6,088 research outputs found

    STUDI KEBERHASILAN PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS MASYARAKAT DI PROVINSI ACEH

    Get PDF
    Persoalan sampah rumah tangga dan sampah sejenisnya dirasakan semakin komplek. Hal tersebut diperparah oleh kesadaran masyarakat yang masih sangat rendah, tentang pengurangan sampah mulai dari sumbernya. Salah satu upaya pengelolaan sampah yang dapat dilakukan oleh masyarakat adalah dengan penerapan program Reduce, Reuse dan Recycle (3R). Program 3R merupakan program pengelolaan sampah yang dimulai dari hulu ke hilir melalui pengurangan, memanfaatkan kembali dan mendaur ulang sampah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat keberhasilan pengelolaan sampah berbasis 3R dan mengidentifkasi tingkat kepentingan dan kepuasan masyarakat terhadap pembangunan fasilitas Tempat Pengolahan Sampah (TPS) 3R di Provinsi Aceh. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui observasi serta wawancara dan metode kuantitatif melalui kuesioner. Evaluasi kegiatan pengelolaan TPS 3R dilakukan melalui observasi dan wawancara dengan ketua KSM berdasarkan Petunjuk Teknik (Juknis) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (2016). Identifikasi tingkat kepentingan dan kepuasan masyarakat terhadap pembangunan fasilitas TPS 3R dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada masyarakat setempat. Pengolahan data menggunakan uji validitas dan reliabilitas, sedangkan analisa data menggunakan analisis deskriptif melalui software Statistical Product and Service Solution (SPSS) v.22 dan analisis biplot melalui software Minitab v.16. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keberhasilan pengelolaan sampah berbasis 3R di Provinsi Aceh untuk wilayah Pantai Barat kurang baik dengan nilai relatif sebesar 12,30. Wilayah Ibukota Provinsi, wilayah Pantai Timur dan wilayah Tengah cukup baik dengan nilai relatif masing-masing sebesar 18,20, 17,10 dan 17,30. Tingkat kepentingan dan kepuasan masyarakat terhadap pembangunan fasilitas TPS 3R untuk wilayah Pantai Barat menunjukkan bahwa masyarakat merasa penting dan tidak puas dengan mean 4,49 (89,80%) dan 2,99 (59,80%), sementara untuk wilayah Ibukota Provinsi, Pantai Timur, Tengah dan rata-rata Provinsi Aceh masyarakat merasa penting dan kurang puas dengan mean kepentingan sebesar 4,45 (89,00%), 4,50 (90,00%), 4,47 (89,40%), 4,48 (89,60%) dan mean kepuasan sebesar 3,62 (72,40%), 3,56 (71,20%), 3,27 (65,40%), 3,36 (67,20%

    Waste Management Analysis At Tps 3R Mandiri Sejahtera Singosari Malang

    Full text link
    TPS 3R Mandiri Sejahtera using reduce, reuse, and recycle principles are established by government to solve the problems of wastes in the area of the district of Singosari, Malang. According to the monitoring and evaluation processes conducted by the Directorate General of Human Settlements, Ministry of Public Works and Public Housing in 2013, it shown that there were several things at the waste management at TPS 3R had been not in accordance with the Guidelines of waste management of Directorate General of Human Settlement. This research aimed to analysis waste management at TPS 3R Mandiri Sejahtera in order to optimize the waste management. This research using descriptive Analysis. The research result showed that the function of existing waste management condition was poor, with score is 167. The result indicated that by optimizing the service up to 3% in every year until 2021, the management of TPS 3R needed to add one tricycle, eight workers for separating waste and one worker for transporting waste and to enlarge the area up to 146 m2 from 578 m2 of current area. The potential optimization processes can be conducted by increasing the coverage of services by 44.81%, the amount of waste which could be transported is 22,30 m3/day

    PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN SAMPAH 3R (REDUCE, REUSE DAN RECYCLE)DI GAMPONG ILIE KECAMATAN ULEE KARENG KOTA BANDA ACEH

