2,809 research outputs found

    Analisis Morfometri Butir Material Dasar Sungai Jali, Jawa Tengah

    Full text link
    Tujuan penelitian adalah 1) mengidentifikasi karakteristik fisik Sungai Jali dari hulu sampai hilir, 2) mempelajari morfometri butir material dasar Sungai Jali dari hulu sampai hilir. Karakteristik fisik Sungai Jali diidentifikasi melalui profil memanjang Sungai Jali dan penampang melintang Sungai Jali. Profil memanjang Sungai Jali dibuat dari pengolahan data ketinggian. Penampang melintang dibuat dari pengukuran morfologi sungai dilapangan. Morfometri butir material dasar mencakup hasil pengukuran Indeks Kebundaran Wadell dan Indeks Kepipihan Cailleux pada sampel material dasar Sungai Jali. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa 1) profil memanjang Sungai Jali menunjukan penurunan ketinggian dari hulu sampai hilir dan penampang melintang Sungai Jali mempunyai distribusi spasial yang semakin melebar ukurannya menuju hilir. 2) Nilai indeks kebundaran butir material dasar Sungai Jali memiliki kecenderungan semakin naik menuju hilir dan nilai indeks kepipihan butir material dasar Sungai Jali juga memiliki kecenderungan yang semakin naik menuju hilir. Kecenderungan kebundaran dan kepipihan butir material dasar Sungai Jali tersebut dikontrol oleh bentuk awal batuan dan proses transportasi dari hulu ke hilir

    Studi Morfometri Dan Faktor Kondisi Sotong (Sepiella Inermis: Orbigny, 1848) Yang Didaratkan Di Ppi Tambaklorok, Semarang

    Full text link
    S. inermis merupakan spesies kompleks dan umumnya memiliki ukuran yang kecil dengan sirip yang sempit. S. inermis dapat ditemukan pada perairan dengan kisaran kedalaman 10-20 meter. Sifat pertumbuhan penting untuk dipelajari baik melalui studi panjang berat, faktor kondisi, dan morfometri karena dapat digunakan untuk upaya pengelolaan yang berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dimana pelaksanaannya melalui teknik survei dan pengambilan sampel menggunakan metode systematic random sampling. Data yang digunakan adalah data panjang mantel (mm) dan berat (gram) dari S. inermis serta pengukuran beberapa variabel morfometri (mm). Dari hasil penelitian hubungan panjang berat S. inermis mengikuti persamaan W = 0,00129 L2,4978. Hal tersebut menunjukkan bahwa sifat pertumbuhan dari S. inermis adalah allometrik negatif. Itu berarti bentuk tubuhnya kurus dan pertambahan panjangnya lebih cepat dari pertambahan berat. Sementara itu berdasarkan hasil pengukuran morfometri menunjukkan variasi sifat pertumbuhan antara variabel-variabel yang diperbandingkan. Lengan memiliki kecepatan tumbuh yang lebih cepat dibandingkan dengan mata, kepala, dan tentakel. Hal itu karena peran lengan yang sangat penting dalam proses kehidupannya untuk menangkap dan menaklukkan buruannya

    Analisis Morfometri Menggunakan Sistem Informasi Geografis untuk Penentuan Sub DAS Prioritas (Studi Kasus Mitigasi Bencana Banjir Bandang di DAS Garang Jawa Tengah)

