206,086 research outputs found

    The official interpretation of Islam under the Soviet regime : a base for understanding of contemporary Central Asian Islam

    Get PDF
    Islam, the Muslim traditions and the ulama in Central Asian societies are becoming increasingly important for assessing the situation in and around the region. To understand of the post Soviet Muslim republics it is nec-essary to know the Islamic heritage of the Soviet Union, i.e. the Islamic understanding and interpretation of Soviet official ulama which still influence the mind of the people and the contemporary Central Asian ulama. The official ulama were endeavouring to reconcile Islam with science and progress and to guarantee its survival in a modern environment, they served by an extremely energetic effort to preserve Islam at least in purity and integrity as religion and national sentiment and to prevent it from relapsing into deprivation and ignorance. The most important official Muslim religious figure, the Mufti of Tashkent Z. Babakhan interpreted Islam as a bulwark of progress, disseminator of knowledge, the religion of peace and friendship; portrayed the Prophet Muhammad as a “democrat, reformer and revolutionary, even a socialist”; reconciliation with socialism and communism

    Penyebaran keilmuan melalui jaringan ulama Tarekat Naqsabandi di Kepulauan Riau

    Get PDF
    Tarekat Naqsabandi merupakan tarekat yang memiliki jaringan terluas di dunia Islam dan memberikan pengaruh besar bagi perkembangan dan corak masyarakat Islam di nusantara khususnya di Kepulauan Riau. Pesatnya perkembangan jaringan tarekat ini tidak lepas dari adanya salāsilaḥ sebagai hubungan guru-murid yang membentuk jaringan ulama yang khas. Jaringan ulama ini terkandung keilmuan yang penting bagi hala tuju dan pengajaran tasawuf dan syari'at di Kepulauan Riau. Kajian ini bertujuan untuk membangun kerangka penyebaran keilmuan melalui jaringan ulama tarekat Naqsabandi di Kepulauan Riau. Ada lima masalah pokok dalam kajian ini, iaitu tentang bentuk jaringan, corak jaringan, wujud hubungan guru-murid, penyebaran keilmuan dan kerangka penyebaran. Kajian ini menggunakan reka bentuk pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui temu bual, kajian dokumen dan pemerhatian, dimana kesahan data menggunakan teknik triangulasi. Teknik Analisis data melalui tiga tahap, iaitu pengurangan data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Ada lima dapatan dalam kajian ini, iaitu: pertama, jaringan ulama tarekat naqsabandi terbentuk melalui hubungan keilmuan ulama tarekat Naqsabandi Haramaian, nusantara dan Kepulauan Riau. Kedua, ada tiga corak jaringan tarekat Naqsabandi di Kepulauan Riau iaitu; Khalidi, Muzhari dan Qadiriah Naqsabandi. Ketiga, hubungan keilmuan guru-murid terbentuk melalui pengajaran tarekat di masjid ataupun rumah suluk, dengan kaedah halāqah, talaqqi, hafalan dan bahsul masāil dan menghasilkan hubungan dalam bentuk salāsilaḥ dan ijāzah serta diperkuat dengan pemahaman kewalian dan guru kammil mukammil. Keempat, kandungan keilmuan yang berkembang memiliki ajaran dalam bentuk bai'at, rabitah, tawajjuh, suluk, zikir dan khatam. Kandungan keilmuan ini memiliki kecenderungan sufi baru yang berbentuk telaah hadis, sangat berpahamkan syari'at dan bersifat aktif untuk kemajuan zaman dan pembangunan insan. Kelima, kerangka yang dihasilkan dari penyelidikan ini mampu menjadi rujukan mengenai penyebaran keilmuan melalui jaringan ulama tarekat Naqsabandi di Kepulauan Riau