    Get PDF
    PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN SAMPAH 3R (REDUCE, REUSE DAN RECYCLE)DI GAMPONG ILIE KECAMATAN ULEE KARENGKOTA BANDA ACEHOleh :NazaruddinNIM. 1209200060039Komisi Pembimbing :1.Dr. Ir. Eldina Fatimah, M. Sc2.Dr. Ir. Suhendrayatna. M. EngABSTRAKProgram penanganan masalah persampahan salah satunya adalah melalui program 3R(Reduce, Reuse dan Recycle). Program ini terdiri dari reduceatau mengurangi jumlah sampah, reuseatau memanfaatkan kembali sampah dan recycle atau mendaur ulang sampah.Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat keberhasilan dari partisipasi masyarakat dalam menjalankan program 3R(Reduce, Reuse dan Recycle)di Gampong Ilie, juga untuk memberikan rekomendasi pengelolaan berbasis masyarakat.Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi di lapangan, pembagian kuesioner kepada masyarakat Gampong Ilie, dan wawancara yang dilakukan dengan petugas TPS 3R (Reduce, Reuse dan Recycle)dan para pengambil kebijakan.Adapun hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalahmasyarakat belum berperan aktif dalam sistem pengelolaan sampah 3R (Reduce, Reuse dan Recycle) di Gampong Ilie.Hal ini dikarenakan sebagian masyarakattidak membuang sampah pada tempat yang telah disediakan, dan masyarakat mewadahi sampahnya tanpa ada pemilahan antara sampah kering dengan sampah basah.Proses pengelolaan sampah 3R (Reduce, Reuse dan Recycle)berbasis masyarakat di Gampong Ilie Kecamatan Ulee Kareng, ternyata masih kurang baik.Terlihat bahwa hanya bagian recyle saja yang diterapkan pada gampong tersebut.Nilai evaluasi diperoleh sebesar 192, yang berada pada interval 139-224 sehingga menunjukkan pengelolaan sampah di TPS 3R(Reduce, Reuse dan Recycle) kurang berfungsidan kegiatan pengelolaan yang ada belum berjalan dengan optimal.Persepsi masyarakat tentang persampahan dan sistem pengelolaan sampah 3R (Reduce, Reuse dan Recycle) secara keseluruhan menunjukkan bahwa masyarakat Gampong Ilie setuju terhadap peraturan Pemerintah Kota Banda Aceh yang melarang membuang sampah sembarangan dan setuju terhadap pihak pengelola TPS 3R (Reduce, reuse, dan Recycle) yang ditugaskan oleh DK3 Banda Aceh untuk memberikan tingkat pelayanan yang nyaman bagi masyarakat.Kata Kunci : Partisipasimasyarakat, pengelolaan sampah, program 3R(Reduce, Reuse dan Recycle), Gampong Ili

    Perencanaan Sistem Pengelolaan Sampah Terpadu (Studi Kasus Rw 6, 7 Dan 8 Kelurahan Bandarharjo, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang)

    Full text link
    Keterbatasan lahan pembuangan akhir sampah dan kurangnya minta masyarakat dalam melakukan kegiatan pengelolaan sampah di Semarang dapat menyebabkan persoalan baru bagi lingkungan. Peningkatan sampah yang terjadi tiap tahun harus dikelola dengan cara baru untuk mengurangi timbulan sampah yang dapat memperpendek umur pakai TPA. Paradigma pengelolaan sampah dengan sistem lama tanpa adanya pengolahan terlebih dahulu sudah saatnya diganti dengan sistem baru. Sistem Pengelolaan Sampah Terpadu Berbasis 3R merupakan pendekatan sistem yang patut dijadikan sebagai solusi pemecahan masalah persampahan. Pengelolan sampah yang ada di RW 6, 7 dan 8 Kelurahan Bandarharo, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang saat ini masih bertumpu pada pola lama, yaitu sampah dikumpulkan dari sumbernya, diangkut ke TPS (Tempat Penampungan Sementara), dan dibuang ke (TPA) tempat pembuangan akhir. Terlebih belum tersedia TPS yang memadai yang dapat melayani wilayah perencanaan sehingga menyebabkan ketidaksesuaian kapasitas antara TPS dengan jumlah timbulan sampah yang dihasilkan yang kemudian menyebabkan lubernya sampah di TPS. Perilaku masyarakat juga masih mementingkan kebersihan lingkungan rumah pribadi tanpa memikirkan kebersihan dan Kenyamanan lingkungan bersama. Sampah yang dihasilkan bila tidak ditangani dengan baik akan menimbulkan pencemaran lingkungan, mengganggu keindahan dan membahayakan kesehatan masyarakat. Konsep pengolahan sampah secara terpadu berbasis 3R dilaksanakan dengan melakukan reduksi sampah semaksimal mungkin dengan cara pengolahan sampah di lokasi sedekat mungkin dengan sumber sampah dengan pendekatan melalui aspek hukum dan peraturan, aspek kelembagaan, aspek teknis operasional, aspek pembiayaan, serta aspek peran serta masyarakat

