152,823 research outputs found
Dari Novel ke Film: Kajian Teori Adaptasi sebagai Pendekatan dalam Penciptaan Film
Tulisan ini dilatarbelakangi oleh keberhasilan film-film hasil adaptasi dari karya sastra (novel) dalam memikat hati penonton dan menguasai pasar perfilman dunia. Oleh karena itu perlu kiranya diketahui bagaimana teori adaptasi itu digunakan dan bekerja dalam mentransformasi struktur teks naskah menjadi struktur visual film. Dari beberapa model adaptasi yang dikemukakan oleh para pakar, dapat diketahui bahwa adaptasi terhadap karya sastra (novel) menjadi film dapat dilakukan melalaui dua cara yaitu: pertama, me- nitikberatkan pada kesetiaan (fidelity) pada sumber adaptasi; dan kedua, kontekstualitas- intertekstualitas sumber adaptasi
ADAPTASI SOSIAL MAHASISWA ASAL PAPUA DENGAN MAHASISWA LOKAL DI UNIVERSITAS SYIAH KUALA
ABSTRAKMahasiswa Papua mengikuti program Pemerintah daerah Papua yaitu Unit Percepatan Pembangunan Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat (UP4B). Sebagai pendatang dengan keadaan minoritas di lingkungan yang baru, mahasiswa Papua berupaya untuk mampu beradapatasi dengan lingkungan kampus Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan upaya adaptasi sosial mahasiswa Papua di Unsyiah. Penelitian ini menggunakan teori Adaptasi Sosial dari Sarjono Soekanto dan menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa observasi dan wawancara mendalam. Analisis data yang digunakan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa adaptasi sosial mahasiswa Papua di Unsyiah yang dikaji dari teori Sarjono Soekanto dapat disimpulkan bahwa siswa Papua menggunakan upaya adaptasi dalam berkomunikasi, bergaul serta berperilaku dengan mahasiswa lokal untuk menghadapi perbedaan di lingkungan yang baru. Pentingnya adaptasi dilakukan oleh mahasiswa Papua ialah untuk menghadapi resistensi atau penolakan, kemudian melakukan adaptasi dalam interkasi sosial juga berguna untuk digunakan mencari kesamaan di lingkungan yang baru. Adaptasi lebih dominan dilakukan oleh mahasiswa Papua dalam dalam menghadapi perbedaan.Kata Kunci : Adaptasi, Sosial
Strategi Peningkatan Kapasitas Adaptasi Petani Tanaman Pangan Menghadapi Perubahan Iklim
Perubahan iklim telah terjadi. Dampak negatifnya mencakup aspek biofisik maupun sosial ekonomi dan merupakan salah satu ancaman paling serius terhadap keberlanjutan ketahanan pangan. Untuk mengatasinya, kapasitas adaptasi petani produsen pangan harus ditingkatkan. Tinjauan ini ditujukan untuk meningkatkan pemahaman mengenai simpul-simpul kritis dalam Perumusan strategi dan kebijakan yang efektif untuk meningkatkan kapasitas adaptasi petani tanaman pangan terhadap Perubahan iklim. Kunci sukses adaptasi adalah partisipasi petani maupun pemangku kepentingan lainnya. Oleh karena itu strategi peningkatan kapasitas adaptasi petani membutuhkan sinergi antara kapasitas adaptasi yang secara mandiri telah berkembang pada komunitas petani (autonomus adaptation) dengan adaptasi terencana (planned adaptation) yang dikembangkan pemerinta
KEMAMPUAN ADAPTASI MAHASISWA DALAM STUDI LAPANGAN DAN PENGARUHNYA TERHADAP HASIL BELAJAR MAHASISWA DALAM MATAKULIAH ARSITEKTUR VERNAKULAR
Studi lapangan merupakan salah satu metode belajar dalam matakuliah Arsitektur Vernakular yang memanfaatkan lingkungan masyarakat sebagai media belajar untuk mengupayakan agar terjadi proses komunikasi atau interaksi antara mahasiswa dan masyarakat. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan adaptasi mahasiswa secara fisiologis dan secara psikologis dalam pelaksanaan studi lapangan matakuliah Arsitektur Vernakular. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif korelasional, dengan teknik pengumpulan data berupa angket atau kuesioner dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan adaptasi mahasiswa secara fisiologis berada pada kategori sangat tinggi dan kemampuan adaptasi mahasiswa secara psikologis berada pada kategori tinggi. Berdasarkan hasil perhitungan koefisien korelasi diperoleh hubungan yang kuat antara kemampuan adaptasi mahasiswa secara fisiologis dengan hasil belajar mahasiswa sebesar 0,722, dan hubungan yang sangat kuat antara variabel kemampuan adaptasi mahasiswa secara psikologis dengan hasil belajar mahasiswa sebesar 0,880. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kemampuan adaptasi mahasiswa secara fisiologis dalam studi lapangan matakuliah Arsitektur Vernakular dan hasil belajar mahasiswa termasuk dalam kategori sangat tinggi, dan kemampuan adaptasi mahasiswa secara psikologis dalam studi lapangan matakuliah Arsitektur Vernakular tinggi. Artinya responden mahasiswa Pendidikan Teknik Arsitektur angkatan 2013 memiliki kemampuan adaptasi yang baik
