2,838 research outputs found

    Kontribusi Asosiasi Peternakan Ayam Broiler Pada Anggotanya

    Get PDF
    The existence of the community allows an increase in the business of laying hens. The existence of the “Berkah telur Makmur’ association motivates these breeders to emerge because the breeders feel that the laying hen business can support their social relationships and can be developed as a family business. The purpose of this study was to determine the benefits of joining a laying hen association in the Purworejo area. This research was conducted at the association of laying hens in "Berkah Egg Makmur" which includes Purworejo Regency, Magelang Regency, Kebumen Regency, and Wonosobo Regency. Samples were taken randomly from 25 farmer groups. This research was designed as a descriptive study. Data analysis used descriptive statistics in the form of frequency distribution and percentage. The results showed that farmers received 88% of the benefits of information, 8% of market guarantees and 4% of price avoidance. The facility of the laying hen breeders' association is counseling. Counseling was attended by 52% members, while 40% never attended and followed counseling from associations and counseling from outside as much as 8%. 44% of the members of the association who attended the counseling (1-5 times), while 12% were more than 5 times. Information obtained apart from association comes from 20% of the internet, 8% of print media and 70% of fellow breeders. The association's response to 68% was swift. The conclusion of this study is that there is an association of laying hens that provides benefits for laying hen farmers, contributes and provides benefits. There is a need for various outreach to make it more attractive to its members and to increase the association's response to its members.   &nbsp

    Meningkatkan hasil belajar PKN siswa kela VI SDN 022 Sebulu dengan menggunakan strategi role playing

    Get PDF
    Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk (1) meningkatkan motivasi siswa dalam belajar, dan (2) meningkatkan hasil belajar siswa kelas VI, SDN 022 Sebulu dalam mata pelajaran PKn dengan menggunakan pendekatan experiential learning melalui strategi role playing. PTK ini dilaksanakan dalam dua siklus. Hasil penelitian tindakan kelas menyimpulkan bahwa pembelajaran PKn dengan menggunakan pendekatan experiential learning melalui strategi role playing dapat meningkatkan motivasi yang ditunjukkan oleh keaktifan, antusiasme, dan hasil belajar siswa. Hasil belajar siswa yang diperoleh dari tes menunjukkan nilai 58,13 sebelum penelitian tindakan, meningkat menjadi 68,84 pada siklus 1 dan meningkat lagi menjadi 80,94 pada siklus 2

    KEBIJAKAN SANKSI PIDANA BAGI PENYEDIA JASA DAN PENYEBARLUAS PORNOGRAFI DALAM UNDANG – UNDANG ITE SERTA MENURUT HUKUM ISLAM

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kebijakan sanksi pidana bagi penyedia jasa internet yang bermuatan pornografi serta untuk menelaah aturan hukum serta alasan mengapa bentuk dan kriteria tindak pidana pornografi dalam masyarakat bisa menerapkan sanksi tindak pidana pornografi menurut Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008, Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik dan bahkan Hukum Islam. Penelitian ini adalah penelitian hukum yuridis normatif, dengan mengkaji peraturan perundang-undangan, dengan melihat hukum dari aspek normatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah bahan hukum. Hasil penelitian menunjukan Sanksi pidana bagi penyedia jasa internet yang berbuatan pornografi sebagaimana tercantum dalam Undang-undang Nomor 44 tahun 2008 dan bentuk dan kriteria dalam hukum pidana Islam yang dapat dikategorikan sebagai tindak pidana pornografi adanya bentuk tingkah laku, sifat melawan hukum, kesalahan, akibat konstitutif, keadaan menyertai, syarat tambahan untuk dapatnya dituntut pidana, dan syarat tambahan untuk dapat dipidana. Penerapan sanksi tindak pidana dalam hukum Islam hukuman bagi pelaku tindak pidana pornografi bisa dihukum dengan hukuman zina, ta’zir, dan qisas yang artinya Hukum Islam saat ini hanya dapat diterapkan dibeberapa provinsi di Indonesia

