20,275 research outputs found
PENERAPAN E-MODUL PADA MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD (STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA KONSEP ANIMALIA KELAS X SMA ISLAM AL-AZHAR 5 CIREBON
WELLI UTAMI:“Penerapan E-Modul Pada Model Pembelajaran Kooperatif Tipe
STAD (Student Team Achievement Division) Terhadap Hasil
Belajar Siswa Pada Konsep Animalia Kelas X SMA Islam Al-
Azhar 5 Cirebon”
Proses pembelajaran tak pernah lepas dari peran guru dan penggunaan bahan ajar di
sekolah. Kemajuan teknologi informasi telah memungkinkan penyajian bahan ajar cetak,
menjadi bahan ajar yang berbentuk elektronik yaitu modul elektronik (e-modul). Tampilan
e-modul yang menarik diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Selain itu,
untuk lebih mendorong keaktifan, kerjasama dan tanggung jawab dalam diri siswa. Maka,
diterapkan pula model pembelajaran kooperatif tipe STAD.
Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah (1) Untuk mengkaji Penerapan e-modul
pada model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Team Achievement Division)
pada konsep Animalia. (2) Untuk mengkaji Seberapa besar peningkatan hasil belajar siswa
yang menerapkan e-modul pada model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada konsep
Animalia. (3) Untuk mengkaji perbedaan peningkatan hasil belajar yang signifikan antara
siswa yang menerapkan e-modul pada model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan yang
tidak menerapkan e-modul pada model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada konsep
Animalia. (4) Untuk mengkaji respon siswa terhadap penerapan e-modul pada model
pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Team Achievement Division) pada konsep
Animalia.
E-modul merupakan versi elektronik dari sebuah modul tercetak yang dapat dibaca
pada sebuah personal komputer dan dirancang dengan menggunakan software. Kelebihan
E-modul yaitu memberikan suasana yang lebih hidup dan penampilannya menarik.
Sedangkan kekurangannya yaitu memerlukan dukungan sarana dan prasarana tertentu,
seperti: listrik, komputer, proyektor yang tidak selamanya mudah diperoleh.
Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan teknik pengumpulan data berupa
tes, observasi, dan angket. Populasi berjumlah 118 siswa kelas X SMA Islam Al-Azhar 5
Cirebon. Pengambilan sampel dengan teknik simple random sampling yaitu kelas X4
sebagai kelas eksperimen berjumlah 26 siswa dan kelas X1 sebagai kelas kontrol
berjumlah 26 siswa. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji statistik
meliputi uji normalitas, homogenitas, dan uji hipotesis.
Hasil penelitian ini adalah aktivitas siswa berjalan sangat baik ditunjukkan dari hasil
observasi on task yang selalu lebih besar daripada off task, terdapat peningkatan hasil
belajar siswa di kelas eksperimen, terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara
kelas yang menerapkan e-modul dengan yang tidak menerapkannya pada model
pembelajaran kooperatif tipe STAD. Respon siswa terhadap penerapan e-modul pada
model pembelajaran kooperatif tipe STAD baik hal ini ditunjukkan dengan 44%
menyatakan Setuju.
Kata kunci : e-modul, model pembelajaran kooperatif, STAD, hasil belajar
PENGEMBANGAN E-MODUL IPA TERPADU BERBASIS FLIPBOOK MAKER TEMA PENCEMARAN LINGKUNGAN SEBAGAI SUMBER BELAJAR MANDIRI SISWA KELAS VII SMP/MTS
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan e-modul IPA terpadu
berbasis flipbook maker dengan tema pencemaran lingkungan sebagai sumber
belajar mandiri siswa kelas VII SMP dan mengetahui kualitas e-modul IPA
terpadu yang telah disusun.
Penelitian ini merupakan penelitian R&D (Research and Development)
yang menggunakan model 4D (Define, Design, Develop, and Disseminate).
