3,382 research outputs found

    PERBANDINGAN STABILITAS WARNA BASIS GIGI TIRUAN RESIN AKRILIK HEAT CURED DAN TERMOPLASTIK NILON SETELAH PERENDAMAN DALAM MINUMAN KOPI ULEE KARENG

    Get PDF
    ABSTRAKNama:Deri JuandaFakultas:Kedokteran GigiJudul:Perbandingan stabilitas Warna Basis Gigi Tiruan Resin Akrilik Heat Cured Dan Termoplastik Nilon Setelah Perendaman Dalam Minuman Kopi Ulee KarengSalah satu sifat resin akrilik heat cured dan termoplastik nilon adalah penyerapan air termasuk larutan berwarna yang dapat mempengaruhi perubahan warna basis gigi tiruan. Penelitian eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan stabilitas warna basis gigi tiruan resin akrilik heat cured dan termoplastik nilon setelah perendaman dalam minuman kopi Ulee Kareng. Penelitian ini menggunakan 8 spesimen (10x10x2,5 mm) dari tiap kelompok bahan basis gigi tiruan (resin akrilik heat cured dan termoplastik nilon). Semua specimen direndam dalam minuman kopi Ulee Kareng selama 7 hari. Pengukuran perubahan warna untuk setiap specimen diukur sebelum dan setelah 7 hari perendaman menggunakan sistem Munsell Soil Color Charts (hue, value, dan chroma). Data dianalisis statistic setiap kelompok bahan basis gigi tiruan menggunakan Wilcoxon dan Mann-Whitney Test (p=0,05). Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat perbedaan perubahan warna antara basis gigi tiruan resin akrilik heat cured dan termoplastik nilon yang direndam dalam minuman kopi Ulee Kareng selama 7 hari. Kesimpulan penelitian ini adalah stabilitas warna basis gigi tiruan resin akrilik heat cured lebih baik dibandingkan dengan basis gigi tiruan termoplastik nilon.Kata Kunci: resin akrilik heat cured, termoplastik nilon, perubahan warna, stabilitas warn

    STUDI PERUBAHAN WARNA PADA RESIN AKRILIK HEAT CURED DAN TERMOPLASTIK NILON SETELAH PERENDAMAN DALAM KOPI ULEE KARENG

    Get PDF
    Resin akrilik heat cured dan termoplastik nilon merupakan bahan yang digunakan untuk basis gigi tiruan. Salah satu sifat fisiknya adalah memiliki estetik yang baik namun dapat menyerap air. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perubahan warna pada resin akrilik heat cured dan termoplastik nilon setelah perendaman dalam kopi Ulee Kareng. Jumlah total spesimen adalah 12 spesimen yang dibagi dalam 2 kelompok, 6 spesimen resin akrilik heat cured dan 6 spesimen termoplastik nilon dengan ukuran 20x20x2 mm. Pada penelitian ini kedua bahan tersebut direndam dalam kopi Ulee Kareng selama 7 dan 14 hari. Pengukuran perubahan warna sebelum dan setelah menggunakan sistem CIELab. Pengujian statistik pada tiap kelompok menggunakan uji t berpasangan, sedangkan untuk melihat perubahan warna antara kelompok menggunakan uji t tidak berpasangan. Hasil uji t berpasangan perubahan warna resin akrilik heat cured menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna pada resin akrilik selama 7 dan 14 hari (p0.05). Hasil uji t tidak berpasangan resin akrilik heat cured dan termoplastik nilon baik hari ke-7 maupun hari ke-14 yaitu terdapat perubahan warna yang tidak bermakna setelah perendaman dalam kopi Ulee Kareng. Kesimpulan dari penelitian ini adalah perubahan warna pada basis gigi tiruan resin akrilik heat cured lebih kecil daripada basis gigi tiruan termoplastik nilon

    DISTRIBUSI FREKUENSI PEMAIKAIAN GIGI TIRUAN LEPASAN RESIN AKRILIK DAN NILON TERMOPLASTIK DI BEBERAPA PRAKTEK DI BANDA ACEH.

