4,070 research outputs found
Modelling and Simulating the Architecture and Growth of Arecaceae
Agronomists and research engineers, teamed in AMAP Mixed Research Unit, based in CIRAD BIOS structures have developed field observation techniques, based on the concept of plant architectures developed by botanists from Montpellier. Then they developed methods for the statistical analysis of the resulting probability laws and geometrical characteristics along the lines of operational research. Finally AMAP developed a specific software for calculating and simulating Arecaceae plants, which stochastically respects these laws and strategies; this software, is dedicated to the 3D simulation of diverse palm trees, as Elaeis guineensis, Coco nucifera and Phoenix dactylifera. These simulations are able to produce accurate 3D models of the foliage organisation for different cultivars of the same specie and, naturally, these resulting models can be used for studying many components of the palm trees, studies and modeling have been realized on the root system of Elaeis guineensis. All these works have been driven with strong partnerships in the different countries and, particularly with Mediterranean teams. The project MOCAF Phoenix was elected in 2009 by the Euromediterranean "3+3" incitation program, it is a network structured around research teams from Morocco, Tunisia, Italia and France, nowadays the network has guest partnerships from Algeria and is looking forward for the adhesion of other countries interested in date palm culture. The purpose of this network is the using of AMAP modeling tools and methods dedicated to the axes bring by each partnership coming from their own interest of particular uses of Phoenix dactylifera both for harvesting and landscaping. (Texte intégral
Karakterisasi Mutu Dan Nilai Gizi Nasi Mocaf Dari Beras Analog - (Characterization of Quality and Nutrition Value of Cooked Rice Mocaf From Rice Analog)
Dependence on rice consumption needs to be reduced to overcome the problems of rice supply and health problems. Alternative proposed is producing mocaf-based rice analog. This research aims to study the quality characterization and nutritional value of mocaf-based rice analog. Rice mocaf was made based on mixture of mocaf, rice flour, water and palm oil using variable: 50, 60 and 70% mocaf. Mocaf rice then cooked by using rice cooker, steamer or microwave. The results showed mocaf rice 60% yield highest calorific value. The best cooking method was steaming that resulted nutrient content and calorific value consisting of 49.15% water; 2.05% fat; 2.09% protein; 46.45% carbohydrate; 35.8 mg/kg of iron; 403.4 mg/kg of potassium; 193.8 mg/kg of calcium, 2.0 mg/kg of vitamin B1 and 212.53 ca/100 g calorific value
PENINGKATAN KUALITAS CRACKERS DENGAN KOMBINASI TEPUNG MOCAF DAN TEPUNG WALUH (Cucurbita moschata Durch)
Crackers merupakan camilan yang disukai oleh berbagai kalangan dan usia dengan bahan dasar tepung terigu. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut Indonesia harus mengimpor tepung terigu yang tidak dapat diproduksi di Indonesia sehingga diperlukan penggunaan bahan lain yang dapat meningkatkan kualitas crackers yang dihasilkan. Mocaf dan tepung waluh digunakan sebagai bahan utama pembuatan crackers. Mocaf memiliki karakteristik yang hampir sama dengan tepung terigu, sedangkan tepung waluh kaya akan β-karoten. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 variasi kombinasi terigu, mocaf dan tepung waluh yaitu 100% tepung terigu : 0% mocaf : 0% tepung waluh, 80% tepung terigu : 10% tepung waluh : 10% mocaf , 65% tepung terigu : 15% tepung waluh : 20% mocaf dan 50% tepung terigu : 20% tepung waluh : 30% mocaf. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu produk crackers dengan kombinasi terigu, mocaf dan tepung waluh yag dihasilkan memiliki kadar air 0,98% – 3,25%, kadar abu 2,33 - 4,01%, kadar lemak 16,39 - 17,57%, kadar protein 9,77 - 11,06%, kadar karbohidrat 66,067 - 68,723%, kadar β-karoten 1.191,723 - 5.243,253 μg/100g, kadar serat kasar 3,22 - 4,40%, warna crackers putih – oranye kekuningan, tekstur 1.471 – 4.855,67 N/mm2, serta uji mikrobilogi yang meliputi perhitungan angka lempeng total (ALT) dan angka kapang khamir yang memenuhi standard SNI untuk crackers. Crackers dengan kombinasi 50% terigu : 20% mocaf : 30% tepung waluh memiliki kualitas yang paling baik ditinjau dari sifat kimia dan fisik, sedangkan crackers dengan komposisi 100% terigu memiliki kualitas yang paling baik ditinjau dari sifat mikrobiologi dan organoleptik
PERBANDINGAN MOCAF DENGAN TERIGU DAN KONSENTRASI TELUR AYAM RAS TERHADAP KARAKTERISTIK SUS KERING
The purpose of the research was to determine the effect of flour and mocaf
ratio and also eggs concentration on organoleptic properties including color,
aroma, flavor, texture (crispness) and the panelist preference level of choux pastry
cookies.
