15,307 research outputs found

    Analisa Pola Pemilihan Provider Telekomunikasi Berdasarkan Pekerjaan dengan Algoritma Klustering K -Means

    Full text link
    Tujuan dari penelitian ini, diharapkan menghasilkan analisa pola pemilihan provider telekomunikasi berdasarkan hasil pengelompokan kemiripan nilai cluster dari data set primer yang diperoleh dari hasil kuesioner pertanyaan kepada 200 pengguna provider telekomunikasi. Selain hal tersebut, tujuan dari penelitian ini dapat digunakan sebagi pedoman penggambaran (analisa) distribusi pola pemilihan jenis provider telekomunikasi berdasarkan kondisi daerah tempat tinggal, jenis kelamin dan kepemilihan merk handphone. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah algoritma klustering teknik k-means, dimana k-means memiliki kemampuan mengcluster yang mana tahap pertama, dilakukan dengan memilih nilai K secara acak, K adalah jumlah banyaknya kluster yang terbentuk, yaitu jenis provider yang telah dipilih oleh pengguna, yang didasarkan kepada kluster lingkungan tempat tinggal (daerah), jenis kelamin, dan kluster merk handphone. Kemudian algoritma k-means yang berisi data kluster yang memiliki tingkat kemiripan (similiarity) yang sering muncul pada kluster yang sama pada tingkat kemiripan yang kurang pada kluster yang berbeda. Hasil dari penelitian ini berupa acuan penggambaran pola pemilihan pengelompokan berdasarkan 3 (Tiga) kluster, untuk memperoleh nilai prosentasi kluster yang optimal maka dilakukan perhitungan performance vektor perhitungan GiniCoofficient dan SumOfSquare.. Kata Kunci: analisa, algoritma, klustering, k-means, provider, telekomunikas

    Studi Heterozigositas, Jarak Genetik, dan Kluster Pohon Kenari (Canarium commune L.) di Kabupaten Kepulauan Selayar Sul-Sel Berdasarkan Analisis Random Amplified Polymorphic DNA (RAPD)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besaran nilai Heterozigositas sebagai indikator tingkat keragaman genetik, mengetahui jarak genetik dan hubungan kekerabatan antar pohon, serta mengetahui jumlah kluster yang terbentuk pada pohon Canarium commune L. di Kabupaten Kepulauan Selayar dalam upaya pemuliaan, pembudidayaan, dan konservasi tanaman kenari di Sulawesi Selatan.\ud Dilaksanakan pada bulan Pebruari sampai Maret 2014, lokasi pengambilan sampel pada areal sumber benih TBT Desa Onto dan Kelurahan Batangmata Sapo Kecamatan Bontomate???ne di Kabupaten Kepulauan Selayar Sulawesi Selatan. Analisis laboratorium di Laboratorium Silvikultur unit Bioteknologi Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin, dan Laboratorium Rumah Sakit Pendidikan Universitas Hasanuddin, Makassar. Metode yang digunakan adalah penanda molekuler RAPD (Random Amplified Polimorphic DNA) dengan analisis statistik program NTSYSpc (Numerical Taxonomy and Multivariate System). Primer yang digunakan adalah OPP 08 dan OPK 20.\ud Berdasarkan hasil perhitungan menunjukkan bahwa nilai heterozigositas (He) tanaman kenari pada populasi Onto adalah 0,711 (keragaman genetik yang tinggi) sedangkan populasi Batangmata Sapo hanya 0,172 (rendah), dengan nilai rata-rata He sebesar 0,697 (tinggi). Jarak genetik dalam populasi Onto memiliki hubungan kekerabatan dekat dengan populasi Batangmata Sapo dengan nilai 0,167-0,500 kecuali pohon Ot5 dengan Bs2, Bs8, Bs9, Bs10 dan Ot8 dan Ot10. Pohon Ot10 memiliki jarak genetik yang paling jauh dibandingkan lainnya. Kluster yang terbentuk pada Populasi Onto pada koofisien kesamaan 0,5 berjumlah 3 kluster, dimana pohon Ot1, Ot2, Ot3, Ot5, Ot6, dan Ot7 bergabung pada kluster yang sama, sedangkan pohon Ot8 dan Ot10 masing-masing membentuk kluster tersendiri. Sedangkan kluster yang terbentuk pada Populasi Batangmata Sapo pada koofisien kesamaan 0,5 hanya terbentuk satu kluster

