88,883 research outputs found
Tantangan Teknis Implementasi DVB-T2 di Indonesia
Transisi dari penyiaran analog ke digital yang menjanjikan banyak kesempatan baru telah memotivasi Organisasi Telekomunikasi Internasional (International Telecommunication Union atau ITU) untuk memberikan dorongan yang besar kepada Negara-negara di dunia untuk segera mewujudkannya. Sebagian besar Negara-negara di dunia juga sudah menyadari begitu pentingnya transisi tersebut. Akan tetapi, banyak tantangan yang membuat proses transisi berlangsung relatif lambat, termasuk di Indonesia. Penelitian ini memilih Swedia dan Inggris yang sudah terlebih dulu melakukan transisi total ke penyiaran digital untuk menggali tantangan-tantangan teknis dan USAha yang dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut. Penelitian ini menganalisa status transisi Indonesia saat ini dan menghasilkan rekomendasi- rekomendasi
Ruang Transisi Pada Ruang Tinggal Suku Tengger Desa Ngadas
Desa Ngadas merupakan sebuah desa yang terletak di wilayah KecamatanPoncokusumo, Kabupaten Malang. Desa ini merupakan satu-satunya desa SukuTengger yang berada di Kabupaten Malang. Pada kelompok rumah di Desa Ngadas,terbentuk suatu pola ruang kekerabatan dalam membangun rumah mereka padasatu lahan petak yang menunjukkan hubungan kekerabatan yang kuat. Antar rumahdiberikan jarak yang kemudian menjadi ruang transisi. Tujuan dari studi ini adalahuntuk mengetahui ruang transisi yang terbentuk pada pola ruang rumah tinggalDesa Ngadas dari segi fisik dan non-fisiknya. Metode yang digunakan adalahdeskriptif-kualitatif dengan melakukan observasi lapangan. Kemudian objek amatandianalisis dan dideskripsikan secara kualitatif dalam bentuk pembahasan mengenairuang transisi. Ditemukannya tata cara bertani yang baru, menyebabkanpertambahan fungsi ruang transisi yang dipengaruhi oleh faktor ekonomi. Selain itu,aktivitas pada ruang transisi juga memperlihatkan tingginya mobilitas penghunirumah dalam penggunaan antar ruang. Tingginya perpindahan penggunaan ruangdari satu rumah ke rumah yang lain menunjukkan kebutuhan ruang transisi sangatdiperlukan oleh masyarakat Desa Ngadas. Kebutuhan masyarakat Desa Ngadas akanmobilitas yang tinggi serta adat-istiadat yang telah turun-temurun diwariskanmenjadi faktor utama dalam terbentuknya ruang transisi
PENGADAAN TANAH BAGI KEPENTINGAN UMUM DAN PEMBERIAN GANTI RUGI DALAM MASA TRANSISI SEBELUM PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 2 TAHUN 2012 TENTANG PENGADAAN TANAH BAGI PEMBANGUNAN UNTUK KEPENTINGAN UMUM (Studi Pengadaan Tanah Untuk Pembangunan Double Track Kereta Api Antara Semarang Tawang Bojonegoro di Wilayah Provinsi Jawa Tengah)
Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan gambaran pelaksanaan pengadaan
tanah untuk pembangunan double track Kereta Api Semarang Tawang-
Bojonegoro di Jawa Tengah yang dilaksanakan dalam masa transisi sebelum
pelaksanaan regulasi pengadaan tanah yang baru yaitu UU Nomor 2 Tahun 2012
tentang pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum dan
Peraturan Presiden Nomor 71 Tahun 2012 sebagai pelaksanannya. Berdasarkan
ketentuan Pasal 123 Perpres, maka pengadaan tanah untuk pembangunan double
track ini masih dapat menggunakan regulasi pengadaan tanah yang lama (Perpes
Nomor 36 Tahun 2005 jo Perpres Nomor 65 Tahun 2006) hingga 31 Desember
2014. Selain itu, penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui perbedaan
pengadaan tanah antara regulasi pengadaan tanah lama dan regulasi baru.
Metode pendekatan yang digunakan dalam penyusunan tesis ini adalah
pendekatan yuridis empiris dan spesifikasi penelitian adalah deskriptif analitis
serta pengumpulan data melalui data primer dan data sekunder untuk selanjutnya
dilakukan analisis.