    Perencanaan Sistem Pengelolaan Sampah pada Satuan Wilayah Pembangunan (Swp) II dan III Kabupaten Pati (Kecamatan Trangkil, Tlogowungu, Margoyoso, Gunungwungkal, Tayu, Cluwak, dan Dukuh Seti)

    Full text link
    Perencanaan Sistem Pengolahan Sampah SWP II dan III Kabupaten Pati ialah perencanaan pengolahan sampah yang terintegrasi antara pewaadahan, pengumpulan, pemilahan, dan pengangkutan dengan mempertimbangkan aspek pengurangan sampah atau 3R. Perencanaan Sistem Pengolahan Sampah SWP II dan III terbagi 2 bagian yaitu perencanaan pasar dan perencanaan non pasar. Perencanaan non pasar merupakan gabungan dari pelayanan domestik dan non domestik. Besar timbulan sampah domestik di daerah perencanaan ialah sebesar 1,93 liter/orang/hari dan 0,46 liter/orang/hari untuk timbulan non domestik sehingga total timbulan ialah sebesar 2,39 liter/orang/hari. Berdasarkan RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional) Republik Indonesia tahun 2015-2019 menetapkan bahwa pelayanan perkotaan untuk air bersih, Perumahan kumuh dan sanitasi untuk masing-masing ialah sebesar 100%, 0%, dan 100%. Karena pelayanan persampahan merupakan bagian dari sanitasi maka ditetapkan target pelayanan persampahan pada 2019 untuk wilayah perkotaan Kabupaten Pati ialah sebesar 100%. Sedangkan untuk 2020 hingga 2036, tingkat pelayanan persampahan berfokus kepada wilayah non perkotaan sebesar 15% di tahun akhir perencanaan berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional. Untuk tingkat pelayanan pengurangan sampah atau 3R berdasarkan Peraturan Menteri nomor 1 tahun 2014 dan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum nomor 3 tahun 2013 menetapkan tingkat pelayanan 3R sebesar 20% hingga 40%. Jumlah TPS di SWP II dan III Kabupaten Pati berjumlah 5 buah terdiri dari 2 TPS non pasar dan 3 TPS pasar. Secara total tingkat pelayanan persampahan eksisting di SWP II dan III Kabupaten Pati sebesar 0,69% sehingga perlu diadakan sistem pengolahan sampah untuk meningkatkan sanitasi di SWP II dan III Kabupaten Pati untuk memenuhi target RPJMN

    Evaluasi Penyediaan, Pengelolaan dan Daya Layan Fasilitas Tempat Penampungan Sampah Sementara di Kecamatan Andir Kota Bandung

