8,110 research outputs found
PENGARUH DETERJEN RINSO DAN ATTACK JAZ 1 TERHADAP PERTUMBUHAN PAKU AIR (AZOLLA MICROPHYLLA) DALAM MENURUNKAN KADAR BOD DAN COD
Pencemaran lingkungan di perairan yang disebabkan oleh limbah domestik yang bersifat cair, berasal dari buangan limbah yang mengandung deterjen, antara lain limbah rumah tangga, laundry, rumah makan serta pabrik. Upaya untuk mengatasi pencemaran akibat limbah deterjen dapat dilakukan dengan cara fitoremediasi menggunakan Azolla microphylla. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh tumbuhan Azolla microphylla dalam menurunkan kadar BOD dan COD. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan perlakuan larutan deterjen Rinso dan Attack Jaz 1 konsentrasi 75 ppm, 150 ppm, 225 ppm dan 300 ppm serta tanpa penggunaan deterjen (kontrol). Tumbuhan Azolla microphylla ditumbuhkan selama 1 minggu dengan maksud aklimatisasi. Data yang telah terkumpul dianalisis menggunakan ANAVA dan uji lanjut DMRT pada taraf 0,01 untuk melihat pengaruh perlakuan terhadap parameter yang diuji. Berdasarkan pengolahan data pada perlakuan deterjen Rinso, diperoleh Fhitung = 165,3, sedangkan Ftabel 11,39, sehingga Fhitung > Ftabel atau 165,3 > 11,39 maka terdapat pengaruh antara penggunaan tumbuhan Azolla microphylla pada berbagai konsentrasi larutan deterjen Rinso terhadap kadar BOD dan COD. Hasil pengolahan data pada perlakuan deterjen Attack Jaz 1, diperoleh Fhitung = 37,09, sedangkan Ftabel 11,39, sehingga Fhitung > Ftabel atau 37,09 > 11,39 maka terdapat pengaruh antara penggunaan tumbuhan Azolla microphylla pada berbagai konsentrasi larutan deterjen Attack Jaz 1 terhadap kadar BOD dan COD
Prediksi Pangsa Pasar Produk Deterjen Merek Rinso Dengan Metode Markov Chain Guna Menentukan Strategi Pemasaran
Deterjen pencuci pakaian merek Rinso merupakan salah satu deterjen pencuci pakaian dipasaran yang diproduksi oleh PT.Unilever. Permasalahan yang dihadapi adalah dengan munculnya produk baru dan adanya produk pesaing yang sudah ada membuat pangsa pasar Rinso terancam menurun, karena konsumen mudah berpindah-pindah dalam membeli deterjen pencuci pakaian. Sehingga Perusahaan harus sering melakukan penelitian pasar untuk mengetahui pangsa pasar yang diperoleh serta melakukan pengukuran ekuitas merek sehingga dapat menentukan strategi pemasaran. Tujuan penelitian ini adalah memperediksi pangsa pasar produk deterjen merek Rinso pada masa yang akan datang, mengukur nilai ekuitas merek deterjen Rinso dan menentukan strategi pemasaran yang tepat, agar produk deterjen Rinso tetap Kompetitif di pasaran. Hasil penelitian didapat responden yang paling berminat membeli Rinso adalah responden yang berusia 31-40 tahun, yang berpenghasilan 1-1,5 juta perbulan yaitu pegawai swasta. Dari hasil penelitian pangsa pasar dengan menggunakan Rantai Markov didapat pemimpin pasar deterjen pencuci pakaian untuk masa mendatang dipegang oleh Attack, dengan menguasai 35,50% dari pangsa pasar keseluruhan, Rinso (34,82%), Surf (18,24%), So klin (6,44%) dan Daia (5%). Pada elemen ekuitas merek tingkat Top of mind Rinso berada pada posisi tertinggi yaitu 36,81%
PRARANCANGAN PABRIK DETERJEN CAIR DARI SERBUK TEMPURUNG KELAPA DENGAN KAPASITAS PRODUKSI 11.000 TON/TAHUN
Prarancangan pabrik deterjen cair ini menggunakan bahan baku utama serbuk tempurung kelapa, dan bahan-bahan untuk penunjang pembuatan deterjen cair seperti Builder, Filler, Pewangi, Alkaline Protease serta Carboxyl methyl cellulose (CMC). Proses produksi secara keseluruhan menggunakan proses kontinyu dengan melibatkan proses pemasakan serbuk tempurung kelapa dengan menggunakan natrium bisulfit. Surfaktan merupakan bahan utama deterjen, surfaktan Alkyl benzene Sulfonate (ABS) digunakan sebagai formula di dalam deterjen. Tujuan perancangan pabrik deterjen cair ini adalah untuk memproduksi deterjen cair dengan menggunakan tempurung kelapa sebagai surfaktan dan untuk mengurangi impor deterjen cair. Tujuan lain dari pembangunan pabrik ini sebagai menambah devisa