22,802 research outputs found

    PENGARUH PERENDAMAN DALAM EKSTRAK BUAH MENGKUDU (MORINDA CITRIFOLIA) TERHADAP KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK DAGING AYAM KAMPUNG (GALLUS DOMESTICUS)

    Get PDF
    ABSTRAKNurlia Kirnanda. 2016. Pengaruh Perendaman dalam Ekstrak Buah Mengkudu (Morinda citrifolia) terhadap Karakteristik Organoleptik Daging Ayam Kampung (Gallus domesticus). Skripsi, Jurusan Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah Kuala. Pembimbing:(1) Dra. Asiah M.D., M.P., (2) Laili Suhairi S.Pd., M.Si. Kata Kunci: ekstrak buah mengkudu, karakteristik organoleptik, daging ayam kampung Daging ayam kampung merupakan daging yang banyak disukai masyarakat karena rendah kandungan lemak serta kolesterolnya. Salah satu kelemahan dari daging ayam kampung adalah dibutuhkan waktu yang lama untuk mencapai bobot badan yang cukup untuk dipotong, hal ini mengakibatkan daging ayam kampung menjadi lebih keras dan diperlukan waktu yang lebih lama untuk dimasak hingga menjadi empuk. Agar daging ayam kampung lebih empuk, maka perlu diberi kan perlakuan dengan menggunakan enzim protease dari buah mengkudu. Penelitian ini bertujuanmengetahui pengaruh perendaman dalam ekstrak buah mengkudu terhadap karakteristik organoleptik daging ayam kampung. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah P0 (volume 0 ml/100 g daging ayam kampung) sebagai kontrol, P1 (volume 10 ml/100 g daging ayam kampung), P2 (volume 20 ml/100 g daging ayam kampung), P3 (volume 30 ml/100 g daging ayam kampung) dan P4 (volume 40 ml/100 g daging ayam kampung). Parameter penelitian ini adalah karakteristik warna, tekstur, aroma dan rasa. Data dianalisis menggunakan ANAVA (Analisis Varian) dan Uji lanjut Beda Nyata Terkecil (BNT) dan Uji Lanjut Beda Jarak Nyata Duncan (BJND) pada taraf signifikan 0,05. Berdasarkan hasil uji organoleptik daging ayam kampung goreng menurut panelis menunjukkan bahwa perendaman daging ayam kampung dalam estrak buah mengkudu berpengaruh terhadap karakteristik warna dengan Fhitung=39,4, aroma dengan Fhitung=10,9, tekstur dengan Fhitung=52,72 dan karakteristik rasa dengan Fhitung=11,7 sedangkan Ftabel=3,06, artinya Fhitung > Ftabel. Dilanjutkan dengan uji lanjut BJND0,05untuk karakteristik warna dan uji lanjut BNT0,05untuk karakteristik aroma, tekstur dan rasa. Dapat disimpulkan bahwa perendaman daging ayam kampung dalam ekstrak buah mengkudu berpengaruh nyata terhadap karakteristik organoleptik daging ayam kampung. Perendaman dalam volume ekstrak 40 ml/100 g daging ayam kampung(P4) menghasilkan karakteristik tekstur yang terbaik

    Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen dalam Mengkonsumsi Daging Ayam Kampung di Kota Medan (Studi Kasus: Pasar Sambas, Medan)

    Full text link
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan permintaan konsumen terhadap daging ayam kampung dan harga ayam kampung; untuk mengetahui perilaku konsumen terhadap konsumsi daging ayam kampung di Kota Medan dan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi konsumsi daging ayam kampung di Pasar Sambas, Kota Medan. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis regresi linier berganda menggunakan alat bantu SPSS 16. Penentuan daerah penelitian dilakukan secara purposive. Teknik pengambilan sampel dengan metode accidental sampling dengan jumlah sampel 30 konsumen. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei sampai Juli tahun 2013. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari hasil estimasi dapat diperoleh nilai determinasi (R2) sebesar 0,707. Hal ini berarti 70,7% variasi yang terjadi pada variabel umur, tingkat pendidikan, jumlah tanggungan, pendapatan dan harga daging ayam kampung dapat menjelaskan jumlah konsumsi daging ayam kampung, sedangkan 29,3% lagi dipengaruhi oleh variabel lain. Secara serempak menunjukkan bahwa dari keseluruhan variabel bebas memberikan pengaruh yang nyata terhadap jumlah konsumsi daging ayam kampung. Secara parsial variabel jumlah tanggungan dan pendapatan berpengaruh nyata terhadap jumlah konsumsi daging ayam kampung, sedangkan pada umur, tingkat pendidikan dan harga daging ayam kampung tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah konsumsi daging ayam kampung

