234,940 research outputs found
Penguatan Kelembagaan Ekonomi Berbasis Agribisnis Jamu Ternak
Optimalisasi dalam persoalan ekonomi membutuhkan beberapa pendampingan dan penguatan yang meliputi: bidang produksi, pemasaran; manajemen dan administrasi, organisasi kelembagaan serta pengembangan sumberdaya manusia. Dengan demikian penguatan kegiatan kelembagaan ekonomi di bidang peternakan khususnya berbasis jamu ternak layak untuk dilakukan. Metode yang digunakan dalam program ini adalah Participatory Rural Appraisal (PRA) yang mengajak masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam proses pembangunan dan pengembangan sebuah kegiatan. Kesimpulan yang dihasilkan pemberdayaan peternak berbasis agribisnis jamu ternak akan meningkatkan pengetahuan tentang pengelolaan resiko baik teknis, permodalan, serta pemasaran. Pemberdayaan dalam pengertian penguatan kelembagaan agribisnis juga meningkatkan sikap yang positif terhadap inovasi dan keberlanjutan usaha ternak yang dijalankan, serta tingkat ketrampilan yang lain dalam berusaha ternak. Kesimpulan yang dihasilkan adalah kelembagaan ekonomi berbasis agribisnis pada kelompok peternak kecil sangat diperlukan dalam upaya pemberdayaan dan keberlanjutan agribisnis, yang nantinya memberikan harapan baru kesejahteraan peternak. Disarankan model kemitraan merupakan alternatif yang strategis dalam penguatan kelembagaan
KETERAMPILAN GURU DALAM MEMBERI PENGUATAN(REINFORCEMENT) KEPADA SISWA KELAS TINGGI DI SD NEGERI BOGO PANDAK BANTUL TAHUN AJARAN 2011/2012
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterampilan guru dalam memberi penguatan dan mendeskripsikan dampak pemberian penguatan terhadap siswa kelas tinggi di SD Negeri Bogo Pandak Bantul.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah 7 guru kelas tinggi di SD Negeri Bogo Pandak Bantul. Pengumpulan data diambil melalui observasi dan wawancara. Adapun metode yang digunakan untuk menganalisis data yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pemeriksaan keabsahan data yaitu dengan triangulasi metode dan triangulasi sumber.
Hasil dari penelitian ini adalah guru kelas tinggi di SD Negeri Bogo Pandak Bantul sudah menggunakan keterampilan penguatan walaupun secara teori Bapak/ Ibu guru belum mengetahui hakikat keterampilan penguatan. Penguatan yang sering digunakan oleh guru yaitu penguatan gestural berupa senyuman sedangkan penguatan yang tidak pernah digunakan oleh guru adalah penguatan dengan tanda, karena guru beranggapan dengan memberikan hadiah berupa tanda akan menimbulkan kecemburuan di antara siswa dan pemberian hadiah berupa tanda dirasa terlalu membebani guru dalam mempersiakan serta membutuhkan banyak biaya. Dalam pelaksanaannya masih didapati beberapa guru yang memberikan respon negatif kepada siswa, seperti memarahi anak, menyindir anak dan hanya memberikan penguatan kepada siswa yang pandai saja. Adapun dampak penggunaan penguatan positif yaitu (1) meningkatkan kepercayaan diri siswa, (2) meningkat keaktifan atau motivasi belajar, dan (3) menciptakan suasana akrab dan hangat antara guru dan siswa. Dampak penguatan negatif berupa sindiran ataupun bentakan dari guru pada beberapa siswa kelas tinggi dapat meningkatkan semangat atau motivasi belajar siswa dikarenakan siswa merasa malu kepada guru dan teman-teman serta ingin membuktikan bahwa siswa tersebut mampu. Guru dan siswa juga menganggap penguatan tanda berupa nilai yang tinggi merupakan penguatan yang baik bagi siswa kelas tinggi.
