118,389 research outputs found
PENGARUH SUBTITUSI TEPUNG IKAN DENGAN TEPUNG KEONG MAS (Pomaceae canaliculata) PADA PAKAN TERHADAP RASIO KONVERSI PAKAN, RETENSI PROTEIN DAN RASIO EFISIENSI PROTEIN IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus)
This research executed in laboratory indoor faculty of husbanry - fishery in university muhammadiyah of Malang on 1 - 28 Decembers 2008. Intention of this research to know substitution influence of flour keong fish with flour keong mas ( Pomacea canaliculata) at feed to feed conversion ratio, retention of protein and fish protein efficiency ratio lele dumbo ( Clarias gariepinus).
Method applied is experiment method and design of experiments applied is completely randomized design ( RAL) with 5 treatment that is: comparison of substitution of flour keong mas with fish meal is p1 0 % : 100 %, p2 25 % : 75 %, p3 50 % : 50 %, p4 75 % : 25 %, p5 100 : 0 % and each repeated 3 times.
Result of research shows flour keong mas as substitution of fish gives result influential very real to feed conversion ratio ( FCR), retention of protein ( RP) and protein efficiency ratio ( REP) fish lele dumbo ( Clarias gariepinus). Test result bnt ( smallest reality difference) feed conversion ratio of fish lele dumbo shows treatment p1, p2 and p3 differs in to treatment of p4 and p5. Treatment of p2 yields ratio value fcr is low by 2,68. Test result bnt for retention of fish protein lele dumbo shows treatment p1, p2 and p3 differs in to treatment of p4 and p5. Treatment of p2 yields retention value of highest protein equal to 43,19%. test result bnt feed efficiency ratio shows treatment p1, p2 and p3 differs in to treatment of p4 and p5. treatment of p2 shows value is highest 1,25 %. Level of survival rate at treatment of p1 equal to 93,33%, treatment of p2 equal to 90%, treatment of p3 and p5 83,33 and treatment of p4 equal to 80%.
To obtain maximum result at feed conversion ratio, retention of protein and protein efficiency ratio and can cost effective feed production better apply is feed with substitution of flour keong mas equal to 50%
Pengaruh Substitusi Pakan Alami (Tubifex) Dan Buatan Terhadap Pertumbuhanikan Tilan Lurik Merah (Mastacembelus Erythrotaenia Bleeker, 1850) [Effect of Substitusion of Life Food (Tubifex) with Artificial Food (Pellet) to Fire Eel (M. Erythrotaenia) Growt Rate]
Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggantian pakan alarai dengan kombinasi pakan alami dan buatan terhadap pertumbuhan dan sintasan ikan tilan merah. Penelitian dilakukan di Laboratorium Instalasi Penelitian Perikanan Air Tawar Depok selama 3 bulan dengan menggunakan akuarium ukuran 60x30x40 cm diisi air 40 liter, masing-masing 5 ekor setiap wadali. Berat awal ikan 17-18 gram. Pakan yang diberikan cacing Tubifex sp. dan pakan buatan berkadar protein 40 %. Kombinasi pelet dalam perlakuan adalah: A. Pemberian pakan 100 % cacing tubifex; B. Pemberian pakan 75 % cacing tubifex + 25 % pakan buatan; C. Pemberian pakan 50 % cacing tubifex + 50 % pakan buatan dan D. Pemberian pakan 25 % cacing tubifex + 75 % pakan buatan. Jumlah pakan dihitung berdasarkan berat kering sebanyak 7 % BB/hari diberikan 3 kali. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi pakan alami cacing tubifex dan pakan buatan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap bobot mutlak individu, Iaju pertumbuhan dan sintasan. Kombinasi pakan masih layak untuk pemeliharaan ikan hias adalah 50 % cacing tubifex + 50 % pelet dengan bobot mutlak 5,75 gram, laju pertumbuhan harian 0,46 % dan sintasan 100 % dengan konversi pakan 4,65
TRIVALENT CHROMIUM (CR+3) IN DIETARY CARBOHYDRATE AND ITS EFFECT ON THE GROWTH OF COMMONLY CULTIVATED FISH
Trivalent chromium (Cr+3) is an essential trace mineral for fish bio-physiological functions. Researches on Cr+3 in the form of organic compound indicated that the mineral affected the bio-activity of insulin, the blood glucose influx, and subsequently the blood glucose metabolic rate. By increasing the blood glucose metabolism, dietary carbohydrate will be more efficiently used as a main energy source, thereby, dietary protein could be efficiently retained as for somatic growth. Researches on various feeding habits of fish (e.g. gouramy-herbivorous fish, tilapia-omnivorous fish, and catfish-carnivorous fish) showed that dietary Cr+3 in certain amount increased diet utilization and the fish growth.