    PANDANGAN TOKOH MASYARAKAT TERHADAP KETERLIBATAN ULAMA DAYAH DALAM POLITIK PRAKTIS DI ACEH BESAR

    Get PDF
    ABSTRAK BUKHARI 2016Pandangan Tokoh Masyarakat Terhadap Keterlibatan Ulama Dayah Dalam Politik Praktis di Aceh BesarDr.Drs.Husaini Ibrahim, MA(xii., 56, pp., bibl., app) Keterlibatan ulama dayah dalam politik praktis melahirkan pandangan yang pro dan kontra di tengah-tengah masyarakat, pandangan yang pro setuju akan keterlibatan ulama dayah ke dalam politik praktis karena mampu menyalurkan setiap aspirasi masyarakat dengan lebih baik sedangkan pandangan yang kontra tidak setuju dengan keterlibatan ulama dayah ke dalam politik praktis karena akan mempengaruhi citranya sebagai ulama dan hilang kekarismatik para ulama. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pandangan tokoh masyarakat terhadap keterlibatan ulama dayah dalam Politik Praktis di Aceh Besar, pandangan tokoh masyarakat terhadap keterlibatan ulama dayah dalam politik serta melihat tujuan ulama dayah melibatkan diri dalam politik praktis. Data yang di perlukan dalam penulisan skripsi ini diperoleh melalui penelitian kepustakaan dan lapangan. Penelitian kepustakaan dilakukan dengan cara membaca buku teks, peraturan perundang-undangan, dan bahan bacaan lainnya yang berkaitan dengan penelitian ini, sedangkan penelitian lapangan dilakukan dengan cara mewawancarai dan observasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa keterlibatan ulama dayah dalam politik praktis di Aceh Besar ada keinginan dari ulama itu sendiri dan juga dapat dukungan dari sebahagian masyarakat. Hal ini terjadi karena ingin memperbaiki syariat islam di tengah-tengah masyarakat dan atas dasar untuk meningkatkan kesejahteraan pesantren serta memenuhi keinginan masyarakat banyak, sebahagian dari masyarakat Aceh Besar memandang suatu hal yang wajar ulama berpolitik untuk mewujudkan kepentingan-kepentingan masyarakat, sedangkan sebahagian lainnya menganggap ketika ulama terlibat dalam politik ia hanya akan mementingkan dirinya sendiri dan mampu merusak citranya sebagai ulama.Disarankan ketika ulama dayah masuk keranah politik praktis, hendaknya ulama dayah tersebut benar-benar mampu membawa politik ke arah yang lebih baik, sehingga citranya sebagai ulama masih tetap terjaga. Masyarakat diharapkan lebih mampu memahami politik dan mampu melihat sosok ulama dayah yang mampu menciptakan kesejahteraan umat yang lebih baik.Kata Kunci: Pandangan Masyarakat, Keterlibatan Ulama Dayah, Politik Praktis

    Ulama Dan Jawara: Studi Tentang Persepsi Ulama Terhadap Jawara Di Menes Banten Selatan

    Full text link
    Ulama (religious leader) and jawara (gank leader) become prominent local elites in Menes,South Banten. Long history of those two leaders resulted in amalgamation of both elites:alongside with pure ulama, there is also a group of ulama who is also jawara. Both eliteshave positive perception to each other. Jawara-ulama was perceived by ulama as figures who develop, maintain and preserve Banten cultural art. Jawaras are loyal to ulama and protect ulama as well. On the other hand, jawara from outside of ulama group was negatively perceived, assuming bad habits such as disobedience toward religious principles, bandit, doing many violence act. The perception of ulama toward jawara was affected by a closeness in terms of relationship with jawara, a resemblance of beliefs, values, worldview, religious understanding, prejudice and life experience

    Peramalan Temperatur Udara di Kota Surabaya dengan Menggunakan ARIMA dan Artificial Neural Network

