1,397,111 research outputs found

    PENGARUH KONSEP DIRI, LINGKUNGAN SEKOLAH, DAN LINGKUNGAN TEMAN SEBAYA TERHADAP PRESTASI BELAJAR ELEKTRONIKA DASAR KOMPETENSI KEAHLIAN TEKNIK AUDIO VIDEO (TAV) DI SMK MUHAMMADIYAH 1 BANTUL

    Get PDF
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsep diri terhadap prestasi belajar, lingkungan sekolah terhadap prestasi belajar, lingkungan teman sebaya terhadap prestasi belajar, dan konsep diri, lingkungan sekolah, dan lingkungan teman sebaya secara bersama-sama terhadap prestasi belajar. Penelitian ini merupakan jenis penelitian ex-post facto dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa Kompetensi Keahlian Teknik Audio Video SMK Muhammadiyah 1 Bantul, teknik pengambilan sampel simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 83 siswa, teknik pengambilan data menggunakan angket, dan untuk teknik analisis data menggunakan analisis regresi ganda. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan, dengan taraf signikiansi 5% menunjukkan bahwa, terdapat pengaruh positif dan signifikan antakra variabel konsep diri dengan prestasi belajar elektronika dasar yang ditunjukkan oleh nilai sebesar 2.332 dengan koefisien signikiansi sebesar 0.022 dan koefisien regresi (b1) sebesar 0,684. Terdapat pengaruh positif dan signifikan variabel lingkungan sekolah terhadap prestasi belajar elektronika dasar siswa, hal ini dibuktikan dengan adanya perhitungan bahwa sebesar 2.500 dengan koefisien signikiansi sebesar 0.014 dan koefisien regresi (b1) sebesar 0,710.terdapat pengaruh negatif dan signifikan variabel lingkungan teman sebaya terhadap prestasi belajar elektronika dasar siswa, hal ini dibuktikan dengan adanya perhitungan bahwa sebesar -2.784 dengan koefisien signikiansi sebesar 0.007 dan koefisien regresi (b1) sebesar -0,424. Terdapat pengaruh konsep diri, lingkungan sekolah, dan lingkungan teman sebaya secara bersama-sama terhadap prestasi belajar elektronika dasar. Hal ini didasarkan atas pengujian analisis regresi ganda diperoleh sebesar 5,047, nilai signifikansi sebesar 0,003, nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,161 yang berarti bahwa perubahan dalam prestasi belajar dapat dipengaruhi oleh perubahan dari konsep diri, lingkungan sekolah, dan lingkungan teman sebaya sebanyak 16,1%. Sedangkan sisanya 83,9% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Kata kunci: konsep diri, lingkungan sekolah, lingkungan teman sebaya, prestasi belaja

    PENGARUH MOTIVASI, LINGKUNGAN DAN DISIPLIN TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA PADA JURUSAN TEKNIK AUDIO VIDEO SMK NEGERI 3 YOGYAKARTA