Keywords: Blood glucose, chromium, feed, fish, growt
Pemberian Kombinasi Pakan Double Step Down dan Asam Sitrat sebagai Upaya Peningkatan Efisiensi USAha Peternakan Broiler
Penelitian bertujuan untuk mengkaji dan mengevaluasi penerapan kombinasi pakan double step down (DSD) dan asam sitrat (AS) dalam meningkatkan efisiensi USAha peternakan broiler. Penelitian disusun dalam rancangan acak lengkap (RAL). Sebanyak 168 ekor broiler strain MB 202 umur 7 hari dengan bobot badan rata-rata 186,23±0,68 g dibagi dalam 7 perlakuan dan 4 ulangan (@ 6 ekor broiler). Perlakuan sebagai berikut: T0 (pakan kontrol tanpa step down dan AS), T1 (pakan DSD tanpa AS), T2 (pakan DSD + 0,8% AS jeruk nipis), T3 (pakan DSD + 0,4% AS sintetik), T4 (pakan DSD + 0,8% AS sintetik), T5 (pakan DSD + 1,2% AS sintetik) dan T6 (pakan DSD + 1,6% AS sintetik). Parameter yang diamati meliputi bobot karkas, biaya pakan serta income over diet cost (IOFC). Data dianalisis dengan uji F dilanjutkan uji Duncan (P0,05) akibat perlakuan. Perlakuan kombinasi pakan DSD dan AS sintetik 0,4-1,2% (T3-T5) nyata (P<0,05) menurunkan biaya pakan dan meningkatkan IOFC dibanding kontrol (T0). Berdasarkan perhitungan PO, dapat ditentukan level optimal AS sebesar 0,96%. Kesimpulan penelitian bahwa penerapan kombinasi pakan double step down dan asam sitrat 0,8-1,2% dapat digunakan sebagai alternatif peningkatan efisiensi produksi pada broiler
Kajian Pengaruh Penambahan Tepung Tapioka Sebagai Binder Dalam Pakan Buatan Terhadap Pertumbuhan Ikan Nila Gift (Oreochromis SP.)
