14,388 research outputs found
HUBUNGAN ANTARA KEMAMPUAN MEMORI DAN KEINGINTAHUAN SISWA DENGAN PRESTASI BELAJAR KIMIA PADA MATERI POKOK KOLOID KELAS XI SEMESTER II SMA NEGERI 2 PATI TAHUN AJARAN 2011/2012
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kemampuan memori siswa
dengan prestasi belajar koloid, hubungan antara keingintahuan siswa dengan prestasi belajar
koloid, dan hubungan antara kemampuan memori dan keingintahuan siswa dengan prestasi
belajar koloid secara bersama-sama. Populasi penelitian adalah siswa kelas XI semester genap
tahun pelajaran 2011/2012. Pengambilan sampel penelitian menggunakan teknik Cluster Random
Sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas XI A-4 dan XI A-7 dengan jumlah 66 siswa.
Teknik pengumpulan data menggunakan metode tes untuk variabel prestasi belajar kognitif dan
kemampuan memori siswa serta metode angket untuk mengukur variabel prestasi belajar afektif
dan keingintahuan siswa. Analisis data menggunakan analisis korelasi product moment dan
analisis regresi dua peubah. Kesimpulan penelitian ini adalah (1) terdapat hubungan positif antara
kemampuan memori dengan prestasi belajar siswa pada materi pokok koloid, (2) terdapat
hubungan positif antara keingintahuan siswa dengan prestasi belajar siswa pada materi pokok
koloid, (3) terdapat hubungan positif antara kemampuan memori dan keingintahuan siswa dengan
prestasi belajar siswa pada materi pokok koloid secara bersama-sama.
Kata kunci: kemampuan memori, keingintahuan, prestasi belajar siswa,materi pokok koloi
Pengaruh Kemampuan Memahami Bacaan, Kemampuan Memori, Dan Kemampuan Analisis Terhadap Prestasi Belajar Siswa Pada Materi Pokok Koloid Kelas XI Semester Genap SMA Negeri 1 Ngemplak Tahun Pelajaran 2012/2013
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi positif yang signifikan antara variabel-variabel dengan prestasi belajar pada materi koloid baik secara terpisah maupun secara serentak serta untuk mengetahui sumbangan relatif dan sumbangan efektif masing-masing variabel bebas. Populasi dalam penelitian adalah siswa kelas X1 IPA SMA N 1 Ngemplak tahun pelajaran 2012/2013, dengan jumlah siswa 95 orang. Teknik pengambilan data adalah dengan tes baik dari variabel bebas maupun variabel terikat. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) Terdapat korelasi positif yang signifikan antara kemampuan memahami bacaan dengan prestasi belajar pada materi koloid. (2) Terdapat korelasi positif yang signifikan antara kemampuan memori dengan prestasi belajar pada materi koloid. (3) Terdapat korelasi positif yang signifikan antara kemampuan analisis dengan prestasi belajar pada materi koloid. (4) terdapat korelasi positif yang signifikan antara kemampuan memahami bacaan, kemampuan memori, dan kemampuan analisis dengan prestasi belajar pada materi koloid. (5) Sumbangan relatif terhadap prestasi belajar pada materi koloid untuk variabel kemampuan memahami bacaan sebesar 6,41%, kemampuan memori sebesar 86,73%, dan kemampuan analisis sebesar 6,85%. Sedangkan sumbangan efektif untuk kemampuan memahami bacaan sebesar 5,19%, kemampuan memori sebesar 70,29%, dan kemampuan analisis sebesar 5,55%, dengan persamaan regresi linier ganda Y= 9,489+0.162 X1 + 0,824 X2 + 0,145 X3.Kata Kunci : Korelasi, Kemampuan Memahami Bacaan, Kemampuan Memori, Kemampuan Analisis, Prestas belajar koloi
Studi Komparasi Pembelajaran Menggunakan Kartu Destinasi Dan Kotak Kartu Misterius (Kokami) Ditinjau Dari Kemampuan Memori Terhadap Prestasi Belajar Siswa Pada Materi Pokok Koloid SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar Tahun Pelajaran 2013/2014