    Manajemen Rantai Pasok Komoditas Telur Ayam Kampung

    Get PDF
    Secara umum penelitian ini bertujuan merumuskan kebijakan pengembangan manajemen rantai pasok komoditas telur ayam kampung secara terpadu. Secara rinci tujuan penelitian adalah 1) mendeskripsikan pelaku rantai pasok komoditas telur ayam kampung; 2) menganalisis kelembagaan manajemen rantai pasok komoditas telur ayam kampung; dan 3) menganalisis rantai nilai komoditas telur ayam kampung. Data yang digunakan bersumber dari hasil wawancara terstruktur dengan peternak ayam kampung petelur serta wawancara kelompok dengan para pelaku rantai pasok di Provinsi Jawa Barat, Jawa Timur, dan Kalimantan Selatan. Data kuantitatif dianalisis menggunakan analisis R/C ratio, margin tata niaga dan analisis rantai nilai, sementara informasi kualitatif dengan analisis deskriptif dengan fokus pada kelembagaan manajemen rantai pasok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) terdapat delapan pelaku utama rantai pasok komoditas telur ayam kampung, yaitu pemerintah, industri perbibitan, peternak, kelompok peternak, asosiasi peternak, pedagang di sentra produksi, pedagang di sentra konsumsi, dan industri kue/roti; 2) kelembagaan yang paling strategis dalam keseluruhan rantai pasok komoditas telur ayam kampung adalah kelembagaan distribusi dan pemasaran; dan 3) industri kue/roti menerima nilai tambah terbesar per unit output, sedangkan pedagang besar di pusat produksi dan pedagang besar di pusat konsumsi menerima nilai terbesar secara agregat. Rekomendasi kebijakan yang dihasilkan adalah pengembangan agribisnis komoditas telur ayam kampung harus dilakukan secara terpadu dalam keseluruhan rantai pasok

    Faktor-faktor yang Mempengaruhi Permintaan Daging Ayam Kampung

    Full text link
    Alexander Sinaga (070304020) dengan judul skripsi “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Permintaan Daging Ayam Kampung di Kecamatan Siantar Barat, Kota pematang Siantar” dibawah bimbingan Ibu Dr.Ir.Salmiah, MS sebagai ketua pembimbing dan Bapak Ir.Sinar Indra Kesuma, MSi sebagai anggota pembimbing. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan daging ayam kampung dan mengetahui hubungan karakteristik umur, pekerjaan dan tingkat pendidikan dengan perilaku konsumen dalam membeli daging ayam kampung. Untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan daging ayam kampung digunakan analisis regresi linier berganda dimana faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan daging ayam kampung adalah harga daging ayam kampung, pendapatan per bulan, jumlah tanggungan dan harga daging ayam potong. Untuk mengetahui hubungan karakteristik umur, pekerjaan dan tingkat pendidikan digunakan analisis koefisien Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan daging ayam kampung di daerah penelitian adalah pendapatan per bulan sedangkan harga daging ayam kampung, jumlah tanggungan dan harga daging ayam potong tidak mempengaruhi. Hasil penelitian juga menunjukkan tidak terdapat hubungan antara karakteristik umur, pekerjaan dan tingkat pendidikan dengan perilaku konsumen dalam membeli daging ayam kampung

    PERBANDINGAN PERENDAMAN EKSTRAK KULIT PISANG RAJA (MUSA PARADISIACA VAR.RAJA) DAN EKSTRAK KULIT PISANG KEPOK (MUSA ACUMINATE) TERHADAP KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK DAN FISIK DAGING AYAM KAMPUNG (GALLUS DOMESTICUS)

