146,959 research outputs found
MODEL MAKSIMISASI KEUNTUNGAN BUDIDAYA PEMBESARAN LELE (Clarias sp)
Budidaya ikan memiliki peranan stratejik dalam perekonomian Indonesia, karena kontribusinya
dalam ketahanan pangan, penyerapan tenaga kerja dan pengentasan kemiskinan, termasuk usaha
budidaya lele. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian untuk optimalisasi usaha budidaya ikan
lele. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan model maksimisasi keuntungan usaha
budidaya ikan lele. Penelitian ini menggunakan model pertumbuhan ikan polinomial. Maksimisasi
keuntungan dilakukan dengan melakukan penurunan pertama persamaan keuntungan terhadap
waktu budidaya dengan hasil turunan pertama sama dengan nol. Hasil penelitian membuktikan
bahwa model penelitian dapat diaplikasikan pada usaha budidaya ikan lele. Pada kasus penelitian
ini, budidaya ikan lele mencapai keuntungan maksimal pada waktu budidaya 345 hari dengan
keuntungan Rp. 5.411.512/siklus). Aquaculture has a strategic role in the economic of Indonesia, including catfish culture.
Aquaculture has contribute to food resilience, employment supply and poverty reduction. So,
optimalization of catfish culture is important. The aims of research was to develop a model of profit
maximization that can be applied to catfish culture. This research used polynomial growth of fish.
Profit maximization used the first derivative of profit equation to culture time equal to zero. This
research proved that that model of research could be applied in the catfish culture. In this research,
optimal culture time of 345 days produce the maximal profit (IDR 5 411 512 per cycle)
Analisis Pengaruh Nilai Produksi Perikanan Budidaya Terhadap Produk Domestik Bruto Sektor Perikanan Di Indonesia
Budidaya dapat menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi di sektor perikanan di Indonesia saat kondisi perikanan laut mengalami overfishing. Hubungan antara nilai yang digunakan produksi perikanan (budidaya laut, budidaya tanggul, tambak, budidaya keramba, jaring apung budidaya dan budidaya padi) dan Domestik Bruto sektor perikanan Produk di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh secara parsial dan simultan dominan dari nilai produksi perikanan budidaya terhadap Perikanan Produk Domestik sektor perikanan di Indonesia. Penelitian ini dilakukan di Badan Pusat Statistik Jakarta, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya dan Bank Sentral Indonesia Jakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan data sekunder dari tahun 2000-2010 dengan menggunakan analisis regresi linier. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai produksi perikanan budidaya secara bersama-sama mempengaruhi PDB sektor perikanan di Indonesia, nilai produksi perikanan sebagian mempengaruhi Produk Domestik Bruto sektor perikanan di Indonesia. Budidaya Laut memiliki efek paling dominan terhadap Produk Domestik Bruto dari sektor perikanan di Indonesia dan diikuti budidaya kolam dan budidaya tanggul. Adapun kolam budidaya memiliki nilai negatif. kesimpulan dan rekomendasi dari penelitian ini bahwa budidaya laut dapat menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi perikanan di Indonesia, diikuti oleh tambak dan tambak, budidaya padi harus diadakan untuk studi lebih lanjut karena memiliki dampak negatif terhadap Produk Domestik Bruto dari sektor perikanan di Indonesia
ANALISA KARAKTERISTIK PUPUK KOMPOS BERBAHAN BATANG PISANG
Soil as a place to grow plants must have the enough nutrient to support the plant growth. The use of inorganic fertilizers continuously can caused decreasing the soil fertility and soil organic matters, so if not fixed immediately that land no longer able to produce on the optimum level and sustainable. The solution to overcome this problem is the addition of organic matter .
Compost made from banana stems can be an alternative option that can aim to minimized the waste of unused banana stems. Organic materials that do not decompose completely will cause harmful effects. Therefore the government made Peraturan Menteri Pertanian No. 70/Permentan/SR.140/10/2011. The rules drawn up to regulate product quality compost so as to protect consumers and prevent environmental pollution. This study aims to investigate the characteristics of compost made from banana stems . Each parameter will be tested and compared with the minimum technical requirements of solid organic fertilizer contained in Peraturan Menteri Pertanian No. 70/Permentan/SR.140/10/2011.
