449,017 research outputs found
Mekar: majalah informasi pendidikan pertanian membangun
Majalah Mekar pada terbitan semester satu tahun 2017, hadir
kembali dengan edisi 27 bulan April 2017. Judul utama yang\ud
dipersembahkan adalah “Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP)
Penjaminan Kompetensi melalui Sertifikasi Profesi.”
Komitmen Indonesia dalam bagian kerja sama bilateral terbingkai dalam frame kebijakan politik luar negeri Indonesia yang bersifat bebas aktif. Sebuah pondasi baru telah diletakkan dalam menghadirkan peluang dan dinamika tantangan bagi masyarakat Indonesia di masa yang akan datang. Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) atau ASEAN
Economic Community sudah bergulir sejak tahun 2015. Barang, modal, jasa, investasi dan orang yang telah disepakati akan bebas keluar masuk di antara negara anggota ASEAN. Hal inilah yang menjadi pertanyaan sekaligus tantangan dalam persaingan yang semakin ketat bagi Indonesia karena untuk menghadapi tantangan tersebut dibutuhkan usaha untuk meingkatkan daya saing dan keunggulan dalam berkompetensi di semua sektor usaha baik bidang industri atau jasa
KEPEMILIKAN HAK ATAS TANAH YANG BERADA DI KAWASAN BUDI DAYA PERTANIAN SETELAH BERLAKUNYA PERATURAN DAERAH KOTA SEMARANG NOMOR 14 TAHUN 2011 TENTANG RENCANA TATA RUANG WILAYAH KOTA SEMARANG
Di kota Semarang sejak berlakunya Perda Nomor 14 Tahun 2011
tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Semarang Tahun 2011-2031,
beberapa pemegang hak atas tanah yang berada di kawasan budi daya pertanian
mengalami kerugian dikarenakan proses permohonannya yang berhubungan
dengan perijinan ditolak oleh instansi yang berwenang. Sosialisasi yang kurang dari
Pemerintah Kota Semarang menjadi faktor penyebab kekecewaan dari pemegang
hak atas tanah yang berada di kawasan budi daya pertanian.
Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini yaitu bagaimana dampak hukum
Perda Nomor 14 Tahun 2011 terhadap pemegang hak atas tanah yang berada di
kawasan budi daya pertanian, dan bagaimana perlindungan hukum yang diberikan
Pemerintah Kota Semarang terhadap pemegang hak atas tanah yang berada di
kawasan budi daya pertanian. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui dan
menganalisis dampak hukum Perda Nomor 14 Tahun 2011 serta perlindungan
hukum yang diberikan Pemerintah Kota Semarang terhadap pemegang hak atas
tanah yang berada di kawasan budi daya pertanian.
Metode pendekatan yang dipakai dalam penelitian ini adalah sosio legal
dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Penelitian ini menggunakan data
primer sebagai bahan utamanya yang diperoleh dengan wawancara langsung
dengan pemegang hak atas tanah yang berada di kawasan budi daya pertanian dan
staf di kantor BAPPEDA Kota Semarang serta Dinas Tata Kota dan Perumahan
Kota Semarang. Data sekunder diperoleh dari UU Nomor 26 Tahun 2007 serta
buku-buku tentang hak atas tanah dan tata ruang. Data yang diperoleh selanjutnya
dianalisis secara deskriptif kualitatif.
Penelitian ini menghasilkan kajian tentang dampak hukum Perda Kota
Semarang Nomor 14 Tahun 2011 terhadap pemegang hak atas tanah yang berada
di kawasan budi daya pertanian antara lain proses permohonan IMB ditolak oleh
Kantor BPPT, proses permohonan IPPT ditolak oleh Kantor Pertanahan,
selanjutnya tanah dan bangunan yang dimilikinya tidak dapat dijadikan agunan ke
lembaga perbankan.
Hasil pembahasan dalam penelitianyaitu kajian hukum terhadap pemegang hak
atas tanah yang berada di kawasan budi daya pertanian dalam upayanya untuk
mendapatkan perlindungan hukum yaitu dengan mengajukan keberatan ke BKPRD
Kota Semarang. Hambatan yang dihadapi Pemerintah Kota Semarang dalam
melaksanakan Perda Nomor 14 Tahun 2011 antara lain masyarakat Kota Semarang
belum bisa membedakan makna tanah dalam fungsi kemanfaatan dan tanah dalam
fungsi kepemilikan sehingga hal ini menjadi potensi untuk timbulnya konflik.
