669,034 research outputs found
Transformation Into the “God”: Study of Critic–elaborative Axiology of Islamic Education with Philosophical Sufism
Melahirkan al-insan al-kamil merupakan tujuan tertinggi (ultimate aim) dari pendidikan Islam dan tasawuf falsafi. Konstruksi manusia ini bisa dimunculkan melalui pendidikan yang menginternalisasikan sifat-sifat ketuhanan dalam diri subjek pendidikan. Karenanya, antara filsafat pendidikan Islam dengan tasawuf falsafi memiliki relasi dialektis untuk mewujudkan manusia menjadi “Tuhan”. Oleh sebab itu, artikel ini fokus pada konstruksi tujuan pendidikan Islam dalam mewujudkan al-insan al-kamil yang memiliki kesamaan dengan tujuan tasawuf falsafi. Tujuannya, untuk menganalisis dan memahami konstruksi upaya transformasi manusia menjadi “Tuhan” sebagai orientasi aksiologis pendidikan Islam dan tasawuf falsafi. Karenanya, artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan untuk mengurai fokus dan tujuan riset tersebut. Sedangkan analisa data digunakan metode content analysis dan interpretasi. Artikel ini menyimpulkan bahwa proses mewujudkan tujuan pendidikan Islam yang diintegrasikan dengan tujuan tasawuf falsafi mampu mendorong lahirnya manusia ideal (al-insan al-kamil). Manusia yang memiliki kesempurnaan pada aspek intelektualitas, emosional, dan spiritualitas sebagai sosok khalifah maupun abdullah. Manusia model ini di dalam formulasi tasawuf falsafi merupakan manusia yang telah “menyatu” dengan Tuhan; atau manusia yang mentransformasi diri menjadi “Tuhan”. Implikasi praktis riset ini, pendidikan Islam pada dimensi teologis-filosofis harus terus menyatukan orientasi aksiologis (pendidikan Islam dan tasawuf falsafi) untuk diaplikasikan dalam proses pembelajaran pendidikan agama Islam
Curriculum Typology of Islamic Religion Education in Integrated Islamic School (Sit)
Sepuluh lima belas tahun terakhir ini berkembang pesat sekolah-sekolah yang menggunakan label Sekolah Islam Terpadu (SIT). Pada awalnya sekolah ini tumbuh di daerah perkotaan, tetapi sekarang sudah merambah ke wilayah pinggiran. Salah satunya adalah tumbuh subur di Kabupaten Tegal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tipologi kurikulum Pendidikan Agama Islam pada SMP IT di Kabupaten Tegal. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan observasi secara langsung ke tiga sekolah. Temuan penelitian menunjukkan bahwa tipologi kurikulum pendidikan agama Islam pada SMP IT di Kabupaten Tegal beragam. Setidaknya terdapat tiga varian SIT, yakni (1) SIT di bawah naungan Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) sebagaimana dipraktekkan oleh SMP IT Luqman Al-Hakim, (2) SIT yang berhaluan aswaja sebagaimana dilaksanakan oleh SMP IT Al-Azhar, dan (3) SIT yang bersifat nasionalis Islam, sebagaimana terdapat pada SMP IT Bimantara Al-Furqon. Ketiga varian SIT tersebut memiliki perbedaan dalam implementasi kurikulum pendidikan agama Islam. SIT JSIT menerapkan kurikulum kombinasi dinas pendidikan dan kurikulum JSIT, SIT Aswaja menerapkan kurikulum dinas pendidikan dan pesantren, serta SIT Nasionalis menerapkan kombinasi kurikulum dinas pendidikan dan kurikulum yayasan
The Concept of Management in Islamic Education
Manajemen merupakan hal yang sangat penting bagi pengembangan pendidikan Islam di masa kini dan yang akan datang, Manajemen sering diartikan sebagai proses perencanaan, mengorganisasi, memimpin dan mengendalikan upaya organisasi dengan segala aspeknya agar tujuan organisasi tercapai secara efektif dan efisien. konsep manajemen dalam pendidikan Islam adalah proses perencanaan, mengorganisasi, memimpin dan mengendalikan pendidikan Islam dengan segala aspeknya agar tujuan pendidikan tercapai secara efektif dan efisien tujuan utama manajemen dalam pendidikan Islam adalah pengembangan sumber daya manusia (tanmiyatul mawarid basyariyah), produktifitas (intajiyah) dan kepuasan (irtiyahi)