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar siswa pada penggunaan media kartu destinasi dan kokami pada materi pokok sistem koloid, kemampuan memori siswa tinggi dan kemampuan memori siswa rendah terhadap prestasi belajar siswa pada materi pokok sistem koloid, interaksi antara pembelajaran menggunakan media kartu destinasi dan kokami dengan kemampuan memori siswa terhadap prestasi belajar siswa pada materi pokok sistem Koloid. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan penelitian desain faktorial 2×2. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 2 dan XI IPA 3 Semester 2 SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar tahun pelajaran 2013/2014. Sampel diperoleh dengan teknik Cluster Random Sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan metode tes untuk prestasi belajar kognitif, kemampuan memori dan metode angket untuk prestasi belajar afektif. Uji hipotesis menggunakan uji variansi dua jalan dengan sel tak sama. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan: 1) Ada perbedaan penggunakan media kartu destinasi dan kokami terhadap prestasi belajar siswa pada materi pokok Koloid, 2) Ada perbedaan siswa yang memiliki kemampuan memori tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar siswa pada materi pokok Koloid, 3) Tidak ada interaksi antara metode TGT menggunakan media kartu destinasi dan metode TGT menggunakan media kokami dengan kemampuan memori terhadap prestasi belajar siswa pada materi pokok Koloid
Studi Komparasi Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) Dengan Metode Eksperimen dan Metode Proyek Terhadap Preastasi Belajar Ditinjau dari Kreativitas Siswa Pada Materi Koloid SMA N 1 Teras tahun Ajaran 2011/2012
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Pengaruh penggunaan pembelajaran Contextual Teaching and Learning menggunakan metode Proyek dan metode Eksperimen terhadap prestasi belajar siswa pada materi sistem koloid. (2) Pengaruh tingkat kreativitas terhadap prestasi belajar pada materi pokok sistem koloid. (3) Interaksi antara pembelajaran Contextual Teaching and Learning menggunakan metode Eksperimen dan metode proyek dengan kreativitas siswa terhadap prestasi belajar siswa pada materi pokok sistem koloid. Penelitian ini menggunakan metode Eksperimen dengan rancangan penelitian desain faktorial 2� EMBED Equation.3 ���2. Sampel penelitian adalah siswa kelas XI IPA 1 dan XI IPA 3 semester 2 SMA Negeri 1 Teras Tahun Ajaran 2011/2012. Pengambilan sampel dilakukan secara Cluster Random Sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan metode tes objektif untuk prestasi kognitif, metode angket untuk prestasi afektif dan keativitas, dan observasi untuk prestasi psikomotor. Analisis data menggunakan Analisis Variansi Dua Jalan dengan Sel Tak Sama dengan persyaratan uji normalitas dengan uji Liliefors, dan uji homogenitas dengan uji Bartlett. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan: (1) Terdapat pengaruh penggunaan metode pembelajaran eksperiman dan proyek terhadap prestasi belajar kognitif dan afektif siswa pada materi pokok Sistem Koloid. Hal ini ditunjukkan dari rerata marginal prestasi belajar kognitif dan afektif siswa pada pembelajaran proyek lebih besar dibandingkan pada pembelajaran Eksperimen. Sedangkan berdasarkan aspek psikomotor tidak terdapat pengaruh penggunaan metode pembelajaran Eksperimen dan proyek terhadap prestasi belajar psikomotor siswa pada materi pokok Sistem koloid. (2) Terdapat pengaruh kreativitas kategori tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar siswa pada materi pokok Sistem koloid. Siswa yang memiliki kreativitas tinggi mempunyai prestasi belajar yang lebih tinggi daripada siswa yang memiliki kreativitas rendah. (3) Tidak ada interaksi antara metode pembelajaran kooperatif Eksperimen dan proyek dengan kreativitas terhadap prestasi belajar kognitif, afektif, maupun psikomotor siswa pada materi pokok Sistem koloid