    Full text link
    Banjir bandang merupakan bencana yang sering terjadi di DAS Garang Jawa Tengah, dengan rata-rata kejadian 2 kali dalam setahun. Oleh karena itu, diperlukan suatu kajian terkait mitigasi bencana banjir bandang di DAS Garang agar risiko di masa mendatang dapat diminimalisir. Tujuan penelitian ini yaitu bertujuan untuk memahami karakteristik hidrologi DAS Garang menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk menentukan subDAS prioritas berdasarkan parameter morfometri sebagai upaya mitigasi bencana banjir bandang. Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi data vektor jaringan sungai dan peta topografi skala 1 : 25.000 terbitan Bakosurtanal. Metode yang digunakan adalah analisis morfometri DAS yang terdiri dari Bifurcation Ratio (Rb), Drainage density (Dd), Stream Frequency (Fs), Texture Ratio (T), Basin Relief (Bh), Relief Ratio (Rh), Ruggedness Number (Rn), Form Factor (Rf), Length of Overland Flow (Lof), dan Constant Channel Maintenance (C) menggunakan sistem informasi geografis (SIG). Penentuan hubungan antar parameter morfometri ditentukan dengan analisis korelasi menggunakan software SPSS 18. Parameter morfometri terkait kemampuan menahan air ditumpangsusun untuk memperoleh nilai prioritas pengelolaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa subDAS Garang menjadi prioritas pertama untuk dikelola, dikuti dengan subDAS Kreo dan subDAS Kripik dalam upaya mitigasi bencana banjir bandang di DAS Garang

    Influence of Gender on Thoracic Pedicle Morphometry

    Full text link
    Introduction. Although transpedicular fixation offers sound biomechanical instrumentation to various pathology of the spine, its USAge in the thoracic spine remains limited. Unique anatomy of thoracic pedicle and associated potential injury to the neural structures are the main limitations in application of pedicle screw in the thoracic spine. Therefore, good knowledge in the morphometry of the pedicle in the thoracal region must be obtained. Materials and methods. We cross-sectionally reviewed morphometry of pedicle in thoracic region from 64 CT Scans of patients aged 17–80 years. Parameters evaluated include transverse outer pedicle diameter, transverse pedicle angle, and chord length. Data obtained were statistically analyzed using Student's t test. Results. Transverse outer pedicle diameter were widest at T1 (male 8.1 mm, female 6.9 mm) and narrowest at T4 (male 4.2 mm, female 3.7 mm). Chord lengths were maximum at T12 and minimum at T1. Transverse pedicle angle were widest at T1 and less than 10° in T7–T12. Conclusions. Gender influences thoracic pedicle morphometry

    Kajian Morfometri Lereng Untuk Konservasi Tanah Di Kecamatan Jatiyoso Kabupaten Karanganyar

    Get PDF
    This research was conducted in the Sub District Jatiyoso District Karanganyar entitled "Study Morphometry Slopes For Soil Conservation In Sub District Jatiyoso District Karanganyar", in order to determine morphometric slope causing geomorphological processes resulting erosion. In addition, also want to know other forms of soil conservation to reduce the occurrence of erosion processes in the study area. The method used in this study is a survey. The survey includes observation and measurement systematically, complemented by the use of secondary data analysis. The sampling technique using stratifed sampling strata land units, the captured data is data morphology, slope, slope length, slope shape, geomorphological processes, forms of conservation, and crop types. While the method of data analysis used is descriptive method. Based on the results of this study indicate that: The characteristics of geomorphology in the study area varies from unit of land that has a slope of the biggest V3 VI Ack Kb and V3 VI Ack Tg, namely 84%, while unit of land that has a slope smallest V4 V Lc Pm and V4 V Lck Pm, which is 9%. Erosion in the area of research that sheet erosion and gully erosion which contained nearly all the land units. And weathering that occurred in the study area almost all land units are heavy weathering. As for the rocks that make up the study area or Litologinya is Lawu Breccia lava rock, Lava and Tuff. Forms of conservation land in the study area is in the form of mechanical and vegetative methods. Conservation shape mechanically both in the form of construction of bench terraces, patio benches were construction, shoddy construction bench terraces, patio benches imperfect. While conservation methods vegetative form of annual plants and crops. With this research in the area Jatiyoso presented in map form morphoconservation a scale of 1: 70,000 and geomorphology map with a scale of 1: 70,000

    Sebaran Aspek Keruangan Tipe Longsoran Di Daerah Aliran Sungai Alo Provinsi Gorontalo (Spread of Spatial Aspect of Landslide Types at Alo Watershed in Gorontalo Province)