Penelitian dibatasi pada tahap develop. Instrumen penelitian berupa lembar angket
penilaian kualitas produk. Penilaian dilakukan oleh satu orang ahli materi, satu
orang ahli media, lima orang peer reviewer, tiga orang guru IPA dan 15 siswa
kelas VIII. Data yang diperoleh berupa data kualitatif yang diubah menjadi data
kuantitatif kemudian ditabulasi dan dianalisis secara deskriptif untuk mengetahui
kualitas produk yang dikembangkan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas e-modul yang
dikembangkan masuk dalam kategori sangat baik (SB) menurut para ahli, peer
reviewer dan guru IPA dengan presentase keidealan 77,2% dari ahli materi, 80,4%
dari ahli media, 87,9% dari peer reviewer dan 91,1% dari guru IPA. Tanggapan
siswa sangat setuju (SS) dengan pengembangan e-modul ini dengan persentase
keidealan 91,05%. E-modul yang telah dikembangkan perlu diimplementasikan
untuk mengetahui kelayakan produk, sehingga dapat digunakan sebagai salah satu
sumber belajar mandiri siswa kelas VII SMP/MTs
PENERAPAN E-MODUL PADA MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD (STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA KONSEP ANIMALIA KELAS X SMA ISLAM AL-AZHAR 5 CIREBON
WELLI UTAMI:“Penerapan E-Modul Pada Model Pembelajaran Kooperatif Tipe
STAD (Student Team Achievement Division) Terhadap Hasil
Belajar Siswa Pada Konsep Animalia Kelas X SMA Islam Al-
Azhar 5 Cirebon”
Proses pembelajaran tak pernah lepas dari peran guru dan penggunaan bahan ajar di
sekolah. Kemajuan teknologi informasi telah memungkinkan penyajian bahan ajar cetak,
menjadi bahan ajar yang berbentuk elektronik yaitu modul elektronik (e-modul). Tampilan
e-modul yang menarik diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Selain itu,
untuk lebih mendorong keaktifan, kerjasama dan tanggung jawab dalam diri siswa. Maka,
diterapkan pula model pembelajaran kooperatif tipe STAD.
Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah (1) Untuk mengkaji Penerapan e-modul
pada model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Team Achievement Division)
pada konsep Animalia. (2) Untuk mengkaji Seberapa besar peningkatan hasil belajar siswa
yang menerapkan e-modul pada model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada konsep
Animalia. (3) Untuk mengkaji perbedaan peningkatan hasil belajar yang signifikan antara
siswa yang menerapkan e-modul pada model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan yang
tidak menerapkan e-modul pada model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada konsep
Animalia. (4) Untuk mengkaji respon siswa terhadap penerapan e-modul pada model
pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Team Achievement Division) pada konsep
Animalia.
E-modul merupakan versi elektronik dari sebuah modul tercetak yang dapat dibaca
pada sebuah personal komputer dan dirancang dengan menggunakan software. Kelebihan
E-modul yaitu memberikan suasana yang lebih hidup dan penampilannya menarik.
Sedangkan kekurangannya yaitu memerlukan dukungan sarana dan prasarana tertentu,
seperti: listrik, komputer, proyektor yang tidak selamanya mudah diperoleh.
Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan teknik pengumpulan data berupa
tes, observasi, dan angket. Populasi berjumlah 118 siswa kelas X SMA Islam Al-Azhar 5
Cirebon. Pengambilan sampel dengan teknik simple random sampling yaitu kelas X4
sebagai kelas eksperimen berjumlah 26 siswa dan kelas X1 sebagai kelas kontrol
berjumlah 26 siswa. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji statistik
meliputi uji normalitas, homogenitas, dan uji hipotesis.
Hasil penelitian ini adalah aktivitas siswa berjalan sangat baik ditunjukkan dari hasil
observasi on task yang selalu lebih besar daripada off task, terdapat peningkatan hasil
belajar siswa di kelas eksperimen, terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara
kelas yang menerapkan e-modul dengan yang tidak menerapkannya pada model
pembelajaran kooperatif tipe STAD. Respon siswa terhadap penerapan e-modul pada
model pembelajaran kooperatif tipe STAD baik hal ini ditunjukkan dengan 44%
menyatakan Setuju.
