research outputs found
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN PENALARAN SISWA SMP MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA KONSEP PEMANASAN GLOBAL
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan informasi mengenai bagaimana peningkatan kemampuan berpikir kritis dan penalaran siswa, serta bagaimana tanggapan siswa terhadap pembelajaran konsep pemanasan global melalui model pembelajaranProblem Based Learning (PBL). Sampel penelitian adalah siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) kelas IX (Sembilan) sebanyak 220 siswa. Metodepenelitian yang digunakan yaitu quasi eksperimen dengan desain penelitian pre test – post test control group design. Instrumen penelitian yang digunakan berupa tesuraian dan kuesioner. Data penelitianberupanilaipre test, post testdanN-gain, data tersebutdianalisissecarastatistikmenggunakanuji Mann-Whitney.Data tanggapansiswadianalisissecaradeskriptif.Hasilpenelitianmenunjukkan model pembelajaranProblem Based Learning (PBL)dapatmeningkatkankemampuanberpikirkritisdanpenalaransiswa.Peningkatankemampuanberpikirkritisdanpenalaransiswa yang mengalamipembelajaranmenggunakan model Problem Based Learning (PBL)lebihtinggidanberbedasignifikandengansiswa yang mengalamipembelajarantidakmenggunakan model Problem Based Learning (PBL). Data hasilkuesionermenunjukkan 78,4 % siswamenyatakan persetujuannya bahwa model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis, 77,9% siswa menyatakan persetujuannyabahwa model pembelajaranProblem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan kemampuan penalaran siswa, dan 79,9% siswa menyatakan persetujuan nya bahwa model pembelajaran Problem Based Learning (PBL)dapat diterapkan untuk pembelajaran konsep pemanasan global. ;--- The aim of this research is to analyze how is improvement of students’ critical thingking and reasoning skill, also their responses towards instruction of global warming concept through Problem Based Learning (PBL) model. Sample of this research consist of 9th grade of junior secondary school students as much as 220 students. Method that was used in this research is quasi experiment with pre test – post test control group design. Research data that were collected consist of pre test, post testscore and N-gain score, data were analyzed statistically through Mann-Whitney test. Students’ response data were analyzed descriptively. The result shows that Problem Based Learning (PBL) improved students’ critical thinking and reasoning skill. The improvement of students’ critical thinking and reasoning skill that learn through Problem Based Learning (PBL) was higher and significantly different with students who did not learn through Problem Based Learning (PBL). Questionnaire data shows that Data 78,4 % of students stated their agreement that Problem Based Learning (PBL) could improve critical thinking skill, 77,9% of students stated their agreement that Problem Based Learning (PBL) could improve their reasoning skill, and 79.9% students agreed than Problem Based Learning (PBL)can be applied to instructionof global warming concept
Perbedaan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematik Antar Siswa yang Mendapatkan Pembelajaran Problem Based Learning (Pbl) dan Jigsaw
The Purpose of research is to know the differences of ability problem-solving mathematics between students who get Problem Based learning (PBL) with Jigsaw and for know respons students the model of learning who give. The results this research indicate: Not differences of ability problem solving mathematics between students who get Problem Based learning (PBL) learning with the students who get jigsaw learnin. Response the students between experiment class 1 who get learning of model Problem Based learning (PBL) with the students who get learning of model jigsaw, Response the students show positive response although sometimes there students who show negative response.