This research consisted of two stages such as preliminary research that
aims at selecting the brand type of Mocaf Bandung, Mocaf (PT. Citra Agro
Production), and Mocaf Cleaver in which using due to the main research by
comparing the results of organoleptic response toward color, aroma, flavor and
crispness using hedonic test (favorite) from 30 panelist. The main research used
factorial completely randomized design consisted of 5 levels of flour-mocaf ratio
factors (0: 100, 25:75, 50:50, 75:25 and 100: 0), and 3 levels of egg
concentration factor (21.72%, 23.72%, 25.72%)within 3 replications.
The result showed that flour and mocaf ratio factor in all level effected to
organoleptic responses (hedonic), baking volume, water content and protein
content analysis. The selected formulation is choux pastry cookies in 25:75 flourmocaf
with
25,72%
egg
concentration.
Keywords: mocaf, flour, eggs, choux pastry cookie
DAYA HAMBAT PERTUMBUHAN Escherichia coli dan UJI HEDONIK YOGHURT DENGAN SUBSTITUSI TEPUNG MOCAF
Latar Belakang : E. coli sebagai flora normal usus dapat bersifat patogen. Namun dapat dilakukan upaya pencegahan dengan cara menghambat pertumbuhan E.coli semakin beragam. Salah satu upaya pencegahan tersebut adalah dengan konsumsi produk yang mengandung bakteri asam laktat (BAL). Salah satu produk yang mengandung BAL adalah yoghurt. Fungsi BAL lebih efektif jika dikombinasikan dengan prebiotik. Pemilihan tepung Mocaf sebagai prebiotik karena pada saat diproduksi, bahan baku singkong melalui tahap fermentasi oleh bakteri asam laktat yang akan menghasilkan asam-asam organik yang berfungsi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung Mocaf sebagai prebiotik pada yoghurt terhadap uji hedonik dan daya hambat pertumbuhan Escherichia coli.
Metode : Merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan acak lengkap satu faktor yaitu variasi substitusi tepung Mocaf pada yoghurt dengan 5 taraf perlakuan yaitu yoghurt tanpa substitusi tepung Mocaf sebagai kontrol dan yoghurt dengan substitusi tepung Mocaf 10%, 20%, 30% dan 40%. Analisis statistik dari daya hambat pertumbuhan bakteri E.coli menggunakan uji Kruskal-wallis sedangkan uji kesukaan menggunakan uji Friedman dengan dilanjutkan uji Wilcoxon.
Hasil : Diameter zona bening sebagai parameter daya hambat pertumbuhan bakteri paling tinggi pada yoghurt dengan substitusi tepung Mocaf 40% yaitu 2,85 mm. Substitusi tepung Mocaf tidak berpengaruh secara signifikan terhadap aroma, tekstur, warna, dan rasa yoghurt.
Simpulan : Yoghurt dengan substitusi tepung Mocaf 40% memiliki daya hambat pertumbuhan bakteri E.coli paling tinggi
PENGARUH PENGGUNAAN TEPUNG KORO BENGUK (Mucuna pruriens) DAN TEPUNG MOCAF (Modified Cassava Flour) SEBAGAI SUBSTITUSI TEPUNG TERIGU TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK, KIMIA, DAN SENSORI COOKIES
Cookies is a biscuit, flour-based food product. Wheat flour is a powder
made from wheat. However, wheat is difficult to grow in Indonesia so that we
must import. Wheat flour consumption has increased so it was necessary to
replace with another material. Therefore, there should be a study on the use of
mocaf and velvet bean flour as wheat flour substitution in the making of cookies.