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Pengaruh motivasi terhadap prestasi belajar di sekolah, (2) Pengaruh lingkungan terhadap prestasi belajar di Sekolah, (3) Pengaruh disiplin terhadap prestasi belajar di sekolah, (4) Pengaruh dari ketiga faktor tersebut (motivasi, lingkungan, disiplin) terhadap prestasi belajar siswa disekolah secara bersama-sama. Penelitian ini merupakan penelitian Ex-post Facto yang bersifat deskriptif korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Subjeknya siswa kelas XI Teknik Audio Video yang berjumlah 34 siswa. Data diambil menggunakan metode dokumentasi, test dan angket. Validitas instrument angket dilakukan dengan analisis butir menggunakan rumus korelasi Product Moment dan uji reliabilitas menggunakan rumus Alpha Cronbach. Pengujian hipotesis dengan analisis korelasi Product Moment dan analisis regresi ganda, yang sebelumnya dilakukan uji persyaratan analisis meliputi uji normalitas, linieritas dan multikolinieritas Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel Motivasi, Lingkungan dan Disiplin secara bersama-sama berpengaruh positif hal ini ditunjukkan dengan koefisien r = 0,888, r hitung lebih besar dari r tabel (0,888 >0,339). Koefisien determinan (r2) sebesar 0,789, ini berarti 78,9% dapat diketahui juga bahwa Motivasi memberikan sumbangan efektif 5,44%, lingkungan memberikan sumbangan efektif 28,85% dan disiplin memberikan sumbangan efektif 44,61% serta ditunjukan dengan persamaan Y =71,095+ 0,014X1 + 0,107X2 + 0,171X3. Dengan demikian maka disiplin memberi pengaruh dominan dengan sumbngan efektif 44,61% dibanding dengan motivasi dan lingkungan terhadap prestasi belajar siswa pada Jurusan Teknik Audi Video SMK Negeri 3 Yogyakarta kelas XI AV2 tahun ajaran 2011/2012

    Evaluasi Taraf Pelaksanaan Industri yang Berkelanjutan Berdasarkan ISO 14001 (Studi Kasus di PT. XYZ)

    Get PDF
    Abstrak Kegiatan industri berperan terhadap tiga hal secara signifikan, yaitu kepada faktor ekonomi, faktor sosial, dan faktor lingkungan. Pengaruh industri terhadap ekonomi dan sosial adalah pengaruh positif, dimana kegiatan industri menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan negara. Sementara itu, pengaruh industri terhadap lingkungan, yaitu berupa pencemaran lingkungan adalah pengaruh yang merugikan. Kombinasi yang seimbang dari ketiga faktor terpengaruh tersebut akan mewujudkan industri yang berkelanjutan. PT. XYZ adalah perusahaan pembuat mainan fashion dolls yang beroperasi di Cikarang, Indonesia sejak tahun 1992. Perusahaan ini menganut komitmen untuk menjalankan strategi industri berkelanjutan yang diutamakan pada masalah lingkungan. Perusahaan juga memiliki kebutuhan untuk memperoleh pengakuan sistem manajemen lingkungan secara internasional, dan tuntutan untuk memenuhi hukum perlindungan lingkungan yang disyaratkan oleh asosiasi pabrik mainan yang diikutinya. Oleh karena itu, perusahaan berusaha mengupayakan praktik industri berkelanjutan di dalam kegiatan manufakturnya demi mendapatkan pengakuan internasional berupa sertifikasi ISO 14001 tentang manajemen lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana kesiapan perusahaan dalam menerapkan praktik industri berkelanjutan. Pengukuran dilakukan dengan instrumen kuesioner, yaitu untuk menilai status perusahaan dan tingkat pengetahuan karyawan, serta korelasi kedua hal tersebut. Kuesioner disebarkan kepada karyawan staff perusahaan. Analisa evaluasi yang dilakukan melalui pendekatan PDCA. Dari hasil kuesioner diperoleh hasil status perusahaan mendapat nilai 69,92% dan masuk dalam kategori baik. Tingkat pengetahuan karyawan mendapat nilai 70,90% dan masuk dalam kategori baik. Meskipun kedua penilaian mendapatkan hasil baik, namun ada hal yang masih perlu ditingkatkan. Hal yang perlu ditingkatkan adalah pada tahap Act yang kontribusi nilainya paling rendah. Usulan perbaikan yang diberikan kepada perusahaan ditekankan pada tahap Act. Abstract Industrial activity contributes to a significant three things, namely the economic, social, and environmental factors. Industry influence on the economic and social development is a positive influence, where industrial activities create jobs and increase state revenues. Meanwhile, the influence of industry on the environment, namely in the form of environmental pollution is the adverse effect. A balanced combination of all three factors affected the industry will achieve sustainable. PT. XYZ is a company of fashion dolls toy makers operating in Cikarang, Indonesia since 1992. The company is embracing a commitment to run a sustainable industrial strategy that focused on environmental issues. The company also has a need to gain recognition in the international environmental management system, and demands to meet environmental protection laws required by the association of toy manufacturers that follow. Therefore, the company tried to pursue sustainable industrial practices in its manufacturing activities in order to obtain international recognition of ISO 14001 on environmental management. This study aims to measure how far the company's readiness in implementing sustainable industrial practices. Measurements conducted with a questionnaire instrument, namely to assess the status of the company and knowledge level of employees, as well as both of these correlations. Questionnaires distributed to staff employees of the company. Analysis of the evaluation conducted through the PDCA approach. From the questionnaire results obtained by the status of the company scored 69.92% and classified as good. Knowledge level of employees got an 70.90% and classified good as well. Although both assessments get good results, but there are things that still need to be improved. Things that need to be improved is in the Act phase which contribution is at the lowest value. Proposed improvements to the company emphasized in the Act phase