Pengaruh Pelatihan Preceptorship Terhadap Adaptasi Perawat Baru
Abstrak
Perawat baru sulit beradaptasi karena belum mempunyai pengalaman kerja sebelumnya, sehingga kualitas pelayanan keperawatan yang diberikan kepada pasien menurun. Preceptorship membantu dalam proses transisi perawat baru untuk meningkatkan kompetensi dalam mempersiapkan diri dalam menghadapi perawat baru dalam dunia kerja dengan aman. Penulisan ini bertujuan untuk membuktikan efektifitas pelatihan preceptorship dalam meningkatkan adaptasi perawat baru di rumah sakit. Database yang digunakan dalam pencarian literatur ini yaitu melalui EBSCOhost, PubMed, ScienceDirect dan Google Search, ScienceDirect, dan google search. Untuk memperluas pencarian literatur topik, maka artikelnya ditentukan dari tahun 2010 sampai 2014. Kriteria dan kata kunci yang digunakan dalam pencarian topik utama adalah: pelatihan, Preceptorship, Adaptasi perawat baru. Sebanyak 6 (enam) artikel yang di review, terdapat 5 artikel yang mengatakan bahwa ada pengaruh pelatihan preceptorship terhadap adaptasi perawat baru di rumah sakit, dan 1 (satu) artikel mendapatkan hasil bahwa tidak ada pengaruh pelatihan preceptorship terhadap adaptasi perawat baru di rumah sakit. Hasilnya secara statistik menunjukkan kemampuan adaptasi perawat baru pada kelompok intervensi lebih meningkat secara bermakna dibandingkan kelompok kontrol. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pelatihan preceptorship efektif dalam meningkatkan kemampuan adaptasi perawat baru.
Kata kunci : Pelatihan, Preceptorship, Adaptasi perawat bar
Strategi adaptasi masyarakat terhadap program pengembangan pariwisata: studi kasus di Daerah Riau Kepulauan Propinsi Riau
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana
strategi adaptasi warga masyarakat setempat terhadap perubahan kondisi situs dan lingkungan tempat tinggalnya; bagaimana strategi adaptasi warga masyarakat dalam menghadapi dan memanfaatkan kedatangan wisatawan ke daerahnya; dan bagaimana strategi adaptasi warga masyarakat dalam menghadapi dampak lingkungan akibat pelaksanaan program pariwisata di daerahnya
Strategi Adaptasi Masyarakat dalam Menghadapi Bencana Tanah Longsor di Desa Sampang Kecamatan Karangkobar Kabupaten Banjarnegara
Bencana tanah longsor sering melanda beberapa daerah di Indonesia, salah satunya di Dusun Jemblung yang terletak di Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara pada Jumat tanggal 12 Desember 2014. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi adaptasi masyarakat dalam menghadapi tanah longsor dan faktor apa sajakah yang mempengaruhi strategi adaptasi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Validitas data yang digunakan yaitu teknik triangulasi data memanfaatkan penggunaan sumber yang berasal dari wawancara. Hasil penelitian menunjukkan (1) Strategi adaptasi yang digunakan masyarakat Desa Sampang adalah adaptation by withdrawal dengan berpindah ke tempat baru yang lebih aman. (2) Faktor-faktor yang menjadi penentu strategi adaptasi masyarakat adalah kondisi lingkungan, pemahaman masyarakat terhadap bencana dan bantuan-bantuan yang diberikan dari berbagai pihak. Hasil penelitian menunjukkan kesesuaian dengan konsep adaptasi yang diungkapkan Berry John bahwa manusia memiliki 3 strategi adaptasi yaitu adaptation by reaction, adaptation by adjustment dan adaptation by withdrawal
Adaptasi Masyarakat Kawasan Pesisir terhadap Banjir Rob di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah
Penelitian ini mengetahui adaptasi masyarakat kawasan pesisir di Kecamatan Sayungterhadap banjir rob. Dari data yang dikumpulkan serta dianalisis secara deskriptif diketahuibahwa daerah pesisir di Kecamatan Sayung yang terkena banjir rob pada ketinggian 0,25madalah Desa Sriwulan, Desa Surodadi, Desa Bedono dan Desa Timbulsloko. Dampak banjirrob antara lain: kerusakan bangunan tempat tinggal, salinitas air tanah, kerusakan lahantambak, dan, kehilangan lahan, serta kerusakan pada kendaraan atau peralatan kerja.Respon masyarakat terhadap banjir rob yang terjadi yakni masyarakat tetap tinggal danpindah atau mengungsi. Adaptasi dilakukan pada bangunan tempat tinggal, ketersediaanair bersih dan pada lahan tambak. Adaptasi pada bangunan tempat tinggal yaitu meninggikanlantai rumah, meninggikan rumah dan atapnya, membuat tanggul, membuat saluran air.Adaptasi pada ketersediaan air bersih yaitu menggunakan air bersih yang dipasok dari daerahlain, sedangkan adaptasi pada lahan tambak yaitu meninggikan tanggul, memasangjaring/waring dan penanaman bakau.KataKunci : Dampak Banjir Rob, Respon Masyarakat, Adaptasi Masyarakat, Daerah PesisirKecamatan Sayun