The aim of this study was to determine the level of panelists acceptance of
the cookies formula with organoleptic test. In addition, this study also wanted to
know the physicochemical characteristics of cookies were made from mocaf and
velvet bean flour as wheat flour substitution. In all analyzes used Completely
Randomized Design (CRD) with one factor of consentration variations of wheat
flour, mocaf, and velvet bean flour. Flour consentration from cookies formulas are
F1 (wheat flour 75% : mocaf 20% : velvet bean flour 5%), F2 (wheat flour 60% :
mocaf 30% : velvet bean flour 10%), F3 (wheat flour 45% : mocaf 40% : velvet
bean flour 15%), and F4 (wheat flour 30% : mocaf 50% : velvet bean flour 20%).
The results of sensory analysis showed that cookies formula F1, F2, and F3
were favored by panelists on all parameters, while cookies formula F4 has not
liked on the aftertaste parameter. Physicochemical characteristics of the four
cookies formulas analyzed and then the results were compared with cookies
control (wheat flour 100%). Cookies were made of mocaf and velvet bean flour as
wheat flour substitution have higher ash, protein, fat, and crude fiber content and
have harder texture than cookies control.
Cookies merupakan biskuit yang berbahan dasar tepung terigu yang
berasal dari biji gandum. Namun gandum sulit untuk dibudidayakan di Indonesia
sehingga mengharuskan Indonesia untuk mengimpor dari luar. Kebutuhan
konsumsi tepung terigu semakin meningkat sehingga diperlukan bahan pengganti.
Untuk itu dilakukan penelitian penggunaan tepung mocaf dan tepung koro benguk
sebagai substitusi tepung terigu dalam pembuatan cookies.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat penerimaan
panelis terhadap formula cookies dengan melakukan uji organoleptik. Selain itu,
penelitian ini juga ingin mengetahui karakteristik fisikokimia cookies yang dibuat
dari tepung mocaf dan tepung koro benguk sebagai substitusi tepung terigu. Pada
seluruh analisis digunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor
yaitu variasi konsentrasi tepung terigu, tepung mocaf, dan tepung koro benguk.
Konsentrasi tepung dari formula cookies yaitu F1 (tepung terigu 75% : tepung
mocaf 20% : tepung koro benguk 5%), F2 (tepung terigu 60% : tepung mocaf 30%
: tepung koro benguk 10%), F3 (tepung terigu 45% : tepung mocaf 40% : tepung
koro benguk 15%), dan F4 (tepung terigu 30% : tepung mocaf 50% : tepung koro
benguk 20%).
Hasil analisis sensori menunjukkan cookies formula F1, F2, dan F3
merupakan cookies yang disukai panelis pada semua parameter, sedangkan
cookies formula F4 sudah tidak disukai pada parameter aftertaste. Karakteristik
fisikokimia dari keempat formula cookies dianalisis kemudian hasilnya
dibandingkan dengan cookies kontrol (tepung terigu 100%). Cookies yang dibuat
dengan tepung mocaf dan tepung koro benguk sebagai substitusi tepung terigu
memiliki kandungan abu, protein, lemak, dan serat kasar lebih tinggi serta
memiliki tekstur yang lebih keras dibandingkan dengan cookies kontrol
Characteristic of Analog Rice Using Hot Extruder Twin Screw
The research aimed to determine the characterization of the physical, chemical and organoleptic of analog rice. Samples from analog rice consist two formulations e.i with 50% mocaf 50% corn flour (R) and with propotion 40% mocaf : 50% corn flour: 10% sweet potato (U), triplicated. Parameters lightness, Hue, weighs of 100 grain, weight per grain, bulk density, proximat and organoleptics were analysed. Beras analog R and U have characteristic values of L (Lightness) 33.2-37.0 and Hue (ºH) 96.0-360.9, weighs of 100 grain 3.12-3.52 grams and weight per grain 0.031-0.035 grams, bulk density 0.617-0.639 g/ml, moisture content 11.50-13.73%, ash content 0.69-0.97%, protein 4.22-7.67%, crude fat 0.716-0.725%, carbohydrate 76.90-82.86%, starch 