Saran terhadap Pemerintah Kota Semarang dalam melaksanakan Perda Nomor
14 Tahun 2011, sebaiknya lebih konsekuen dengan Perda yang dibuatnya sendiri.
Hal ini bertujuan agar hasil keputusan yang dikeluarkan BKPRD terhadap
pemegang hak atas tanah yang berada di kawasan budi daya pertanian yang
mengajukan keberatan, bisa lebih mempunyai wibawa hukum di mata masyarakat
dan mengandung nilai keadilan, kepastian dan kemanfaatan
Analisis Pertumbuhan Varietas Lokal dan Unggul Padi Sawah pada Budidaya Secara Organik
Penerapan pertanian organik pada padi sawah pada umumnya menggunakan varietas
lokal, sedangkan varietas unggul jarang digunakan. Varietas lokal dan varietas unggul
padi sawah mempunyai karakter agronomis' yang berbeda-beda sehingga apabila
dibudidayakan secara organik pertumbuhannyatakan berbeda. Tujuan dari penelitian ini
adalah untuk menganalisis pertumbuhan varietas lokal dan unggul padi sawah yang
dibudidayakan secara organik. Penelitian dilaksanakan di lahan sawah beririgasi dengan
jenis tanah Inceptisol, ketinggian tempat 114 m dpl., dan iklim tropis di desa
Kebonagung, kecamatan Imogiri, kabupaten Bantul pada 15 September 2013 sampai
dengan I Januari 2014 dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap
(RAKL) faktorial 2 faktor perlakuan dan diulang 4 kal| Faktor I adalah cara budidaya
yaitu budidaya organik dan budidaya konvensional dan faktor II adalah macam varietas padi sawah yaitu Mentikwangi, pandanwangi dan ciaqiur yang merupakan varietas lokal dan IR64 dan Cisedane yang merupakan varietas unngul. Parameter yang diamati meliputi indeks luas daun (ILD), umur luas daun (ULD),bobot daun khas (BDK) laju
assimilasi bersih (LAB), laju pertumbuhan nisbi (LPN), dan laju pertumbuhan (LPT)
KONTRIBUSI AGROSILVOPASTURA TERHADAP PENDAPATAN PETANI SEKITAR HUTAN DI DESA KEMIRI KECAMATAN JABUNG KABUPATEN MALANG
Agrosilvopastura merupakan kombinasi pengelolahan lahan hutan untuk memproduksi hasil pertanian dan kehutanan secara bersaman dan sekaligus memilihara hewan ternak. Penelitian ini dilakukan di Desa Kemiri Kecamatan Jabung Kabupaten Malang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kontribusi agrosilvopastura dan hasil pendapatan dari petani di Desa Kemiri Kecamatan Jabung Kabupaten Malang. Penelitian ini dilakukan pada Agustus-November 2023 dengan menggunakan metode sensus sebanyak 45 responden dengan menggunakan kuisioner dan wawancara. Berdasarkan hasil analisis komponen agrosilvopastura memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan dari petani. Hasil dari pendapatan yang diperoleh peternak sebesar Rp.1.126.440,-/tahun, dan keuntungan yang diperoleh peternak sebesar Rp.969.840.000,-/tahun. Pada bidang pertanian total pendapatan sebesar Rp.119.442.00,-/tahun dan keuntungan sebesar Rp. 94.032.000,-/tahun Berdasarkan perhitungan hasil pendapatan agrosilvopastura dan pendapatan sampingan, dapat diketahui kontribusi agrosilvopastura pada bidang peternakan paling besar dengan presentase 100% dan paling rendah 7,8%, sedangkan pada bidang pertanian dengan kontribusi agrosilvopastura 100% paling tinggi dan 2,78% untuk kontribusi paling rendah. Luas lahan dan biaya produksi adalah faktor yang mempengaruhi dan meningkatkan pendapatan petani
Pengaruh Sistem Tanam dan Waktu Aplikasi Pupuk Lewat Daun terhadap Hasil Tanaman Kedelai (Glycine max (L.) Merr.) Varietas Anjasmoro Tanpa Olah Tanah
Pengaruh Sistem Tanam dan Waktu Aplikasi Pemberian Pupuk Lewat Daun Terhadap
Hasil Tanaman Kedelai (Glycine max (L.) Merr.) Varietas Anjasmoro.Tanpa Olah
Tanah.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Sistem Tanam dan Waktu
Aplikasi Pemberian Pupuk Lewat Daun Terhadap Hasil Tanaman Kedelai (Glycine max
(L.) Merr.) Varietas Anjasmoro Tanpa Olah Tanah.Penelitian ini dilakukan di Dusun
Bulu, Kelurahan Trimulyo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa
Yogyakarta pada bulan Januari sampai April2014. Penelitian ini menggunakan metode
faktorial dalam rancangan acak lengkap kelompok terdiri tiga ulangan sebagai blok
KAJIAN SOLARISASI TANAH DAN JARAK TANAM TERIIADAP PERTUMBUHAN GULMA DAN HASIL CABAI
Penelitian "Kajian solarisasi tanah dan jarak tanam terhadap pertumbuhan
gulma dan hasil cabai" dilakukan pada tanah Inceptisol, berlokasi di kebun
percobaan, penelitian dan pengembangan pertanian (KP+) Kalitirto UGM, Berbah,
Sleman, Yogyakarta. Pelaksanaan penelitian bulan Juni 2012 s/d Juli 2013.
Percobaan disusun dalam rancangan acak lengkap kelompok (RALK) faktorial 5 x
3dengan 3 blok. Faktor pertama terdiri atas lima taraf yaitu bergulma, bebas
gulma, mulsa plastik perak hitam, solarisasi sebelum dan setelah olah tanah. Faktor
kedua terdiri atas tiga taraf yaitu : 50 x 30, 50 x 50 dan 50 x 70 cm, sehingga
diperoleh 15 kombinasi perlakuan ditambah satu kontrol (tanpa tanaman). Hasil
penelitian menunjukkan bahwa solarisasi tanah dengan warna mulsa plastik
transparan yang dilanjutkan pengaturan jarak tanam 50 x 50 cm dapat menekan
pertumbuhan gulma namun tidak membunuh propagul rhizome Cyp:erus rotundus,
sehingga belum maksimal meningkatkan hasil cabai merah. Solarisasi tanah
memberikan pertumbuhan awal tanaman cabai lebih baik, namun pada
pertumbuhan lebih lanjut terjadi berkompetisi dengan Cyperus rotundus dan
tumbuh menjadi gulma dominan
- …