Abstak:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematik siswa yang mendapatkan pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan Jigsaw serta untuk mengetahui sikap siswa terhadap model pembelajaran yang diberikan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Tidak terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematik antar siswa yang mendapatkan pembelajaran problem based learning (PBL) dengan siswa yang mendapatkan pembelajaran jigsaw. Sikap siswa antara kelas eksperimen 1 yang mendapatkan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan siswa kelas eksperimen 2 yang mendapatkan model pembelajaran Jigsaw, sikap siswa menunjukan sikap yang positif meskipun terkadang ada siswa yang menunjukan sikap negatif
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL)MENGGUNAKAN METODE DISCOVERY UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII1 SMP N 9 BANDA ACEH PADA MATERI PESAWAT SEDERHANA TAHUN AJARAN 2014/2015
ABSTRAKRumusan masalah dalam penelitian ini adalah, (1) Bagaimanakah peningkatan hasil belajar siswa dengan diterapkannya model Problem Based Learning (PBL) menggunakan metode discovery; (2) Bagaimanakah keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran dengan model problem Based Learning (PBL) menggunakan metode discovery; (3) Bagaimanakah aktivitas guru dan siswa dalam penerapan model problem Based Learning (PBL) menggunakan metode discovery; (4) Bagaimanakah respon siswa terhadap penerapan model problem Based Learning (PBL) menggunakan metode discovery. Adapun tujuan pembelajaran ini adalah, (1) Untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan model problem Based Learning (PBL) menggunakan metode discovery; (2) Untuk meengetahui keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran dengan model problem Based Learning (PBL) menggunakan metode discovery, (3) Untuk mengetahui aktivitas guru dan siswa dalammenerapkan modelproblem Based Learning (PBL) menggunakan metode discovery; (4) Untuk mengetahui respon siswa terhadap penerapan model problem Based Learning (PBL) menggunakan metode discovery. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-1 SMPN 9 Banda Aceh, dengan jumlah siswa 26 orang. Adapun objek penelitian ini adalah hasil belajar siswa kelas VIII-1, dengan model problem Based Learning (PBL) menggunakan metode discovery. Analisis data menggunakan statistik deskriptif. (1) hasil belajar siswa meningkat dari siklus I, II dan III, dapat dilihat dari ketuntasan individual siswa dari 69%, 78% dan 89%. (2) Keterampilan guru mengalami peningkatan dari siklus I, II dan III. Dapat dilihat dari kegiatan awal pada siklus I 75%; siklus II 88%; dan siklus III 95%. Kegiatan inti pada siklus I 69%, siklus II 85% dan siklus III 90%. Kemudian kegiatan penutup pada siklus I 88%, siklus II 94% dan siklus III 100%. Kemampuan mengelola waktu siklus I 63%, siklus II 75% dan siklus III 88%. Adapun suasana kelas siklus I 75%, siklus II 88% dan siklus III 94%. (3) Aktivitas guru dan siswa terlihat adanya perubahan yang lebih baik dari siklus I, II dan III. Pada siklus I persentase waktu yang direncanakan oleh peneliti banyak yang tidak sesuai dengan setelah dilakukannya penelitian. Pada siklus II terjadi sedikit peningkatan/ kesesuaian persentase waktu sebelum dan sesudah penelitian. Sedangkan pada siklus III baik aktivitas guru dan siswa terjadi peningkatan/ kesesuaian persentase waktu yang sangat baik. (4) Respon siswa sangat positif dalam KBM dengan menerapkan model problem Based Learning (PBL) menggunakan metode discovery dapat dilihat dari 74% siswa menjawab setuju (pernyataan positif) dan 25% siswa menjawab tidak setuju (pernyataan negatif).Kata kunci : Model Problem Based Learning(PBL),Metode Discovery
PENGARUH PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN POBLEM BASED LEARNING DENGAN PENDEKATAN OPEN ENDED TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA SMK
Tujuan penelitian ini yaitu untuk melihat peningkatan kemampuan komunikasi
dan pencapaian disposisi matematis siswa SMK dalam pembelajaran matematika
melalui model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan pendekatan
Open Ended. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen
dengan desain penelitian “Pretest-Postest Control Group”. Sample penelitian
dipilih dua kelas dengan acak menurut kelas. Populasi dalam penelitian ini yaitu
seluruh siswa SMKN 3 Bandung dengan sample penelitiannya yaitu kelas
eksperimen X UPW 2 yang diberikan perlakuan pembelajaran Problem Based
Learning (PBL) dengan Pendekatan Open Ended dan kelas kontrol X UPW 3
yang diberikan perlakuan pembelajaran Problem Based Learning (PBL).