    MINAT BERWIRAUSAHA BERBASIS TEKNOLOGI PADA SISWA SMK (Studi di SMK N 2 Pengasih, SMK N 2 Depok, dan SMK N 2 Yogyakarta)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1). Pengaruh prestasi belajar mata pelajaran produktif terhadap minat berwirausaha berbasis teknologi pada siswa SMK 2). Pengaruh prestasi belajar mata pelajaran kewirausahaan terhadap minat berwirausaha berbasis teknologi pada siswa SMK 3). Pengaruh lingkungan keluarga terhadap minat berwirausaha berbasis teknologi pada siswa SMK 4). Pengaruh prestasi belajar mata pelajaran produktif, prestasi belajar mata pelajaran kewirausahaan dan lingkungan keluarga terhadap minat berwirausaha berbasis teknologi (minat technopreneurship) pada siswa SMK. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan expost facto. Populasi berjumlah 180 siswa, terdiri atas siswa kelas VII SMK Negeri 2 Pengasih Kulonprogo, SMK Negeri 2 Yogyakarta, dan SMK Negeri 2 Depok. Sampel berjumlah 119 ditentukan berdasarkan teknik proporsional random sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner (angket) dan mencermati dokumen raport. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif dan analisis inferensial. Hasil analisis data menunjukkan bahwa: 1). Terdapat pengaruh negatif dan tidak signifikan prestasi belajar mata pelajaran produktif terhadap minat berwirausaha berbasis teknologi pada siswa SMK sebesar 2,2%; 2). Terdapat pengaruh positif dan signifikan prestasi belajar mata pelajaran kewirausahaan terhadap minat berwirausaha berbasis teknologi pada siswa SMK sebesar 3,76%; 3). Terdapat pengaruh positif dan signifikan lingkungan keluarga terhadap minat berwirausaha berbasis teknologi pada siswa SMK sebesar 44%; dan 4). Terdapat pengaruh positif dan signifikan prestasi belajar mata pelajaran produktif prestasi belajar mata pelajaran kewirausahaan dan lingkungan keluarga secara bersama-sama terhadap minat berwirausaha berbasis teknologi pada siswa SMK sebesar 47%

    PERBEDAAN FASILITAS BENGKEL DAN LINGKUNGAN PRAKTIK TERHADAP PRESTASI KERJA LAS DASAR SISWA KELAS I JURUSAN OTOMOTIF SMK MUHAMMADIYAH DI KABUPATEN SLEMAN

