448,281 research outputs found
Pendahuluan analisa matematika dalam proses pertumbuhan penduduk
Dalam tulisan ins. penulis Miembicarakan'sebagian ke¬ci1 analisa matematika dalam proses pertumbuhan penduduk 9 terutama dibahas daiam variabelicontinu.!
Mula-7mula diperkenalkan Label Kematian sebagai sua
1
Tabel Kematian ini meng
dialaMi 'eekelompok orang sampai anggota-anggota•terakhir kelom
pok tersebut meninggal.
Analisa matematis memberikan suatu persamaan yang menyatakan berapa besar jumlah kelahiran bayi yang mungkin terjadi pada t tahun kemudian dari sekarang, yaitu :
B(t) = G (t) ft•Jo B(t-x) p(x) m(x) dx
dengan beberapa cares penyelesaian seperti secara Kalkulus elementer numerik, maupun Transformasi Laplace.
Pembahasan diatas dikembangkan melalui graduasi da¬ri Net Maternity Function dengan distiibusi normal oleh Lotka dan fungsi Gamma oleh Wicksell.
Akhirnya dengan mempergunakan pengertian moment dan cumulant didapatkan panjang waktu generasi :
T In R
The Importance Of Health Insurance Policy On Purchase Intention / Continuance – An Empirical Study In Malaysia
Penduduk seluruh dunia menyedari kepentingan polisi insurans kesihatan untuk menangani isu yang tidak diduga kepastiannya pada masa ini.
People all of over the world realized the importance of health insurance policy as the unforeseen uncertainties has become the order of the day
The Intention Determinants Of Recycling Behavior Among Malaysians
Penjanaan sisa-sisa buangan di Bumi semakin meningkat akibat pertumbuhan pesat penduduk, kekayaan kewangan pengguna bertambah baik dan pembangunan perindustrian berkembang pesat.
Waste generation in the Earth is increasing as consequences of the rapid growth in population, consumers’ financial wealth improved as well as the industrial development
KONTRA PUTUSAN HAKIM TERHADAP PERALIHAN HAK MILIK ATAS TANAH SERTIFIKAT HAK MILIK NOMOR 84/BANGSAL KOTA KEDIRI DALAM PERKAWINAN CAMPURAN (Studi Kasus : PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG NOMOR 188 PK/PDT/1981 TANGGAL 22 DESEMBER 1982)
Hak Milik atas tanah hanya dapat diberikan kepada Warga Negara Indonesia
dan Badan-Badan Hukum yang telah ditetapkan oleh Pemerintah berdasarkan
Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok
Agraria. Warga Negara Asing tidak dapat mempunyai hak milik sesuai asas
kenasionalan. Pengaturan perkawinan campuran sebelum Undang-Undang Nomor
1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, diatur dalam Staatsblad 1898 No.158 yang
mengatur perkawinan antara golongan penduduk yang tunduk terhadap hukum
yang berbeda. Perkawinan campuran antara golongan penduduk Tionghoa dengan
Pribumi tersebut harus memenuhi persyaratan yang telah ditentukan oleh
Staatsblad 1898 No.158 dan KUHPerdata. Akibat perkawinan campuran terhadap
harta kekayaan perkawinan adalah persatuan bulat atas harta kekayaan
perkawinan.
Metode pendekatan yang digunakan dalam penulisan tesis ini adalah metode
pendekatan yuridis normatif. Spesifikasi penelitian ini adalah deskriptif analitis.
Penulis mengambil studi kasus Putusan Mahkamah Agung Nomor 188
PK/PDT/1981 tanggal 22 Desember 1982 jo. Putusan Mahkamah Agung Nomor
1387/K/SIP/1977 tanggal 18 Januari 1979 jo. Putusan Pengadilan Tinggi
Surabaya Nomor 135/1977 Pdt. tanggal 23 Mei 1977 jo. Putusan Pengadilan
Negeri Kediri Nomor 55/1976 Pdt. tanggal 24 Agustus 1976. Pengumpulan data
dilakukan dengan data sekunder. Metode analisa data adalah analisa kualitatif.
Jual beli pada tahun 1975 terhadap hak milik atas tanah milik warga pribumi
yang dilakukan oleh golongan penduduk Tionghoa yang berkewarganegaraan
asing dalam perkawinan campuran dengan warga pribumi (Warga Negara
Indonesia) yang tidak tercatat di Kantor Catatan Sipil berakibat hukum tidak
terjadi persatuan bulat atas harta kekayaan perkawinan, sehingga jual beli tersebut
bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan
Dasar Pokok-Pokok Agraria
Aplikasi Interpolasi Lagrange dan Ekstrapolasi dalam Peramalan Jumlah Penduduk
Kepadatan penduduk merupakan batas maksimal kuota suatu daerah tidak mencukupi. Indonesia merupakan salah satu negara yang menduduki peringkat keempat kategori jumlah penduduk terbanyak di dunia. Perlu adanya inventarisasi, identifikasi, klasifikasi, evaluasi dan analisis untuk mengetahui jumlah penduduk di suatu tempat, karakteristik sosial dan demografi, kelahiran dan kematian, karakteristik pendidikan dan ekonomi yaitu dengan diadakan Sensus Penduduk. Sensus penduduk merupakan kegiatan BPS (Badan Pusat Statistik) yang dilakukakan sepuluh tahun sekali berfungsi untuk pengumpulan, pengelolaan, penyajian dan penilaian data penduduk. Pengetahuan tentang perkembangan penduduk tiap tahun akan sulit diketahui jika sensus penduduk hanya dilakukan dalam sepuluh tahun sekali. Oleh karena itu, alternatif matematika yang dapat dijadikan sebagai acuan untuk penyelesaian masalah jumlah penduduk tiap tahun adalah peramalan secara numerik. Salah satunya adalah teknik interpolasi lagrange dan ekstrapolasi yang merupakan metode untuk menaksir suatu fungsi. Solusi ini adalah untuk mencari fungsi dengan mencocokkan titik-titik data di dalam tabel-tabel. Pendekatan seperti ini di dalam metode numerik disebut pencocokan kurva (curve fitting). Fungsi yang diperoleh dengan pendekatan ini merupakan fungsi hampiran, karena itu nilai fungsinya tidak setepat nilai sejatinya.
