33,631 research outputs found

    Rancang Bangun Model Pembelajaran Fisika SMA dengan Flash (Studi Kasus Gerak Benda)

    Full text link
    Perkembangan komputer pada saat ini sangat pesat, sehingga banyak sekali menawarkanfasilitas-fasilitas yang makin menarik dan beraneka ragam fungsinya. Salah satu fasilitas yang digemarioleh anak-anak maupun orang dewasa dalam mempelajari dan memahami suatu pelajaran adalah aplikasiperangkat ajar ini berguna jika digunakan guru atau pengajar dalam menjelaskan suatu pelajaran.Aspek multimedia juga mendukung suatu aplikasi dalam pembuatan aplikasi perangkat ajar. Hal inidikarenakan multimedia merupakan integrasi antara audio, video, teks, animasi dan grafis dalam suatulingkungan digital yang interktif. Sehingga untuk menarik minat siswa belajar Fisika maka dibuatkanrancang bangun model pembelajaran model Fisika dengan flash

    PENINGKATAN PENGUASAAN MATERI MENGOPERASIKAN MULTIMETER ANALOG DAN DIGITAL MELALUI PENGGUNAAN VIDEO PEMBELAJARAN

    Get PDF
    Penelitian ini berjudul “Peningkatan Penguasaan Materi Mengoperasikan Multimeter Analog Dan Digital Melalui Penggunaan Video Pembelajaran”. Penelitian dilaksanakan di SMK Negeri Bantarkalong pada kelas X Teknik Elektronika Industri. Penelitian ini dilatarbelakangi karena proses pembelajaran yang masih didominasi dengan pembelajaran konvensional yaitu pembelajaran yang didominasi dengan metode ceramah dan media papan tulis. Selain itu, adanya keterbatasan alat multimeter analog dan digital sebagai media ajar sehingga mempengaruhi tingkat penguasaan materi siswa dan berdampak pada hasil belajar siswa yang kurang maksimal. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui peningkatkan penguasaan siswa pada materi mengoperasikan Multimeter Analog dan Digital setelah menggunakan media video pembelajaran. Pada penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan metode Pre-Experimental (One Group Pretest Posttest Design). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan pretest, posttest pada proses pembelajaran untuk aspek kognitif dan pengisisan lembar penilaian untuk aspek afektif dan psikomotor. Hasil penelitian menunjukkan rata–rata hasil pretest siswa sebelum menggunakan media video pembelajaran sebesar 52,83 dan rata–rata hasil posttest siswa setelah menggunakan video sebagai media pembelajaran sebesar 77,61. Peningkatan (n-gain) mencapai 0,53 atau dalam persentase sebesar 53% menunjukkan bahwa rata–rata peningkatan (n-gain) hasil belajar siswa termasuk berkategori sedang. Hasil nilai rata–rata afektif 84,76 berada dikategori baik dan hasil nilai rata–rata psikomotor 85,53 berada dikategori baik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media video pembelajaran dapat meningkatkan penguasaan siswa pada materi Mengoperasikan Multimeter Analog dan Digital baik dalam aspek kognitif, afektif, dan psikomotor.

    Pengembangan Bahan Ajar Matakuliah Tipografi Aplikatif Berbasis Vi-Learn

    Full text link
    Perkuliahan yang dilakukan dalam Mata Kuliah Tipografi Aplikatif selama ini masih bersifat konvensional berupa tatap-muka antara dosen dan mahasiswa. Perkuliahan sudah berdasarkan Rencana Perkuliahan Semester dilaksanakan di ruang kelas. Dosen memberikan materi perkuliah dengan teknik presentasi sedangkan mahasiswa menyimak. Tugas-tugas yang diberikan juga disampaikan di dalam kelas. Hal ini tidak sejalan dengan program UNESA yang telah menfasilitasi Sistem Perkuliahan berbasis vi-learn yang tergabung dalam SPADA (Sistem Pembelajaran Daring Indonesia). Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan proses pengembangan Bahan Ajar Matakuliah Tipografi Aplikatif berbasis vi-learn. Dalam penelitian ini model yang menjadi acuan adalah model penelitian dan pengembangan dan model prosedural oleh Borg & Gall yaitu: menentukan potensi dan masalah, pengumpulan data, analisis kebutuhan dan pengembangan vi-learn. Penyajian bahan ajar dalam Vi-Learn melalui berbagai format dapat meningkatkan motivasi belajar mahasiswa, konten bahan bacaan berupa handout yang berisi power point materi perkuliahan, dan Modul Tipografi Aplikatif mempermudah mahasiswa dalam mengunduh video pembelajaran maka disediakan tautan video pembelajaran dengan menggunakan ekstensi pihak ketiga yaitu pada laman youtube.com. Katakunci: Tipografi Aplikatif, Virtual Learning, Pengembangan

    Pengembangan Bahan Ajar Digital Berlandaskan Model Guided-project Based Learning

    Full text link
    Observation results showed SMK Negeri 1 Beji Pasuruan has been used digital material and project based learning method. Purpose development is to produce digital material on subject shooting moving image techniques based guided-project based learning in SMK Negeri 1 Beji Pasuruan. Research and development model is used adapting Dick & Carey'model which modified by eliminating formative evaluation. Subjects trial test are matter expert, media expert, teacher, and student 12th grade. Average feasibilities get 89,5% and result post-test get 81,77. Suggest furthermore development is adding four projects that can be one integrity materials in one years periode and = effectivity tests.Hasil observasi menunjukkan SMK Negeri 1 Beji Pasuruan sudah menggunakan bahan ajar digital dan project based learning dalam pembelajaran. Tujuan pengembangan menghasilkan bahan ajar digital pada mata pelajaran Teknik Pengambilan Gambar Bergerak berlandaskan model Guided-Project Based Learning di SMK Negeri 1 Beji Pasuruan. Model penelitian dan pengembangan mengadaptasi model Dick & Carey yang dimodifikasi dengan menghilangkan evaluasi formatif. Subjek uji coba ahli materi, ahli media, guru, siswa kelas XII. Rata-rata kelayakan sebesar 89,5% dan pencapaian post-test sebesar 81,77. Saran pengembangan lebih lanjut dengan menambahkan empat proyek sehingga menjadi satu keutuhan bahan ajar dalam periode satu tahun dan perlu uji efektivitas

