9,442 research outputs found

    Agrowisata Development Strategy In Tourist Village Kembangarum, Donokerto Village, Turi, Sleman District

    Full text link
    :Agrowisata in tourist village Kembangarum have different tourism resources, hence the qualitative study aims to (1) know factors affecting development agrowisata in tourist village kembangarum, (2) know the role of each stakeholders, (3) strategy implemented in the development of agrowisata in tourist village Kembangarum, (4) priority strategy applied in the development of agrowisata in tourist village Kembangarum. The methods used is a method of descriptive. The sample collection use purposive sample were the ones who related in development. The result of this research is, factor that influences development agrowisata in tourist village Kembangarum consisting of potential natural resources and fresh typical traditional, potential human resources derived from the aboriginal peoples of Donokerto having productive age, tourism potential offer a choice variety of education tourism, potential geographical at the location strategic, potential demographic this city tinged the dynamics of students and college students who coming from many areas, potential psikografis the number of visitors come of the city, outside of cities and foreign. Agrowisata tourist village Kembangarum managed by manager involving the public role Donokerto, the government and partner. Strategy implemented in the development of agrowisata tourist village Kembangarum based on the analysis of interactive as follows: improve the quality of packaging salak, community empowerment aimed at increasing public welfare, reflect typicality and maintain tradition as well as to create potential new tour

    SENTRA AGROWISATA DI PALUTUNGAN KUNINGAN JAWA BARAT

    Get PDF
    Indonesia dikenal sebagai negara yang penuh dengan keberagaman budaya dan pariwisata. Dewasa ini semakin banyak daerah-daerah yang sudah mulai mengembangkan potensi daerah mereka dengan menjadikan potensi tersebut sebagai suatu obyek pariwisata. Kabupaten Kuningan merupakan salah satu daerah yang memiliki banyak potensi di bidang pariwisata. Menurut Peraturan Daerah Kabupaten Kuningan No. 7 Tahun 2009 tentang Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Kabupaten Kuningan adalah rumusan pokok-pokok kebijaksanaan perencanaan dan pemanfaatan pembangunan pariwisata di Daerah yang didalamnya mencakup aspek ketataruangan, usaha pariwisata, faktor penunjang dan pengembangan kepariwisataan secara berlanjut dan berwawasan lingkungan. Agrowisata merupakan bagian dari objek wisata yang memanfaatkan usaha pertanian sebagai objek wisata. Tujuannya adalah untuk memperluas pengetahuan, pengalaman rekreasi, dan hubungan usaha dibidang pertanian. Penekanan design pada Sentra Agrowisata ini adalah Eko-Arsitektur dengan konsep Taman. Mengingat perancangan Sentra Agrowisata cenderung mengarah pada perancangan kawasan, maka diperlukan perencanaan areal yang berisikan komponen material keras dan lunak yang saling mendukung satu sama lainnya yang sengaja direncanakan dan dibuat oleh manusia dalam kegunaanya sebagai tempat penyegar dalam dan luar ruangan, yang disebut Taman. Kajian diawali dengan menganalisis lebih dalam potensi yang ada di daerah Kuningan terlebih dahulu. Setelah diketahui apa saja potensi-potensi yang dapat dikembangkan lebih lanjut, maka yang menjadi fokus judul Tugas Akhir ini ialah Agrowisata, khususnya Agrowisata tanaman-tanaman yang menjadi potensi daerah Kuningan. Hal selanjutnya yang dilakukan ialah melakukan analisis lokasi dan menghitung kapasitas kebutuhan ruang yang diperlukan dalam merancang Sentra Agrowisata ini untuk kemudian diaplikasikan dan dikembangkan dalam bentuk rancangan arsitekturnya. Kemudian, seluruh hasil kajian diatas dituangkan dalam bentuk program ruang dan konsep-konsep perancangan yang diaplikasikan ke dalam desain yang dipresentasikan ke dalam bentuk gambar-gambar arsitektur. Kata Kunci : Agrowisata, Sentra Agrowisata, Eko-Arsitektur