The result showed that compost made from banana stem has a quality that is in accordance with the quality of the minimum technical requirements Solid Organic Fertilizer Permentan Nomor 70/Permentan/SR.140/10/2011 includes parameters C-organic , C / N ratio , pH H2O , ( N + P2O5 + K2O ) , Fe total , Fe available , Mn total , Zn total, Pb total, Cd total, Microbial contaminants and Microbial Functional ( fastening N and Solvents P)
Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga dengan Teknologi Budidaya Aquavertikulture pada Lahan Sempit
Aquaverticuture inovasi pengembangan budidaya pertanian dan perikanan dalam peningkatan USAha produktif ibu rumah tangga merupakan pengabdian masyarakat berbasis IPTEK yang bertujuan untuk membantu ibu rumah tangga dalam membantu perekonomian dan kebutuhan kelurarga, serta menjalin hubungan sinergis dengan perguruan tinggi. Metode pelaksanaan dalam program ini yaitu menggunakan metode sosialisasi mengenai teknologi budidaya aquavertikultur, pelatihan ibu rumah tangga mengenai budidaya ikan dan sayur serta pendampingan intensif bagi ibu rumah tangga. Selain itu hasil yang didapatkan dalam program ini yaitu ibu rumah tangga mendapatkan keilmuan mengenai budiaya ikan dan sayur dengan teknologi budidaya aquavertikulture, selain membangun keilmuan ibu rumah tangga program ini meningkatkan keterampilan ibu rumah tangga dalam budidaya ikan dan sayur dalam memanfaatkan lahan sempit disekitar rumah. Kemudian program ini juga membekali ibu rumah tangga dengan keahlian pengolahan hasil ikan dan sayur pada teknologi budidaya aquavertikulture serta bagaimana pengemasan dan pemasaran produk. Sehingga dapat disimpulkan bahwa program pemberdayaan ibu rumah tangga dengan teknologi budidaya aquavertikulture dapat meningkatkan USAha produktif dalam menunjang kebutuhan keluarg
Eksistensi Usaha Petani Budidaya Ikan Nila (Oreochromis Niloticus) Di Desa Warukapas Kabupaten Minahasa Utara Provinsi Sulawesi Utara
Perikanan budidaya di Indonesia merupakan salah satu komponen yang penting di sektor perikanan, salah satunya budidaya ikan nila. Sulawesi Utara umumnya dikenal sebagai penghasil ikan budidaya air tawar. Tujuan dari penelitian ini untuk untuk melihat keadaan umum lokasi penelitian, keadaan umum usaha budidaya ikan nila, dan untuk mengetahui eksistensi usaha budidaya ikan nila dari petani ikan. Penelitian ini bertempat di desa Warukapas kabupaten Minahasa Utara Provinsi Sulawesi Utara, dimulai dari bulan September 2012 sampai dengan bulan januari 2013. Eksistensi adalah suatu proses yang dinamis, usaha budidaya dapat dikatakan tetap eksis apabila kegiatan tersebut mengalami perkembangan baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya. Metode penelitian yang digunakan memiliki dasar penelitian studi kasus yang bersifat deskriptif, pengambilan data adalah metode purposive sampling, Jenis data yang dipakai adalah data primer dan data sekunder. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Ukuran kolam untuk pemeliharaan antara 1500 m2 sampai 15.000 m2 Benih pada awalnya dibeli dari Balai Budidaya Air Tawar Tatelu (BBAT) dan Surabaya, sekarang benih dari hasil budidaya sendiri. Petani di desa Warukapas sebagian besar memiliki modal sendiri, modal awal digunakan secara continue (berkelanjutan) pembudidaya mempunyai tenaga kerja 1 orang. Pendapatan yang diperoleh setiap petani ikan nila tergantung berapa banyak jumlah ikan yang dipanen,. Pengeluaran hanya untuk membeli pakan dan kebutuhan pokok untuk kehidupan keluarga sehari–hari. Besarnya keuntungan rata–rata adalah 35.604.333. Petani budidaya ikan nila di desa Warukapas yang dapat dikatakan eksis adalah petani yang sudah melakukan kegiatan usaha budidaya ± 2 tahun, dan masih eksis dalam usaha budidaya tersebut sampai sekarang. Kata Kunci: Ikan nila (Oreochromis niloticus), Eksistensi, Petani, Budiday
Pemanfaatan Waduk untuk Budidaya Ikan dan Tantangan Pengembangannya
IndonesianSemakin tidak seimbangnya pasokan dan permintaan terhadap air menyebabkan persaingan dalam pemanfaatannya semakin ketat, dalam kondisi seperti ini, maka sektor pertanian cenderung "dikalahkan" oleh sektor lainnya. Demikian juga dalam budidaya ikan, karena keterbatasan air, kegiatan budidaya ikan dalam kolam dan yang ada di sekitar pemukiman petani akan semakin terbatas. Dalam kondisi seperti ini budidaya ikan di waduk akan semakin besar peranannya, karena kegiatan ini dalam aktivitasnya tidak mempengaruhi jumlah air yang ada di waduk, tapi lebih berpengaruh pada kualitas air di waduk. Dalam perkembangan kegiatan budidaya ikan di waduk lebih banyak dilakukan petani di Jawa Barat dibandingkan daerah lain, ini terkait dengan tingginya permintaan ikan air tawar di daerah ini dan daerah sekitarnya, selain itu secara kultural petani daerah ini sudah terbiasa dengan kegiatan budidaya. Pengembangan kegiatan budidaya ikan di waduk masih menghadapi berbagai masalah, terutama berkaitan dengan penentuan batas pemanfaatan untuk budidaya, pencemaran yang mengganggu kegiatan budidaya, mahalnya investasi awal yang dibutuhkan dan sulitnya mendapatkan benih ikan yang baik. Adanya pengaturan tata ruang waduk yang didasarkan pada kajian Hidrologi dan Biologi perairan merupakan jawaban terhadap masalah di atas. Selain itu perlu terus ada upaya untuk menekan pencemaran air sungai yang mengalir ke waduk dan pencemaran akibat penggunaan pakan buatan. Untuk menunjang pengembangan USAha ini diperlukan adanya kelembagaan perbenihan yang mantap dan dikembangkannya "kemitraan" agar petani kecil dapat berpartisipasi pada kegiatan ini
- …
