290,500 research outputs found

    HUBUNGAN ANTARA INTENSITAS TUGAS DAN PELAYANAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH DENGAN MINAT BERKUNJUNG SISWA KE PERPUSTAKAAN SEKOLAH DI SMK 1 SEDAYU

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara intensitas tugas dengan minat berkunjung siswa ke perpustakaan sekolah, mengetahui hubungan antara pelayanan perpustakaan sekolah dengan minat berkunjung siswa ke perpustakaan sekolah serta untuk mengetahui hubungan antara intensitas tugas dan pelayanan perpustakaan sekolah dengan minat berkunjung siswa ke perpustakaan sekolah. Penelitian ini menggunakan metode assosiatif. Populasi pada penelitian ini sebanyak 805 siswa dan sampel dalam penelitian ini sebanyak 247 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan Propotional Stratified Random Sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan dengan menggunakan kuesioner (angket) dengan menggunakan empat skala likert. Uji validitas instrumen menggunakan expert judgment dan rumus product moment, sedangkan uji reliabelitas instrumen menggunakan rumus Alpha Cronbach. Uji coba instrumen dalam penelitian ini dilakukan pada 30 responden yang tidak digunakan sebagai sampel penelitian. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis korelasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa, terdapat hubungan positif antara intensitas tugas dengan minat berkunjung siswa ke perpustakaan sekolah di SMK 1 Sedayu. Hal tersebut ditunjukkan dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,4556 lebih besar dari rtabel dengan taraf signifikansi 5% dan N = 247 adalah 0,138. Terdapat hubungan positif antara pelayanan perpustakaan sekolah dengan minat berkunjung siswa ke perpustakaan sekolah di SMK 1 Sedayu. Hal tersebut ditunjukkan dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,531 lebih besar dari rtabel dengan taraf signifikansi 5% dan N = 247 adalah 0,138. Terdapat hubungan positif antara intensitas tugas dan pelayanan perpustakaan sekolah dengan minat berkunjung siswa ke perpustakaan sekolah di SMK 1 Sedayu. Hal tersebut ditunjukkan dengan harga koefisien korelasi sebesar 0,4419 dan uji signifikansi Fhitung 29,602 lebih besar dari harga Ftabel dengan taraf signifikansi 5% dan N = 247 adalah 3,04

    Sistem Informasi Perpustakaan Berbasis WEB dengan Metode Rapid Application Development (Studi Kasus : SDN 003 Sangatta Utara)

    Get PDF
    Perpustakaan merupakan suatu wadah atau tempat penyimpanan buku, dimana banyak buku yang tersimpan di perpustakaan. Fungsi dari perpustakaan ialah sebagai tempat literatur atau sumber referensi dan bisa juga sebagai tempat belajar. Adapun terciptanya perpustakaan bukan tanpa alasan melainkan memudah cendikiawan untuk membaca buku tanpa mengeluarkan biaya walaupun tanpa biaya perpustakaan memiliki aturan yaitu setiap buku yang akan dibawa harus meminjam buku pada petugas perpustakaan dan membatasi waktu yang telah ditentukan agar buku tersebut bisa dibaca lagi dan bisa dipinjam oleh orang lain. Di sekolah SDN 003 Sangatta Utara memiliki perpustakaan yang telah diberi fasilitas untuk para murid yang ingin membaca dan meminjam buku. Namun dalam simpan meminjam buku dan pengembalian masih dalam bentuk manual sehingga menjadi sumber permasalahan yang terdapat di perpustakaan SDN 003 Sangatta Utara. Oleh sebab itu dengan menciptakan sistem informasi perpustakaan berbasis web dengan metode rapid application development bisa menjadi suatu solusi, selain itu dengan menerapkan metode rapid application development dalam tahapan persyaratan syarat- syarat, workshop design, dan implementasi merupakan tahapan sistem cepat yaitu 60 sampai 90 hari dimana pembuatan sistem tidak memerlukan waktu yang cukup lama sehingga proses tersebut bisa digunakan. Hasil dari pengujian dengan menerapkan black box testing adalah hasil tersebut valid dan layak digunakan. Kesimpulan yang bisa diambil adalah bahwa sistem perpustakaan berbasis web pada SDN 003 Sangatta Utara dapat membantu dan memudahkan petugas perpustakaan