Kata kunci: keterampilan penguatan (reinforcement), guru SD kelas tingg
Konsep Dasar Penguatan Pendidikan Karakter Sebagai Upaya Menyiapkan Generasi Emas
Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan: (1) pendekatan yang digunakan dalam
penguatan pendidikan karakter dalam menyiapkan generasi emas di SMP Muhammdiyah 06
Dau Kabupaten Malang; (2) faktor-faktor pendukung dan kendala-kendala yang dihadapi
dalam penguatan pendidikann karakter; dan (3) solusi untuk mengatasi kendala-kendala
dalam penguatan pendidikann karakter. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif
dan pendekatan deskriptif yang bertempat di SMP Muhammadiyah 06 Dau Kabupaten
Malang. Pengumpulan data diperoleh dengan teknik observasi, teknik wawancara, dan teknik
dokumentasi. Data dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan
kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan: (1) ada tiga pendekatan dalam penguatan
pendidikan karakter dalam menyiapkan generasi emas di SMP Muhammadiyah 06 Dau
Kabupaten Malang, yaitu pendekatan melalui pengembangan kultur sekolah, pengembangan
diri dan diintegrasikan melalui pembelajaran; (2) faktor-faktor yang mendukung penguatan
pendidikan karakter di sekolah adalah lingkungan sekolah yang cukup kondusif, sarana dan
prasarana yang cukup memadai dan guru yang cukup kompeten, dan kendala yang dihadapi
adalah siswa-siswa dirumah tidak diajarkan apa yang dilakukan di sekolah, sebagian
siswa sulit diajak baik, karena latar belakang siswa yang berbeda-beda; dan (3) solusi
untuk mengatasi kendala-kendala adalah guru secara terus-menerus berusaha memberikan
bimbingan kepada siswa, guru memberikan reward (penghargaan/pujian) atau punishment
(hukuman) bagi siswa, serta wali kelas/guru menggunakan buku hubung dengan wali murid
Media komunikasi dan inspirasi: jendela pendidikan dan kebudayaan XLI/ Desember-2019
Berdasarkan Peraturan Presiden
Nomor 81 Tahun 2010 tentang Grand
Design Reformasi Birokrasi 2010—2025
dan Peraturan Menteri Pendayagunaan
Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor
11 Tahun 2015 tentang Peta Jalan Reformasi
Birokrasi 2015—2019, Kementerian Pendidikan
dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah menyusun
dokumen dan peta jalan reformasi birokrasi
Kemendikbud 2015—2019. Kemudian diterbitkan
Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2015 tentang
Organisasi Kementerian Negara dan Peraturan
Presiden RI Nomor 14 Tahun 2015 tentang
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, maka
peta jalan reformasi birokrasi Kemendikbud
disesuaikan dan menghasilkan delapan program
area perubahan.
Delapan program yang menjadi fokus reformasi
birokrasi di lingkungan Kemendikbud yaitu
Manajemen Perubahan, Penguatan Pengawasan,
Penguatan Akuntabilitas Kinerja, Penguatan
Kelembagaan, Penguatan Tata Laksana, Penguatan
Sistem Manajeme SDM Aparatur, Penguatan
Peraturan Perundang-Undangan, dan Peningkatan
Kualitas Pelayanan Publik
Perbedaan antara Penerapan Penguatan Berkelanjutan, Interval, dan Rasio dalam Meningkatkan Kebiasaan Belajar Siswa
Kebiasaan belajar yang buruk merupakan suatu permasalahan yang menggejala dalam dunia pendidikan, oleh karena itu kebiasaan belajar siswa perlu ditingkatkan, salah satu caranya dengan menerapkan sebuah treatment berupa penguatan bagi siswa. Lebih daripada itu, penelitian ini juga bertujuan melihat perbedaan antara penerapan penguatan berkelanjutan, interval, dan rasio dalam meningkatkan kebiasaan belajar siswa. Penelitian dilakukan di SMA Negeri 1 Sukomoro dengan kelas X-1, X-2, dan X-3 sebagai sampel penelitian. Sebelum dilakukan penelitian, ketiga kelas yang menjadi sampel penelitian harus terbukti homogen secara sampel penelitian dengan cara menetapkan jumlah persentase berimbang pada ketiga kelas berdasarkan kategori tinggi, rendah, dan sedang. Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen menggunakan one-group pretest-posttest design dengan alat pengumpul data berupa angket. Sebelum teknik analisis data dilakukan, dilakukan uji normalitas dan homogenitas sebagai asumsi yang harus terpenuhi dalam statistik parametrik. Teknik analisis data yang digunakan adalah anava satu jalur. Hasil perhitungan menunjukkan harga F hitung = 4,308. Harga F hitung ini lebih besar dari pada harga F tabel (3,09 pada taraf signifikansi 5% dengan dba = 2, dbd = 102), sehingga Ho ditolak dan Ha diterima, yang berarti hipotesis non-directif: “adanya perbedaan antara penerapan penguatan berkelanjutan, interval, dan rasio dalam meningkatkan kebiasaan belajar siswa” dapat diterima. Kesimpulan lebih lanjut diperoleh penguatan dengan jadwal berkelanjutan yang paling memiliki potensi keberhasilan dalam meningkatkan kebiasaan belajar siswa dengan Mean () skor kebiasaan belajar sebesar 211,866, sehingga hipotesis directif “penguatan rasio lebih memiliki potensi keberhasilan dibandingkan dengan penguatan berkelanjutan dan interval dalam meningkatkan kebiasaan belajar siswa” ditolak, hasil dari populasi dari luar negeri berbeda dengan hasil dari populasi Indonesia.