Komparasi Model Contextual Teaching and Learning (Ctl) Menggunakan Media Laboratorium Dan Lingkungan Terhadap Prestasi Dan Motivasi Belajar Pada Materi Pokok Sistem Koloid Siswa Kelas XI IPA SMA Negeri 4 Surakarta Tahun Pelajaran 2011/2012
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan: (1) pengaruh penggunaan media laboratorium dan lingkungan pada pembelajaran materi sistem koloid dengan model CTL terhadap prestasi belajar aspek kognitif, (2) pengaruh penggunaan media laboratorium dan lingkungan pada pembelajaran materi sistem koloid dengan model CTL terhadap prestasi belajar aspek afektif, (3) pengaruh penggunaan media laboratorium dan lingkungan pada pembelajaran materi sistem koloid dengan model CTL terhadap motivasi belajar siswa. Sampel adalah siswa kelas XI IPA sebanyak dua kelas, yang diambil dengan teknik cluster random sampling. Teknik pengumpulan data prestasi belajar kognitif menggunakan metode tes, prestasi belajar afektif menggunakan angket dan lembar observasi, sedangkan motivasi menggunakan angket. Teknik analisis data menggunakan analisis variansi satu jalur multivariat. Kesimpulan penelitian ini adalah: penggunaan media laboratorium dan lingkungan pada pembelajaran materi koloid dengan model CTL memberikan pengaruh yang sama terhadap prestasi belajar aspek kognitif, aspek afektif dan motivasi belajar siswa
STUDI KOMPARASI PENGGUNAAN MEDIA MACROMEDIA FLASH DENGAN HANDOUT INOVATIF DALAM PEMBELAJARAN KOOPERATIF STAD (STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS) TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATERI POKOK KOLOID SISWA KELAS XI MA DARUL HUDA PONOROGO TAHUN PELAJARAN 2011/2012
Tujuan penelitian untuk mengetahui (1) Efektivitas penggunaan media macromedia flash dalam
pembelajaran STAD terhadap prestasi belajar materi koloid, (2) Efektivitas penggunaan media
handout inovatif dalam pembelajaran kooperatif STAD terhadap prestasi belajar materi koloid,
dan (3) Efektivitas penggunaan media macromedia flash dalam pembelajaran STAD dengan
media handout inovatif dalam pembelajaran STAD terhadap prestasi belajar materi koloid.
Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, sampel terdiri dari 3 kelas, data prestasi
kognitif menggunakan tes, prestasi afektif menggunakan angket, uji hipotesis menggunakan uji
t-pihak kanan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan (1) Penggunaan media
macromedia flash dalam pembelajaran STAD efektif meningkatkan prestasi belajar materi
koloid, harga t
hitung
kelas eksperimen I dan kelas kontrol untuk kognitif (3,511) dan afektif (4,340)
lebih besar dari pada t
tabel
= 1,671, Ho ditolak, (2) Penggunaan media handout inovatif dalam
pembelajaran STAD efektif meningkatkan prestasi belajar materi koloid, kedua harga t
hitung kelas
eksperimen II dan kelas kontrol untuk kognitif (1,709) dan afektif (3,298) lebih besar dari pada
t
tabel
= 1,671, Ho ditolak, dan (3) Penggunaan media macromedia flash dalam pembelajaran
STAD lebih efektif dibandingkan dengan handout inovatif dalam pembelajaran STAD terhadap
prestasi belajar materi koloid, kedua harga t
hitung kelas eksperimen I dan kelas eksperimen II
untuk kognitif (1,711) dan afektif (2,113) lebih besar dari pada t
tabel
= 1,671, Ho ditolak.