    Pengaruh pendidikan islam dalam keluarga terhadap akhlak remaja siswa-siswi kelas xi sekolah menengah atas negeri i salatiga

    Get PDF
    Saat ini dunia dilanda krisis akhlak, baik tua maupun muda, lelaki maupun wanita banyak yang terperosok ke dalam lembah kebejatan akhlak. Demikianpula tingkat kejahatan di kalangan generasi muda khususnya remaja, kian hari kian meninggi dan mengkhawatirkan. Semua itu bila dicari penyebab yang paling mendasar tentu orang tualah yang pertama-tama dituduh sebagai penyebabnya, karena dalam keluargalah anak dididik untuk mengenal norma-norma agama dan norma-norma sosial. Dan juga pada keluargalah seoarang anak akan banyak belajar, mulai dari tutur kata, tingkah laku dan lain sebagainya. Jika dalam keluarga berhasil menanamkan nilai-nilai Islam maka kedepannya seorang anak akan memegang nilai-nilai keislaman tersebut, dan begitu pula sebaliknya, jika keluarga tidak berhasil atau tidak memperhatikan pendidikan khususnya pendidikan Islam dalam menanamkan nilai-nilai keislaman, maka seorang anak akan sulit untuk memegang nilai-nilai Islam. Dari permasalahan di atas penulis melakukan penelitian tentang pengaruh pendidikan Islam dalam keluarga terhadap akhlak remaja siswa-siswi kelas XI SMAN 1 Salatiga. Permasalahan dalam penelitian ini adalah, bagaimanakah pelaksanaan pendidikan Islam dalam keluarga siswa-siswi kelas XI SMAN 1 Salatiga, bagaimanakah akhlak siswa-siswi kelas XI SMAN 1 Salatiga, dan adakah pengaruh antara pendidikan Islam dalam keluarga terhadap akhlak siswa-siswi kelas XI SMAN 1 Salatiga. Penelitian ini dilakukan utuk mengetahui pelaksanaan pendidikan Islam dalam keluarga, dan akhlak remaja siswa-siswi kelas XI SMAN 1 Salatiga, dan juga untuk mengetahui apakah ada pengaruh pendidikan Islam dalam keluarga terhadap akhlak remaja siswa-siswi kelas XI SMAN 1 Salatiga. Yang nantinya di harapkan dapat memberikan informasi kepada semua pihak khususnya orang tua hasil dari penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sampling, dengan pendekatan kuantitatif, adapun sampelnya sebanyak 15 % dari jumlah populasi yaitu 59 siswa-siswi kelas XI dari 395 siswa-siswi. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode angket, observasi, dan dokumentasi. Adapun analisis data dengan menggunakan uji validitas yaitu untuk mengetahui sah atau tidak suatu angket, uji reliabilitas yaitu untuk mengetahui seimbang atau tidak suatu angket. Suatu angket dikatakan reliabel apabila jawaban seseorang terhadap pernyataan konsisten dari waktu ke waktu, uji normalitas yaitu mengetahui apakah data berdistribusi normal atau tidak, uji linearitas digunakan untuk mengetahui spesifikasi model angket yang digunakan sudah benar atau tidak, serta analisi korelasi product moment. Kesimpulan penelitian adalah bahwa pelaksanaan pendidikan Islam di lingkungan berjalan dengan baik, begitu juga akhlak siswa-siswi kelas XI tergolong baik. Dan pendidikan Islam dalam keluarga mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap akhlak remaja siswa-siswi kelas XI SMAN 1 Salatiga, dengan perolehan koefesien korelasi product moment 0,749 dengan tingkat signifikan p < 0,001. Selanjutnya juga diperoleh bahwa pendidikan Islam dalam keluarga kelas XI Sekolah Menengah Negeri 1 Salatiga