    Full text link
    Pada dekade terakhir terjadi peningkatan temperatur terutama di kota besar tidak terkecuali di Surabaya. Dampak yang ditimbulkan akibat kenaikan temperatur udara adalah kekeringan, krisis air, hingga Perubahan cuaca. Untuk mengantisipasi Perubahan suhu udara diperlukan suatu model yang dapat meramalkan kondisi udara / temperatur. Model yang banyak digunakan adalah model ARIMA untuk pendekatan model linear. Berdasarkan proses identifikasi model ARIIMA yang didapat adalah Model ARIMA (0,1,2). Sedangkan untuk model Pendugaan data temperatur udara Kota Surabaya dengan menggunakan Artificial Neural Network dengan metode backpropagation menghasilkan model optimum FFNN (2,4,1). Berdasarkan kedua model tersebut yang memberikan nilai MAPE terkecil adalah FFNN (2,4,1) yaitu sebesar 0.0714% dibandingkan model ARIMA sebesar 2.305 %

    PERSEPSI ULAMA TENTANG PRAKTEK BAGI HASIL PEMBIAYAAN MUDHARABAH DI PERBANKAN SYARIAH (Studi Kasus Ulama Pengasuh Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon)

    Get PDF
    Mar’atus Sholehah, 14112210208.“Persepsi Ulama Tentang Praktek Bagi Hasil Pembiayaan Mudhârabahdi Perbankan Syariah (Study Kasus Ulama Pengasuh Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon)”. Skripsi 2015. Dalam bagi hasil pembiayaan mudhârabah adalah kontrak kerjasama yang terdiri dari kedua belah pihak yakni shahibul maal dan mudhârib dalam pemberian dana untuk suatu usaha dengan pembagian hasil usaha yang telah disepakati oleh kedua belah pihak. Prinsip bagi hasil Pembiayaan mudhârabah ini harus bersifat adil dan transparan. Peran ulama-ulama dibidang perbankan syariah sangat berperan penting dalam mengembangkan dan membantu mensosialisasikan kepada masyarakat luas. Karena ulama adalah sosok yang ahli dalam bidang agama dan sebagai tokoh masyarakat. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana Persepsi Ulama-ulama Pengasuh Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin tentang akad mudhârabah, dan Persepsi Ulama-ulama Pengasuh Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin terkait sistem bagi hasil dalam pembiayaan mudhârabah di perbankan syariah. Sedangkan Tujuannya adalah untuk mengetahui persepsi Ulama-ulama diPONPES Babakan Ciwaringin Cirebon tentang mudhârabah, serta untuk mengetahui persepsi Ulama-ulama tersebut terkait kesesuaian antara sistem bagi hasil pembiayaan mudhârabah di perbankan syariah. Penelitian ini termasuk penelitian analisis deskripstif. Metode analisis yang digunakan adalah metode kualitatif. Serta dalam menguji keabsahan data menggunankan teknik triangulasi. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi ulama Pengasuh Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin tentang praktek bagi hasil pembiayaan mudhârabah di Perbankan Syariah adalah secara teori sesuai dengan aturan syariat Islam serta Fatwa DSN No. 07/DSN-MUI/IV/2000 tentang pembiayaan mudhârabah dan fatwa DSN No: 15/DSN-MUI/IX/2000 tentang bagi hasil. Namun dalam pelaksanaan praktek bagi hasil pembiayaan mudhârabah menurut ulama Pengasuh Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin masih belum benar-benar sesuai dengan aturan syariat Islam, sehingga masih banyak ditemui ketidaksesuaian antara teori syariah dan praktek yang dijalankan oleh perbankan syariah. Kata kunci : persepsi, ulama-ulama, pesantren, bagi hasil, pembiayaan mudhârabah

    Islamic support on the westernization policy in the Ottoman empire : making Mahmud II a reformer Caliph-Sultan by Islamic virtue tradition

    Get PDF
    In this article we dealt with the relations between the state and religion / Islam and its interpreters i.e., the ulama, their needs each other. As a case, with an original source, we focused on the time of the Mahmud II (1808-1839) The Ottoman reforms of the nineteenth century is reconciliation between Islam and Western civili-sation. In this process the ulama played key role by commenting Islam accordance with the need of the age or of the Ottoman Empire. The reformers, chiefly the Sultan and his close friends needed the support of the ulama to legitimate their reform programmes In this crucial stage the head of the ulama the Shaykhulislam, used his own religious knowledge and influence, derived from his office by writing a treatise to persuade the masses to accept the reforms. Applying the traditional virtue literature on the Ottoman dynasty he presented in this pamphlet one of the Western-minded Ottoman sultans as an ideal caliph-sultan. This attitude helped to transform the middle-aged Ottoman political structure and society into modern ages in Western line