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran umum dari fasilitas bengkel dan lingkungan praktik yang ada pada tiap sekolah, selanjutnya menganalis data tersebut apakah terdapat perbedaan prestasi dari kerja las dasar siswa yang ditinjau dari fasilitas bengkel dan lingkungan praktik di sekolah yang berbeda. Jika terdapat perbedaan prestasi las dasar pada tiap sekolah tersebut maka bisa diartikan terdapat pengaruh fasilitas bengkel dan lingkungan praktik terhadap prestasi kerja las dasar siswa. Penelitian ini berlangsung di bengkel las Teknik Mekanik Otomotif SMK Muhammadiyah Prambanan dan SMK Muhammadiyah Cangkringan. Data utama penelitian ini diperoleh dengan mengisi lembar instrumen yang dibuat berdasarkan acuan standar dari Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), sedangkan data penunjang dikumpulkan dari berbagai dokumen yang ada di bengkel praktik. Data yang dikumpulkan melalui pengamatan, observasi, dan dokumentasi nilai raport siswa. Data kondisi dari fasilitas bengkel yang sudah didapatkan selanjutnya diolah dengan uji varian satu jalur (one way ANOVA) pada prestasi las dasar siswa pada kedua sekolah tersebut menggunakan bantuan paket komputer SPSS dan Microsoft excel. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa: (1) Gambaran secara umum dari fasilitas bengkel di SMK Muhammadiyah Prambanan jumlah fasilitas bengkel yang dimiliki berjumlah 104, dari jumlah tersebut 88 dalam kondisi baik, 7 berkondisi kurang baik tetapi masih dapat digunakan, sedangkan 9 fasilitas dalam kondisi tidak bisa dipakai (rusak berat), sedangkan SMK Muhammadiyah Cangkringan jumlah fasilitas bengkel yang dimiliki hanya 25 semuanya masih dalam kondisi baik; (2) Terdapat perbedaan prestasi kerja las dasar siswa di SMK Muhammadiyah Prambanan dan SMK Muhammadiyah Cangkringan yang diakibatkan fasilitas bengkel yang berbeda, hal tersebut berdasarkan dari hasil Uji One Way ANOVA dimana F hitung > F tabel (58.062>3.89) dengan tingkat signifikansi α = 0.05, sehingga Ho ditolak Ha diterima, yang berarti prestasi kerja las dasar siswa dari sekolah yang memiliki fasilitas bengkel baik, lebih tinggi dari pada prestasi kerja las dasar siswa dari sekolah yang fasilitas bengkelnya kurang baik r; (3) Terdapat perbedaan prestasi kerja las dasar siswa di SMK Muhammadiyah Prambanan dan SMK Muhammadiyah Cangkringan yang diakibatkan lingkungan praktik yang berbeda, hal tersebut berdasarkan dari hasil Uji One Way ANOVA dimana F hitung > F tabel (58.062>3.89) dengan tingkat signifikansi α = 0.05, sehingga Ho ditolak Ha diterima, yang artinya prestasi kerja las dasar siswa dari sekolah yang memiliki lingkungan praktik baik, lebih tinggi dari pada prestasi kerja las dasar siswa dari sekolah yang lingkungan praktiknya kurang baik

    Hubungan Lingkungan Sekolah, Keluarga, dan Masyarakat Terhadap Karakter Siswa SMK Negeri Kelompok Teknologi Se-Kabupaten Sleman

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) kondisi karakter siswa, lingkungan sekolah, lingkungan keluarga, dan lingkungan masyarakat siswa SMK Negeri kelompok teknologi di kabupaten Sleman; (2) hubungan antara lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat dengan karakter siswa SMK Negeri kelompok teknologi di kabupaten Sleman. Populasi penelitian ini adalah SMK Negeri kelompok teknologi di kabupaten Sleman, yang terdiri atas SMKN 1 Seyegan dan SMKN 2 Depok. Jenis penelitian ini adalah ex post facto. Jumlah sampel ditentukan berdasarkan pada tabel Isaac & Michael dengan mengambil tingkat kesalahan α sebesar 5%. Jumlah sampel setiap kelas diambil secara proportional terhadap populasi yang bersangkutan. Sampel dipilih secara random pada setiap kelas, dengan cara tersebut diperoleh jumlah sampel sebanyak 295 siswa terdiri atas kelas X = 147 siswa dan kelas XI = 148 siswa. Hipotesis dalam penelitian ini diuji dengan analisis korelasi parsial dan analisis regresi metode stepwise dengan bantuan program SPSS v.17. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara lingkungan sekolah dengan karakter siswa SMKN kelompok teknologi di Kabupaten Sleman (p < 0,05); (2) terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara lingkungan keluarga dengan karakter siswa SMKN kelompok teknologi di Kabupaten Sleman (p < 0,05); (3) terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara lingkungan masyarakat dengan karakter siswa SMK Negeri kelompok teknologi di Kabupaten Sleman (p < 0,05); (4) terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat dengan karakter siswa SMK Negeri kelompok teknologi di Kabupaten Sleman (p < 0,05). Ketiga ubahan bebas dapat menjelaskan 14,2% terhadap ubahan terikatnya