Berdasarkan hasil analisis dan penelitian, terdapat perbedaan pengaturan
pengadaan tanah antara regulasi pengadaan tanah lama dan regulasi baru meliputi
kepentingan umum, ganti kerugian dan proses pengadaan tanah. Dalam
pelaksanaan pengadaan tanah untuk double track menemui hambatan. Hambatan
hukum disebabkan karena ketentuan peralihan Pasal 58 UU Nomor 2 Tahun 2012
yang multitafsir, sedangkan Pepres pelaksanannya baru terbit Agustus 2012,
sehingga terjadi kebingungan penggunaan dasar hukum oleh pelaksana pengadaan
tanah. Sedangkan faktor non hukum adalah lemahnya koordinasi antara instansi
yang memerlukan tanah, Panitia Pengadaan Tanah Provinsi dan Panitia
Pengadaan Tanah Kabupaten/Kota. Selain itu pelaksanaan pengadaan tanah untuk
double track harus dikebut agar tidak melebihi limit waktu 31 Desember 2014,
karena akan menimbulkan konsekuensi tersendiri yaitu penggunaan regulasi baru
apabila terdapat sisa tanah yang belum selesai proses pengadaan tanahnya hingga
31 Desember 2014.
Oleh karena itu, kiranya perlu percepatan pelaksanaan pengadaan tanah untuk
double track kereta api, agar tidak melebihi jangka wakktu 31 Desember 2014.
Selain itu perlu uji materiil terhadap regulasi baru pengadaan tanah khususnya
berkaitan dengan musyawarah ganti rugi yang hanya membahas mengenai bentuk
ganti rugi dan tidak termasuk besaran ganti rugi untuk lebih menjamin
perlindungan dan kesejahteraan masyarakat yang hak atas tanahnya terkena
pembangunan
TRANSISI Wayang, Relief, dan Animasi
Saat ini transisi video masih standar sesuai platform
software bawaan produksi Barat. Daya saing pertelevisian/
perfilman Indonesia dapat ditingkatkan dengan elemen lokal yang tidak dimiliki oleh Barat. Ketersediaan teknik transisi video berbasis seni pertunjukan tradisi khas Indonesia merupakan kebutuhan bagi pada editor video, filmmaker (sineas), dan dosen atau mahasiswa televisi dan film. Untuk itu, bahasan ini ingin mengungkap transisi antaradegan yang terdapat dalam pertunjukan wayang kulit untuk dijadikan referensi bagi pengembangan transisi editing video. Selain itu, juga dibahas transisi dalam seni tradisi yang lain seperti relief dan prasi lontar. Transisi gunungan dalam wayang kulit memiliki benang merah dengan pembatas adegan dalam relief candi berupa pohon, ornamen, atau pohon sorga. Implementasi transisi dalam film animasi menjadi penutup bahasan buku ini, dan diharapkan menjadi inspirasi pembaca untuk mengembangkan transisi antaradegan khas Indonesia
APLIKASI TEORI LANDAU-DE GENNES PADA TRANSISI FASE NEMATIK-ISOTROPIK LIQUID CRYSTAL
Makalah ini bertujuan untuk mengkaji : (1). suhu batas pada keadaan transisi , (2). hubungan antara order parameter dengan suhu, (3) hubungan antara energi bebas dengan suhu dan, (4) hubungan antara energi bebas dengan order parameter, pada transisi fase nematik-isotropik liquid crystal melalui aplikasi teori Landau-de Gennes. Berdasarkan hasil kajian diketahui bahwa pada transisi fase nematik-isotropik liquid crystal : (1). ada 3 suhu batas pada keadaan transisi yaitu TN*, TNI dan TI* dengan TN* TI* materi dalam keadaan fase isotropik penuh, rentang suhu dalam keadaan paranematik dan metastabil nematik bernilai kecil (2). jika suhu dinaikkan, maka nilai order parameter akan turun secara kontinyu sampai suhu batas atas TI* dan kemudian turun tajam mencapai nol, di atas suhu TI* nilai orde paramater adalah nol, (3). hubungan antara energi bebas dengan suhu pada titik transisi bersifat kontinyu (4). hubungan antara energi bebas dengan order parameter tidak bersifat linear, nilai minimun energi bebas pada keadaan transisi berkaitan dengan order parameter 0=η atau 0≠η bergantung pada suhu
Perdebatan Teori Transisi Demokrasi
