12,883 research outputs found
GAMBARAN KASUS DEVIASI MANDIBULA PADA SISWA SMAN 2 MODAL BANGSA ACEH BESAR
ABSTRAKNama : Phonna Chlissma PutraProgram Studi : Kedokteran GigiJudul : Gambaran Deviasi Mandibula Pada Siswa SMAN 2 ModalBangsa Aceh Besar.Deviasi mandibula diartikan sebagai penyimpangan pergerakan mandibula saatpembukaan rahang. Deviasi mandibula dapat dilihat dengan adanyaketidakharmonisan garis tengah saat membuka dan menutup mulut., sebagian besardisebabkan oleh kebiasaan parafungsional, mengunyah satu sisi, maloklusi dantrauma. Deviasi mandibula disebabkan oleh perubahan bentuk pada permukaanartikular. Biasanya deviasi dapat terjadi pada kondil, fosa dan diskus. Hampir semuadeviasi mandibula menyebabkan disfungsi yang mempunyai pola pergerakan khusus.Disfungsi ini dapat diamati dengan pembukaan rahang secara berulang. Tujuanpenelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran deviasi mandibula pada siswaSMAN 2 Modal Bangsa Aceh Besar. Penelitian ini adalah penelitian deskriptifanalitik. Subjek penelitin terdiri dari seluruh siswa SMAN 2 Modal Bangsa AcehBesar yang sesuai dengan kriteria inklusi. Subjek diberikan kuesioner dan dilakukanwawancara, screening serta pemeriksaan klinis berupa melihat gambaran pergerakanmandibula. Hasil penelitian didapatkan jumlah siswa yang mengalami deviasimandibula adalah 42 orang dari total 270 siswa di SMAN 2 Modal Bangsa AcehBesar. penyebab deviasi mandibula dari 42 orang siswa yang mengalami deviasiberupa kebiasaan parafungsional sebanyak 38 kasus, mengunyah satu sisi sebanyak17 kasus, trauma sebanya 22 kasus dan maloklusi sebanyak 19 kasus. Siswa laki-lakiSMAN 2 Modal Bangsa Aceh Besar lebih banyak yang mengalami deviasi mandibuladibandingkan perempuan sebesar 23 siswa laki-laki dan 19 siswa perempuan. Hasilpenelitian berdasarkan umur didapatkan siswa yang berumur 16 tahun yangmenglami deviasi mandibula sebanyak 18 siswa, umur 17 tahun sebanyak 15 siswadan umur 10 siswa.Kata Kunci : deviasi mandibula, disharmoni oklusi
Pelaksanaan Fisioterapi Pada Kasus Trismus Temporomandibula Joint Sinistra Di RSUD Salatiga
Latar Belakang : Temporomandibula jointmerupakan terjadinya disfungsi otot –
otot pengunyahan dan sendi temporomandibula yang menghubungkan rahang
bawah dan tengkorak. Nyeri yang dirasakan menyebabkan terbatasnya gerakan
pada mandibula dan terkadang menimbulkan bunyi saat terjadi pergerakan
mandibula. Fisioterapi dalam kasus ini berperan dalam mengembalikan fungsi
gerak sendi mandibula agar dapat bergerak seperti semula dengan menggunakan
berbagai modalitas salah satunya Infra red, massage pada wajah, dan exercise
mandibula .
Tujuan : Untuk mengetahui penatalaksanaan fisioterapi dalam mengurangi nyeri,
meningkatkan lingkup gerak sendi dan meningkatkan kekuatan otot pada kasus
temporomandibula joint sinistra dengan menggunakan modalitas infra red,
massage dan exercise mandibula .
Hasil : Setelah dilakukan terapi selama 6 kali didapat hasil penilaian penurunan
derajat nyeri, nyeri diam T1 : 2 menjadi T6 : 1, nyeri tekan T1 : 4 menjadi T6 : 2,
nyeri gerak T1 : 6 menjadi T6 : 5, peningkatan kekuatan otot depresor T1 : 1
menjadi T6 : 3, elevator T 1 : 1 menjadi T6 : 3, lateral deviasi sinistra T1 : 0 menjadi
T6 : 3, lateral deviasi dextra T1 : 1 menjadi T6 : 5, protusor T1 : 0 menjadi T6 :3.