Kata Kunci: Penguatan Berkelanjutan, Penguatan Interval, Penguatan Rasio, Kebiasaan belaja
Penguatan Kinerja Lembaga Keuangan Mikro Untuk Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, Dan Menengah
Penguatan Kelembagaan Pengelola Dana Bergulir PNPM Mandiri Perdesaan di Kecamatan Balongpanggang Kabupaten Gresik
Penguatan kelembagaan merupakan salah satu pilar keberlanjutan program PNPM Mandiri Perdesaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penguatan aspek hukum, penguatan kelembagaan, dan kemandirian lembaga pengelola dana bergulir PNPM Mandiri Perdesaan Kecamatan Balongpanggang. Teknik penentuan informan dalam penelitian kualitatif deskriptif ini adalah purposive sampling yaitu informan yang dianggap memahami kegiatan dana bergulir UPK Kecamatan Balongpanggang. Penguatan aspek hukum dilakukan dengan melengkapi legalitas pendirian BKAD sebagai payung hukum kegiatan dana bergulir. Penguatan kelembagaan dilakukan dengan penyusunan mekanisme pengelolaan dana bergulir, peningkatan kapasitas pengelola kegiatan dan kelompok masyarakat dalam pengelolaan keuangan dan kelembagaan, serta kerjasama dengan pihak ketiga untuk pengembangan USAha kelompok masyarakat. UPK Kecamatan Balongpanggang merupakan lembaga masyarakat yang mandiri, yaitu tidak tergantung dengan dana BLM dari pemerintah, hal ini dilihat dari hasil analisa eksistensi lembaga pengelola dana bergulir dengan Teori AGIL dan analisa kinerja lembaga yang masuk dalam kategori UPK sehat
Partisipasi Petani dan Efektivitas Gapoktan dalam Penguatan Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat (LDPM) di Kecamatan Makarti Jaya Kabupaten Banyuasin
Kegiatan Penguatan LDPM merupakan suatu upaya memberdayakan Gabungan Kelompoktani (Gapoktan) dalam USAha distribusi pangan pokok. Dalam program Penguatan LDPM Pemerintah memberikan dana bantuan sosial, pembinaan dan bimbingan kepada Gapoktan melalui Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Tujuan penelitian ini adalah : (1) mengetahui partisipasi petani dalam kegiatan penguatan LDPM di Kecamatan Makarti Jaya, (2) mengukur efektivitas Gapoktan dalam Penguatan LDPM, dan (3) menganalisis hubungan antara partisipasi petani dengan efektivitas Program Penguatan LDPM. Penelitian menggunakan metode survey, dengan analisis deskriptif dan analisis korelasi. Responden terdiri dari 45 petani yang diproleh dari 9 kelompok tani (setiap kelompok 5 petani) anggota Gapoktan Sri Rejeki di Kecamatan Makarti Jaya. Hasil penelitian yang diperoleh adalah: (1) partisipasi petani dalam program LDPM tergolong sedang (57,04%), (2) efektivitas Gapoktan tergolong tinggi (79,92%), dan (3) terdapat hubungan positif signifikan antara partisipasi petani dengan efektivitas Gapotan dalam program LDPM dengan nilai koefisien korelasi Peringkat Spearman (Rs) = 0,479 pada 0,01
Penguatan Literasi Informasi Berbasis Perpustakaan Bagi Peningkatan Mutu Akademik Mahasiswa Pgmi Iain Cirebon
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Bagaimana Program Penguatan Literasi Informasi Bagi mahasiswa PGMI IAIN Cirebon. 2) Implementasi Program Penguatan Literasi Informasi Berbasis Perpustakaan Bagi mahasiswa PGMI IAIN Cirebon. 3) Efektifitas Penguatan Literasi Informasi Berbasis Perpustakaan terhadap Peningkatan Mutu Akademik mahasiswa PGMI IAIN Cirebon.Penelitian ini merupakan penelitian Tindakan Kelas dengan tahapan siklus: perencanaan, penerapan, observasi dan refleksi. Penelitia mengambil lokasi di S1 PGMI IAIN SNJ Cirebon dengan menggunakan metode sampel bertujuan. Pengambilan data menggunakan metode obserfasi, wawancara, kuesionair dan tes. Analisis data yang digunakan merupakan kombinasi antara pendekatan kualitatif dan kuantitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa, 1)Unsur yang harus diperhatikan dalam melaksanakan program literasi informasi, yakni target atau sasaran, kebutuhan mahasiswa, metode yang akan digunakan, materi yang akan disampaikan, sumber daya manusia serta fasilitas teknologi yang mendukung. 2) Implementasi program penguatan literasi informasi berbasis perpustakaan ini terintegrasi dalam kegiatan belajar mengajar di kelas. 3) Terdapat peningkatan yang efektif terhadap nilai akademis mahasiswa PGMI setelah mereka diberikan tindakan program penguatan literasi informasi berbasis perpustakaa
- …