STUDI KOMPARASI PEMIKIRAN MAHMUD YUNUS DAN MOHAMMAD NATSIR
Dalam penelitian kualitatif ini menggunakan metode Analisis komparatif. setelah data terkumpul data dianalisa, kemudian data tersebut dianalisis dan dipelajari secara cermat dan dideskripsikan yang selanjutnya memberikan gambaran dan penjelasan serta diuraikan persamaan dan perbedaan keduanya. Dari data penelitian dapat diketahui bahwa pemikiran pendidikan Mahmud Yunus dan Mohammad Natsir meliputi pengertian Pendidikan Islam, tujuan pendidikan Islam, kurikulum pendidikan Islam dan evaluasi pendidikan Islam. Kedua tokoh ini mempunyai lebih persamaan dan perbedaan dalam konsep pemikiran Pendidikan Islam baik mengenai pengertian pendidikan Islam, tujuan pendidikan Islam,kurikulum pendidikan islam dan evaluasi pendidikan Islam, hanya saja pada model pembelajaran Mahmud Yunus terkesan lebih modern dari pada Mohammad Natsir, hal ini juga dapat dipengaruhi oleh latar belakang kedua tokoh tersebut
Implementation of Islamic Education Through Boarding School System
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyelenggaraan pendidikan Islam melalui sistem Boarding school. Lokasi di SMA Islam Nurul Fikir Lembang dengan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan: a) SMA Islam Nurul Fikri banyak diminati masyarakat karena adanya sistem boarding school dan kurikulum terpadu yang memadukan pendidikan umum dan pendidikan agama; b) input peserta didik berasal dari kalangan menengah atas dengan kecerdasan tinggi; c) proses pembelajaran melalui pengalaman (experiential learning) dan memadukan secara utuh ranah kognitif, afektif dan konatif; d) output peserta didik banyak yang masuk ke Perguruan Tinggi Negeri dan banyak meraih prestasi berbagai kejuaraan lomba baik tingkat provinsi maupun nasional; e) model yang diharapkan ke depan adalah mempertahankan model sekolah terpadu melalui sistem boarding school dengan menghasilkan peserta didik yang mahir di bidang umum dan agama serta memperluas akses bagi peserta didik menengah ke bawah
Analisis Desain Pendidikan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Boyolali Terhadap Peningkatan Pendidikan Islam Masyarakat Boyolali Tahun 2010-2015
Desain pendidikan merupakan langkah-langkah pendidikan yang di dalamnya terdapat (a) tujuan, (b) materi, (c) metode dan (d) evaluasi pendidikan, apabila dikaitkan dengan pendidikan Islam maka target pencapaian dari desain pendidikan adalah tujuan, materi, metode dan evaluasi pendidikan mengarah pada perkembangan spiritual keagamaan seorang individu atau masyarakat mulai dari sebelum individu mengikuti pendidikan sampai selesai dalam mengikuti pembelajaran. Salah satu lembaga pendidikan Islam yang menerapkan desain pendidikan adalah Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Boyolali. Pendidikan yang dilaksanakan PCM Boyolali adalah pendidikan nonformal berupa pengajian keislaman.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (a) tujuan pendidikan PCM Boyolali apakah telah sesuai dengan pendidikan yang berdasarkan pendidikan Islam atau belum, (b) materi pendidikan PCM boyolali telah sesuai dengan materi pendidikan Islam atau belum, (c) metode pendidikan PCM boyolali telah sesuai dengan metode pendidikan Islam atau belum dan (d) Evaluasi pendidikan PCM boyolali telah sesuai dengan Evaluasi pendidikan Islam atau belum. Apabila pendidikan Islam PCM Boyolali belum sesuai dengan pendidikan berdasarkan Islam maka untuk kedepannya harus diarahkan berdasarkan pendidikan Islam.