    STUDI EKSPLORASI TRANSFORMASI PRODUKSI RUANG PERPUSTAKAAN OLEH PEMUSTAKA DIGITAL NATIVES (Studi Kasus di Perpustakaan Pusat UGM)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi motif apa saja yang melatarbelakangi pemustaka digital natives berkunjung ke ruang perpustakaan, mengetahui apa yang dialami pemustaka digital natives tentang fenomena transformasi ruang perpustakaan, dan mengetahui pemustaka digital natives memaknai pengalamannya terhadap transformasi ruang perpustakaan di Perpustakaan Pusat UGM. Menggunakan perspektif kajian budaya dan media, penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data dengan wawancara mendalam, observasi partisipan, dan penelusuran dokumen. Peneliti mengumpulkan data dari dari 3 informan pemustaka digital natives yang menggunakan ruang perpustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara textural mengenai apa yang dialami oleh pemustaka digital natives yaitu memiliki beragam motif yang melatarbelakangi berkunjung di ruang Perpustakaan Pusat UGM. Sementara itu, secara structural hasilnya dapat dideskripsikan bahwa berada di ruang perpustakaan serasa di ruang virtual, artinya pemustaka digital natives mengalami fenomena transformasi ruang perpustakaan di Perpustakaan Pusat UGM, seperti adanya perubahan ruang dalam hal fungsi ruang, alokasi ruang virtual, akses koleksi fisik ke koleksi elektronik, serta ruang yang berbasis pengetahuan. Pengalaman, perasaan dan makna yang diperoleh para informan terhadap transformasi ruang perpustakaan di Perpustakaan Pusat UGM yaitu adanya praktik ruang, representasi ruang, ruang representasional, serta sebagai arena kontestasi