    Full text link
    Tahap pengumpulan sampah di tempat penampungan sampah sementara (TPS) menjadi salah satu aspek dalam pengelolaan persampahan yang membutuhkan perhatian khusus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persebaran fasilitas TPS di Kecamatan Andir, mengevaluasi aspek penyediaan, pengelolaan, dan daya layan fasilitas TPS, mengidentifikasi permasalahan di TPS, dan memberikan rekomendasi kebijakan dalam mengoptimalisasikan fungsi TPS yang ada di Kecamatan Andir, Kota Bandung.Penelitian ini menggunakan metode survey deskriptif dan teknik analisis pola spasial dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan 9 TPS di Kecamatan Andir tersebar di 3 dari 6 kelurahan. Penyediaan beberapa TPS belum sesuai, proses pemilahan sampah di TPS dinilai belum optimal, dan terdapat 6 dari 9 TPS yang belum memenuhi daya layannya. Rekomendasi kebijakan diantaranya melalui penambahan jumlah TPS, pemenuhan standarisasi bangunan fisik TPS, pengoptimalisasian pemilahan sampah, penanganan sampah yang menumpuk di TPS 3R Pasar Ciroyom, penentuan area layan TPS secara spesifik, serta penambahan jumlah kendaraan pengangkut dari TPS ke TPA

    Partisipasi Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Melalui Program Tempat Pengolahan Sampah Terpadu(TPS-T) 3R(Reduce,Reuse,Recycle)

    Get PDF
    Choirun Nisa D0311015. THE PARTICIPATION OF SOCIETY IN WASTE MANAGEMENT THROUGH TPS-T 3R PROGRAM (THE COHESIVE WASTE PREPARATION SITE PROGRAM BY REDUCE, REUSE, AND RECYCLE) The research is aimed to find out the participation of society in waste management through the TPS-T 3R Program (the cohesive waste disposal site program by reduce, reuse, and recycle) in Nglinggo, Buran Village, Tasikmadu Subdistrict, Karanganyar Regency. This research is also purposed to find out the attitude change of society in waste management process. The method applied in this research is qualitative and case study approach. Case study approach is comprehensive model which is intense, detailed, and deep. This method can be directed to beat out the contemporary phenomena and problems which are limited of the time. Data collection was conducted by observation, interview, and documentation study. In addition, this research used purposive sampling technique in order to gain the sample based on the purpose of the research. The involved informants were the members of PNPM, BKM, PKK, society leader, waste management association, village government, and participants. The result of the research shows that the participation of society in waste management had been in high level, in which the society was involved in planning, implementation, evaluation and monitoring program. The participation of society in implementation of waste management was by conducting waste management through waste sorting and waste management. On the other hand, the participation of the society in waste management was the hard-work of BKM which had conducted the society awareness program before this research was realized. The function of BKM was as the companion of society and the result of PNPM program as fund provider in this program. The researcher can conclude that there was the change of the society and PNPM in conducting TPS-T program, so that there was mutualistic relationship among them in order to realize the participation of society to change their attitude in waste management, and the existence of clean environment. Keyword : participation, society, management through, TPS-T 3R Progra

    Fast Rise of "Neptune-Size" Planets (48REarth4-8 R_{\rm Earth}) from P10P\sim10 to 250\sim250 days -- Statistics of Kepler Planet Candidates Up to 0.75AU\sim 0.75 {\rm AU}

    Full text link
    We infer the period (PP) and size (RpR_p) distribution of Kepler transiting planet candidates with Rp1REarthR_p\ge 1 R_{\rm Earth} and P<250P < 250 days hosted by solar-type stars. The planet detection efficiency is computed by using measured noise and the observed timespans of the light curves for 120,000\sim 120,000 Kepler target stars. We focus on deriving the shape of planet period and radius distribution functions. We find that for orbital period P>10P>10 days, the planet frequency dNpN_p/dlog\logP for "Neptune-size" planets (Rp=48REarthR_p = 4-8 R_{\rm Earth}) increases with period as P0.7±0.1\propto P^{0.7\pm0.1}. In contrast, dNpN_p/dlog\logP for "super-Earth-size" (24REarth2-4 R_{\rm Earth}) as well as "Earth-size" (12REarth1-2 R_{\rm Earth}) planets are consistent with a nearly flat distribution as a function of period (P0.11±0.05\propto P^{0.11\pm0.05} and P0.10±0.12\propto P^{-0.10\pm0.12}, respectively), and the normalizations are remarkably similar (within a factor of 1.5\sim 1.5 at 5050 days). Planet size distribution evolves with period, and generally the relative fractions for big planets (310REarth\sim 3-10 R_{\rm Earth}) increase with period. The shape of the distribution function is not sensitive to changes in selection criteria of the sample. The implied nearly flat or rising planet frequency at long period appears to be in tension with the sharp decline at 100\sim 100 days in planet frequency for low mass planets (planet mass mp<30MEarthm_p < 30 M_{\rm Earth}) recently suggested by HARPS survey. Within 250250 days, the cumulative frequencies for Earth-size and super-Earth-size planets are remarkably similar (28\sim 28 % and 2525%), while Neptune-size and Jupiter-size planets are 7\sim 7%, and 3\sim 3%, respectively. A major potential uncertainty arises from the unphysical impact parameter distribution of the candidates.Comment: Accepted by Ap