Instrumen yang digunakan untuk tes kemampuan komunikasi yaitu tes uraian
sedangkan untuk disposisi matematis yaitu skala Likert. Data yang terkumpul
kemudian diolah menggunakan software SPSS 16.0 for windows. Temuan
penelitian ini menunjukkan: 1) Peningkatan kemampuan komunikasi matematis
siswa yang memperoleh pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan
pendekatan Open Ended lebih baik daripada siswa yang memperoleh
pembelajaran Problem Based Learning (PBL). 2) Pencapaian disposisi matematis
siswa yang memperoleh pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan
pendekatan Open Ended tidak lebih baik daripada siswa yang memperoleh
pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Dari kesimpulan tersebut maka
penulis menyarankan kepada guru untuk mempertimbangkan pembelajaran
menggunakan model Problem Based Learning (PBL) dengan pendekatan Open
Ended yang dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif pembelajaran dikelas
untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematis.
Kata Kunci : Pembelajaran Problem Based Learning (PBL), pendekatan
Open Ended, Kemampuan Komunikasi Matematis, dan Disposisi
Matemati
Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (Pbl) Disertai Media Cd Interaktif Terhadap Hasil Belajar Dan Aktivitas Belajar Siswa Pada Pembelajaran Fisika SMA Di Kabupaten Bondowoso
The learning model PBL (Problem Based Learning) accompanied Interactive CD media is a learning model that is based on a number of issues that require real settlement in the subjects of Physics. This research aims to reviewing the difference in physics student learning outcomes through the application of learning models PBL (Problem Based Learning) Interactive CD media accompanied with ussually taught by a teacher of physics in high school and describe the students learning activities during use learning model PBL (Problem Based Learning) accompanied Interactive CD media on learning physics in high school. This type of research is an experimental research conducted at the country Junior High School Negeri 1 Pujer Bondowoso. Source of data derived from the assessment by the observer and post-test. Based on the research that has been conducted , the obtained 1) t test assessment results obtained sig. 0,004 ≤ 0.05 so that Ha accepted and Ho rejected, it means there is a significant difference between the students taught by learning model PBL (Problem Based Learning) accompanied Interactive CD media on learning physics in high school, 2) The results of students learning activities at the first meeting by 87% and in the second meeting amounted to 94%. Means the learning activities of students while using the learning model PBL (Problem Based Learning) accompanied Interactive CD media in the category of very active
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP KEMAMPUAN BERFIKIR ANALITIS (Studi Eksperimen pada Mata Pelajaran Administrasi Humas dan Keprotokolan Kompetensi Dasar Membuat Rencana Pertemuan atau Rapat di Kelas XI SMK Negeri 11 Bandung)
Masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah rendahnya kemampuan berfikir analitis siswa. Fokus kajian yang dibahas adalah faktor yang mempengaruhi kemampaun berfikir analitis tersebut, yaitu model pembelajaran. Model yang hendak diteliti yaitu model pembelajaran Problem Based Learning (PBL), dan pokok masalah yang diungkap adalah sejauh mana pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap kemampuan berfikir analitis.
Penelitian ini terdiri dari dua variabel yaitu model pembelajaran Problem Based Learning (X) dan kemampuan berfikir analitis siswa (Y). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuasi eksperimen, dan bentuk kuasi eksperimen yang dipilih adalah Nonequivqlenty Control Group Design. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan tes, observasi, dan studi dokumentasi sedangkan teknik analisis data menggunakan uji-t untuk melihat perbedaan peningkatan kemampuan berfikir analitis antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Subjek penelitian ini yaitu Kelas XI AP 4 sebagai kelas eksperimen dan Kelas XI AP 2 sebagai kelas kontrol.
Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi peningkatan kemampuan berfikir analitis yang signifikan antara kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan kelas kontrol yang menggunakan model Guide Discovery Learning. Namun, perolehan rata-rata skor kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol. Artinya, sekolah dapat menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) untuk meningkatkan kemampuan berfikir analitis siswa.; The problem studied in this research is the lack of analytical thinking ability of students. The focus of this research are the factors that affect the analytical thinking ability, that is the model of learning. The model to be studied is Problem Based Learning (PBL) model, and the subject matter to be studied is how far Problem Based Learning (PBL) model influence the analytical thinking ability.