    Peran manajemen perpustakaan dalam peningkatan mutu lembaga pendidikan Islam (studi di Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam Surakarta)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan: 1). Mengetahui bagaimana manajemen perpustakaan di Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam Surakarta 2). Mengetahui peran manajemen perpustakaan Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam Surakarta dalam peningkatan mutu lembaga pendidikan Islam. Penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan metode penelitian kualitatif deskriptif. Adapun pendekatan yang digunakan adalah pendekatan deskriptif analisis, karena penelitian ini dapat dipandang sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati.. Adapun untuk mengumpulkan datanya menggunakan beberapa metode, yaitu metode observasi, dokumentasi, dan wawancara/interview. Metode observasi digunakan untuk memperoleh data tentang manajemen perpustakaan PPMI Assalaam Surakarta. Metode dokumentasi digunakan untuk memperoleh data tentang keadaan perpustakaan, jumlah koleksi bahan pustaka, sarana dan prasarana perpustakaan. Sedangkan metode wawancara/interview digunakan untuk memperoleh data tentang tanggapan/pendapat mengenai keadaan perpustakaan PPMI Assalaam Surakarta, pengembangannya serta sejauh mana manajemennya sehingga memberikan konstribusi berharga dalam peningkatan mutu pesantren. Hasil penelitian menunjukan bahwa; setiap lembaga pendidikan, khususnya pesantren dan madrasah harus memiliki perpustakaan. Hal ini mengingat pentingnya perpustakaan sampai diibaratkan sebagai “jantung pendidikan” dan mempunyai peranan yang penting dalam prose belajar mengajar. Secara keseluruhan keadaan perpustakaan PPMI Assalaam Surakarta sudah memenuhi standar perpustakaan yang baik. Akan tetapi ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan, diantaranya adalah penambahan refrensi sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, penambahan sarana dan prasarana, peningkatan sumber daya manusia. Dari hasil penelitian yang dilakukan penulis dapat diketahui bahwa manajemen perpustakaan PPMI Assalaam Surakarta sudah baik. Hal ini salah satunya disebabkan oleh pengelolaan perpustakaan yang menggunakan prinsip-prinsip manajemen, yang meliputi perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pergerakan (actuating), pemberdayaan (empowering), motivasi (motivating), fasilitas (facilitating), pengendalian (controlling), dan evaluasi (evaluating). Perencanaan (planning) ditunjukkan dengan menentukan program kerja dan menentukan tenaga yang professional; pengorganisasian (organizing) ditunjukkan dengan membagi tugas dan fungsi kepada masing-masing unit kerja perpustakaan; pergerakan (actuating) ditunjukkan dengan kegiatan layanan di perpustakaan, meliputi layanan peminjaman/sirkulasi dan administrasi; pemberdayaan (empowering) ditunjukkan dengan cara mengoptimalkan SDM perpustakaan, mengoptimalkan sarana dan prasarana perpustakaan, dan mengoptimalkan pengguna/customer perpustakaan; motivasi (motivating), ditunjukkan dengan cara kepala perpustakaan melakukan sacara rutin (harian) lewat pertemuan. Ada sistem penghargaan bagi pustakawan yang paling rajin, dan ada teguran bagi pustakawan yang lupa/melalaikan tugasnya; fasilitas (facilitating) dalam hal ini perpustakaan PPMI Assalaam Surakarta membuka diri kepada pustakawan dan para pengguna perpustakaan dengan cara polling, dengan cara ini perpustakaan PPMI Assalam mengetahui keinginan dan harapan para pustakawan dan pengguna perpustakaan PPMI Assalaam. Untuk pustakawan perpustakaan PPMI Assalaam difasilitasi komputer untuk entri data dan pelayanan sirkulasi; pelatihan penguasaan alat-alat dan lain-lain; pengendalian (controlling), ditunjukkan dengan peran pengelola perpustakaan dalam menertibkan pemakai jasa perpustakaan; dan evaluasi (evaluating) ditunjukkan dengan Evaluasi yang dilakukan secara periodik, yaitu mingguan, semesteran, dan tahunan. Untuk evaluasi mingguan dilakukan dengan cara mengevaluasi diri apakah selama satu minggu apa yang telah kita kerjakan sesuai dengan program yang telah direncanakan. Kalau belum sesuai dibenahi diri para pustakawan dan berusaha untuk menjadi lebih baik. Manajemen perpustakaan dalam rangka peningkatan mutu pesantren diantaranya melalui penyediaan tenaga pengelola yang profesional di bidang ilmu perpustakaan, penyediaan bahan pustaka yang lengkap, dan layanan peminjaman yang memadai dan memuaskan bagi pengunjung. Selain itu perpustakaan PPMI Assalaam Surakarta juga sudah dimanfaatkan untuk Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), tempat membaca siswa di waktu istirahat, serta digunakan sebagai tempat berdiskusi bersama. Berdasarkan penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengembangan perpustakaan pesantren/sekolah khususnya pada lembaga pendidikan Islam baik negeri maupun swasta. Hal ini dikarenakan belum semua perpustakaan pesantren/sekolah dapat menyelenggarakan perpustakaan dengan baik. Pengelolaan perpustakaan dengan sistem manajemen yang professional akan menjadikan perpustakaan sebagai tempat yang syarat informasi yang diperlukan oleh santri/siswa dan guru

    Ketersediaan Koleksi Buku Ilmu Perpustakaan Dalam Memenuhi Kebutuhan Informasi Mahasiswa Jurusan Ilmu Perpustakaan Dan Mahasiswa Prodi DIII Perpustakaan Dan Informasi Di Perpustakaan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