    Strategi Pengembangan Agrowisata dalam Mendukung Pembangunan Pertanian - Studi Kasus di Desa Wisata Kaligono (Dewi Kano) Kecamatan Kaligesing Kabupaten Purworejo

    Full text link
    Desa Wisata Kaligono (Dewi Kano) adalah salah satu desa wisata di sebelah barat pegunungan Menoreh. Potensi-potensi pertanian yang dimiliki desa Kaligono antara lain buah manggis, durian dan kambing peranakan etawa (PE). Komoditas hasil pertanian manggis dan durian belum digarap secara maksimal sehingga perlu adanya perencanaan dalam pengembangan potensi tersebut. Pergeseran struktur ekonomi dari sektor pertanian ke sektor industri dan jasa selama 10 tahun terakhir mempengaruhi PDRB kabupaten. Kecamatan Kaligesing ditetapkan sebagai kawasan pengembangan agropolitan sesuai dengan RTRW Kabupaten dan isu strategis yang berkembang merupakan sebuah peluang untuk mengembangkan agrowisata di Dewi Kano. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui persepsi masyarakat Dewi Kano terhadap rencana pengembangan sebuah kawasan agrowisata Dewi Kano, mengetahui dampak pengembangan agrowisata dan merumuskan strategi pengembangan agrowisatanya. Metode penelitian melalui observasi, wawancara dan kuisioner dan analisis SWOT digunakan untuk merumuskan strategi pengembangan agrowisata di Dewi Kano. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Dewi Kano mendukung dalam perencanaan pengembangan daerahnya sebagai kawasan agrowisata dilihat dari persepsi masyarakat yang cenderung setuju dalam upaya tersebut karena dapat memberikan dampak terhadap upaya pembangunan pertanian berkelanjutan dari sudut pandang ekologi, sosial, ekonomi dan pengelolaan. Strategi yang dapat dilakukan dalam pengembangan agrowisata Dewi Kano yaitu strategi progresif, artinya lokasi penelitian dalam kondisi baik dan prima sehingga dapat dikembangkan sebagai sebuah kawasan agrowisata dengan menggunakan peluang yang tersedia untuk meningkatkan kekuatan yang dimiliki

    Perancangan Komunikasi Visual Rebranding Air Minum Dalam Kemasan ‘Agro' Di CV Megah Jaya.

    Full text link
    ‘AGRO' merupakan salah satu merek air minum dalam kemasan yang diproduksi oleh CV Alam Megah Jaya. Sudah berdiri sejak tahun 1996 dengan mengambil lokasi di kota Malang, Jawa Timur. Namun, sebagian besar masyarakat mengenal produk ‘AGRO' sebagai salah satu merek produk yang diproduksi oleh PT. Kusuma Agrowisata yang dikenal dengan sebutan ‘Agro'. Saat ini perkebunan yang terkenal di kota Malang adalah perkebunan milik PT. Kusuma Agrowisata, dan hal ini mempengaruhi persepsi masyarakat tentang sari buah ‘AGRO', karena masyarakat mengira bahwa ‘AGRO' merupakan minuman dalam kemasan yang diambil dari perkebunan milik PT. Kusuma Agrowisata. Selain itu, PT. Kusuma Agrowisata adalah Perusahaan yang berdiri sejak tahun 1994, sedangkan CV. Alam Megah Jaya berdiri dengan nama ‘AGRO' pada tahun 2000, maka hal ini juga mempengaruhi persepsi masyarakat, karena PT. Kusuma Agrowisata telah terlebih dahulu dikenal oleh masyarakat. Nama yang sama juga membuat orang berpikiran bahwa ‘AGRO' adalah milik PT. Kusuma Agrowisata. Diharapkan dengan melakukan rebranding dapat merubah persepsi masyarakat tentang ‘AGRO' dan produk ini pun dapat menciptakan suatu image yang baru terhadap masyarakat dan sekaligus dapat memperkuat citra Perusahaan yang sedang maju dan berkembang dalam bisnis air minum dalam kemasan. Dan dengan berpromosi melalui media-media promosi maka ‘AGRO' akan semakin dikenal oleh masyarakat