Ditinjau dari segi tempat, penelitian ini tergolong dalam penelitian lapangan (field research). Ditinjau dari sudut cara dan taraf pembahasan masalah, penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Ditinjau dari jenisnya, penelitian ini termasuk penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis bersifat kualitatif lebih bersifat deskriptif-analitik yang berarti interpretasi terhadap isi dibuat dan disusun secara sistemik/menyeluruh dan sistematis, analilis data dilakukan secara induktif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (a) tujuan pendidikan PCM Boyolali telah sesuai dengan tujuan pendidikan berdasarkan pendidikan Islam, (b) materi pendidikan PCM Boyolali telah sesuai dengan materi pendidikan berdasarkan pendidikan Islam, (c) metode pendidikan PCM Boyolali telah sesuai dengan metode pendidikan berdasarkan pendidikan Islam dan (d) evaluasi pendidikan PCM Boyolali telah sesuai dengan materi pendidikan berdasarkan pendidikan Islam.
PCM Boyolali diharapkan memperhatikan dengan baik pendidikan yang dilaksanakannya, pendidikan harus mengarah pada tujuan Islam sebagai Rahmatan Lil ‘Alamin secara menyeluruh (kaffah) dalam membentuk masyarakat Islam.
Kata Kunci: Desain, Pendidikan Islam, Masyarakat
Studi Pemikiran Pendidikan Islam Modern
Pendidikan Islam semakin berkembang seiring dengan perkembangan zaman. Banyak para pakar yang mendefinisikan dan bahkan mendesain ulang format pendidikan Islam khususnya pendidikan Islam modern seperti sekarang ini. Pendidikan Islam bukan hanya transfer of knowledge tetapi lebih merupakan pondasi keimanan dan kesalehan. Oleh karena itu, format pendidikan Islam yang bagaimanakah yang sesuai dengan kehidupan modern seperti sekarang. Melalui tulisan ini didapatkan bahwa Dalam menghadapi Perubahan masyarakat modern, secara internal pendidikan Islam harus menyelesaikan persoalan dikotomi, tujuan dan fungsi lembaga pendidikan Islam, dan persolalan kurikulum atau materi yang sampai sekarang ini belum terselesaikan, Lembaga-lembaga pendidikan Islam perlu mendesain ulang fungsi pendidikan, dengan memilih model pendidikan yang relevan dengan Perubahan zaman dan kebutuhan masyarakat, Pendidikan Islam didesain untuk dapat membantu meningkatkan keterampilan dan pengetahuan untuk bekerja lebih produktif, dan Pendidikan Islam harus mengembangkan kualitas pendidikannya agar memenuhi kebutuhan-kebutuhan masyarakat yang selalu berubah-berubah
Pemberdayaan Pendidikan Islam Merespon Perkembangan Teknologi Informasi
Pendidikan Islam tidak dipungkiri memiliki peran yang penting dalam perjalanan bangsa Indonesia. Meskipun demikian, keberadaan pendidikan Islam saat ini nampaknya sudah mulai kurang menarik minat umat. Kondisi ini membutuhkan respon yang aktif-kreatif untuk memberdayakan pendidikan Islam untuk merespon Perkembangan lingkungan, termasuk perkembangan teknologi informasi (IT). Tulisan ini menjelaskan potensi TI yang bisa dimanfaatkan oleh pendidikan Islam, baik sebagai lembaga pendidikan Islam maupun sebagai pengajaran Islam. Agenda aksi yang bisa dilakukan oleh pendidikan Islam untuk merespon perkembangkan TI dipresentasikan dalam akhir tulisan ini
PENGARUH ERA GLOBALISASI DALAM PENDIDIKAN ISLAM TERHADAP PERADABAN ISLAM DI KAWASAN ASIA TENGGARA
Masyarakat Asia Tenggara adalah masyarakat religious, di kawasan ini
terdapat sejumlah agama yakni; Islam, Hindu, Kristen, Katolik dan lain -lain.