65.39-74.79%, amylose 4.76-4.82%, amylopectin 95.18-95.24% and in vitro digestibility 49.45-51.18%. KARAKTERISTIK BERAS ANALOG MENGGUNAKAN HOT EXTRUDER TWIN SCREWTujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari sifat fisik, kimia dan organoleptik dari beras analog berbahan dasar mocaf, tepung jagung dan ubi ungu. Sampel yang digunakan terdiri dari 2 formulasi beras analog menggunakan mocaf 50% : tepung jagung 50% (R) dan mocaf 40% : tepung jagung 50% : tepung ubi ungu 10% (U) yang diulang sebanyak 3 kali dengan parameter yang diuji meliputi kecerahan (L*), Hue (ºH), bobot 100 butir, berat per butir, densitas kamba, proksimat dan organoleptik. Beras analog R dan U memiliki karakteristik yaitu 33,2-37,0 (nilai kecerahan); 96,0-360,9 Hue (ºH); 3,12-3,52 gram (bobot 100 butir); 0,031-0,035 gram (berat per butir); 0,617-0,639 gram/mL (densitas kamba); 11,50-13,73% (kadar air); 0,69-0,97% (kadar abu); 4,22-7,67% (kadar protein); 0,716-0,725% (kadar lemak); 76,90-82,86% (kadar karbohidrat); 65,39-74,79% (kadar pati); 4,76-4,82% (kadar amilosa); 95,18-95,24% kadar amilopektin dan 49,45-51,18% (daya cerna)
Ipteks Bagi Kelompok USAha Tepung Mocaf di Kelurahan Kandri Kecamatan Gunungpati Semarang
Tujuan dari IbM ini adalah meningkatkan value added atau nilai tambah dari singkong atau ketela pohon dengan memberikan pelatihan, penyuluhan dan pendampingan untuk meningkatkan hasil budidaya tanaman singkong sebagai bahan baku pembuatan tepung mocaf serta pengembangan dan pengolahan tepung mocaf menjadi aneka makanan olahan. Metode yang dilakukan melalui penyuluhan, pelatihan dan praktek pembuatan makanan, praktek pengemasan, dan pemasaran melalui pembuatan website, serta pendampingan kegiatan. Hasil dari IbM adalah meningkatnya kualitas hasil panen singkong dan produk makanan olahan berbahan baku tepung mocaf serta pemasaran hasil produksi melalui web di internet
PENGARUH KONSENTRASI TEPUNG MODIFIED CASSAVA FLOUR (MOCAF) DAN LAMA FERMENTASI TERHADAP KUALITAS SOYGHURT
Soyghurt merupakan susu kedelai hasil fermentasi bakteri asam laktat
Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophillus. Soyghurt memiliki
kekurangan karena tidak mengandung laktosa seperti susu sapi, serta memiliki
tingkat kestabilan yang rendah, sehingga dilakukan penambahan tepung mocaf
untuk menambahkan tingkat kestabilan dari soyghurt.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan
tepung mocaf dengan lama fermentasi terhadap karakteristik soyghurt yang
dihasilkan.
Metode penelitian yang dilakukan terdiri dari penelitian pendahuluan dan
penelitian utama. Penelitian pendahuluan dilakukan untuk mengetahui kualitas susu
kedelai yang digunakan. Penelitian utama dilakukan untuk mengetahui pengaruh
penambahan tepung mocaf dan lama fermentasi terhadap karakteristik soyghurt
yang dihasilkan. Rancangan percobaan yang digunakan menggunakan Rancangan
Acak Kelompok (RAK) dengan pola factorial 3 x 3 dengan tiga kali ulangan. Faktor
pertama adalah konsentrasi tepung mocaf (10%, 15%, 20%) dan faktor kedua
adalah lama fermentasi (8 jam, 10 jam, 12 jam). Variable respon pada penelitian ini
adalah respon kimia, fisik, mikrobiologi dan organoleptik.
Hasil dari penelitian pendahuluan pengujian susu kedelai menunjukkan
bahwa kadar pati sebesar 6,71%, kadar protein sebesar 4,67%, kadar lemak sebesar
16,17% dan total bakteri asam laktat yang diuji pada starter yoghurt sebesar 2,0 x
107 cfu/ml. Hasil penelitian utama yang dilakukan dapat diketahui bahwa interaksi
penambahan konsentrasi tepung mocaf dan lama fermentasi berpengaruh terhadap
nilai pH, kadar asam laktat, kadar pati, viskoksitas, total mikroba soyghurt serta
nilai organoleptik pada rasa, aroma, tekstur (mouthfeel) sedangkan tidak
berpengaruh pada kadar protein dan lemak dari soyghurt.
Kata kunci: soyghurt, tepung mocaf, lama fermentas
- …