negara dari subsektor perkebunan dengan meningkatkan kontribusi pemakaian tempurung kelapa. Menambah pendapatan negara berupa pajak penghasilan, dan membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat sekitarnya dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kapasitas produksi pabrik deterjen cair adalah 11.000 ton/tahun dengan masa kerja 330 hari pertahun. Untuk menentukan kapasitas peralatan pabrik serta kebutuhan energi suatu pabrik perhitungan terhadap neraca massa dan neraca energi yang masuk dan keluar dari suatu peralatan. Kedua neraca ini sangat diperlukan dalam penentukan spesifikasi setiap pelaratan proses. Jumlah panas yang dibutuhkan sesuai dengan jumlah massa yang diproses. Juga ukuran peralatan ditentukan oleh jumlah massa yang harus ditangani. Bentuk perusahaan yang direncanakan adalah persero Terbatas (PT) dengan menggunakan srtuktur organisasi garis dan staf. Kebutuhan tenaga kerja untuk menjalankan perusahaan ini berjumlah 286 orang. Lokasi pabrik deterjen cair ini direncanakan didirikan di Desa Lueng daneun, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng Kabupaten Bireun, Provinsi Aceh, dengan ketersediaan bahan baku produksi kelapa sebanyak 15,15 miliyar butir/tahun dengan menghasilkan 0,75 juta ton tempurung kelapa dengan luas area 20,535 m2. Serta sumber bahan baku utama tersedia banyak disekitar pabrik, yaitu Pabrik Minyak Kelapa di Kuta Blang, serta Pabrik Sabut Kelapa di Peusangan Selatan, serta dari usaha-usaha industri rumah tangga setempat. Lokasi pabrik yang mudah dijangkau baik untuk pengangkutan bahan baku maupun pemesanan produk. Sumber air pabrik berasal dari Sungai Kecamatan Peusangan Siblah Krueng Kabupaten Bireuen dengan total kebutuhan air 22.649,6 kg/jam. Hasil analisa ekonomi yang diperoleh adalah sebagai berikut :1. Fixed Capital Investment= Rp 66.471.799.555.-2. Working Capital Investment = Rp 14.662.896.916.-3. Total Capital Investment= Rp 97.752.646.404.-4. Total Biaya Produksi= Rp 72.254.646.404.-5. Hasil Penjualan= Rp 150.576.250.000.-6. Laba bersih = Rp 94.000.688.811.-7. Internal Rate of Return (IRR) = 36,59 %8. Pay Out Time (POT) = 2 tahun 9 bulan9. Break Even Point (BEP) = 37 %Berdasarkan studi kelayakan teknis dan ekonomis di atas, maka dapat disimpulkan bahwa perancangan pabrik deterjen cair ini layak untuk dilanjutkan ke tahap konstruksi
Pengaruh Perbedaan Konsentrasi Deterjen Bubuk Terhadap Frekuensi Bukaan Operkulum Dan Kelangsungan Hidup Ikan Mas (Cyprinus Carpio)
Peningkatan jumlah penduduk mengakibatkan permasalahan lingkungan yang salah satunya berdampak terhadap meningkatnya deterjen setiap hari. Deterjen memiliki dampak terhadap kesehatan lingkungan karena selain menimbulkan busa di permukaan air juga menghambat difusi udara bebas ke dalam kolom air dan akan berdmapak pada organisme yang hidup di kolom air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh deterjen terhadap frekuensi bukaan operkulum dan kelangsungan hidup ikan mas (Cyprinus carpio). Penelitian diakukan pada bulan Februari-Maret 2018 di laboratorium Seafarming Fakultas Perikanan dan Ilmu Kekautan Unpatti. Penelitian bersifat observasi dan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan tiga perlakukan yaitu (A) kontrol, B (deterjen 0,005 mg/l), C (deterjen 0,01 mg/l) dan D (deterjen 0,015 mg/l). Parameter yang diteliti yaitu frekuensi bukaan operkulum, mortalitas ikan dan parameter kualitas air (suhu, pH dan DO). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan konsentrasi deterjen berdampak terhadap frekuensi bukaan operkulum dan kelangsungan hidup ikan mas. Semakin tinggi konsentrasi deterjen akan menurunkan frekuensi bukaan operkulum dan kelangsungan hidup ikan mas (C. carpio). Frekuensi bukaan operkulum terendah ditemukan pada perlakukan D (0,015 mg/l) yaitu 26 kali/menit, begitu pula dengan kelangsungan hidup yaitu 50%. Parameter kualitas air selama penelitian berada pada kisaran normal yaitu suhu (26,1-26,4°C), pH (7,42-8,68 ) dan DO (3,5-5,1 mg/l).