Kata kunci : e-modul, model pembelajaran kooperatif, STAD, hasil belajar
Keberkesanan pengaplikasian e-modul semiconductor devices menggunakan augmented reality bagi Pelajar Kejuruteraan Elektronik di Politeknik Merlimau, Melaka
Augmented Reality (AR) kini digunakan secara meluas dalam kehidupan seharian, salah satunya adalah dalam bidang pendidikan. Pada masa kini, aplikasi AR dapat diintegrasikan untuk meningkatkan standard kurikulum yang digunakan, seperti teks, grafik, video, dan audio yang boleh dilapisi dengan persekitaran pelajar secara real-time supaya mereka dapat belajar dengan lebih baik. AR, dapat menghasilkan maklumat tambahan kepada pelajar yang dipaparkan dalam multimedia. Kekurangan pengetahuan dan teknik pengajaran menggunakan teknologi terkini sebagai ABBM memberikan kesan kepada pencapaian pelajar dalam pelajaran, Teknik pengajaran oleh pensyarah yang hanya menggunakan buku seperti yang berlaku pada pelajar Politeknik turut menjadi punca kepada kegagalan pelajar dalam memahami isi pelajaran yang disampaikan. Justeru itu, kajian ini dilakukan untuk membangunkan e-Modul Semiconductor Devices menggunakan AR sebagai salah satu ABBM yangmenarik di dalam proses pengajaran dan pembelajaran bagi pelajar DiplomaKejuruteraan Elektronik di Politeknik Merlimau, Melaka. Kajian kuasi-eksperimental menggunakan ujian pra dan pasca telah dijalankan kepada 40 orangpelajar yang dibahagikan kepada dua kumpulan terdiri daripada kumpulan rawatandan kumpulan kawalan bagi mengkaji keberkesanan pengaplikasian e-ModulSemiconductor Devices menggunakan AR sama ada memberi kesan langsung ke ataspencapaian pelajar atau sebaliknya. Kajian mendapati pengaplikasian e-ModulSemiconductor Devices menggunakan AR memberi kesan positif kepada pencapaianpelajar.Perisian Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) 22 digunakanbagi memudahkan proses penganalisaan data. Hasil analisis soal selidikmenunjukkan keseluruhan skor min bagi mengenalpasti tahap penerimaan pelajaryang menggunakan e-Modul Semiconductor Devices menggunakan aplikasi AR dariaspek reka bentuk, aspek kandungan dan dari aspek kebolehgunaan berada padatahap yang tinggi
PENGEMBANGAN E-MODUL BIOLOGI BERBASIS NILAI IMAN DAN TAQWA PADA SISWA MA KELAS XI
Pengembangan E-Modul Biologi Berbasis Nilai Iman dan Taqwa Pada Siswa MA Kelas XI. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (R&D)yang bertujuan untuk mengembangkan e-modul Biologi berbasis nilai iman dan taqwa pada siswa MA kelas XIyang bersifat valid, praktis dan efektif. Tahap penelitian dan pengembangan mengacu pada model pengembangan ADDIE yang terdiri atas 5 tahap yaitu: (1) analisis (Analyze); (2) perancangan (Desaign); (3) pengembangan (Development); (4) implementasi (Implementation); dan (5) evaluasi (Evaluation). Instrumen penilaian terdiri atas tiga yaitu (1) instrumen kevalidan berupa instrumen penilaian kevalidan modul dan instrumen penilaian kevalidan angket, (2) instrumen kepraktisan berupa angket respon guru dan respon siswa terhadap modul, (3) instrumen keefektifan berupa angket afektif siswa dan tes evaluasi hasil belajar siswa. Berdasarkan analisis data, diperoleh rata-rata kevalidan modul oleh dua validator ahli yaitu 4.2 Kepraktisan modul diperoleh dari respon guru sebesar 92.5% (sangat kuat) dan respon siswa sebesar 100% berada pada kategori sangat kuat. Keefektifan modul diperoleh dari data afektif siswa sebesar 53.33% yang berada pada kategori sangat kuat dan 43.33% berada pada kategori kuat serta rata-rata nilai N-Gain siswa sebesar 0.70 (Tinggi). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa e-modul Biologi berbasis nilai iman dan taqwa yang dikembangkan bersifat valid, praktis dan efektif.