    Studi Kelayakan Pengembangan Agrowisata di Kawasan Kotabumi, Cilegon, Banten

    Full text link
    Kebutuhan akan Ruang Terbuka Hijau merupakan kebutuhan yang harus terpenuhi karena Ruang Terbuka Hijau merupakan salah satu komponen penting perkotaan. Pemenuhan kebutuhan tidak hanya berdasar pada penyediaan sebuah tempat yang banyak ditumbuhi pepohonan saja, tetapi juga perlu diadakan pengelolaan yang baik didalamnya sehingga bersifat mulifungsi agar dampak positif yang dihasilkan ruang terbuka tersebut akan maksimal sesuai dengan fungsi-fungsinya. Kawasan Agrowisata Kotabumi yang merupakan salah satu Ruang Terbuka Hijau di Kota Cilegon masih belum memberikan dampak positif yang maksimal karena masih belum optimalnya pengelolaan yang dilakukan. Dengan menggunakan metode analisa deskriptif kuantitatif, penelitian ini bertujuan untuk menyusun konsep pengembangan Kawasan Agrowisata Kotabumi. Bila dilihat dari hasil penelitian yang dilakukan, permasalahan yang terdapat di Kawasan Agrowisata Cilegon adalah masih belum optimalnya pengelolaan yang mecakup produksi bibit dan kegiatan-kegiatan didalam kawasan tersebut serta ketersedian berbagai fasilitas penunjangnya. Apabila merujuk pada permasalahan yang ada, hal tersebut dapat diatasi dengan pengembangan kegiatan agrowisata yang berbasis edukasi untuk meningkatkan produksi bibit-bibit tanaman yang didukung dengan kegiatan dan berbagai fasilitas penunjangnya. Kegiatan edukasi tersebut nantinya akan menjadi kegiatan inti di Kawasan Agrowisata Kotabumi dan diharapkan kawasan ini akan dapat memberikan dampak positif dari segi penghijauan, edukasi, sosial dan ekonomi kepada daerah sekitarnya

    ANALISIS PENGARUH AGROWISATA BUNGA KRISAN TERHADAP PENDAPATAN PETANI BUNGA KRISAN DI KECAMATAN BANDUNGAN KABUPATEN SEMARANG

    Get PDF
    ABSTRAK Tujuan penelitian ini untuk menganalisis perbedaan pendapatan petani bunga krisan sebelum dan sesudah adanya agrowisata, serta menganalisis pengaruh agrowisata yang ditunjukkan oleh variabel jumlah pengunjung yang membeli bunga, jumlah bunga yang dibeli pengunjung, luas lahan, dan jumlah tenaga kerja terhadap pendapatan petani bunga krisan di Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode survey. Lokasi penelitian dipilih secara purposive di Agrowisata Kampung Krisan Clapar Bandungan. Responden ditentukan dengan metode purposive sampling, yaitu anggota Kelompok Tani Gemah Ripah yang menanam bunga krisan yang berjumlah 32 orang. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan November – Desember 2017. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara yang dibantu menggunakan kuesioner, responden diperoleh dengan metode snowball sampling. Alat analisis yang digunakan adalah Paired Sample T-test dan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pendapatan petani bunga krisan sebelum dan sesudah adanya agrowisata. Rata-rata pendapatan petani setelah adanya agrowisata sebesar Rp 31.713.636/tahun lebih tinggi dibanding pendapatan petani sebelum adanya agrowisata sebesar Rp 30.395.843/tahun. Agrowisata yang ditunjukkan oleh variabel jumlah pengunjung yang membeli bunga, jumlah bunga yang dibeli pengunjung, luas lahan dan jumlah tenaga kerja berpengaruh terhadap peningkatan pendapatan petani bunga krisan di Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang. Kata Kunci : agrowisata, bunga krisan, pendapatan petani
    corecore