Kata Kunci : pengaruh, surfaktan, frekuensi bukaan operculum, kelangsungan hidup, ikan ma
Daya Tahan Beberapa Organisme Air Pada Pencemar Limbah Deterjen
Saat ini deterjen telah digunakan secara luas oleh masyarakat, sehingga limbahnyapun tersebar di setiap badan air. Limbah yang kadangkala nampak sebagai buih-buih putih tersebut dipastikan mempunyai dampak negatif terhadap organisme air. Untuk mengetahui daya tahan organisme air terhadap limbah deterjen tersebut maka dilakukan penelitian ini. Penelitian ini mengungkapkan bahwa setiap organisme air mempunyai daya tahan yang berbeda terhadap limbah deterjen “rinso”. Pada penelitian ini terungkap bahwa terhadap limbah deterjen rinso larva Culex sp memiliki daya tahan yang lebih baik daripada Daphnia carinata dan Chironomus sp. Hal ini tercermin dari Kenyataan bahwa dalam waktu 38 jam; 50% larva Culex sp masih bertahan dalam media dengan rinso terlarut 4 x 102 ppm; Daphnia carinata dalam media dengan rinso terlarut 102 ppm dan Chironomus sp hanya dalam media dengan rinso terlarut 10-1 ppm
Penggunaan Unit Slow Sand Filter, Ozon Generator dan Rapid Sand Filter Skala Rumah Tangga untuk Meningkatkan Kualitas Air Sumur Dangkal Menjadi Air Layak Minum (Parameter Zat Organik dan Deterjen)
Air sumur merupakan air tanah yang sering kali digunakan masyarakat untuk aktivitas sehari-hari. Air sumur dengan kadar organik dan deterjen tinggi tidak layak dikonsumsi masyarakat karena dapat menyebabkan berbagai macam penyakit. Selain itu, adanya zat organik dan deterjen mempengaruhi warna dan bau air sumur sehingga tidak layak konsumsi. Slow sand filter merupakan unit pengolahan yang mampu meremoval zat organik pada air. Slow sand filter dan rapid sand filter tidak menggunakan bahan kimia dalam proses pengolahan sehingga lebih ekonomis dan efektif. Sedangkan ozon, efektif digunakan untuk meremoval zat organik yang ada dalam air dengan mengubah rantai zat organik menjadi lebih sederhana. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan penggunaan slow sand filter, ozon generator dan rapid sand filter dalam menyisihkan beban deterjen dan zat organik pada air sumur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi removal pada unit slow sand filter untuk beban organik dan deterjen sebesar 57,6% dan 60,5 %, pada unit ozonasi sebesar 47,4% dan 17,5%, dan pada unit rapid sand filter sebesar 50,0% dan 50,9 %
PENGARUH KARAKTERISTIK PRODUK BARU DAN MEMORI IKLAN MEDIA TELEVISI TERHADAP KEPUTUSAN KONSUMEN MENGADOPSI DETERJEN ATTACK PLUS SOFTENER DI KOTA BOYOLALI
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: 1) Pengaruh karakteristik produk baru dan
memori iklan media televisi terhadap keputusan konsumen mengadopsi deterjen Attack plus
Softener; 2) Pengaruh karakteristik produk baru terhadap keputusan konsumen mengadopsi
deterjen Attack plus Softener; 3) Pengaruh memori iklan media televisi terhadap keputusan
konsumen mengadopsi deterjen Attack plus Softener. Hipotesis dalam penelitian ini adalah:
1) Ada pengaruh yang signifikan antara karakteristik produk baru dan memori iklan media
televisi dengan keputusan konsumen mengadopsi deterjen Attack plus Softener di Kota
Boyolali; 2) Ada pengaruh yang signifikan antara karakteristik produk baru dengan
keputusan konsumen mengadopsi deterjen Attack plus Softener; 3) Adanya pengaruh yang
signifikan antara memori iklan media televisi dengan keputusan konsumen mengadopsi
deterjen Attack plus Softener di Kota Boyolali.