    Get PDF
    ABSTRAKHuda. N. 2016. Perbandingan Perendaman Ekstrak Kulit Pisang Raja (Musa paradisiaca) dan Ekstrak Kulit Pisang Kepok (Musa acuminate) Terhadap Karakteristik Organoleptik Daging Ayam Kampung (Gallus domesticus. Skripsi, Jurusan Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah Kuala. Pembimbing:(1) Dr. Djufri, M.Si., (2) Laili Suhairi, S.Pd., M.Si.Kata Kunci: ekstrak kulit pisang raja, ekstrak kulit pisang kepok, karakteristik organoleptik, karakteistik fisik daging ayam kampung.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perendaman ekstrak kulit pisang raja (Musa paradisiaca) dan ekstrak kulit pisang kepok (Musa acuminate) terhadap karakteristik organoleptik daging ayam kampung (Gallus domesticus). Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial yang terdiri atas 4 perlakuan 4 kali ulangan untuk ayam kampung dengan menggunakan ekstrak kulit pisang raja dan ayam kampung dengan menggunakan ekstrak kulit pisang kepok. Perlakuan yang digunakan adalah Po (volume 0 ml/100 g daging) sebagai kontrol, P1 (volume 20 ml/100 g daging), P2 (volume 40 ml/100 g daging) dan P3 (volume 60 ml/100 g daging). Parameter penelitian adalah karakteristik organoleptik (warna, keempukan rasa, aroma) dan karakteristik fisik (susut masak). Data dianalisis menggunakan ANAVA (Analisis Varian) dan uji lanjut Duncan pada taraf signifikan 0,05, kemudian dilanjutkan dengan uji-t untuk mengetahui perbedaan karakteristik antara kedua jenis ekstrak. Hasil uji organoleptik ayam kampung menunjukkan bahwa perendaman daging ayam kampung dengan menggunakan ekstrak kulit pisang raja berpengaruh terhadap karakteristik warna, keempukan, rasa dan aroma dengan Fhitung berturut-turut 15,6; 11,6; 4,6; dan 6,2 > Ftabel 3,287 pada taraf signifikan 0,05. Daging ayam kampung dengan menggunakan ekstrak kulit pisang kepok juga berpengarh terhadap karakteristik warna, keempukan, rasa dan aroma dengan Fhitung berturut-turut 13,6; 5,4; 10,4; 6,4 > Ftabel 3,287 pada taraf signifikan 0,05. Uji fisik (susut masak) menunjukkan bahwa ekstrak kulit pisang raja dan esktrak kulit pisang kepok tidak berpengaruh terhadap susut masak daging ayam kampung. Data menggunakan uji-t menunjukkan bahwa karakteristik organoleptik pada parameter warna, keempukan dan rasa tidak terdapat adanya pengaruh yang nyata dengan thitung berturut-turut 0,56; 1,32; dan 1,84 ttabel 2,042 pada taraf signifikan 0,05. Karakteristik fisik pada ayam kampung juga tidak terdapat adanya perbedaan yang nyata . Dapat disimpulkan bahwa perbandingan perendaman daging ayam kampung dalam ekstrak kulit pisang raja dengan ekstak kulit pisang kepok berpengaruh nyata terhadap karakteristik organoleptik dan fisik daging ayam kampung, namun antara kedua jenis ekstrak tersebut tidak terdapat perbedaan yang nyata pada karakteristik warna, keempukan, rasa dan sifat fisik namun berpengaruh nyata pada karakteristik aroma

    MANFAAT PENAMBAHAN PUTIH TELUR AYAM KAMPUNG PADA PELET TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KADAR PROTEIN IKAN MAS (Cyprinus carpio Linne)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat penambahan putih telur ayam kampung pada pelet terhadap pertumbuhan ikan mas, dan untuk mengetahui komposisi penambahan putih telur ayam kampung pada pelet yang paling baik untuk pertumbuhan ikan mas. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu jalur yaitu komposisi penambahan putih telur ayam kampung pada pelet yang terdiri 0%: 100%; 20% : 80%; 40%: 60%; 80% : 20%, parameter yang diamati berupa berat badan dan panjang badan ikan mas yang dilakukan tiap 1 minggu sekali sampai minggu ke 6, di awal penelitian dilakukan pengukuran kadar protein pakan ikan mas dan di akhir penelitian dilakukan pengukuran kadar protein ikan mas dengan menggunakan metode Lowry. Untuk mengetahui perbedaan perlakuan terhadap Berat dan panjang badan ikan mas menggunakan analisis varian (ANAVA) dan untuk mengetahui kelompok yang memiliki perbedaan signifikan dilanjutkan dengan Uji Tukey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan putih telur ayam kampung pada pelet bermanfaat untuk meningkatkan panjang dan berat badan ikan mas dengan hasil paling baik masing-masing pada komposisi 40% putih telur ayam kampung : 60% pelet dan 60% putih telur ayam kampung : 40% pelet. Penambahan putih telur pada pelet dengan komposisi campuran 80%: 20% memberikan rerata kadar protein pakan tertinggi sedangkan komposisi campuran 20%:80% memberikan rerata kadar protein daging ikan tertingg
    corecore