Khusus agama Islam dianut oleh mayoritas masyarakat yang tinggal di Indonesia,
Malaysia, dan Brunei. Kajian tentang pendidikan Islam di Asia Tenggara ini perlu
dilaksanakan, dengan pertimbangan: pertama, penduduk Islam terbesar di dunia
berada di Asia Tenggara, diperkirakan lebih dari dua ratus juta jiwa. Kedua,
institusi pendidikan Islam seperti “pesantren”, di Malaysia dan Thailand disebut
dengan “pondok”, tersebar di wilayah Asia Tenggara, terutama di Indonesia,
Malaysia, dan Thailand. Ketiga, pendidikan Islam itu sangat adaftif terhadap
perubahan dan kemajuan zaman. Keempat, pendidikan Islam juga terlaksana di
negara yang minoritas penduduk muslimnya.
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui upaya-upaya yang
dilakukan dalam pembaruan sistem pendidikan Islam, untuk mengetahui
hambatan-hambatan yang menjadi kendala dalam melaksanakan pendidikan Islam
di Asia Tenggara, untuk mengetahui kemajuan peradaban Islam di Asia Tenggara.
Untuk mengetahui acuan terhadap permasalahan di atas, dikemukakan teori dan
konsep dari para ahli yang dituangkan ke dalam kerangka teoritis yang digunakan
dalam bentuk premis mayor yang terdiri dari Era Gobalisasi, Pendidikan Islam.
Dan premis minor mengenai Peradaban Islam di Asia Tenggara.
Tingkat analisisnya adalah Induksionis, dimana unit analisisnya berada
pada tingkat yang lebih tinggi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini
adalah Deskriptif yang bertujuan untuk menggambarkan secara rinci fenomena
yang diteliti. Peneliti mengaplikasikannnya pada kaitan program pengembangan
pendidikan Islam di Era Globalisasi pengaruhnya terhadap peradaban Islam.
Teknik pengumpulan datanya menggunakan wawancara dan Studi Kepustakaan.
Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa era globalisasi memberikan
perubahan pada berlangsungnya pendidikan Islam di Asia tenggara. Sesuai arus
perkembangan zaman, maka pendidikan Islam di wilayah ini telah mengalami
perkembangan yang dinamis. Berdirinya lembaga pendidikan sekolah dan
madrasah. Lembaga pendidikan sekolah dan madrasah tersebut mengajarkan mata
pelajaran yang menggabungkan ilmu-ilmu diniyah dengan ilmu-ilmu umum.
Dinamika pendidikan Islam tidak hanya sebatas itu saja, tetapi setelah berakhirnya
perang dunia ke dua, banyak negara di Asia Tenggara ini yang memperoleh
kemerdekaanya, dengan demikian berdiri pulalah perguruan-perguruan tinggi
Islam di kawasan ini. Dengan berdirinya berbagai lembaga pendidikan Islam di
Asia Tenggara adanya kemajuan peradaban Islam di dunia. Bentuk dari kemajuan
peradaban Islam di Asia Tenggara terbitnya berbagai jurnal Islam yang
memberikan kontribusi bagi kemajuan pendidikan Islam dan juga berdirinya
lembaga pendidikan tinggi Islam Internasional (UII) yang berada di pusat
peradaban Islam Asia Tenggara yaitu Kuala Lumpur Malaysia.