Populasi dari penelitian ini adalah ibu-ibu rumah tangga yang menggunakan produk
diterjen yang berdomisili di wilayah Kota Boyolali. Dalam penelitian ini ditentukan sampel
sebanyak 100 responden. Adapun teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah dengan
menggunakan metode purposive sampling, dimana peneliti mendapatkan responden
berdasarkan kemudahan untuk mengakses data. Metode analisis yang digunakan adalah: uji
validitas, uji reliabilitas, analisis regresi multiple, uji t, dan Koefisien Determinasi.
Berdasarkan hasil analisis, maka dapat disimpulkan bahwa : 1) Hasil analisis regresi
dapat diketahui persamaan regresi: Y = 6,233 + 0,393X1 + 0,480X2. Artinya bahwa
karakteristik produk dan memori iklan berpengaruh positif terhadap keputusan konsumen
untuk mengadopsi deterjen attact plus softener di Kota Boyolali; 2) Hasil uji t diketahui
bahwa uji t terlihat variabel upah (X1) mempunyai thitung sebesar 3,968, dengan nilai p
(0,000) < alpha (0,05), dan variabel memori iklan (X2) t hitung sebesar 6,604 dengan nilai p
(0,000) < alpha (0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa karakteristik produk (X1) dan
memori iklan (X2) secara parsial berpengaruh signifikan terhadap keputusan konsumen untuk
mengadopsi deterjen attact plus aoftener di Kota Boyolali; 3) Hasil uji F diketahui Fhitung
dengan Ftabel, maka diketahui bahwa Fhitung > Ftabel (53,261), maka variabel independent (X1
dan X2) secara serentak Ho ditolak dan Ha diterima, artinya bahwa variabel independent
(karakteristik produk dan memori iklan) secara bersama-sama/simultan mempunyai pengaruh
yang signifikan terhadap keputusan konsumen (Y) untuk mengadopsi deterjen attact dan
softener di Kota Boyolali; 4) Hasil uji koefisien determinasi diketahui nilai R2 sebesar 0,523.