    Full text link
    Kebutuhan informasi merupakan salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan guna pengembangan perpustakaan. Salah satu bentuk pelayanan perpustakaan untuk memenuhi kebutuhan informasi pemustakanya tercermin dalam koleksi bahan pustaka lengkap yang sesuai dengan visi, misi, tujuan, dan kebutuhan pemustaka. Jika kebutuhan informasi tinggi, maka tingkat ketersediaan koleksi pun harus tinggi dan selaras dengan kebutuhan informasi tersebut. Objek penelitian ini adalah ketersediaan koleksi buku bidang Ilmu Perpustakaan di Perpustakaan Fakultas Ilmu Budaya Undip. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa mengenai ketersediaan buku bidang Ilmu Perpustakaan dan kebutuhan informasi mahasiswa Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Prodi DIII Perpustakaan & Informasi Undip secara lebih mendalam menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Dari hasil penelitian diperoleh simpulan bahwa ketersediaan buku Ilmu Perpustakaan merupakan representasi USAha Perpustakaan Fakultas Ilmu Budaya dalam memenuhi kebutuhan informasi mahasiswa Jurusan Ilmu Perpustakaan terutama pada USAha optimalisasi penunjang kegiatan akademik mahasiswa. Tingkat kepuasan mahasiswa Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Prodi DIII Perpustakaan & Informasi masih rendah sehingga ketersediaan koleksi yang ada perlu ditinjau kembali untuk lebih ditingkatkan sehingga sesuai dengan tujuan pemenuhan kebutuhan mahasiswa. Simpulan terakhir adalah terdapat hambatan internal dan eksternal dalam USAha pemenuhan kebutuhan mahasiswa Ilmu Perpustakaan di Perpustakaan Fakultas Ilmu Budaya

    Peran Fasilitas Perpustakaan Terhadap Kinerja Pustakawan Di Badan Perpustakaan Arsip Dan Dokumentasi Provinsi Sulawesi Utara

    Full text link
    Fasilitas perpustakaan merupakan segala sesuatu perlengkapan perpustakaan yang memudahkan pengguna dalam memanfaatkan perpustakaan, juga dalam memperlancar kegiatan pustakawan dalam mengolah perpustakaan.Penelitian ini dilaksanakan di Badan Perpustakaan Arsip dan Dokumentasi Provinsi Sulawesi Utara. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan variabel fasilitas perpustakaan dan kinerja pustakawan, dengan teknik pengumpulan data melalui angket atau kuesioner dengan informan penelitian sebanyak 25 orang pustakawan.Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar pustakawan mempunyai kendala pada fasilitas perpustakaan yang disediakan, sehingga menghambat pustakawan dalam mencapai kinerja yang ditargetkan.Kata kunci : Fasilitas Perpustakaan, Kinerja Pustakawan.PENDAHULUANSeorang awam apabila mendengar kata perpustakaan maka yang akan terlintas dibenaknya adalah kumpulan buku-buku yang dikumpul dalam suatu ruangan atau gedung dan dijaga oleh orang-orang yang bekerja di dalamnya.Dalam arti tradisional, perpustakaan adalah sebuah koleksi buku dan majalah. Walaupun dapat diartikan sebagai koleksi pribadi perseorangan, namun perpustakaan lebih umum dikenal sebagai sebuah koleksi besar yang dibiayai dan dioperasikan oleh sebuah kota atau institusi, serta dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang rata-rata tidak mampu membeli sekian banyak buku atas biaya sendiri.Perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi para pemustaka (Undang-Undang Perpustakaan, 2001). Sedangkan menurut Lasa (2007), perpustakaan adalah kumpulan atau bangunan fisik sebagai tempat buku dikumpulkan dan disusun menurut sistem tertentu atau keperluan pemakai.Perpustakaan sebagai salah satu pusat sumber informasi mempunyai akses strategis dalam mendukung keberhasilan pendidikan dan pembelajaran masyarakat dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan sekaligus sebagai upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (Sinaga dan Dian, 2007).Keberhasilan suatu daerah dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas harus ditopang dari berbagai segi termasuk di dalamnya adalah perpustakaan. Perpustakaan dituntut untuk memberikan layanan memuaskan bagi pemustaka, sehingga perpustakaan dapat mencapai tujuan yang telah diembankan padanya.Dalam meningkatkan mutu perpustakaan, kinerja pustakawan bergantung pada tersedianya gedung beserta fasilitasnya. Kurangnya fasilitas berdampak pada keterbatasan layanan. Mengingat fasilitas perpustakaan menjadi salah satu indikator yang di jadikan pemustaka sebagai parameter kinerja perpustakaan. Layanan perpustakaan dapat di optimalkan apabila sarana menunjang.Pustakawan tidak bisa bekerja optimal apabila kekurangan sarana dan prasarana di suatu perpustakaan dngan kata lain peran fasilitas perpustakaan sangat berpengaruh pada kinerja pustakawan dalam mewujudkan perpustakaan yang berkualitas.Seperti yang terjadi di Badan Perpustakaan Arsip dan Dokumentasi Provinsi Sulawesi Utara dalam menyediakan fasilitas bagi pustakawannya dalam mencapai kinerja yang diharapkan.Dari uraian dan latar belakang yang telah dipaparkan diatas, maka penulis sangat tertarik untuk melaksanakan penelitian tentang Peran Fasilitas Perpustakaan Terhadap Kinerja Pustakawan di Badan Perpustakaan Arsip dan dokumentasi Provinsi Sulawesi Utara