    Penerapan metode problem solving untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas IX-5 SMP Negeri Balikpapan

    Get PDF
    Penelitian tindakan kelas ini dirancang sesuai model Kemmis dan Taggart selama 2 (dua) siklus secara partisipatif dan kolaboratif. Data hasil penelitian ini dianalisa secara deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa metode problem solving dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah Matematika siswa kelas IX-5 SMP Negeri 2 Balikpapan pada tiap siklusnya. Nilai rata-rata kelas pada siklus I sebesar 71.25 dan pada siklus II menjadi 79.37 atau meningkat 8.12 poin. Prosentase ketuntasan belajar siswa pada siklus I sebesar 70% dan pada siklus II menjadi 87.5% atau meningkat sebesar 17.5%. Prosentase ketidaktuntasan belajar siswa pada siklus I sebesar 30% dan pada siklus II menjadi 12.5% atau mengalami penurunan sebesar 17.5%. Prosentase skor keaktifan siswa pada siklus I sebesar 62.5% dan pada siklus II menjadi 77.5%, atau meningkat sebesar 15%. Prosentase skor minat siswa pada siklus I sebesar 72.5% dan pada siklus II menjadi 82.5%, atau meningkat sebesar 10%. Dalam penelitian ini masih ada 5 siswa (12.5%) yang belum tuntas belajar. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat meningkatkannya kembali ke arah lebih baik

    Pakeliran Sadosa Dalam Perspektif Pembaharuan Pertunjukan Wayang

    Get PDF
    Merupakan karya tulis berupa Tesis, dengan judul Pakeliran Sadosa Dalam Perspektif Pembaharuan Pertunjukan Wayang karya dari Dr. Sunardi, S.Sn., M.Sn

    PERAN KEPEMIMPINAN KIAI DI PONDOK PESANTREN AL-URWATUL WUTSQO BULUREJO JOMBANG

    Get PDF
    Pesantren sebagai sebuah sistem mempunyai empat elemen yang saling terkait, emelen pesantren yang pertama adalah kiai sebagai pengasuh, pemilik dan pengendali pesantren. Unsur yang kedua adalah santri, yaitu murid yang belajar pengetahuan keislaman kepada kiai. Jika tidak ada santri, posisi seorang kiai tampak seperti presiden yang tidak memiliki rakyat. Mereka adalah sumber daya manusia yang tidak saja mendukung keberadaan pesantren, tetapi juga menopang intensitas pengaruh kiai dalam masyarakat. Bahkan pada zaman dahulu santri dan orang tua santri itulah yang banyak membantu bangunan pesantren. Sedangkan ketiga adalah pondok, yaitu sebuah sistem asrama, termasuk di dalamnya masjid, yang disediakan oleh kiai untuk mengakomodasi para santri. Adapun unsur keempat adalah kitab yang berisi macam-macam mata pelajaran yang diajarkan oleh kiai dan keluarganya, beberapa bangunan kamar pondok), Masjid, Ruang belajar, dan sejumlah”Kitab Kuning. Dari keempat unsur ini kiai adalah unsur yang paling utama dan menentukan unsur yang lainnya. Ia adalah orang yang paling bertanggung jawab meletakkan sistem yang ada di dalam pesantren, sekaligus menentukan maju dan tidaknya sebuah pesantren. Ada tiga permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini, yaitu: 1) Bagaimanakah tipe kepemimpinan kiai di pondok pesantren al Urwatul Wutsqo Jombang. 2) Bagaimanakah manajemen kepemimpinan kiai di pondok pesantren al Urwatul Wutsqo Jombang. 3). Bagaimanakah perkembangan pondok pesantren al Urwatul Wutsqo Jombang. Penelitian tentang peran kepemimpinan kiai di pondok pesantren al Urwatul Wutsqo Jombang ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Prosedur penelitiannya menggunakan data deskriptif, yaitu penelitian yang hasil penelitiannya berupa kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan prilaku yang dapat diterima. Tipe kepemimpianan kiai pondok pesantren al Urwatul Wutsqo Jombang merupakan tipe kepemimpinan kharismatik, sementara perkembangan yang dicapai oleh kiai pondok pesantren al Urwatul Wutsqo adalah dari segi bangunan, lembaga, mampu mendirikan pendidikan gratis, mengembangkan kurikulum pembelajaran dengan berbagai ketrampilan ekstra seperti, pertanian, peternakan, bangunan, meubeler, menjahit, dan mengajarkan berbagai seni musik. Sedangkan peran kepemimpinan Kiai dalam pengembangan pesantren bisa dilihat dari bagaimana mengatur lembaganya atau bagaimana manajemen pengelolaan pesantrennya yang bisa ditandai dari pengorganisasian terhadap segala bidang dengan membentuk koordinator-koordinator atau penanggung jawab, sementara Kiai merupakan peran terpenting ditengah-tengah mereka