Hal ini berarti bahwa 52,30% keputusan konsumen untuk mengadopsi deterjen attact plus
softener dapat dijelaskan oleh variabel-variabel independent (karakteristik produk dan
memori iklan) dan sisanya 47,70% diterangkan dalam penelitian ini. Dengan demikian bahwa
hipotesis yang penulis ajukan : bahwa variabel karakteristik produk dan memori iklan secara
parsial maupun simultan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan konsumen
untuk mengadopsi deterjen attact plus softener di Kota Boyolali”, dapat diterima
kebenarannya
UJI TOKSISITAS BERBAGAI JENIS DAN KONSENTRASI DETERJEN TERHADAP TINGKAT KERUSAKAN INSANG DAN MORTALITAS IKAN MAS (Cyprinus carpio)
Toxicity is toxic relative character related with its potential to cause negative effect for living creature. Water pollution is the entrance of living creature, element, energy, and another component in water by human activity so that the water quality decreased into certain level which caused the water couldn’t function as the general function. The research purpose is to find out the influence of various kind and concentrate of detergent to gills corruptness and mortality of gold fish (Cyprinus carpio), to find out the detergent brand which has the highest level to gold fish gills corruptness and mortality, beside, the research aimed to find out the influence of combination of kind and concentrate of detergent to the corruption of fish gills and mortality of gold fish. The research was true experimental research. The experiment design used complete random design with 20 treatments, they were four kinds of detergents and each of detergent has 0.08 mg/L, 0.04 g/L, 0.07 g/L, 0.10 g/L, 0.13 g/L concentrates. While 4 detergents used were Attack, Rinso, Wings biru, dan Krim ekonomi. Sampling technique used to Simple Random Sampling. Research indicator was the level of fish gills corruption and mortality of gold fish.. Data analysis used two way ANAVA continued with Duncan’s Test 1%. According to two way ANAVA test, there showed that there is influence of detergent kind and concentrate to the level of gills corruptness and mortality of Gold fish (Cyprinus carpio). From the Duncan’s Test 1%, concentrate of Wings Biru brand 0.13 g/L had the highest influence to the level of gills corruptness and mortality of gold fish. Attack Detergent concentrate 0.008 had the smallest influence
PERBEDAAN INDEKS PLAK SETELAH ¬¬MENYIKAT GIGI MENGGUNAKAN PASTA GIGI YANG MENGANDUNG DETERJEN DENGAN PASTA GIGI NONDETERJEN PADA MAHASISWA PRODI KEDOKTERAN UNS
Adhe Marlin Sanyoto, G0012002, 2015. Perbedaan Indeks Plak Setelah Menyikat Gigi dengan Pasta Gigi yang Mengandung Deterjen dan Pasta Gigi Nondeterjen pada Mahasiswa Prodi Kedokteran UNS. Skripsi. Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Latar Belakang: Deterjen sintetis yang sering digunakan sebagai zat aktif pada pasta gigi adalah Sodium Lauryl Sulfate, Fungsinya untuk membentuk mikroemulsi sehingga terbentuk busa yang turut mempermudah pelepasan sisa makanan dan plak yang melekat. Terdapat pengembangan produk pasta gigi nondeterjen yang mengandung enzim sebagai zat aktifnya. Mekanisme kerja pasta gigi nondeterjen adalah mengembalikan fungsi fisiologis dari sistem peroksidase saliva yang terdapat dalam air ludah sehingga tercipta kondisi oral yang menghambat pertumbuhan bakteri dan juga mencegah pembentukan plak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan indeks plak setelah menyikat gigi menggunakan pasta gigi yang mengandung deterjen dengan pasta gigi nondeterjen pada Mahasiswa Prodi Kedokteran UNS Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu dengan rancangan the pretest and posttest without control group design. Sampel adalah Mahasiswa Prodi Kedokteran UNS angkatan 2012-2015 yang dipilih dengan teknik purposive sampling sebanyak 60 orang. Sampel dibagi secara simple random sampling menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok menyikat gigi dengan pasta gigi yang mengandung deterjen dan menyikat gigi dengan pasta gigi nondeterjen. Masing-masing subjek diukur indeks plak sebelum perlakuan, kemudian kelompok 1 dengan pasta gigi yang mengandung deterjen dan kelompok 2 dengan pasta gigi nondeterjen. Setelah itu, indeks plak diukur kembali seminggu kemudian. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji statistik Paired t-Test dan Independent t-Test, dengan perbedaan dikatakan signifikan bila p < 0,05. Hasil Penelitian: Penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna antara indeks plak sebelum dan sesudah pada masing-masing kelompok menyikat gigi dengan pasta gigi yang mengandung deterjen maupun pasta gigi nondeterjen (p = 0,000). Perbedaan indeks plak sebelum dan sesudah menyikat gigi antara kelompok pasta gigi yang mengandung deterjen dan kelompok pasta gigi nondeterjen menunjukkan perbedaan yang tidak bermakna (p = 0,981). Simpulan Penelitian: Tidak terdapat perbedaan indeks plak yang bermakna antara kelompok menyikat gigi menggunakan pasta gigi yang mengandung deterjen dan pasta gigi nondeterjen pada Mahasiswa Prodi Kedokteran UNS Kata Kunci : indeks plak, pasta gigi yang mengandung deterjen, pasta gigi nondeterjen, menyikat gig
- …