    Pengalaman Menjadi Gay (Studi Fenomenologi pada Pria Homoseksual menuju Coming Out)

    Get PDF
    Beren (2013) menyatakan bahwa homoseksualitas terjadi di seluruh lapisan masyarakat dunia dengan perkiraan 21% pria di dunia adalah kaum gay. Pandangan pro dan kontra yang terjadi di masyarakat menyebabkan kaum gay melakukan penyesuaian sosial setelah kaum gay melakukan coming out. Penyesuaian diri pada kaum gay bukanlah hal yang mudah karena kaum gay menghadapi tekanan-tekanan dari dalam dirinya sendiri maupun tekanan dari lingkungan. Peneliti menggunakan pendekatan fenomenologis dengan metode Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Pengambilan data dilakukan dengan wawancara dan observasi. Partisipan dalam penelitian ini memiliki karakteristik utama pria homoseksual yang sudah mengungkapkan diri sebagai sebagai gay pada keluarga dan lingkungan. Hasil penelitian menunjukan faktor pendukung individu menjadi gay adalah pola asuh yang salah, tidak adanya role model laki-laki yang terdapat pada figur ayah sehingga individu mengidentifikasi diri sebagai gay dan memutuskan untuk coming out. Persepsi lingkungan yang menerima atau menolak serta stressor yang dialami oleh gay mengakibatkan ketiga subjek untuk melakukan coping stress berupa sikap menghindar, mengalihkan perhatian, menyembunyikan identitas, dan membatasi pergaulan sebagai usaha untuk berinteraksi dengan masyarakat