This paper discusses the debate on the theories of democratic transition that has been going on since the 1960s. Democratic thoughts area always related to a context of change in a society. The theories of democratic transition had come to be debated again when the communist block countries and Russia changed their ideology and entered a democratic transition process. This debate provide a reference point and comparative framework that can be employed to evaluate socio-political changes in other countries that are experiencing similar democratic transition process and all of the consequences and challenges it poses
Kebijaksanaan Penelitian Daerah Perkotaan
Salah satu tugas utama dari Badan Litbangkes Depkes RI adalah membantu Menteri Kesehatan dalam memecahkan masalah-masalah kesehatan yang dihadapi, baik pada waktu sekarang maupun di masa yang akan datang.Kemajuan pembangunan membuat masyarakat mengalami transisi dari pedesaan ke perkotaan dengan segala akibatnya. Transisi ini juga akan menimbulkan masalah-masalah kesehatan.Kebijakan pemerintah dalam menghadapi masyarakat kota yang masih terbelakang ini yaitu Primary Health Care (Pelayanan Pokok Kesehatan)
FAKTOR-FAKTOR RISIKO OSTEOARTRITIS LUTUT
LATAR BELAKANG : Pembangunan di Indonesia membawa perubahan, di antaranya transisi demografi dan transisi epidemiologi, yang ditandai dengan semakin banyak penduduk berusia lanjut (di atas 60 tahun), sehingga penyakit degeneratif termasuk osteoartritis (OA) lutut meningkat. Peningkatan kasus OA lutut bukan hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di dunia, dan mengakibatkan kerugian yang tidak sedikit. Sejak tahun 2001 hingga 2010 dicanangkan sebagai dekade penyakit tulang dan sendi di seluruh dunia.
TUJUAN : Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa faktor predisposisi (demografi, gaya hidup, metabolik) dan faktor presipitasi biomekanik sebagai faktor risiko OA lutut.
METODE : Jenis penelitian merupakan penelitian observasional dengan rancangan studi kasus kontrol (case - control study). Jumlah responden sebanyak 130 sampel, dibagi 2 kelompok, yaitu 65 kasus dan 65 kontrol, dimana sampel diambil secara systematic random sampling dari semua pasien OA lutut dan bukan OA lutut yang berobat ke Rumah Sakit Dokter Kariadi Semarang. Analisis data secara univariat, bivariat dan multivariat dengan metode regresi logistik, menggunakan program SPSS versi 11.5.
HASIL : Faktor yang terbukti sebagai faktor risiko OA lutut adalah obesitas berat (Indeks MassaTubuh>27) dengan nilai p = 0,046; OR adjusted = 2,51; 95% CI = 1,22 – 5,26, riwayat trauma lutut (nilai p = 0,033; OR adjusted = 2,90; 95% CI = 1,09 – 7,75), kebiasaan aktivitas fisik berat (nilai p = 0,006; OR adjusted = 2,25; 95% CI = 1,09 – 6,67) dan kebiasaan kerja dengan beban >17,5 kg (nilai p = 0,008; OR adjusted = 2,19; 95% CI = 1,05 – 6,65).
SARAN : Bagi pelayanan kesehatan untuk lebih mewaspadai gejala awal OA lutut dengan melihat faktor risiko pada pasien, sehingga OA lutut dapat dideteksi lebih dini. Bagi masyarakat supaya mencegah trauma lutut dengan berhati-hati dan menggunakan pelindung lutut saat beraktivitas, menjaga supaya tidak mengalami obesitas baik dengan cara rutin berolah raga maupun diet yang seimbang dan menghindari aktivitas fisik yang berat
Pemodelan Intensitas Transisi dan Peluang pada Asuransi Perawatan Jangka Panjang
Proses Perubahan status kesehatan dalam asuransi perawatan jangka panjang dengan lima status dimodelkan dengan model markov multi status, yang dinyatakan sebagai model peluang transisi dari suatu status ke status yang lain. Dengan menggunakan data survival penghuni panti wredha Abi Yoso, Pakem, Sleman, pada bagian akhis tesis ini akan ditunjukkan penghitungan intensitas transisi, peluang transisi antar status dan premi asuransi untuk besar manfaat tertentu
- …