    Get PDF
    Gigi tiruan sebagian lepasan (GTSL) adalah gigi tiruan yang menggantikan satu atau beberapa gigi yang dapat dipasang dan dilepaskan dari pasien. Resin akrilik memenuhi syarat sebagai bahan basis gigi tiruan yang ideal, namun seiring dengan perkembangan bidang ilmu dental material selain resin akrilik, resin termoplastik juga digunakan untuk bahan pembuatan basis gigi tiruan. Nilon termoplastik merupakan basis gigi tiruan yang bebas monomer, bersifat hipoalergenik sehingga dapat menjadi alternatif yang berguna bagi pasien yang sensitif terhadap resin akrilik konvensional, nikel atau kobalt. Penelitian bersifat deskriptif. Subjek penelitian adalah seluruh data pasien yang menggunakan gigi tiruan nilon termoplastik dan resin akrilik di beberapa praktek dokter gigi di Banda Aceh Januari - Desember 2015. Hasil penelitian menunjukkan dengan pemakaian 50% menggunakan gigi tiruan dengan jenis nilon termoplastik dan 50% menggunakan gigi tiruan dengan jenis resin akrilik di beberapa praktek dokter gigi di Banda Aceh pada tahun 201

    STUDI PERUBAHAN DIMENSI ANTARA RESIN AKRILIK HEAT CURED DAN TERMOPLASTIK NILON SETELAH PERENDAMAN DALAM LARUTAN KOPI ULEE KARENG ROBUSTA (COFFEA ROBUSTA )

    Get PDF
    ABSTRAKNama: Putri Binangsri BarusFakultas : Kedokteran GigiProgram Studi: Pendidikan Dokter GigiJudul: Studi Perubahan Dimensi Antara Resin Akrilik Heat Cured Dan Termoplastik Nilon Setelah Perendaman Dalam Larutan Kopi Ulee Kareng Robusta (Coffea robusta)Resin akrilik heat cured merupakan material yang paling sering digunakan dalam bidang kedokteran gigi. Namun seiring perkembangan teknologi untuk mengatasi kekurangan dari resin akrilik heat cured dilakukan perbaikan pada material basis gigi tiruan salah satunya adalah resin termoplastik nilon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai perubahan dimensi antara resin akrilik heat cured dan termoplastik nilon setelah perendaman selama 7 hari dalam kopi Ulee Kareng Robusta (Coffea robusta). Penelitian ini menggunakan 6 spesimen resin akrilik meliodent dan 6 spesimen termoplastik nilon biotone dengan ukuran 10 x 10 x 2 mm. Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratorium. Sebelum dilakukan perendaman, spesimen resin akrilik heat cured direndam dalam akuades selama 24 jam. Kemudian seluruh spesimen diukur berat awal (W1) menggunakan neraca analitik dan pengukuran luas spesimen (L) menggunakan jangka sorong digital. Selanjutnya spesimen direndam dalam kopi Ulee Kareng Robusta (Coffea robusta) selama 7 hari. Kemudian dilakukan pengukuran berat akhir pada hari ke 1, 3, 5 dan 7 perendaman. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji reapeted ANOVA. Berdasarkan hasil pengamatan terdapat perubahan dimensi yang signifikan antara durasi perendaman pada kedua jenis spesimen. Perubahan dimensi yang terjadi pada termoplastik nilon lebih besar dari pada resin akrilik heat cured tetapi tidak siknifikan.Kata kunci : resin akrilik, termoplastik nilon, perubahan dimensi, kopi Ulee Karen

    Pengaruh Penambahan Karet Alam Cair Terhadap Sifat Termal Polyblend Elastomer Termoplastik

