139,796 research outputs found
UCI and Entrepreneurship
Faculty reflection on VCU Great Bike Race Book course.
Course Description: This course will guide students through the process of evaluating entrepreneurial opportunities with the intention of identifying viable businesses.
YouTube video pitches:
Winning Pitch
And the other amazing pitches in no particular order: https://www.youtube.com/watch?v=XDKBakM0XH4 https://www.youtube.com/watch?v=h-RpEOObbHE https://www.youtube.com/watch?v=GdyLF_BXpTM https://www.youtube.com/watch?v=bSDuNX-_4go https://www.youtube.com/watch?v=SMEX4cSvkt4 https://www.youtube.com/watch?v=Ek7dvG92Ln
An enhanced artificial neural network with a shuffled complex evolutionary global optimization with principal component analysis
The classical Back-Propagation (BP) scheme with gradient-based optimization in training Artificial Neural Networks (ANNs) suffers from many drawbacks, such as the premature convergence, and the tendency of being trapped in local optimums. Therefore, as an alternative for the BP and gradient-based optimization schemes, various Evolutionary Algorithms (EAs), i.e., Particle Swarm Optimization (PSO), Genetic Algorithm (GA), Simulated Annealing (SA), and Differential Evolution (DE), have gained popularity in the field of ANN weight training. This study applied a new efficient and effective Shuffled Complex Evolutionary Global Optimization Algorithm with Principal Component Analysis – University of California Irvine (SP-UCI) to the weight training process of a three-layer feed-forward ANN. A large-scale numerical comparison is conducted among the SP-UCI-, PSO-, GA-, SA-, and DE-based ANNs on 17 benchmark, complex, and real-world datasets. Results show that SP-UCI-based ANN outperforms other EA-based ANNs in the context of convergence and generalization. Results suggest that the SP-UCI algorithm possesses good potential in support of the weight training of ANN in real-word problems. In addition, the suitability of different kinds of EAs on training ANN is discussed. The large-scale comparison experiments conducted in this paper are fundamental references for selecting proper ANN weight training algorithms in practice
Validation of an electrogoniometry system as a measure of knee kinematics during activities of daily living
Purpose: The increasing use of electrogoniometry (ELG) in clinical research requires the validation of different instrumentation. The purpose of this investigation was to examine the concurrent validity of an ELG system during activities of daily living.
Methods: Ten asymptomatic participants gave informed consent to participate. A Biometrics SG150 electrogoniometer was directly compared to a 12 camera three dimensional motion analysis system during walking, stair ascent, stair descent, sit to stand, and stand to sit activities for the measurement of the right knee angle. Analysis of validity was undertaken by linear regression. Standard error of estimate (SEE), standardised SEE (SSEE), and Pearson’s correlation coefficient r were computed for paired trials between systems for each functional activity.
Results: The 95% confidence interval of SEE was reasonable between systems across walking (LCI = 2.43 °; UCI = 2.91 °), stair ascent (LCI = 2.09 °; UCI = 2.42 °), stair descent (LCI = 1.79 °; UCI = 2.10 °), sit to stand (LCI = 1.22 °; UCI = 1.41 °), and stand to sit (LCI = 1.17 °; UCI = 1.34 °). Pearson’s correlation coefficient r across walking (LCI = 0.983; UCI = 0.990), stair ascent (LCI = 0.995; UCI = 0.997), stair descent (LCI = 0.995; UCI = 0.997), sit to stand (LCI = 0.998; UCI = 0.999), and stand to sit (LCI = 0.996; UCI = 0.997) was indicative of a strong linear relationship between systems.
Conclusion: ELG is a valid method of measuring the knee angle during activities representative of daily living. The range is within that suggested to be acceptable for the clinical evaluation of patients with musculoskeletal conditions
PENGARUH PEMBERIAN VERMIKOMPOS TERHADAP PERUBAHAN BEBERAPA SIFAT KIMIA TANAH ULTISOL
Pengaruh Pemberian Vermikompos Terhadap Perubahan Beberapa Sifat KimiaUltisolUci Fitria1, Zuraida1, Ilyas1*1Program Studi Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah KualaAbstrak. Usaha pertanian di Ultisol akan menghadapi sejumlah permasalahan karena Ultisol umumnya mempunyai pH rendah yang menyebabkan kandungan Al, Fe, dan Mn terlarut tinggi sehingga dapat meracuni tanaman. Pemupukan dengan pupuk organik dapat mengatasi kendala untuk meningkatkan produktivitas tanah ultisol, salah satunya berupa vermikompos. Vermikompos adalah pupuk organik yang diperoleh melalui proses yang melibatkan cacing tanah dalam proses penguraian atau dekomposisi bahan organiknya. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh pemberian vermikompos terhadap perbaikan sifat kimia tanah Ultisol. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Kimia Tanah Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Laboratorium Penelitian Tanah Tanaman dan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian. Penelitian berlangsung pada Maret sampai Oktober 2017. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Rancangan Percobaan (Experimental Design) dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial. Faktor perlakuan adalah dosis vermikompos yaitu: V0 = 0 ton/ha-1, V1 = 15 ton/ha-1, V2 = 20 ton/ha-1, V3= 25 ton/ ha-1 dan V4 = 30 ton/ ha-1. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Parameter yang diamati adalah pH (H2O dan KCl), C- Organik, N total, P tersedia, Al-dd, dan C/N. Hasil penelitian menunjukkan bahwa vermikompos dapat mempengaruhi beberapa sifat kimia tanah Ultisol Jantho. Pemberian vermikompos pada tanah Ultisol nyata meningkatkan P tersedia pada 3 dan 5 MSI, dan nyata meningkatkan C- Organik tanah pada 3 MSI. Pemberian vermikompos pada tanah Ultisol tidak memberikan pengaruh nyata terhadap pH, Al-dd, N total, dan C/N.Kata Kunci : Vermikompos, Sifat Kimia Tanah, Ultiso