    GRAMMATICAL INTERFERENCE OF JAVANESE LANGUAGE IN INDONESIA LANGUAGE BY KINDERGARTEN’S CHILDREN

    Get PDF
    Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat multilingual yang menggunakan lebih dari satu bahasa dalam berkomunikasi, salah satu contohnya adalah masyarakat Jawa. Masyarakat Jawa merupakan salah satu masyarakat yang semenjak dini telah menggunakan bahasa Jawa atau bahasa Indonesia untuk berkomunikasi dalam kehidupan sehari-hari. Skripsi yang berjudul “Grammatical Interference of Javanese Language in Indonesian Language by Kindergarten’s Children” ini merupakan sebuah penelitian mengenai interferensi bahasa Jawa ke bahasa Indonesia dalam bahasa percakapan yang digunakan oleh murid TK untuk berkomunikasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis interferensi yang sering terjadi pada murid TK dan mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan interferensi tersebut. Penulis menggunakan teori dari Weinreich yang membedakan interferensi menjadi tiga, yaitu interferensi fonologi, grammatikal dan leksikal. Dalam penelitian yang menggunakan metode padan untuk menganalisa data ini, penulis menemukan adanya interferensi grammatikal dalam tutur bahasa yang digunakan murid TK. Interferensi yang terjadi merupakan interferensi dari bahasa Jawa kedalam bahasa Indonesia baik interferensi morfologi dan sintaksis. Interferensi morfologi terjadi pada proses pengimbuhan dari bahasa Jawa ke bahasa Indonesia, sedangkan interferensi sintaksis terjadi pada penggunaan partikel dan kata tugas dari bahasa Jawa ke bahasa Indonesia. Interferensi yang terjadi disebabkan oleh bilingualisme responden yang terbiasa berkomunikasi menggunakan bahasa Jawa dan bahasa Indonesia, kurangnya penguasaan responden terhadap prinsip berbahasa Indonesia yang baik dan lingkungan berbahasa reponden, baik lingkungan keluarga maupun lingkungan sekolah, yang mendukung terjadinya interferensi. Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat multilingual yang menggunakan lebih dari satu bahasa dalam berkomunikasi, salah satu contohnya adalah masyarakat Jawa. Masyarakat Jawa merupakan salah satu masyarakat yang semenjak dini telah menggunakan bahasa Jawa atau bahasa Indonesia untuk berkomunikasi dalam kehidupan sehari-hari. Skripsi yang berjudul “Grammatical Interference of Javanese Language in Indonesian Language by Kindergarten’s Children” ini merupakan sebuah penelitian mengenai interferensi bahasa Jawa ke bahasa Indonesia dalam bahasa percakapan yang digunakan oleh murid TK untuk berkomunikasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis interferensi yang sering terjadi pada murid TK dan mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan interferensi tersebut. Penulis menggunakan teori dari Weinreich yang membedakan interferensi menjadi tiga, yaitu interferensi fonologi, grammatikal dan leksikal. Dalam penelitian yang menggunakan metode padan untuk menganalisa data ini, penulis menemukan adanya interferensi grammatikal dalam tutur bahasa yang digunakan murid TK. Interferensi yang terjadi merupakan interferensi dari bahasa Jawa kedalam bahasa Indonesia baik interferensi morfologi dan sintaksis. Interferensi morfologi terjadi pada proses pengimbuhan dari bahasa Jawa ke bahasa Indonesia, sedangkan interferensi sintaksis terjadi pada penggunaan partikel dan kata tugas dari bahasa Jawa ke bahasa Indonesia. Interferensi yang terjadi disebabkan oleh bilingualisme responden yang terbiasa berkomunikasi menggunakan bahasa Jawa dan bahasa Indonesia, kurangnya penguasaan responden terhadap prinsip berbahasa Indonesia yang baik dan lingkungan berbahasa reponden, baik lingkungan keluarga maupun lingkungan sekolah, yang mendukung terjadinya interferensi

    UJI KARAKTERISTIK TURBIN ANGIN SAVONIUS 4 TINGKAT BERSEKAT DAN SUDUT GESER 45o DENGAN PEMBANDING TURBIN STANDAR

    Get PDF
    Krisis energi dan lingkungan akhir-akhir ini menjadi isu global. Pembakaran BBM dan batubara menghasilkan pencemaran lingkungan dan CO2 yang mengakibatkan pemanasan global. Pemanasan global dapat ditandai dengan perubahan iklim, kekeringan, banjir, dll. Pemanfaatan sumber energi terbarukan menjadi solusi di masa datang untuk pemenuhan kebutuhan energi yang ramah lingkungan. Salah satu sumber energi terbarukan yang sangat berpotensi di negara kita adalah pemanfaatan energi angin pantai. Karakteristik angin pantai di Indonesia adalah kencang maka sangat memungkinkan untuk membuat pembangkit listrik tenaga angin yang cocok untuk kondisi ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui torsi, power, dan efisiensi turbin angin Savonius multi blade dan membandingkannya dengan turbin Savonius standart. Tinggi kedua model ini sama, yaitu sebesar 70 cm. Turbin 4 tingkat dengan sela 0,25 d, panjang L/4 dan sudut geser 45o. Ditentukan d 30 cm, D 52,5 cm, H 70 cm, dan sela 7,5 cm. Turbin Savonius standart dengan satu pasang bucket dengan sela 0,25 d, panjang L. Pengujian dilakukan di Pantai Parangrucuk. Dari hasil pengujian, turbin ini mampu berputar pada kecepatan rendah, yaitu pada kecepatan rata-rata aliran 3,04 m/s di Pantai Parangrucuk. Torsi turbin Savonius 4 tingkat lebih rendah dibandingkan turbin Savonius standar yaitu 0,124 Nm untuk turbin standar dan 0,025 turbin 4 tingkat. Turbin Savonius standar memiliki efisiensi yang lebih tinggi yaitu 14,3% dibandingkan dengan turbin Savonius 4 tingkat 2,6%. Kata kunci : Sumber energi terbarukan, Energi angin pantai, Torsi, Power, Efisiensi Turbin, Savonius multi blade, Savonius standart