    Pemanfaatan Limbah Sagu Sebagai Bahan Pakan Ternak di Desa Pemakuan Laut, Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan

    Get PDF
    Sago plants can be used from leaves, fronds, and stems with the main product of sago starch from the stem. In the production process, the sago plants used are 7-8 years old. The productivity of sago palms in Pemakuan Laut village is around 200 kg starch/stem with a selling price of Rp. 3,500/kg in wet conditions and Rp. 7,500/kg of dry sago flour. Sago processing waste has not been utilized yet by the community even though the waste can still be used for other purposes such as animal feed, hardboard, fuel, plant growth media, and fertilizer. Sago waste is a problem in the Pemaku Laut village environment because the waste has accumulated while the location for disposing of it is limited. Therefore, in this community service activity training was carried out in making animal feed (poultry) using sago dregs. The method used is fermentation. From the activities carried out, it was known that all the participants had started to utilize sago dregs, but the preliminary process had not been carried out, the dregs were directly given to livestock. In this training, sago dregs processing is carried out using the fermentation process. From the training, it can be seen that the community already knows the process of processing the dregs before giving it livestock to increase its nutritional value

    Islamic Populism: Asymmetrical, Multi-Class Coalition-Based Social Mobilization

    Get PDF

    Analisis Peranan Scheduling Dalam Perencanaan Dan Pengawasan Proses Produksi Pada Perusahaan Batik Brotoseno Masaran Sragen

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses produksi dan untuk membuat analisis jaringan kerja, mencari kurun waktu kegiatan, mencari jalur kritis serta untuk menganalisis waktu penyelesaian yang paling tepat dan biaya yang paling efisien pada perusahaan batik Brotoseno di Masaran Sragen. Hipotesis yang diajukan adalah diduga dengan menggunakan analisis scheduling dalam perencanaan dan pengawasan proses produksi dapat berjalan lebih efektif dan efisien serta dapat mempercepat waktu penyelesaian suatu kegiatan. Dari analisis tersebut diperoleh hasil bahwa waktu sesungguhnya yang diperlukan untuk memproduksi 100 potong kain batik untuk hem adalah 38 hari dengan total biaya sebesar Rp.3.217.500,00. Setelah menggunakan jalur kritis waktu normal yang digunakan adalah 34 hari dengan biaya sebesar Rp.2.542.500,00. Perusahaan melakukan percepatan selama 5 hari sehingga waktu setelah percepatan menjadi 29 hari dengan total biaya sebesar Rp. 2.942.500,00. dari perbandingan antara data sesungguhnya dengan analisis scheduling terdapat selisih biaya sebesar Rp.675.000,00. dan selisih waktu 4 hari sehingga hipotesis yang diajukan bahwa proses produksi pada perusahaan batik Brotoseno di Masaran Sragen telah efisien terbukti kebenarannya
    corecore