55,901 research outputs found

    PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS WEB PADA MATERI IKATAN KOVALEN

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menghasilkan bahan ajar berbasis web pada materi ikatan kovalen yang menyesuaikan dengan kurikulum 2013. Model pengembangan yang digunakan adalah model ADDIE. Konten konsep ikatan kovalen direpresentasikan pada level makroskopik melalui gambar yang disertai teks, submikroskopik melalui animasi juga gambar yang disertai teks, simbolik dalam bentuk rumus kimia dan struktur Lewis yang disertai teks. Berdasarkan hasil uji kelayakan konten dan tampilan web diketahui bahwa bahan ajar berbasis web ini telah memiliki kualitas yang baik dalam aspek konten, navigasi, desain visual, dan bahasa. Selain itu, menurut guru bahan ajar berbasis web pada materi ikatan kovalen sudah sesuai dengan konsep kimia. Guru juga memberikan tanggapan yang baik dalam aspek bahasa, desain visual, navigasi, dan desain instruksional. Tanggapan siswa menunjukkan bahwa bahan ajar berbasis web ini telah memiliki kualitas yang baik pada aspek konten (99,1 %), aspek bahasa (97,5 %), aspek desain visual (94,9%), aspek navigasi (94,8%), dan aspek motivasi belajar (94,0%). The aim of this study was to develop and produce web based instructional materials in covalent bonding topic that adapts the curriculum of 2013. The model of development used was ADDIE Model. Content of covalent bonding concept was represented at the macroscopic level through picture with text, submicroscopic level through animation and picture with text, symbolic level through chemical formula and Lewis structure. Based on the results of feasibility test questionnaire, this web based instructional materials had good quality in content, navigation, visual design, and language aspect. Moreover, according to the teachers this web based instructional is in accordance with the chemical concept. The teachers were also given good response in language, visual design, navigation, and instructional design aspect. The students response showed that this web based instructional materials had good quality in the content aspect (99.1 %), language aspect (97.5%), visual design aspects (94.9%), navigation aspects (94.8%), and learning motivation aspect (94.0%)

    Kampanye Budaya Sensor Mandiri Melalui Media Sosial (Studi Kasus Pengelolaan Media Sosial TikTok @lsf_ri)

    Get PDF
    Lembaga Sensor Film (LSF) Republik Indonesia merupakan lembaga yang bertanggung jawab untuk menyensor film dan konten visual lainnya. LSF memanfaatkan media sosial TikTok untuk melaksanakan kampanye budaya sensor mandiri. Kampanye ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya memilah dan memilih konten yang sesuai dengan klasifikasi usia, serta mempromosikan film-film Indonesia yang telah lulus sensor. Penelitian ini menganalisis strategi kampanye budaya sensor mandiri pada media sosial Tik Tok@lsf_rii. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan mengamati strategi pembuatan konten, penggunaan hashtag, keterlibatan Key Opinion Leaders (KOL), serta kolaborasi dengan aktor dan influencer. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, dokumentasi, dan wawancara dengan tim publikasi LSF. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan strategi di Tik Tok sebagai media kampanye berhasil meningkatkan engagement dan awareness masyarakat terhadap LSF dan kampanye budaya sensor mandiri. Konten-konten edukasi yang disajikan dengan pendekatan kreatif dan menarik, serta pemanfaatan fitur-fitur TikTok seperti penggunaan sound yang sedang tren dan hashtag. terbukti memberikan kosntribusir yang besar dalam menjangkau audiens yang lebih luas, terutama generasi muda. Selain itu, kolaborasi dengan artis atau influencer meningkatkan reach die trust terhadap pesan yang disampaikan

    LEXIPAL, APLIKASI BELAJAR MEMBACA PERMULAAN UNTUK ANAK-ANAK DISLEKSIA

    Get PDF
    Penelitian ini mengembangkan aplikasi LexiPal sebagai aplikasi belajar membaca permulaan untuk anak-anak disleksia. Aplikasi LexiPal dikembangkan berdasarkan pendekatan multisensori sehingga melibatkan sebanyak mungkin indera anak seperti visual, auditori, taktil, dan kinestetik. LexiPal juga menyediakan aplikasi yang lebih komprehensif dengan memasukkan konten pra-membaca dan kemampuan spesifik untuk membantu mereka dalam kegiatan sehari-hari, di samping kemampuan membaca. Dengan konten yang menarik dan menyenangkan, diharapkan aplikasi ini dapat memotivasi anak disleksia untuk terus belajar. Aplikasi ini sudah divalidasi oleh Asosiasi Disleksia Indonesia (ADI)

    DISEMINASI AUDIO VISUAL SEBAGAI MODEL PENGEMBANGAN SENI PERTUNJUKAN RAKYAT EMPRAK DI DESA PLAJAN, KECAMATAN PAKIS AJI, KABUPATEN JEPARA