    Full text link
    Distribution of spatial aspect of landslide at ALO Watershed of Gorontalo Province has been studied by providing it through form of spread landslide maps at scale of 1 : 50.000. Research site involved all areas of ALO Watershed in Gorontalo Province as having an area of 7,588 Ha. Research sampling was conducted through accidental sampling as exploring all areas across the region prone to landslides at ALO Watershed in order to invent potential spot of landslide occurence. Regarding to the discussion and spread landslide, it was conducted an observation and measurement toward landslide which was occured to all areas of ALO Watershed 15 number spots of landslide occurance. Type of landslide was determined by the measurement and observation of landslide morphometry toward classification index and analysis result. Then it was distributed into the map of spread landslide at scale of 1 : 50.000 in order to acknowledge the spatial spread of landslide occurence at ALO Watershed in Gorontalo Province. Based on the morphometry analysis and classification index of landslide, they showed that landslide types are rotational slide, planar slide, slide flow, and rock block slide. Landslide occurence of ALO Watershed in Gorontalo Province has been spread in areas with steep slope and very steep slopes by having convex surface shape and tend to be straight. It also occures to the area of clay texture and silted loam, and types of volcanic and igneous rocks which contained high silica and encountering weathering. Regarding to the administration area, landslide occurence is spread to the subdistrict of Tibawa, Pulubala, and Isimu Utara subdistricts

    Studi Reproduksi Dan Morfometri Ikan Sembilang (Plotosus Canius) Betina Yang Didaratkan Di Pengepul Wilayah Krobokan Semarang

    Full text link
    One of the fish part of family Plotosidae are Sembilang. This marine fish are usually consumed by the peoples as smoked fish. Peoples know well this fish became of their good teste and has quite nutritious. Although Sembilang not been many studied, but research on aspects of reproduction and morphometry of Sembilang is necessary to prevent the decline in this fish populations. The research was conducted in October 2011 and was continued in April 2012. The samples of the fish taken in the fish landing base in Krobokan, Semarang region. The total number of the fish samples taken as many as 30 fish, with the length between 35 cm to 70 cm and total weight ranged from 250 grams to 1600 grams. The results of the data analysis for the GSI values in both periods (October 2011 and April 2012) obtained between 5,583 % to 33,417 %. The values of Lm in the study period of October 2011 was 36,808 cm and in period of April 2012 was 26,927 cm. Diameter of fish eggs obtained from the both periods (October 2011 and April 2012) between 0,1 cm to 0,8 cm. Length and weight regression of fish in the October 2011 showed W=(0,0171)L2,691 and in the April 2012 showed W=(0,0234)L2,621. The values of condition factor in the October 2011 between 0,843 to 1,111 and in the April 2012 between 0,812 to 1,324

    Analisis Morfometri Bangunan Untuk Evaluasi Penataan Ruang Kawasan Malioboro

    Full text link
    Morfometri bangunan merupakan materi dalam perencanaan tata ruang kawasan Malioboro. Ketinggian bangunan di kawasan Malioboro tidak boleh melebihi pandangan bebas 45° dari batas terluar jalan di seberangnya. Tujuan dalam penelitian ini, yaitu (1) melakukan zonasi ketinggian bangunan di kawasan Malioboro, (2) mengetahui efektivitas penggunaan data DEM LiDAR untuk menyadap data ketinggian bangunan, dan (3) mengevaluasi penataan ruang Kawasan Malioboro. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan data DEM LiDAR untuk memperoleh data morfometri bangunan, serta metode matching untuk mengevaluasi penataan ruang kawasan. Hasil dari penelitian ini yaitu nilai efektivitas data DEM LiDAR dan hasil evaluasi tata ruang. Akurasi total dari nilai ketinggian bangunan yang diperoleh dari data DEM LiDAR pada penelitian ini mencapai 89,41% dengan nilai kesalahan pengukuran sebesar 10,59%. Hasil zonasi ketinggian bangunan menunjukkan bahwa terdapat 179 bangunan yang ketinggiannya melebihi standar ketinggian bangunan maksimum yang ditetapkan. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi penyimpangan ketinggian bangunan sebesar 7,50%
    corecore