    Modernization of Education Contents of Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, and Al Jam’iyatul Washliyah 1900-1942 in North Sumatera

    Get PDF
    This study aims to reveal how the process of modernization of education content on the organization Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama and Al Jam'iyatul Washliyah years 1900-1942. The issues raised are: (1) how the historical background in modernizing education content of the three organizations; (2), how the modernization process of these organizations to arrange their education content; (3), how the these organizations dissemination of education content on the subjects. This is solved by historical method comprising the steps of: heuristics; second, verification; interpretation; historiography, and social history. The findings research informs: First, the three organizations have the same background in determining the education content, those are, first; the spirit leaders spreading Islam in accupation situation by orienting on Islamic education of the occupation, second; the intellectual contact internally an externally to conceive and build on the progress of Islamic education. Third; The strong desire to equate Islamic education progress with the western progress (colonization), fourth; The desire to realize the equality social among communities in receiving education and the world of work. The second finding is; the same formulate of education content material Islamic teaching that originated from AD and ART, but have different ways depending on modern education content. Muhammadiyah with revolutionary and Nahdlatul Ulama with evolutionary, and Al Jam'iyatul Washliyah with situasionery. the third finding is; the similarities of education content modernization process using a common and religious material. However they have differences on the distribution of the content in the subjects, Muhammadiyah is innovative and NahdlatulUlama is creative and Al Jam’iyatul Washliyah is very selective

    Peran Ulama Di Nusantara Dalam Mewujudkan Harmonisasi Umat Beragama

    Get PDF
    Islam masuk di Nusantara tak luput dari peranan Ulama yang telah menyebarkan dakwah Islamnya kepada masyarakat yang ada di Nusantara. Kearifan lokal yang tidak tertinggal tetap berjalan bersama dengan Islam. Ini sangat menarik untuk dikaji karena ulama-ulama dahulu menyiarkan agama Islam dengan cara yang bisa diterima oleh beragam masyarakat dengan baik. Maka sebagai generasi yang telah hidup di zaman modern ini tidak melupakan sejarah dan peninggalan ulama-ulama dahulu. Dan kemajuan teknologi bisa dinikmati pada saat sekarang yang juga mempunyai pengaruh besar jika tidak jernih untuk menggunakanya. Ulama di Nusantara sepatutnya untuk di contoh bagaimana cara dakwahnya untuk menyebarkan Islam di Nusantara tanpa kekerasan karena sekarang ini banyak yang mengatas namakan agama dengan melakukan kekerasan misalnya pembakaran tempat ibadah, terorisme, dan lain sebagainya. Fenomena seperti itu nyata yang bisa dirasakan pada saat ini. Maka seharusnya sebagai generasi penerus mengerti tentang peran Islam dan Ulama di Nusantara agar bisa mengenal identitasnya yang asli dari Nusantara. Agar tidak melupakan perjuangan ulama-ulama terdahulu dalam memperjuangkan Islam. Bermula dari latar belakang tersebut penulis mengangkat tema Islam dan Ulama di Nusantara. Tema ini menurut penulis sangat menarik untuk dikaji agar dapat meneladani bagaimana peran-peran Ulama dalam menyampaikan dakwahnya di Nusantara. Adapun untuk membedakan penelitian-penelitian terdahulu penulis akan mengangkat permasalahan diantaranya adalah bagaimana Islam masuk di Nusantara, bagaimana peran Ulama dalam meyebarkan Islam di Nusantara dan permasalahan yang terakhir adalah apa sumbangan ulama Nusantara untuk masa depan Islam di Nusantara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membangun harmonisasi umat beragama
    corecore