Kesimpulan : Infra red dapat mengurangi nyeri dalam kondisi temporomandibula
joint sinistra massage dan exercise mandibula dapat meningkatkan lingkup gerak
sendi dan meningkatkan kekuatan otot pada kondisi temporomandibula sinistra
Ontogeny of the osteocranium in the African catfish, Clarias gariepinus burchell (1822) (Siluriformes: Clariidae): Ossification sequence as a response to functional demands
A
Pembuatan Filamen Biodegradasi Printer 3d Metode Fused Deposition Modelling dari Polimer Sintesis dan Hidroksiapatite Bovine untuk Implan Scaffolds Rekonstruksi Mandibula
Penyebab kematian di dunia salah satunya penyakit kanker dan menyumbang sekitar 0.2% dari jumlah kasus kanker. Setiap tahun tidak kurang dari 240.000 kasus kanker tulang terjadi di Indonesia, terdiri dari dari tumor jinak dan tumor ganas. Tercatat 455 kasus tumor tulang yang terdiri dari 327 kasus tumor tulang ganas (72%) dan 128 kasus tumor tulang jinak (28%) dalam kurun waktu 10 tahun (1995-2004) di RSCS DR. Cipto Mangunkusumo Jakarta. Tumor mandibula berpotensi menimbulkan gangguan penyembuhan tulang mandibula. Adapun prosedur reseksi tumor mandibula menimbulkan defek mulai dari celah pada tulang alveolus sampai dengan diskontinuitas tulang mandibula. Rekonstruksi mandibular bertujuan untuk pembentukan kontinuitas mandibula salah satunya menggunakan media scaffolds. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan komposisi yang optimal, temperatur semi cair yang rendah dan waktu degradasi lebih cepat. Metode penelitian dengan variabel komposisi campuran 90:10, 85:15, dan 90:10. Spesimen diuji XRD, SEM, dan TGA. Hasil uji untuk komposisi campuran terbaik pada komposisi 90:10, untuk interface baik, butiran kecil, temperatur rendah, ikatan antar muka lebih kuat, dan material mudah terdegradasi
Perawatan Pergeseran Mandibula Dan Kliking Menggunakan Teknik Edgewise Dan Trainer
Kasus ini terjadi pada perempuan usia 22 tahun yang bersedia dipublikasikan untuk kepentingan ilmu pengetahuan. Keluhan utama mandibula dan dagunya bergeser ke kanan, gigitan terbuka posterior dan bunyi click di persendian temporomandibular. Diagnosis pasien adalah maloklusi Angle kelas III tipe dento skeletal, pergeseran garis tengah mandibula dan dagu ke kanan, gigitan terbuka posterior dan clicking pada sendi temporomandibular. Perawatan dilakukan dengan teknik Edgewise dan trainer. Leveling dan unraveling dilakukan menggunakan kawat stainless steel bulat diameter 0,014 mm dengan multiloop. Trainer digunakan untuk koreksi pergeseran mandibula. Perawatan dilakukan selama 11 bulan, dan menunjukkan hasil hubungan molar pertama kanan menjadi kelas I. Overjet meningkat dari 0,1 mm menjadi 2 mm, overbite meningkat dari 0,2 mm menjadi 2,57 mm, garis tengah mandibula yang semula bergeser ke kanan 4,38 mm menjadi 2,53 mm, gigitan terbuka posterior dan clicking telah terkoreksi.Compromised Treatment of Class III Malocclusion with Mandibular Shifting, Posterior Openbite and Clicking Using Edgewise Technique and Trainer In Adult. This case report described the treatment of an adult female 22 years old who complained that her mandibula and chin shift to the right, posterior openbite and clicking. The patient diagnosed class III molar relationship, skeletal class III malocclusion, mandibular midline and chin shift to the right, posterior openbite and clicking on temporomandibular joint. Treatment was conducted using combination between Edgewise Technique and trainer. Leveling and unraveling are achieved by round stainless steel archwire 0,014 mm with multiloop. Trainer used to corrected the mandibular shifting. Result after 1 years treatment showed that the right molar relationship became class I, overjet increased from 0,1 mm to 2 mm, overbite increased from 0,2 mm to 2,57 mm, mandibular midline shifting decresed from 4,38 mm to 2,53 mm, posterior openbite and clicking have been corrected
- …