Kata Kunci: STAD, macromedia flash, handout inovatif, prestasi belajar, koloid
Pengaruh Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (Ctl) Dilengkapi Lab Riil Dan Virtuil Terhadap Aktivitas Dan Prestasi Belajar Siswa Pada Materi Pokok Sistem Koloid Kelas XI IPA Semester Genap SMA Negeri 1 Pulokulon Tahun Pelajaran 2013/2014
Tujuan penelitian untuk mengetahui terdapat perbedaan (1) pembelajaran CTL dilengkapi lab riil dan virtual pada materi pokok sistem koloid terhadap aktivitas belajar, (2) pembelajaran CTL dilengkapi lab riil dan virtual pada materi pokok sistem koloid terhadap prestasi belajar kognitif, (3) pembelajaran CTL dilengkapi lab riil dan virtual pada materi pokok sistem koloid terhadap prestasi belajar afektif, (4) pembelajaran CTL dilengkapi lab riil dan virtual pada materi pokok sistem koloid terhadap aktivitas belajar, prestasi belajar kognitif, dan afektif. Penelitian kuasi eksperimen, sampel dua kelas XI IPA dengan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dengan tes dan non tes (angket, observasi, wawancara, dan dokumentasi). Teknik analisis data menggunakan MANOVA. Berdasarkan hasil penelitian kesimpulannya terdapat perbedaan (1) pembelajaran CTL dilengkapi lab riil dan virtual pada materi pokok sistem koloid terhadap aktivitas belajar dengan sig.(0,000) < α(0,05). (2) pembelajaran CTL dilengkapi lab riil dan virtual pada materi pokok sistem koloid terhadap prestasi belajar kognitif dengan sig.(0,033) < α(0,05). (3) pembelajaran CTL dilengkapi lab riil dan virtual pada materi pokok sistem koloid terhadap prestasi belajar afektif dengan sig.(0,018) < α(0,05). (4) pembelajaran CTL dilengkapi lab riil dan lab virtuil pada materi pokok sistem koloid terhadap aktivitas belajar, prestasi belajar kognitif, dan afektif dengan sig.(0,000) < α(0,05)
DESAIN DIDAKTIS BERBANTUAN LESSON ANALYSIS SEBAGAI REFLEKSI DIRI GURU DALAM PEMBELAJARAN KIMIA SMA KELAS XI PADA KONSEP JENIS-JENIS DAN SIFAT-SIFAT KOLOID
Pengetahuan siswa yang terbatas pada konsep tertentu akan menyebabkan timbulnya hambatan belajar dalam proses pembelajaran. Salah satu upaya yang dapat dilakukan guru dalam mengatasi hambatan belajar siswa yaitu dengan merancang pembelajaran melalui desain didaktis. Desain didaktis merupakan rancangan pembelajaran dengan memperhatikan respon siswa terhadap materi yang diberikan guru. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi mengenai karakteristik hambatan belajar siswa yang dapat teridentifikasi pada konsep jenis-jenis dan sifat-sifat koloid, desain didaktis awal konsep jenis-jenis dan sifat-sifat koloid, implementasi desain didaktis awal konsep jenis-jenis dan sifat-sifat koloid, hasil lesson analysis berdasarkan implementasi desain didaktis awal konsep jenis-jenis dan sifat-sifat koloid, dan desain didaktis revisi konsep jenis-jenis dan sifat-sifat koloid berdasarkan temuan hasil penelitian. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik hambatan belajar siswa pada konsep jenis-jenis dan sifat-sifat koloid yaitu hambatan dalam menentukan konsep fasa terdispersi, medium pendispersi, dan jenis koloid, dalam menjelaskan konsep koloid liofil dan liofob, dan dalam menjelaskan konsep sifat-sifat koloid seperti sifat efek Tyndall, elektroforesis, dan adsorpsi pada koloid. Desain didaktis konsep jenis-jenis dan sifat-sifat koloid dibuat berdasarkan hambatan belajar yang dapat diidentifikasi dan dituangkan dalam bentuk chapter design dan lesson designyang dilengkapi dengan prediksi respon siswa dan antisipasi guru. Pada implementasi desain didaktis konsep jenis-jenis dan sifat-sifat koloid terdapat respon siswa yang tidak sesuai dengan prediksi respon siswa sebelumnya, tetapi sebagian besar respon siswa telah sesuai dengan yang diprediksikan sebelumnya. Hambatan belajar siswa yang diidentifikasi sebelumnya masih ditemukan setelah implementasi desain didaktis awal konsep jenis-jenis dan sifat-sifat koloid, namun hambatan belajar tersebut sudah mulai berkurang terlihat dari berkurangnya kesalahan-kesalahan yang dilakukan siswa. Selanjutnya diperoleh refleksi diri guru berdasarkan hasil lesson analysis pada implementasi desain didaktis awal konsep jenis-jenis dan sifat-sifat koloid terkait managemen waktu dan penekanan konsep dasar pada setiap tugas yang diberikan. Berdasarkan respon siswa yang muncul, kendala-kendala selama implementasi desain didaktis dalam pembelajaran, refleksi diri guru, dan hambatan belajar siswa setelah implementasi desain didaktis diperoleh suatu desain didaktis berdasarkan temuan hasil penelitian yang diperoleh.