This research consisting of two variables: Problem Based Learning model (X) and analytical thinking ability of students (Y). The method used in this research is a quasi-experimental and quasi-experimental that the writer choose is Nonequivqlenty Control Group Design. Techniques of collecting data using a tests, observation and documentation, while techniques of data analysis using t-test to see the differences between the increase of the analytical thinking ability of experimental class and control class. The subject of the research is XI AP 4 class as an experimental class and XI AP 2 class as the control class.
The results shows that there is an significant increase in analytical thinking ability among experimental class using Problem Based Learning (PBL) model with control class that using Discovery Learning Guide model. However, the acquisition of the average score of experimental class was higher than control class. It means, schools can apply Problem Based Learning (PBL) model to improve the analytical thinking ability of the students
Implementasi Kurikulum 2013 Dalam Pembelajaran Matematika Dengan Model Problem Based Learning (PBL) Dan Discovery Learning (DL) Pada Siswa Kelas VII Semester Genap SMP Negeri 1 Gondangrejo Tahun Ajaran 2014/2015
Lots of teachers are still using conventional learning models in delivering the lessons in class, so students are less motivated to learn, especially in the implementation of Curriculum 2013 teachers are required to be more creative in the classroom that can deliver the materials to make children more active, creative and innovative. The purpose of this study was to determine the effect of the model of Problem Based Learning (PBL) and Discovery Learning (DL) in the implementation of the Curriculum in 2013 on learning outcomes. The study was conducted using an
experimental method with the number of treatment as much as 2 are grouped into classes for the first experimental model of Problem Based Learning (PBL) and the experimental class to model Discovery Learning (DL). From the results of the
analysis using independent t-test without control samples obtained t value of 3.483, while the value of t table (0.05; 62) is 1.625.The results showed that there were significant differences in learning outcomes with the use of the model of Problem Based Learning (PBL) and Discovery Learning (DL) in the implementation of Curriculum 2013. To find a better learning model, can be seen by looking at the average of the learning outcomes of each group. Turns out after further analysis, the groups subjected to the
model of Problem Based Learning (PBL) has a higher average of 2,881, this means that the model of Problem Based Learning (PBL) is better than model Discovery
Learning(DL)
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS DAN KEPERCAYAAN DIRI (SELF-CONFIDENCE) SISWA SMA
Diah Ayu Lestari. 2017. “Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based
Learning (PBL) terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Matematis dan
Kepercayaan Diri (Self-Confidence) Siswa SMA”.
Dalam matematika, kemampun berpikir kritis matematis adalah salah satu ciri
pembelajaran matematika yang sangat dibutuhkan menurut Evie E.Y. Namun,
pada kondisi pembelajaran di sekolah saat ini masih menunjukkan rendahnya
kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Salah satu alternatif pembelajaran
yang lebih baik dalam kemampuan berpikir kritis matematis siswa adalah
pembelajaran model Problem Based Learning (PBL). Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang memperoleh
pembelajaran model Problem Based Learning (PBL) dan siswa yang memperoleh
pembelajaran model konvensional dan juga untuk mengetahui self-convidence
siswa yang mendapatkan pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan
pembeljaran konvensional, dan untuk mengetahui korelasi terhadap kemampun
berpikir kritis matematis dengan self-convidence siswa. Penelitian ini merupakan
penelitian eksperimen dengan desain kelompok kontrol pretes-postes. Populasi
penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Pasundan 8 Bandung tahun ajaran
2016/2017 dengan sampel yang dipilih dua kelas secara acak yaitu siswa kelas XI-2 sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas XI-1 sebagai kelas control. Instrumen
penelitian yang digunakan berupa tes kemampuan berpikir kritis (pretes dan
postes), dan self-convidence (pretes dan postes). Analisis data dilakukan dengan
menggunakan program software SPSS versi 18.0 for windows. Berdasarkan
analisis data hasil penelitian, diperoleh kesimpulan bahwa menggunakan model
pembelajaran Problem Based Learning (PBL) lebih baik dari pada siswa yang
memperoleh pembelajaran konvensional, dan self-convidence siswa positif
terhadap penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dalam
pembelajaran matematika.
Kata kunci : Problem Based Learning (PBL), berpikir kritis matematis, self-convidenc
- …
