86,155 research outputs found
Material and methods
This chapter introduces the cases and the disciplinary approaches and methods. The BERAS study had a case study approach, and this report presents the interdisciplinary synthesis of the multidisciplinary study. Ultimately, the BERAS study attempted to clarify the potential impacts of enhanced localisation and recycling rather than to compare the average status of the present local, organic food systems and organic farms with the dominant food systems and agriculture
Respon Harga Beras Terhadap Permintaan Beras Rumahtangga Petani Kelapa Di Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau
Harga beras sangat menentukan permintaan beras rumahtangga petani kelapa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor dominan yang mempegeruhi permintaan beras dan respon harga beras terhadap permintaan beras rumahtangga petani kelapa. Penelitian ini menggunakan metode survey. Metode pengambilan mengambil sampel secara multi stage random sampling dan jumlah petani sebanyak 40 orang. Analisis data yang digunakan adalah ekonometrika persamaan tunggal dengan metode estimasi Ordinary Least Square (OLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertama: factor dominan yang mempengaruhi permintaan beras rumahtangga petani kelapa adalah harga beras, harga ubi, pendapatan rumahtangga dan jumlah anggota petani kelapa. Kedua, Respon harga beras dan harga ubi terhadap permintaan beras rumahtangga petani adalah elastis. Hal ini mengindikasikan bahwa Perubahan harga beras dan harga ubi memberikan Perubahan yang besar terhadap Perubahan permintaan beras rumahtangga petani kelapa. Hal ini mengindikasikan bahwa kebijakan stabilisasi harga beras yang perlu dilakukan oleh pemerintah dalam rangka mengatasi kekurangan pangan karbohidrat pada rumahtangga petani kelapa
El sistema electoral dominicano y su relación con la teoría democrática
Julio A. Cross Beras (biografía): Doctor en sociología. Nació en Santo Domingo el 4 de julio de 1940 y murió en la misma ciudad en 1995. Fue profesor de la Universidad APEC y de la Universidad Nacional Pedro Henríquez Ureña (UNPHU). En esta última casa de estudios fue director de la Escuela de Sociología, mientras que en UNAPEC fue coordinador de un programa de maestría en sociología política. También ocupó el puesto de director general del Instituto de Formación Técnico Profesional (INFOTEP). Publicó las obras Cultura política, Sociedad y desarrollo en la República Dominicana 1844-1899 y Clientelism, dependency and development: in nineteenth century Dominican Republic"Los dominicanos tenemos una vasta experiencia en procesos electorales, pero muy pobre en elecciones". Con esta aseveración el autor quiere significar que, para 1987, habían sido muy pocas las elecciones libres en el país. Para demostrarlo recuerda que entre 1844 y 1899 hubo 18 elecciones (solo la de 1878 fue en verdad libre) y 19 gobiernos que fueron todos derrocados; que entre 1899 y 1916 hubo nada menos que 19 gobernantes distintos, ninguno de los cuales terminó su período; y que desde el 1930 la larga tiranía de Trujillo continuó con la tradición de celebrar procesos electorales en las que los dominicanos no elegían. A juicio del autor, esta lamentable situación histórica se debió al peso de la realidad sociocultural y a las formas reales de distribución del poder, las cuales se habían caracterizado por responder a una escasa cultura democrática. Por eso no basta con el establecimiento de procedimientos jurídicos, legislaciones electorales más o menos adecuadas, órganos de control: el sistema electoral de un país y su carácter democrático se fundamentan en la manera en que sus ciudadanos entienden y viven su libre participación, se asocian, delegan sus potestades. De acuerdo con el autor, para que la transición democrática en el país avance aún más se necesitaría hacer del ciudadano un ente activo y participativo en tomas de decisiones sobre asuntos cotidianos que todavía hoy estarían bajo la competencia del Estado
ANALISIS KUALITAS BERAS SELAMA PENYIMPANAN PADA GUDANG BULOG KABUPATEN ACEH BESAR.