    Keselamatan terhadap Resiko Kebakaran pada Bangunan Ruko di Kota Makassar

    Full text link
    Penelitian bertujuan untuk (1) mengidentifikasi ketersediaan unsur keselamatan kebakaran pada bangunan ruko standar maupun yang sudah mengalami Perubahan di kota Makassar dan (2) mendapatkan arahan dan solusi standar unsur keselamatan terhadap resiko kebakaran pada bangunan ruko yang laik diaplikasikan di masa mendatang khususnya di kota Makassar. Penelitian mengambil sampel beberapa kluster ruko di koridor jalan kota Makassar. Penentuan kasus menggunakan teknik nonprobability sampling yang dilakukan secara purposif terhadap 87 unit ruko dari 3 kluster yang dibangun oleh pengembang (kluster jalan Pengayoman, kluster jalan Perintis Kemerdekaan, kluster jalan Talasalapang) dan 3 unit ruko yang dibangun sendiri oleh pemiliknya di jalan Todopuli Raya, jalan Adiyaksa Baru, dan jalan Abdullah Dg. Sirua berdasarkan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan. Data dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan unsur keselamatan terhadap resiko kebakaran pada bangunan ruko yang dibangun oleh pengembang memiliki nilai rata-rata dengan kategori “cukup”. Ketersediaan unsur keselamatan terhadap resiko kebakaran pada bangunan ruko yang dibangun sendiri oleh pemiliknya justru memiliki nilai rata-rata dengan kategori “baik”. Desain bangunan ruko dimasa yang akan datang harus menerapkan standar sarana penyelamatan dengan berbagai alternatif jalur keselamatan untuk mencegah jatuhnya korban jiwa saat kebakaran serta unsur keselamatan lainnya (kelengkapan tapak, proteksi pasif dan aktif). Kata Kunci : Keselamatan, Ruko (Rumah Toko), Kebakaran, Makassa

    Strategi Pengembangan Kluster Perkebunan Kopi dan Tebu untuk Pengembangan Ekonomi Kabupaten Aceh Tengah

    Full text link
    . The purpose of this stady is not indentifiying the cluster and economic strategic development cluster for economic growth supported at Aceh Tengah residence. The study conducted in the Aceh Tengah residence using direct primary data and secondary data. Primary data collection was based of observasing through the objective of stady. Secondary data was taken from literature study and the data from similar institution like Dinas Badan Pusat Statistik Aceh Tengah which has correlation with this study. Analysis that used in this study is the analysis that using Location Quotient (LQ) technical and SWOT analysis. The result of this study show based on Location Quotient (LQ) analysis tekhnical, could identified the comodities that has value LQ>1 showed production Existing Condition and Coffe Development Potencial in Linge district, Atu Lintang, Jagong Jeget, Bintang, Lut Tawar, Kebayakan, Pegasing, Bies, Bebesan, Kute Pinang, Silih Nara, Celala, Rusip Antara, while sugar cane just in Ketol District as a strategic comodities for advance development at Aceh Tengah residence. Meanwhile the strategic position of coffee and sugar cane investors placed at aggressive strategic position which supported investors policy, this strategy could be used if the investors has chances and strengths until they could used it coith the strengtht they have, bicause both of it has different value that cunted as positive such about 1,34 and 1,31

    Segmentasi Pelanggan menggunakan Algoritma K-Means Sebagai Dasar Strategi Pemasaran pada LAROIBA Seluler

    Get PDF
    LAROIBA Seluler merupakan suatu perusahaan yang proses bisnis utamanya sebagai distributor pulsa elektrik di dareah Kabupaten Boja. Persaingan yang ketat si bidang sejenis mendorong LAROIBA untuk mengelola pelanggannya secara maksimal. Salah satu cara untuk mengelola pelanggannya adalah dengan mengelompokkan pelanggan dan menerapkan strategi pemasaran yang sesuai untuk setiap kelompok.Penelitian ini bertujuan untuk melakukan segmentasi pelanggan pada LAROIBA Seluler dengan memanfaatkan proses data mining dengan teknik Clustering. Metode yang digunakan adalah CRISP-DM dengan melalui proses business understanding, data understanding, data preparation, modeling dan evaluasi. Algoritma yang digunakan untuk pembentukan kluster adalah algoritma K-Means. K-Means menghasilkan model visual cluster dengan tools Rapidminer 5.2 yang merepresentasikan jumlah pelanggan di setiap kluster dengan menggunakan atribut RFM (Recency, Frequency dan Monetary). Kelompok pelanggan yang terbentuk adalah empat kelas dengan kluster pertama 4 pelanggan, kluster kedua 76 pelanggan, kluster ketiga 20 pelanggan dan kluster keempat dengan jumlah pelanggan 173

    Evaluasi Bobot Biji Tiap Jenis Malai Anakan Padi melalui Penerapan Analisis Profil Peubah Ganda

    Get PDF
    Yield components of rice are characteristics that can contribute to crop productivity levels. Grain weight per panicle produced from primary, secondary, tertiary and quarter tiller are important yield components. Information on grain weight profile may be used as the basis for improving rice cultivation techniques. Therefore, profile of the filled and empty grain weight from each type of rice panicle need to be evaluated. Evaluation of the traits was done by conducting experiment in glass house in 2013 under randomized block design, 3 replications with 1 plant per pot. Seed weight of filled and empty grain of primary, secondary, tertiary and quarter of rice panicles were observed. Thirty genotypes of rice were grouped by 8 variables of filled and empty grain weight through cluster analysis, and the profile response of filled and empty grain weight was analyzed by profile analysis of multiple variables. Profile of grain weight per cluster showed that there was no cluster with high filled grain weight and low empty grain weight for all types of panicle. Among the clusters, there were genotypes with high filled grain weight and moderate empty grain weight from each type of panicles, and they could be considered as materials in rice breeding programs
    corecore