Ikan nila (Oreohromis sp.) merupakan ikan air tawar yang memiliki nilai ekonomis tinggi sehingga banyak dibudidayakan. Faktor penting dalam budidayaikan adalah ketersediaan pakan. Harga bahan baku pakan yang semakin tinggimenyebabkan harga pakan meningkat, sehingga untuk menekan harga pakan perlu dicari bahan baku lokal yang mudah didapat dan harga terjangkau. Salah satunya dengan memanfaatkan tepung tapioka sebagai bahan perekat untuk pakan buatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penggunaan tepung tapioka sebagai bahan perekat pada pakan ikan nila. Penelitian dilaksanakan pada bulan April hingga Mei 2016 di Laboratorium Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Lampung. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan tiga ulangan yaitu A (pakan ikan dengan perekat carboxy methyl cellulose 2,5%), B (pakan ikan dengan perekat tepung tapioka 5%), C (pakan ikan dengan perekat tepung tapioka 7,5%), dan D (pakan ikan dengan perekat tepung tapioka 10%). Data yang diperoleh dianalisis dengan uji ANOVA dan dilanjutkan dengan uji BNT. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan D (pakan ikan dengan perekat tepung tapioka 10%) memberikan pengaruh nyata terhadap ketahanan pakan dalam air, laju pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan nila. Perlakuan D menghasilakan pertumbuhan berat mutlak 3,68 gram, daya tahanpakan dalam air paling lama 83 menit 26 detik, rasio konversi pakan 1,17 dankelangsungan hidup 100%
PENGARUH SUBSTITUSI PAKAN ORGANIK DAN KOMERSIL TERHADAP KUALITAS TELUR AYAM CROSSBREEDING (JANTAN KAMARAS DAN BETINA ALPU)
Ayam kampung merupakan ayam yang sangat digemari oleh masyarakat Indonesia, sebab ayam kampung identik dengan natural dan organik sehingga banyak yang menyukai daging ayam kampung.Masalah yang dihadapi dalam penyediaan pakan ayam kampung adalah harga pakan yang mahal dan tidak stabil. Salah satu alternatif untuk mengurangi ketergantungan pada bahan pakan impor adalah memaksimalkan penggunaan bahan pakan lokal.Oleh karena itu perlu dilakukan suatu strategi untuk pemanfaatan pakan sumberdaya lokal dalam penyusunan ransum unggas, khususnya ternak ayam lokal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh pakan organik lokal terhadap kualitas telur yang dihasilkan dari crossbreeding ayam jantan Kamaras dan betina ALPU dengan pemberian substitusi pakan organik dan komersil.Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Lapangan Peternakan (LLP) dan Laboratorium Ilmu dan Teknologi Produksi Ternak Unggas, tanggal 12 Februari hingga 19 Mei 2017. Materi yang digunakan adalah betina ALPU sebanyak 24 ekor dan sperma colactionjantan kamaras umur 8 bulan.Ayam betina ALPU dari semua perlakuan diberikan substitusi pakan organik dan komersil dengan imbangan protein dan energi yang berbeda pada setiap perlakuan. Pakan komersil 100% (P0), 75% pakan komersil + 25% pakan organik (P1), 63% pakan komersil + 37% pakan organik (P2), 59% pakan komersil + 41% pakan organik (P3).Penelitian ini menggunakan Rancangan Acek Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan pakan dan 3 ulangan. Setiap perlakuan terdiri dari 6 ekor ayam betina ALPU. Perlakuan yang diberikan adalah pakan komersil yang disubstitusi dengan pakan organik lokal dengan imbangan protein dan energi yang berbeda. Parameter yang diamati adalah kualitas telur tetas ayam crossbreedingyang meliputi berat telur, fertilitas telur, daya tetas telur, sex rasio DOC dan pertambahan berat badan DOC. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan sidik ragam Analisis of variance/ANOVA). Apabila terdapat perbedaan antar perlakuan maka akan dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan (Duncan Multiple Range Test/DMRT) (Steel dan Torrie, 1995).Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa substitusi pakan organik dengan pakan komersil tidak berpengaruh (P>0,05) terhadap berat telur, daya tetas, sex rasio, berat tetas dan pertambahan berat badan anak ayam minggu kedua ayam crossbreeding. Meskipun demikian, berat telur P0 sampai P2 yang memiliki protein sebesar 18-20% lebih tinggi dibanding perlakuan P3 yang memiliki kandungan protein sebesar 16%. Daya tetas cenderung meningkat dilihat dari fertilitas yang cukup tinggi, Hasil penelitian didapatkan bahwa pada semua perlakuan, rata rata menghasilkan DOC betina lebih banyak, dan pertambahan rata rata berat badan anak ayam crossbreeding cenderung meningkat karena pemeliharaan DOC diberikan pakan secara ad libitum.Hasil sidik ragam memperlihatkan bahwa pemberian substitusi pakan organik dan komersil berpengaruh (
- …