A. RUMAISHA RAMLI. 0905106010041. Analisis Kualitas Beras Selama Penyimpanan Pada Gudang Bulog Kabupaten Aceh Besar. Dibawah bimbingan Dr. Rita Khathir, S.TP., M.Sc sebagai Pembimbing Utama dan Raida Agustina, S.TP., M.Sc sebagai Pembimbing AnggotaRINGKASANSelama ini penyimpanan beras di gudang Bulog hanya dalam bentuk beras, dan belum ada data tentang kualitas dalam bentuk gabah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas beras yang disimpan dalam GBB Bulog selama 2 bulan.Penyimpanan dilakukan dengan 2 metode yaitu dalam bentuk gabah dan beras dengan analisis kualitas yang meliputi susut bobot, densitas kamba, kontaminasi, karbohidrat, kadar air, organoleptik, analisis juga dilakukan terhadap indeks kerusakan gudang. Penelitian ini selama 2 bulan pada GBB Bulog di Lambaro, Kabupaten Aceh Besar.Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama penyimpanan tidak terjadi susut bobot baik pada gabah maupun pada beras. Adapun densitas beras pada beras dengan metode penyimpanan bentuk beras lebih besar daripada densitas beras dengan metode penyimpanan bentuk gabah. Demikian pula tidak ditemukan adanya kontaminasi pada kedua metode penyimpanan yang diuji. Kajian terhadap kandungan karbohidrat meununjukkan bahwa beras dengan metode penyimpanan beras memiliki karbohidrat yang lebih tinggi daripada beras dengan metode penyimpanan gabah. Sedangkan kadar air beras dengan metode penyimpanan beras lebih rendah daripada beras dengan metode penyimpanan gabah. Namun demikian berdasarkan uji organoleptik terhadap sifat fisik, aroma dan warna, panelis lebih menyukai beras yang disimpan dalam bentuk beras. Kajian terhadap nilai indeks kerusakan gudang menunjukkan bahwa gudang Bulog ini mempunyai potensi kerusakan sedang (4). Adapun kelemahan penelitian ini adalah tidak seragamnya proses pengupasan beras untuk kedua jenis metode penyimpanan
PENGARUH PRODUKSI, HARGA GABAH DAN IMPOR BERAS TERHADAP HARGA BERAS LOKAL DI PROVINSI ACEH
PENGARUH PRODUKSI, HARGA GABAH DAN IMPOR BERASTERHADAP HARGA BERAS LOKAL DI PROVINSI ACEHMaysarah/AgribisnisUniversitasSyiah KualaABSTRAKAceh merupakan salah satu provinsi sentra produksi padi yang ditargetkan akan mampu melakukan swasembada beras dan menjadi lumbung pangan nasional, Produksi beras di Aceh semakin meningkat setiap tahunnya, bukan berarti ketersediaan beras di Aceh telah mencukupi karena tiap tahun jumlah penduduk Aceh meningkat sehingga jumlah peningkatan produksi beras dilakukan untuk mengimbangi tingginya jumlah penduduk yang mengkonsumsi beras. Pada kenyataannya, stok beras yang ada masih kurang mencukupi kebutuhan masyarakat di Aceh, sehingga hal tersebut mempengaruhi volume impor beras meningkat dan apabila produksi beras masih bisa mencukupi kebutuhan masyarakat maka volume impor beras dapat menurun dimana impor beras tersebut digunakan untuk cadangan beras.Penelitianinidilakukanuntukmengetahuiberapabesarpengaruhproduksigabah, hargagabahdanimporberasterhadaphargaberaslokal di provinsi Aceh.Pengumpulan data penelitian inimenggunakan metode kuantitatif dengan data sekunder time series dan tahun 1990-2014 yang bersumber dan Bulog dan BPS.Sedangkan untuk metode analisis menggunakan analisis regresi linear berganda.Hasil penelitian secara parsial menunjukkan bahwa variabel harga gabah berpengaruh nyata terhadap harga beras lokal di Aceh sedangkan produksi gabah, dan impor beras tidak berpengaruh nyata terhadap harga beras lokal di Provinsi Aceh.Kata Kunci: Harga Beras, Produksi Gabah, Harga Gabah, Impor Bera
PENGARUH PRODUKSI BERAS, HARGA BERAS DALAM NEGERI DAN PRODUK DOMESTIK BRUTO TERHADAP IMPOR BERAS DI INDONESIA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh produksi beras, harga beras dalam negeri dan produk domestik bruto terhadap impor beras di Indonesia. Penelitian ini menggunakan data sekunder periode 2000-2014. Model analisis menggunakan analisis regresi linear berganda dengan metode Ordinary Least Square (OLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga beras dalam negeri berpengaruh positif dan signifikan terhadap impor beras di Indonesia. Begitu pula dengan Produk Domestik Bruto (PDB) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap impor beras di indonesia. Namun produksi beras berpengaruh negatif tetapi tidak signifikan terhadap impor beras di Indonesia. Pemerintah diharapkan mampu memproteksi produk beras impor, misalnya dengan lebih memaksimalkan penyerapan beras dari petani lokal sehingga pasar dapat didominasi oleh produk beras lokal. Dengan demikian pemerintah tidak perlu lagi mengimpor beras untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan dengan adanya kebijakan memproteksi tersebut, dampaknya tidak hanya untuk meningkatkan produksi pertanian dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga untuk meningkatkan pendapatan petani lokal
- …