    Struktur Media Pembelajaran Dalam Perspektif Desain Komunikasi Visual

    Get PDF
    Abstrak: Tulisan ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari penelitian yang berjudul Perancangan Media Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi yang bertujuan untuk merancang/membuat prototype software media pembelajaran multimedia, dimana produk akhirnya direkam dalam cakram DVD dengan sistem proteksi tertentu. Metodologi yang diterapkan dalam penelitian tersebut adalah ‘metodologi riset desain’ yang mencakup tiga tahapan yaitu: analisis, sintesis, dan evaluasi. Manfaat hasil penelitian ini adalah mempermudah pengajar di Perguruan Tinggi dalam proses pembelajaran terhadap mata kuliah yang diampu, serta dapat pula dipergunakan oleh pihak-pihak yang membutuhkannya. Selanjutnya, sistem, metode, dan pola yang telah dihasilkan dapat dikembang-terapkan untuk mata kuliah lainnya

    Pengembangan Unit Produksi Kreatif Berbasis Digital Videografis untuk Meningkatkan Semangat Filantropi Siswa Kurang Mampu

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan model pengembangan unit produksi kreatif berbasis digital videografis guna meningkatkan semangat filantropi bagi siswa kurang mampu. Tujuan lain penelitian ini yaitu untuk menyalurkan potensi siswa di bidang videografis agar lebih kreatif dan produktif sekaligus meningkatkan income generating sekolahnya. Metode penelitian ini menggunakan Research and Development. Subjek dan lokasi penelitian ini adalah SLTA di wilayah Yogyakarta. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Prosedur pengembangan penelitian ini meliputi: analisis kebutuhan, desain model, penilaian kelaikan model, uji coba model, implementasi, dan diseminasi hasil. Teknik pengumpulan datanya yaitu: angket; wawancara; observasi; dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan pada tahun pertama menggunakan analisis deskriptis kuantitatif persentase dan kualitatif pada masing-masing data. Secara umum hasil penelitian ini telah memenuhi target tahun pertama penelitian ini yaitu menganalisis kebutuhan perlunya pengembangan model UPK di SMA. Adapun secara khusus hasil penelitian ini mendapatkan beberapa data yaitu: (1) Data tentang minat dan kebutuhan sekolah yang akan mengembangkan unit produksi kreatif berbasis digital videografis di wilayah DIY baik dari siswa maupun pengelola sekolah rata-rata menyatakan memerlukan kegiatan tersebut. (2) Berhasil disusun prototype model pendidikan dan pelatihan dalam bentuk training of trainer (TOT). (3) elah dihasilkankannya produk bahan ajar TOT unit produksi kreatif berbasis digital videografis dengan nilai tingkat kelayakan rata-rata baik. (4) Telah tersusun instrumen evaluasi kegiatan TOT dan dijaring data berdasarkan instrumen tersebut. (5) Telah terselenggaranya kegiatan TOT dengan lancar dan efektif

    Pembelajaran Model Blended Learning

    Full text link
    A blended approach to a traditional, face to face course might mean that the class meets once per week instead of the usual three-session format. Learning activities that otherwise would have taken place during classroom time can be moved online. In addition, the terms "blended," "hybrid," and "mixed mode" are used interchangeably in current research literature

    Implementasi E-learning Sebagai Komplemen Dan Blanded Learning Untuk Meningkatkan Motivasi Dan Hasil Belajar Pada Matakuliah Enterprise Resources Planning

    Full text link
    One of the main problems of education system in Indonesia is quality and output of learning process. This problem relates with the teaching and learning material availability which access is still constrained by time and distance. To overcome this problem, it needs a change in teaching and learning process paradigm as applying e-learning so that lifetime education for everyone can be implemented. The strategy of using e-learning for ERP subject as a part of learning can improve motivation and output of the teaching and learning process. To reach this goal, an e-learning model is developed. This model is supported by qualified multimedia teaching material which interest students to have blended learning, on-line interaction and discussions as well as complementing teaching and learning material through e-learning media

    Pengembangan Media Ajar Video untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa pada Materi Bencana Tanah Longsor di SMP Negeri 3 Manisrenggo Klaten

    Get PDF
    The purpose of this study (1) to develop video teaching media in grade VII students (2) to know the level of students' understanding in class VII of landslide disaster material using video teaching media. The method used is research development (Research and Development) procedural model adapted from Sugiyono. The results of this study are as follows: (1) video teaching media has been validated by material experts and media experts, validation test according to the material expert of 91.7%, while the validation test according to the media expert of 90% (2) hypothesis result by using test t two independent (Independent Sample T Test) shows there are differences in learning outcomes between the control class and the experimental class. The average value of control class that is class VII B at the time of pre test is 56,9 while the average value of post test is 68,6. And the results obtained in the experimental class in class VII C, obtained the result that the average value of students pre test and post test is given treatment that is by using video teaching media that has been developed by researchers. This shows there is a significant increase. The result of the average pre-test score before the learning process using video teaching media that is as much as 70.1 while the average post test after using video teaching media get the value of 94. This shows an increase of 23.9 between before the learning and after learning by using video teaching medium
    corecore