    STUDI ARAHAN PENGEMBANGAN PENGELOLAAN SAMPAH (3R) BERBASIS MASYARAKAT DI KAWASAN PERKOTAAN KECAMATAN PURWAKARTA

    Get PDF
    Dalam RTRW Kabupaten Purwakarta Tahun 2011-2031, disebutkan bahwa Kawasan Perkotaan Kecamatan Purwakarta merupakan PKL yang mendukungfungsi kegiatan bawahnya sehingga akan lebih banyak menghasilkan timbulan sampah mengingat banyaknya jenis kegiatan di dalamnya. Selanjutnya disebutkan juga bahwa pengelolaan sampah di Kawasan Perkotaan Kecamatan Purwakarta nantinya fokus pada pengembangan sistem pengelolaan dan pemprosesan sampah secara terpadu, mandiri dan berkelanjutan, mengingat bahwa saat ini pengelolaan sampah yang ada masih bersifat konvensional dengan pengelolaan kumpul, angkut, dan langsung buang ke TPA Cikolotok, sehingga memerlukan peremajaan sistem pengelolaan sampah yang nantinya dapat memperpanjang umur TPA Cikolotok itu sendiri. Selanjutnya analisis yang digunakan untuk menanggapi dan mencapai tujuan penelitian yang dilakukan berupa pengurangan jumlah timbulan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga, perpanjangan umur Tempat Pembuangan Akhir (TPA), pengurangan dampak lingkungan dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat, yang sekaligus dalam usahanya melibatkan masyarakat sebagai pelaku pengelola utama dalam pengelolaan sampah, analisis proyeksi penduduk sebagai dasar proyeksi timbulan sampah dimasa yang akan datang, selanjutnya analisis kebutuhan sarana pend ukung persampahan untuk mengoptimalkan sistem pengelolaan sesuai dengan yang diarahkan, dan menilai karakteristik dan tanggapan masyarakat terhadap pengelolaan sampah 3R, serta analisis perbandingan dan penyesuaian terhadap dasar hukum dan teori yang berlaku, untuk memberikan arahanpengelolaan sampah 3R berbasis masyarakat secara tepat guna. Saat ini sumber utama timbulan sampah terbesar di Kawasan Perkotaan Kecamatan 3 Purwakarta berasal dari permukiman yaitu sebesar 703,2 m /hari dengan karakteristik seperti sampah makanan, kertas, kardus, plastik, kain, kulit, kaleng, alumunium, logam, debu, sampah halaman, kaca, kayu, dan sampah khusus. Beberapa potensi dan masalah temuan di lapangan pada tahap penelitian ini diantaranya, upaya pemerintah dalam penerapan pengelolaan sampah 3R masih kurang, pemahaman masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang masih kurang, dan juga sebagian lainnya mengeluhkan akan kurangnya sarana dan prasarana penunjang pengelolaan sampah 3R. Volume persampahan Kawasan Perkotaan Kecamatan Purwakarta tahun 2013 yaitu 3 3 879.00 m /hari, proyeksi timbulan sampah tahun 2032 yaitu 1.491 m /hari, yang sudah masuk ke 3 dalam sistem (dikelola pemerintah) tahun 2013 yaitu 597.72 m /hari, sehingga dapat diketahui selisih antara proyeksi timbulan sampah tahun 2032 dengan timbulan sampah yang sudah 3 masuk ke dalam sistem (telah dikelolapemerintah) yaitu 893.28 m /hari pada tahun 2032. Degan dasar beberapa analisis yang telah dilakukan sehingga keluar kebutuhan sarana pendukung pengelolaan sampah 3R berbasis masyarakat di Kawasan Perkotaan Kecamatan Purwakarta diantaranya kebutuhan akan sarana pendukung minimal berupa Bank sampah dan TPS 3R berbasis masyarakat guna menunjangpengelolaan sampah 3R berbasis masyarakat Arahan pengembangan pengelolaan sampah 3R berbasis masyarakat di Kawasan Perkotaan Kecamatan Purwakarta berupa Pengembangan 3 Kelurahan menjadi pusat pengelolaan samp ah 3R / TPS 3R; yaitu Kelurahan Munjuljaya, Citalang dan Tegalmunjul. Dan Pengembangan 7 Kelurahan sebagai Bank Sampah; yaitu Kelurahan Sindangkasih, Nagrikidul, Nagritengah, Cipaisan, Purwamekar, Nagrikaler dan Ciseureuh, Kata Kunci : Pengelolaan Sampah, Berbasis Masyarakat, Kawasan Perkotaa