Proses Berpikir Kritis Siswa Sekolah Dasar Masalah Matematika Materi Simetri Dan Pencerminan
Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan proses berpikir kritis siswa kelas V SDN Karang Tanjung, Candi masalah matematika pada materi simetri dan pencerminan bangun datar. Jenis penelitian ini adalah termasuk dalam penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan menggunakan purposive sampling sehingga subjek peneltiannya yaitu tiga siswa kelas V SDN Karang Tanjung dengan kemampuan matematika yang berbeda-beda yaitu dari yang tinggi, sedang, hingga rendah. Dari kegiatan subjek dalam menyelesaikan masalah matematika dan kegiatan wawancara diperoleh informasi proses berpikir kritis mereka. Dalam penelitian ini terdapat empat tahap proses berpikir kritis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa subjek yang mempunyai kemampuan matematika lebih tinggi dapat melalui seluruh tahapan proses berpikir kritis, yaitu klarifikasi, assesmen, inferensi, danstrategi pada semua soal. Sedangkan dua subjek lainnya yang memiliki kemampuan matematika sedang dan rendah tidak dapat melalui salah satu atau lebihdari empat tahap proses berpikir kritis
Faktor -Faktor Yang Mempengaruhi Konsumen Dalam Pembelian Makanan Jajan Tradisional Di Kota Malang
This research title is The Buying Factors Considered by Consummers On Traditional Cake inMalang City. Its aim is to learn buying factors considered by Malang residents in traditional cakes'consumption. All respondents are Malang residents who have been ever buying and consummingtraditional cake at market in Malang city. The result of research shows that there are 8 buying factorsconsidered in traditional cake consumption, namely personality (First Factor), price, promotion,javanese culture, knowledge, place, experience and life style. Based on the result, it can beconcluded tha the most buying factors considered is personality, namely education, age, job, gender,motivation, grand mother/fathers' custom and family custom
DanQ: a hybrid convolutional and recurrent deep neural network for quantifying the function of DNA sequences.
Modeling the properties and functions of DNA sequences is an important, but challenging task in the broad field of genomics. This task is particularly difficult for non-coding DNA, the vast majority of which is still poorly understood in terms of function. A powerful predictive model for the function of non-coding DNA can have enormous benefit for both basic science and translational research because over 98% of the human genome is non-coding and 93% of disease-associated variants lie in these regions. To address this need, we propose DanQ, a novel hybrid convolutional and bi-directional long short-term memory recurrent neural network framework for predicting non-coding function de novo from sequence. In the DanQ model, the convolution layer captures regulatory motifs, while the recurrent layer captures long-term dependencies between the motifs in order to learn a regulatory 'grammar' to improve predictions. DanQ improves considerably upon other models across several metrics. For some regulatory markers, DanQ can achieve over a 50% relative improvement in the area under the precision-recall curve metric compared to related models. We have made the source code available at the github repository http://github.com/uci-cbcl/DanQ
Perancangan Sistem Informasi Inventaris Barang pada Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Riau Berbasis Web
Dinaspendidikan provinsi Riau merupakan sebuah instansi yang bergerak di bidang pendidikan dan kebudayaan. pada skripsi ini dibahas mengenai bagian UPTD, SD, SLTP dan SLTA saja. dimana pada bagian ini mempunyai kesulitan dalam pembuatan laporan inventaris barang. bagian ini sudah menggunakan komputer untuk membuat laporan inventaris barang, namun masih menggunakan microsoft excell dikarenakan belum ada aplikasi khusus untuk membuat sebuah aplikasi perangkat lunak agar pekerjaan pada bagian tersebut bisa lebih mudah, cepat dan efisien
PENERAPAN METODE QUANTUM LEARNING UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP PADA SISWA KELAS V DALAM PEMBELAJARAN IPA DENGAN MATERI GAYA
Penelitian ini dilaksanakan untuk meningkatkan penguasaan konsep di SDN 1 Cikidang pada pembelajaran IPA materi gaya dengan menggunakan metode Quantum Learning, penelitian ini dilatarbelakangi karena pembelajaran IPA di SDN 1 Cikidang belum terlihat adanya penguasaan konsep yang dilaksanakan selama pembelajaran, sehingga penguasaan konsep IPA di SDN 1 Cikidang masih sangat kurang. Oleh karena itu dirumuskan permasalahan dalam penelitian tindakan kelas ini yaitu bagaimana pelaksananaan pembelajaran IPA materi gaya dengan menggunakan metode Quantum Learning, dan bagaimana peningkatan penguasaan konsep pada pembelajaran IPA materi gaya dikelas V dengan menerapkan metode Quantum Learning. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mengungkap pelaksanaan model Quantum Learning dalam meningkatkan penguasaan konsep pada pembelajaran IPA materi gaya, (2). mengungkap peningkatan penguasaan konsep setelah meperapan metode Quantum Learning. Penelitian ini dilaksanakan dengan penelitian tindakan kelas, adapun model penelitian menggunakan model Kemmis and Mc.Taggart yang terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan penggumpulan observasi aktivitas guru, observasi aktivitas siswa, soal tes evaluasi penguasaan konsep. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa adanya peningkatkan penguasaan konsep pada setiap siklus dengan menerapan metode Quantum Learning. Berdasarkan temuan disarankan, bagi setiap guru yang akan menggunakan metode Quantum Learning dalam meningkatkan penguasaan konsep, agar benar-benar mempersiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan saat kegiatan pembelajaran, terutama saat pembelajaran praktikum.
Kata kunci: Metode Quantum Leaning, Penguasaan Konsep pada pembelajaran IP
- …