    Full text link
    Analisis Perubahan sifat termal polipaduan elastomer termoplastik-polietilen atau elastomer termoplastik- polipropilen akibat penambahan Karet Alam Cair (Liquid Natural Rubber/ LNR) telah dilakukan dengan teknik Simultaneous Thermal Analyzer (STA). Polipaduan LNR-polietilen dan LNR-polipropilen dilakukan dengan teknik blending dalam laboplastomill dengan variasi fraksi berat LNR sebesar 3 %berat, 5 %berat dan 7 %berat. Hasil karakterisasi dengan STA menunjukkan bahwa penambahan LNR 5 %berat pada polipaduan elastomer termoplastik-polietilen (ETP-PE) meningkatkan suhu puncak pelelehan dari ± 140 oC menjadi ± 164,1 oC, dan suhu mulai terjadinya dekomposisi meningkat dari ± 359 oC tanpa LNR menjadi ± 385 oC. Sedangkan polipaduan elastomer termoplastik-polipropilen meningkatkan suhu puncak pelelehan dari ± 170,4 0C menjadi ± 178,5 oC dan suhu mulai terjadinya dekomposisi meningkat dari ± 370,5 oC tanpa LNR menjadi ± 389,8 oC setelah penambahan LNR 3 %berat

    Elastomer Termoplastik Sebagaiaditif Peningkat Viskositas Pelumas Mineral

    Full text link
    ELASTOMER TERMOPLASTIK SEBAGAIADITIF PENINGKAT VISKOSITAS PELUMAS MINERAL. Penggunaan elastomer termoplastik (ETP) sebagai aditif peningkat viskositas minyak mineral berindeks viskositas tinggi (HVI) telah dilakukan. Sebagai bahan elastomer termoplastik digunakan kopolimer radiasi lateks karet alam-metil metakrilat (LKA-MMA). Bahan ETP dilarutkan dalamminyak lumas dasar HVI dengan variasi suhu dan pelarut. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelarutan langsung memerlukan suhu 80 oC dan waktu 12 jam. Penggunaan xilena sebagai pelarut antara, mengefisienkan metode pelarutan karena tidak diperlukan pemanasan dan waktu pelarutan lebih pendek. Koefisien viskositas kinematik dan indeks viskositas dari minyak lumas mineral yang mengandung xilena tidak berbeda secara signifikan dibandingkan minyak lumas yang tidak menggunakan xilena sebagai pelarut antara. Maksimum pelarutan ETP pada minyak lumas mineral adalah 10 % tanpa pelarut antara

    Karakteristik Morfologi, Termal, Fisik-Mekanik, dan Barrier Plastik Biodegradabel Berbahan Baku Komposit Pati Termoplastik-LLDPE/HDPE

    Get PDF
    Plastik sebagai kemasan suatu produk sudah banyak dipakai dan digunakan dalam kurun waktu lama. Namun, limbah plastik tersebut dapat menimbulkan pencemaran lingkungan dikarenakan plastik sulit untuk terdegradasi oleh mikroorganisme. Usaha untuk mengurangi ketergantungan terhadap plastik salah satunya adalah penggunaan plastik ramah lingkungan dari bahan baku yang dapat diperbaruhi dengan metode pencampuran/blending. Permasalahan yang dihadapi dalam pembuatan plastik biodegradabel berbahan baku campuran antara bahan alami dan sintetis adalah tidak kompatibel antara kedua bahan tersebut karena bahan alami bersifat hidrofilik/polar dan bahan sintetis bersifat hidrofobik/non polar. Untuk meningkatkan kompatibilitas antara kedua campuran itu perlu ditambahkan bahan seperti compatibilizer. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik morfologi permukaan plastik, kecepatan alir, densitas, suhu leleh, sifat mekanik, dan barrier pastik biodegradabel berbahan baku campuran pati termoplastik-LLDPE/HDPE. Penelitian ini dibagi menjadi tiga tahap yaitu pembuatan pati termoplastik, pembuatan compatibilizer LLDPE/HDPE-g-MA dan pembuatan plastik biodegradabel. Karakteristik sifat aliran, kekuatan tarik, perpanjangan putus, dan permeabilitas oksigen plastik biodegradabel berbahan baku pati termoplastik-LLDPE/HDPE cenderung menurun, sedangkan karakteristik permeabilitas terhadap uap air cenderung meningkat dengan semakin meningkatnya kandungan pati termoplastik. Adanya compatibilizer LLDPE/HDPE-g-MA menghasilkan sifat mekanik lebih baik pada plastik biodegradabel
    corecore