    Manajemen Perpustakaan di Madrasah Aliyah Negeri Yogyakarta I (MAN Y I), Madrasah Aliyah Negeri Yogyakarta II (MAN Y II) dan Madrasah Aliyah Negeri Yogyakarta III (MAN Y III)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) manajemen perpustakaan di tiga MAN Yogyakarta yang meliputi aspek perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan (2) hambatan yang muncul dalam proses manajemen perpustakaan di tiga perpustakaan MAN Yogyakarta, dan (3) upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan yang muncul dalam manajemen perpustakaan di tiga MAN Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan mengambil lokasi di perpustakaan MAN Y I, perpustakaan MAN Y II, dan perpustakaan MAN Y III. Pengumpulan data dilakukan dengan cara mengadakan pengamatan (observasi), wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah warga madrasah MAN Y I, MAN Y II dan MAN Y III yang terdiri dari kepala madrasah, petugas perpustakaan, guru, dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen perpustakaan di tiga MAN Yogyakarta meliputi: a. Perencanaan berupa pengadaan buku setiap tahun. b. Pengorganisasian perpustakaan MAN Y I berada di bawah wakamad humas, pengorganisasian perpustakaan MAN Y II berada di bawah wakamad kurikulum dan pengorganisasian perpustakaan MAN Y III berada di bawah kepala madrasah. c. Pelaksanaan mencakup pengadaan, pengolahan, pelayanan dan pembinaan. Pengadaan buku ketiga perpustakaan tersebut berasal dari dana DIPA dan Komite. Pengolahan dilakukan secara langsung ketika buku baru ada. Pelayanan ketika jam sekolah masuk dan pembinaan dilakukan oleh kepala madrasah langsung berupa teguran atau saran. d.Pengawasan dilakukan kepala madrasah langsung datang ke perpustakaan atau kepala madrasah minta laporan kepada petugas perpustakaan. Hambatan yang dihadapi yaitu, a) tenaga pustakawan kurang, b) sarana perpustakaan belum maksimal, c) honor tenaga perpustakaan kurang, d) minat baca dan kesempatan berada di perpustakaan kurang. Upaya dilakukan oleh ketiga perpustakaan tersebut, a) tenaga perpustakaan yang bukan dari jurusan perpustakaan dengan mengadakan diklat atau seminar tentang pengelolaan perpustakaan, b) sarana ruang baca yang kurang ditambah di luar ruang perpustakaan sebagai sarana ruang baca, c) honor pegawai yang belum UMR ditambah dengan uang lembur, d) minat baca siswa yang kurang, guru memberikan tugas kepada siswa yang bahan atau materinya hanya ada di perpustakaan
    corecore