Kata Kunci: Era globalisasi, Pendidikan Islam, Peradaban Isla
Nilai-Nilai Pendidikan Islam Dalam Unit Kegiatan Mahasiswa Tapak Suci Universitas Muhammadiyah Surakarta Periode 2012
Islam merupakan agama yang diridhoi oleh Allah SWT, dalam kehidupan
sehari-hari segala sesuatunya diatur dalam Islam. Untuk bisa menjalankan segala
sesuatu maka dengan cara Islam, dalam hal ini dapat diambil nilai-nilai
pendidikan Islam yang menjadi dasar berperilaku umat Islam. Banyak cara yang
bisa digunakan pada zaman sekarang sebagai cara menanamkan nilai-nilai
pendidikan Islam seperti diskusi, seminar, dan organisasi.
Singkatnya, apa yang selalu mereka kerjakan dan mereka sukai, disanalah
seseorang bisa menjadikannya media untuk menyampaikan pendidikan Islam. Hal
semacam ini bisa dilakukan di antaranya melalui organisasi. Salah satunya adalah
Unit Kegiatan Mahasiswa Tapak Suci Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Nilai-nilai pendidikan Islam dalam Unit Kegiatan Mahasiswa Tapak Suci mudah
diterima anggota Tapak Suci karena para anggota Tapak Suci suka dan tidak
merasa beban dalam mengikuti kegiatan Tapak Suci.
Rumusan masalah dalam penelitian ini, apa pendapat anggota Unit
Kegiatan Mahasiswa Tapak Suci Universitas Muhammadiyah Surakarta pada
periode 2012 terhadap nilai–nilai pendidikan Islam serta apa pendapat anggota
terhadap cara menanamkan nilai-nilai pendidikan Islam dalam Tapak Suci. Tujuan
dari penelitian ini adalah Ingin mengetahui pendapat anggota Unit Kegiatan
Mahasiswa Tapak Suci Universitas Muhammadiyah Surakarta pada periode 2012
terhadap nilai–nilai pendidikan Islam serta cara menanamkan nilai-nilai
pendidikan Islam dalam Tapak Suci. Adapun penelitian ini diharapkan dapat
memberikan manfaat sebagai khazanah keilmuan terutama dalam bidang ilmu
pendidikan Islam tentang metode penanaman nilai-nilai Islam dalam pendidikan
non-formal Tapak Suci. Serta bagi masyarakat dan khususnya pecinta Pencak
Silat, berupa nilai-nilai pendidikan Islam yang dapat diperoleh melalui pendidikan
non-formal Tapak Suci.
Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan yang bertempat di UKM
Tapak Suci Universitas Muhammadiyah Surakarta. Sumber data yang digunakan
berupa wawancara, dokumen serta buku-buku tentang pendidikan Islam.
Pengumpulan data dengan metode dokumentasi, observasi, wawancara dan
menggunakan metode anlisis data menggunakan metode deskriptif kualitatif.
Hasil dari penelitian ini ditemukan nilai-nilai pendidikan Islam sebagai
berikut: pertama, nilai pendidikan keimanan yaitu: nilai tauhîd dan nilai
pengawasan, kedua, nilai pendidikan akhlak yaitu: nilai siap siaga, nilai membela
keadilan dan kebenaran, nilai mencari perdamaian dan kasih sayang dan nilai taat
pada pimpinan adapun yang ketiga, nilai pendidikan ibadah yaitu: nilai kepatuhan
dan nilai keterpautan hati dengan Allah. Adapun cara menanamkan nilai-nilai
pendidikan islam yaitu melalui beberapa metode: metode hiwār (percakapan),
metode qishshah (cerita), metode amtśāl (perumpamaan), metode uswah
(keteladanan), metode pembiasaan, metode ‘ibrah dan mau’izah, metode jidāl
(perdebatan dengan cara yang baik) serta metode targhīb dan tarhīb (janji dan
ancaman)
- …