    PERENCANAAN SISTEM PENGELOLAAN SAMPAH PADA SATUAN WILAYAH PEMBANGUNAN (SWP) II DAN III KABUPATEN PATI (Kecamatan Trangkil, Tlogowungu, Margoyoso, Gunungwungkal, Tayu, Cluwak, dan Dukuh Seti)

    Get PDF
    Perencanaan Sistem Pengolahan Sampah SWP II dan III Kabupaten Pati ialah perencanaan pengolahan sampah yang terintegrasi antara pewaadahan, pengumpulan, pemilahan, dan pengangkutan dengan mempertimbangkan aspek pengurangan sampah atau 3R. Perencanaan Sistem Pengolahan Sampah SWP II dan III terbagi 2 bagian yaitu perencanaan pasar dan perencanaan non pasar. Perencanaan non pasar merupakan gabungan dari pelayanan domestik dan non domestik. Besar timbulan sampah domestik di daerah perencanaan ialah sebesar 1,93 liter/orang/hari dan 0,46 liter/orang/hari untuk timbulan non domestik sehingga total timbulan ialah sebesar 2,39 liter/orang/hari. Berdasarkan RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional) Republik Indonesia tahun 2015-2019 menetapkan bahwa pelayanan perkotaan untuk air bersih, perumahan kumuh dan sanitasi untuk masing-masing ialah sebesar 100%, 0%, dan 100%. Karena pelayanan persampahan merupakan bagian dari sanitasi maka ditetapkan target pelayanan persampahan pada 2019 untuk wilayah perkotaan Kabupaten Pati ialah sebesar 100%. Sedangkan untuk 2020 hingga 2036, tingkat pelayanan persampahan berfokus kepada wilayah non perkotaan sebesar 15% di tahun akhir perencanaan berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional. Untuk tingkat pelayanan pengurangan sampah atau 3R berdasarkan Peraturan Menteri nomor 1 tahun 2014 dan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum nomor 3 tahun 2013 menetapkan tingkat pelayanan 3R sebesar 20% hingga 40%. Jumlah TPS di SWP II dan III Kabupaten Pati berjumlah 5 buah terdiri dari 2 TPS non pasar dan 3 TPS pasar. Secara total tingkat pelayanan persampahan eksisting di SWP II dan III Kabupaten Pati sebesar 0,69% sehingga perlu diadakan sistem pengolahan sampah untuk meningkatkan sanitasi di SWP II dan III Kabupaten Pati untuk memenuhi target RPJMN. Kata Kunci : Pengelolaan, Sampah, Limbah Padat, Manajemen Persampahan, SWP, Aspek Persampaha
    corecore