ADAPTASI SOSIAL MANTAN NARAPIDANA (STUDI PADA MANTAN NARAPIDANA KASUS NARKOBA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KLAS IIB KUALASIMPANG)
ABSTRAKMantan narapidana merupakan individu yang sebelumnya telah menjalankan proses pembinaan pada Lembaga Pemasyarakatan, dengan masa tahanan sesuai dengan putusan pengadilan. Setelah menyelesaikan masa tahanan maka status sebagai narapidana berubah menjadi mantan narapidana. Sebagai penyandang status mantan narapidana subyek harus menjalani proses adaptasi agar dapat diterima masyarakat dilingkungannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses adaptasi sosial yang terjadi terhadap mantan narapidana kasus narkoba ketika kembali pada masyarakat dan untuk mengetahui faktor-faktor pendukung dan penghambat proses adaptasi sosial mantan narapidana kasus narkoba. Penelitian ini menggunakan Teori Labeling yang dikemukakan oleh Howard Becker. Dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Terdapat sembilan informan dalam penelitian ini yang terdiri dari, empat orang informan yang berstatus mantan narapidana dengan karakteristik: berstatus belum menikah,menikah atau cerai; pernah menjalankan proses pembinaan sekali atau lebih pada LAPAS Klas IIb Kualasimpang; dan lima informan kunci yang terdiri dari empat tokoh masyarakat dimana subjek tinggal dan seorang staf LAPAS. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa mantan narapidana mengalami proses adaptasi yang berbeda, adapun yang menjadi faktor pendukung proses adaptasi sosial mantan narapidana antara lain rasa percaya diri yang tinggi dari mantan narapidana, adanya perasaan tidak khawatir dengan statusnya sebagai mantan narapidana, dan adanya kesediaan masyarakat untuk mengikut sertakan mantan narapidana dalam kegiatan sosial, budaya dan ekonomi yang diselenggarakan pihak kampung, adapun faktor penghambat proses adaptasi yaitu tidak ada kesadaran untuk berubah menjadi lebih baik, adanya kecenderungan subjek belum benar-benar terlepas dari jerat narkoba, penolakan masyarakat dan ketidak tersediaan rekam jejak mantan narapidana yang telah keluar oleh pihak lapas. Kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini adalah setiap mantan narapina memiliki cara yang berbeda saat memulai proses adaptasi berdasarkan kebiasaan dan lingkungan tempat tinggalnya, yang dipengaruhi oleh berbagai faktor.Kata Kunci: Adaptasi Sosial, Mantan Narapidana
Faktor-faktor adaptasi logistik terbalik di sektor pembuatan
Dalam dunia yang mempunyai sumber yang terhad, proses pemulihan yang digunakan untuk bahan atau produk adalah kunci untuk menyokong populasi penduduk dalam meningkatkan penggunaan bahan. Pengurangan bahan buangan menjadi kebimbangan kepada industri negara yang berkonsepkan kitaran bahan kerana bahan buangan tersebut merupakan salah satu sumber yang menjana ekonomi industri tersebut. Proses terbalik melibatkan kos yang besar berbanding keuntungan. Perubahan dalam undang-undang untuk melindungi alam sekitar telah memberi kesan kepada ekonomi dan perkhidmatan. Kini, semakin banyak syarikat yang menggunakan proses aliran terbalik untuk pergerakan barangan dalam sistem logistik mereka. Industri pembuatan merupakan industri utama dalam penggunaan aktiviti logistik terbalik. Sistem logistik terbalik merupakan aktiviti yang membentuk proses yang berterusan untuk penggunaan semula produk sama ada digunakan semula ataupun untuk pelupusan. Pembuatan semula ditakrifkan sebagai salah satu kaedah pemulihan yang digunakan untuk produk yang rosak atau bahagian-bahagian yang boleh diperolehi semula dalam keadaan kualiti yang sama dengan produk baharu dan boleh dimasukkan ke dalam produk baharu dan akan dijual semula dalam pasaran sama dengan bahagian atau produk baharu. Aktiviti logistik terbalik sering dilaksanakan oleh pengeluar asal kerana bahan yang digunakan semula diperlukan untuk pengetahuan dalam pengeluaran tertentu. Eltayeb dan Zailani (2010) menyatakan kebanyakan pengeluar di Malaysia tidak berminat untuk menggunakan semula barangan kitar semula atau pelupusan disebabkan oleh perbelanjaan tambahan untuk mengendalikan aktiviti yang berkaitan dengan logistik terbalik
- …