Kata Kunci: penelitian & pengembangan, e-modul, imta
Pengembangan E- Modul Matematika Berbasis Problem Based Learning Berbantuan Geogebra pada Materi Bilangan Bulat
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan e-modul matematika dengan model problem based learning pada materi bilangan bulat kelas VII. Populasi yang digunakan adalah peserta didik kelas VII MTs Miftahul Huda Kangkung. Penulis menggunakan teknik clusster random sampling untuk menentukan sampel yang digunakan. Diperoleh kelas VII A sebagai kelas kontrol dan kelas VII B sebagai kelas eksperimen. Variabel bebas yang digunakan adalah motivasi peserta didik ( ) yang diobservasi selama proses pembelajaran, sedangkan variabel terikatnya berupa hasil belajar peserta didik ( ̂) yang diperoleh melalui tes. Berdasarkan validator ahli media dan ahli materi diperoleh persentase rata-rata sebesar 80% dan 85,65% hal ini menunjukkan bahwa e-modul matematika berbasis problem based pada materi bilangan bulat kelas VII yang dikembangkan valid dan layak untuk digunakan dalam penelitian. Hasil yang didapatkan menunjukkan rata-rata hasil belajar peserta didik adalah 82,55 yang berarti hasil belajar peserta didik sangat baik. Hasil belajar siswa kelas eksperimen lebih besar dari kelas kontrol.. Hal ini menunjukkan bahwa pengembangan e-modul matematika berbasis problem based learning pada materi bilangan bulat kelas VII valid dan pembelajaran dengan e-modul matematika berbasis berbasis problem based learning pada materi bilangan bulat kelas VII efektif
Untersuchungen zum Einfluss der Holzfeuchte auf ausgewählte Eigenschaften von Spanplatten und MDF
Zusammenfassung: An industriell gefertigten Spanplatten und MDF wurde der Einfluss der Holzfeuchte auf den E-Modul bei Biegebelastung, die Biegefestigkeit sowie die Schubmoduln Gzx und Gzy ermittelt. Die Gleichgewichtsfeuchte und die differentielle Dickenquellung waren bei MDF niedriger als bei Spanplatten, was sich mit den Erkenntnissen bisheriger Arbeiten deckt. Ebenso sinken die Zugfestigkeit, der E-Modul, der Schubmodul und die Biegefestigkeit bei Erhöhung der Holzfeuchte. Die Poissonsche Konstante μ12 sinkt mit zunehmender Holzfeucht
Pengembangan E-modul Berbasis Literasi Sains pada Materi Radiasi Elektromagnetik
This research aims to produce e-module based science literacy that is feasible to use. The subject of this research is e-module based science literacy on electromagnetic radiation lesson. This research used Research and Development method with type 4D. Stages of developing this e-module based science literacy include Define, Design, Develop, and Disseminate. The instrument used is the Science Literacy Validation Scoring Sheets. The validation results of e-module based science literacy on electromagnetic radiation lesson from all aspects have a percentage 86.96% with very decent category. Thus, e-module of physics learning based on science literacy is feasible to be used as a supporting teaching material, as well as basic teaching materials on electromagnetic radiation lesson for grade XII of Senior High School students
Pengembangan E-modul dengan Model Problem Based Learning pada Materi Bilangan Bulat Kelas VII
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan e-modul dengan model Problem Based Learning pada materi bilangan bulat kelas VII. Populasi yang digunakan adalah peserta didik kelas VII dan VIII SMP N 5 Rembang. Penulis menggunakan teknik clusster random sampling untuk menentukan sampel yang digunakan. Diperoleh kelas VII H sebagai kelas eksperimen dan kelas VII I sebagai kelas kontrol. Variabel bebas yang digunakan adalah motivasi peserta didik ( ) yang diobservasi selama proses pembelajaran, sedangkan variabel terikatnya berupa hasil belajar peserta didik ( ̂) yang diperoleh melalui tes. Berdasarkan validator ahli media dan ahli materi diperoleh persentase rata-rata sebesar 80,83% dan 84,37% hal ini menunjukkan bahwa e-modul dengan model Problem Based Learning pada materi bilangan bulat kelas VII yang dikembangkan valid dan layak untuk digunakan dalam penelitian. Hasil yang didapatkan menunjukkan rata-rata hasil belajar peserta didik adalah 82,213 yang berarti hasil belajar peserta didik sangat baik. Hasil belajar siswa kelas eksperimen lebih besar dari kelas kontrol. Motivasi peserta didik memiliki hubungan yang positif terhadap hasil belajar peserta didik dengan regresi ̂ . Hal ini menunjukkan bahwa pengembangan e-modul dengan model Problem Based Learning pada materi bilangan bulat kelas VII valid dan pembelajaran dengan e-modul dengan model Problem Based Learning pada materi bilangan bulat kelas VII efektif
- …