Student’s understanding that limited to certain concept causedobstacle in learning process.One of teacher’seffortsthat overcome obstacle in learning processwas by makingdidacticaldesignequippedwithstudent’s responsepredictionandteacher’s anticipation. The aims of this study were to obtain information about student’s learning obstacle in types and properties of colloid concept, making hypotetic didactical design on types and properties of colloid concept, implementation of hypotetic didactical design on types and properties of colloid concept, result of lesson analysis based on implementation of hypotetic didactical design on types and properties of colloid concept, and didactical design on types and properties of colloid concept based on finding of this study. The research approach usedin this studywasqualitativewithdescriptive analysismethod.The results indicated the characteristic of student’s learning obstacles on types and properties of colloid concept were student did errors to determine dispersed phase, continuous phase, and types of colloid concept, to explain about lyophob colloid and lyophil colloid concept, and to explain about properties of colloid concept i.e Tyndall effect, electrophoresis, and adsorption concept. Then making hypotetic didactical design based student’s learning obstacle identified in types and properties of colloid concept. Didactical design based the characteristic of student’s learning obstacles was made on chapter design and lesson design that equippedwithstudent’s responsepredictionandteacher’s anticipation. In implementation of hypotetic didactical design found learning activity that out of student’s response prediction and teacher’s anticipation, but overall same with student’s response prediction and teacher’s anticipationin hypotetic didactical design. Student’s learning obstacle that identified still found after implementation implementation of hypotetic didactical design, but there was decreasing of student’s error. Based on result of lesson analysis in implementation hypotetic didactical design was gained teacher’s relf reflection about time management and basic concept in each learning activity. Thus didactical design was gained from findings of this study
PENGEMBANGAN MEDIA PEMI3ELAJARAN KIMIA BERBANTUAN KOMPUTER TENTANG KOLOID UNTLJK SISWA SMA / MA KELAS XI SEMESTER 2 SEBAGAI SUMBER BELAJAR MANDIRI
Penelitian ini mcl'upakan penelitian pengcmbangan yang bertujuan
untuk menghasilkav media pembelajaran kimia berbantuan komputer dalam
bentuk CD untuk siswa SMA / MA kelas XI semester 2 dan mengetahui hasil
kualitas dari media pembelajaran kimia tersebut bcrdasarkan penilaian
reviewer yaitu J orana guru kimia SMA / MA.
Model pengembangan yang di(Iunakan adalah model prosedural, yaitu
model yang bersifat deskriptif; menggariskan langkah-langkah yang harus
diikuti untuk menghasilkan produk. Ycngembavgan dimulai dcngan cara
mengumpulkan referensi tentana materi koloid sampai diperoleh produk awal
yang berupa CD pembelajaran kimia tentang koloid. Instrumen yang
digunakan terdiri dari 5 kriteria, yaitu kebenaran, keluasan dan kedalaman
konsep; kebahasaan; keterlaksanaan; tampilan; dan kemudahan
mengoperasikan. Guru kimia sebagai reviewer menilai CD pembelajaran kimia
berdasarkan kriteria tcrsebut berikut penjabarannya.
Hasil penelitian adalah telah berhasil dikeanbangkan CD
pembelajaran kimia tcntang koloid clan dapat dikctahui kualitasnya. Skor (.'D
media pembelajaran kimia tentang koloid ini pada materi pokok sistem koloid
adalah 229, 8; pada materi pokok sifat-silat koloid adalah 232, 4; dan pada
materi pokok pembuatan sistem koloid adalah 234, 6 sehingga CD media
pembelajaran kimia tentang koloid yang dihasilkan termasuk kategori kualitas
sangat baik (SB)
- …