Kata kunci: ekstrapolasi, fungsi, interpolasi lagrange, peramala
Proyeksi Penduduk Multiregional Untuk Tiga Wilayah Di Indonesia
Indonesia memiliki beberapa masalah kependudukan yaitu laju pertumbuhan penduduk yang pesat dan penyebaran penduduk yang tidak merata. Proyeksi penduduk dapat memberikan informasi mengenai penyebaran dan laju pertumbuhan penduduk pada periode mendatang yang dipengaruhi oleh migrasi, kematian dan kelahiran. Tujuan dari karya ilmiah ini adalah untuk menyajikan suatu proyeksi penduduk multiregional Indonesia yang dibagi menjadi tiga wilayah yaitu Pulau Sumatera, Pulau Jawa dan pulau lainnya. Dengan menggunakan data Sensus Penduduk tahun 2010, proyeksi penduduk dilakukan melalui nilai tingkat bertahan hidup dan nilai intensitas kelahiran bayi yang disusun menjadi suatu matriks operator pertumbuhan. Model kontinu bagi tingkat bertahan hidup disusun dari penjumlahan dua buah fungsi eksponensial. Sedangkan, model kontinu bagi tingkat kelahiran merupakan modifikasi dari fungsi Beta. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam waktu jangka panjang, proporsi penduduk Indonesia yang berada di Pulau Jawa akan menurun dan mencapai stabil pada 41%. Sementara itu proporsi penduduk di Pulau Sumatera dan pulau lainnya akan meningkat dan mencapai stabil berturut-turut pada 26% dan 33%. Pada akhirnya laju pertumbuhan penduduk Indonesia menjadi 0.641% per tahun, yaitu ketika proporsi penduduk berdasarkan komposisi umur pada setiap wilayah mencapai kondisi stabil
Pemanfaatan Model Sistem Dinamis dalam Memperkirakan Jumlah Penduduk di Masa Datang Studi Kasus : Kabupaten Cilacap
Dalam kegiatan perencanaan, faktor penduduk merupakan hal yang sangat penting, utamanya perkiraan jumlah penduduk. Hal ini mengingat perencanaan adalah untuk masa depan, sehingga sebelum merencana sebagai dasar pertimbangan adalah perkiraan penduduk di masa depan. Untuk memperkirakan jumlah penduduk masa depan, berbagai model telah dikembangkan, seperti regresi linier, bunga berganda dan lain-lain. Namun model-model yang dikembangkan tersebut mempunyai keterbatasan, karena faktor-faktor yang dipertimbangkan hanya jumlah penduduk masa lampau, in-migrasi dan out-migrasi. Dalam Kenyataannya, selain jumlah penduduk berbagai faktor lain sangat terkait dengan jumlah penduduk pada suatu wilayah, seperti kondisi ekonomi, kesehatan, kebijakan pemerintah, ketersediaan lahan permukiman, ketersediaan lapangan kerja, dan lain-lain. Faktor-faktor tersebut dapat menjadi variabel-variabel yang dapat dipertimbangkan mempengaruhi jumlah penduduk. Penelitian ini bertujuan memperkirakan jumlah penduduk dengan menggunakan model sistem dinamis, yang dapat mengaitkan variabel-variabel lain selain jumlah penduduk historis, dan membandingkan dengan perkiraan jumlah penduduk dengan menggunakan model regresi linier dan bunga berganda. Agar supaya dapat diketahui apakah model tersebut dapat diterapkan pada suatu wilayah, maka dilkukan pada wilayah studi Kabupaten Cilacap, dengan pertimbangan, data yang tersedia pada kabupaten tersebut dapat mendukung penggunaan model sistem dinamis. Hasilnya menunjukkan bahwa penggunaan model sistem dinamis dalam memperkirakan jumlah penduduk masa datang, lebih mendekati Kenyataan di lapangan, yaitu dengan perbedaan sebesar 0,13% sementara dengan menggunakan model regresi linier perbedaan sebesar 9,66% dan bunga berganda sebesar 0,62%. Dapat disimpulkan perkiraan jumlah penduduk dengan menggunakan model sistem dinamis lebih baik dan diusulkan digunakan dalam perencanaan wilayah
- …