    HUBUNGAN KEMANDIRIAN BELAJAR DAN LINGKUNGAN KELUARGA DENGAN PRESTASI BELAJAR MATA DIKLAT MOTOR OTOMOTIF SISWA KELAS XII MEKANIK OTOMOTIF DI SMK PIRI I YOGYAKARTA

    Get PDF
    Penelitian ini merupakan penelitian ex post facto. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kemandirian belajar dengan prestasi belajar mata diklat motor otomotif siswa kelas XII Mekanik Otomotif di SMK PIRI I Yogyakarta, mengetahui hubungan lingkungan keluarga dengan prestasi belajar mata diklat motor otomotif siswa kelas XII Mekanik Otomotif di SMK PIRI I Yogyakarta dan untuk mengetahui hubungan kemandirian belajar dan lingkungan keluarga secara bersama-sama dengan prestasi belajar mata diklat motor otomotif siswa kelas XII Mekanik Otomotif di SMK PIRI I Yogyakarta. Penelitian ini adalah penelitian populasi, subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas XII Mekanik Otomotif di SMK PIRI I Yogyakarta yang berjumlah 87 siswa. Pengumpulan data kemandirian belajar dan lingkungan keluarga dilakukan dengan metode angket. Uji coba instrumen dilaksanakan pada siswa kelas XII Mekanik Otomotif (khusus Yamaha) sebanyak 29 siswa dan dianalisis menggunakan uji validitas dan uji reliabilitas. Untuk mengetahui hubungan kemandirian belajar dan lingkungan keluarga dengan prestasi belajar digunakan teknik analisis korelasi Product Moment. Sedangkan untuk mengetahui hubungan kemandirian belajar dan lingkungan keluarga secara bersama-sama dengan prestasi belajar digunakan teknik analisis korelasi ganda yang dilanjutkan dengan analisis regresi ganda. Tingkat signifikansi hasil analisis ditentukan sebesar 5%. Berdasarkan hasil penelitian dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut: (1) Ada hubungan positif antara kemandirian belajar dengan prestasi belajar mata diklat motor otomotif siswa kelas XII Mekanik Otomotif di SMK PIRI I Yogyakarta yang ditunjukkan dengan koefisien korelasi sebesar 0,605. (2) Ada hubungan positif antara lingkungan keluarga dengan prestasi belajar mata diklat motor otomotif siswa kelas XII Mekanik Otomotif di SMK PIRI I Yogyakarta yang ditunjukkan dengan koefisien korelasi sebesar 0,516. (3) Ada hubungan positif antara kemandirian belajar dan lingkungan keluarga secara besama-sama dengan prestasi belajar mata diklat motor otomotif siswa kelas XII Mekanik Otomotif di SMK PIRI I Yogyakarta ditunjukkan dengan koefisien korelasi (R) 0,636 dan koefisien determinasi (R2) sebesar 0,405. Hal ini berarti sumbangan kemandirian belajar dan lingkungan keluarga terhadap prestasi belajar sebesar 40,5%, sedangkan 59,5% disumbang oleh variabel lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini
    corecore