    Get PDF
    RINGKASAN Penelitian ini ditujukan untuk menghasilkan suatu produk diseminasi yang berwujud audio visual, sebagai suatu bentuk tawaran model bagi pengembangan seni pertunjukan tradisi langka yang dimiliki oleh masyarakat. Sebagai sebuah kesenian tradisi yang “hampir punah”, emprak sebenarnya pernah menjadi primadona yang digandrungi oleh masyarakatnya di masa lampau. Bukan bermaksud untuk menghadirkan kembali kejayaan kesenian ini di masa lalu, namun diseminasi ini lebih sebagai upaya untuk menunjukkan eksistensi kesenian ini yang sebenarnya masih dinamis mengikuti perubahan dan kemajuan zaman yang memasuki era modern ini. Dinamisasi perkembangan kesenian ini perlu untuk dikupas dan diulas melalui riset ini, dan nantinya menghasilkan sebuah model pengembangan yang berupa diseminasi audio visual yang berdurasi 25-30 menit. Model ini nantinya (sebagai target jangka panjang) akan dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan potensi Desa Plajan di Kabupaten Jepara, khususnya di bidang seni tradisi agar lebih dikenal di samping memiliki aset wisata juga didukung oleh kehidupan kesenian yang dinamis. Target khusus pada penelitian ini adalah untuk menghasilkan sebuah diseminasi audio visual yang berupa karya film dengan jenis feature audio visual sebagai sebuah tawaran model pengembangan seni pertunjukan tradisi. Pada tahun pertama, penelitian ini akan diarahkan untuk memetakan permasalahan-permasalahan yang riil terjadi pada kesenian ini yang dapat diangkat menjadi konten tampilan audio visual dari model diseminasi yang akan dihasilkan nantinya, permasalahan ini kemudian dianalisis sesuai dengan kebutuhan audio visual yang akan menjadi konten dari produk yang dihasilkan. Dengan kata lain, pada tahun pertama ini, riset ini lebih ditujukan untuk menghasilkan produk diseminasi audio visual sebagai wujud pertanggungjawaban insan akademis terhadap pengembangan seni tradisi yang langka ini. Pada tahun kedua model pengembangan ini akan diujicobakan (melalui metode eksperimen) untuk menjadi model pengembangan kesenian sejenis pada karakter masyarakat dan kesenian yang sama di daerah yang berlainan. Metode yang digunakan pada tahun pertama, memilih pendekatan fenomenologi untuk melihat perkembangan seni pertunjukan emprak tersebut dan melakukan pendekatan analisis R&D (Research and Development), yang hasilnya akan dianalisis melalui metode analisis interaktif. Pada tahun kedua akan dilakukan penyempurnaan untuk diujicobakan kepada kesenian lain dengan karakter dan jenis masyarakat yang sama

    LAPORAN TAHUNAN PENELITIAN HIBAH BERSAING: DISEMINASI AUDIO VISUAL SEBAGAI MODEL PENGEMBANGAN SENI PERTUNJUKAN RAKYAT EMPRAK DI DESA PLAJAN, KECAMATAN PAKIS AJI, KABUPATEN JEPARA

    Get PDF
    Penelitian ini ditujukan untuk menghasilkan suatu produk diseminasi yang berwujud audio visual, sebagai suatu bentuk tawaran model bagi pengembangan seni pertunjukan tradisi langka yang dimiliki oleh masyarakat. Sebagai sebuah kesenian tradisi yang “hampir punah”, emprak sebenarnya pernah menjadi primadona yang digandrungi oleh masyarakatnya di masa lampau. Bukan bermaksud untuk menghadirkan kembali kejayaan kesenian ini di masa lalu, namun diseminasi ini lebih sebagai upaya untuk menunjukkan eksistensi kesenian ini yang sebenarnya masih dinamis mengikuti perubahan dan kemajuan zaman yang memasuki era modern ini. Dinamisasi perkembangan kesenian ini perlu untuk dikupas dan diulas melalui riset ini, dan nantinya menghasilkan sebuah model pengembangan yang berupa diseminasi audio visual yang berdurasi 25-30 menit. Model ini nantinya (sebagai target jangka panjang) akan dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan potensi Desa Plajan di Kabupaten Jepara, khususnya di bidang seni tradisi agar lebih dikenal di samping memiliki aset wisata juga didukung oleh kehidupan kesenian yang dinamis. Target khusus pada penelitian ini adalah untuk menghasilkan sebuah diseminasi audio visual yang berupa karya film dengan jenis feature audio visual sebagai sebuah tawaran model pengembangan seni pertunjukan tradisi. Pada tahun pertama, penelitian ini akan diarahkan untuk memetakan permasalahan-permasalahan yang riil terjadi pada kesenian ini yang dapat diangkat menjadi konten tampilan audio visual dari model diseminasi yang akan dihasilkan nantinya, permasalahan ini kemudian dianalisis sesuai dengan kebutuhan audio visual yang akan menjadi konten dari produk yang dihasilkan. Dengan kata lain, pada tahun pertama ini, riset ini lebih ditujukan untuk menghasilkan produk diseminasi audio visual sebagai wujud pertanggungjawaban insan akademis terhadap pengembangan seni tradisi yang langka ini. Pada tahun kedua model pengembangan ini akan diujicobakan (melalui metode eksperimen) untuk menjadi model pengembangan kesenian sejenis pada karakter masyarakat dan kesenian yang sama di daerah yang berlainan. Metode yang digunakan pada tahun pertama, memilih pendekatan fenomenologi untuk melihat perkembangan seni pertunjukan emprak tersebut dan melakukan pendekatan analisis R&D (Research and Development), yang hasilnya akan dianalisis melalui metode analisis interaktif. Pada tahun kedua akan dilakukan penyempurnaan untuk diujicobakan kepada kesenian lain dengan karakter dan jenis masyarakat yang sama

    PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS WEB MATERI TATA NAMA SENYAWA KIMIA SMA KELAS X

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar berbasis web pada materi tata nama senyawa kimia yang memenuhi kualitas sebagai bahan ajar dan sesuai dengan tuntutan kurikulum 2013. Langkah-langkah pengembangan yang digunakan mengikuti model pengembangan ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluate). Materi tata nama senyawa kimia direpresentasikan dalam level makroskopik berupa fenomena dan gambar, mikroskopik berupa animasi dalam video, dan simbolik berupa rumus-rumus kimia serta penamaannya. Berdasarkan hasil uji coba terbatas, secara umum bahan ajar berbasis web pada materi tata nama senyawa kimia telah memiliki kualitas yang baik. Berdasarkan tanggapan guru, seluruhnya memberikan tanggapan positif terhadap aspek desain instruksional dan aspek bahasa. Sedangkan, 4 dari 5 guru memberikan tanggapan positif untuk aspek konten, aspek desain visual, dan aspek navigasi. Secara umum, hampir seluruh (96,92%) siswa juga memberikan tanggapan positif terhadap aspek konten, aspek bahasa, aspek desain visual, aspek motivasi, dan aspek navigasi. This study aims to produce a web-based teaching material on the matter of nomenclature of chemical compound that meet the quality as teaching material and corresponding with requirement curriculum of 2013. Steps of development follow development model of ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluate). Material nomenclature of chemical compound are represented in the form of the phenomenon and image, microscopic form of animation in video, and symbolic form of chemical formula and naming. Based on limited trial, in general web-based teaching material on chemical nomenclature have a good quality. Based on the teacher response, all give a positive response to aspect of instructional design and aspect of language. Meanwhile, 4 out of 5 teachers give positive response to aspect of content, aspect of visual design, and aspect of navigation. Generally, almost all (96.92%) students also gave a positive response to the aspect of content, aspect of language, aspect of visual design, aspect of motivational, and aspect of navigation

    Sistem Temu Kembali Citra Berbasis Histogram Warna Fuzzy Untuk Pencarian Citra Berwarna

    Full text link
    Temu kembali citra berdasarkan kueri berupa teks telah umum digunakan pada pencarian dokumen citra. Pencarian dengan kueri berupa teks sulit dilakukan pada dokumen citra yang memiliki deskripsi yang tidak sesuai dengan konten citra. Pencarian juga sulit dilakukan dalam hal yang menyangkut konten visual citra seperti kemiripan dalam komposisi warna. Sistem temu kembali berbasis histogram warna fuzzy dapat menjadi solusi untuk pencarian citra dengan menggunakan kueri berupa citra sebagai pengganti kueri teks. Sistem ini menggunakan masukkan kueri berupa citra sebagai acuan pencarian dan akan menemukan citra lain yang mirip dalam hal komposisi warna. Fitur yang digunakan dalam sistem temu kembali ini yaitu atribut warna dari citra yang dibentuk menjadi histogram warna fuzzy. Histogram warna fuzzy didapat dari mengelompokkan warna-warna pada citra ke dalam 14 buah bin warna menggunakan sistem inferensi fuzzy tipe mamdani. Penentuan kemiripan citra dilakukan dengan membandingkan histogram warna fuzzy pada citra kueri dan citra target pencarian menggunakan metode histogram intersection. Sistem yang diujikan menggunakan 17 citra kueri dengan batas ambang kemiripan 80% pada 86 citra target pencarian menghasilkan tingkat kepercayaan responden sebesar 90.3%

    Visuallyconomic.Com: Kolaborasi Data dan Grafik Visual

    Full text link
    Visuallyconomic.com is a website of collaboration between economic information data and visual graphics that present infographic which contains Indonesian economy. Paper began with the history of visuallyconomic.com. Then it discussed the roles undertaken by the visuallyconomic.com. Research used literature study method, and continued with reflective data analysis. By the end of the paper, paper showed a more comprehensive picture about visuallyconomic.com's activities such as a social project as well as the information container of Indonesia's economic development in the form of infographics
    corecore