55,840 research outputs found

    Peranan Forum Komunikasi Pendidikan AL-Qur’an (FKPA) dalam Pembinaan Taman Pendidikan Al-Qur’an(TPA)

    Get PDF
    Allah Swt menurunkan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup manusia. Mempelajarinya adalah suatu keharusan demi kemaslahatan kehidupan di dunia dan akhirat. Maka dari itu, diperlukan sebuah lembaga yang, mengelola pembelajaran Al- Qur’an dengan baik sehingga dapat menghasilkan generasi Qur’ani. FKPA adalah lembaga pembinaan pembelajaran Al-Qur’an yang berlokasi di desa Randusari kecamatan Teras Kabupaten Boyolali, berusaha mengkoordinasi pendidikan Al-Qur’an di desa Randusari dan melakukan pembinaan terhadap unit-unit Taman Pendidikan Al-Qur’an. Berdasarkan hal tersebut,Bagaimana peranan FKPA dalam pembinaan TPA Randusari dan bentuk-bentuk pembinaan yang dilakukan?Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan FKPA dalam membina TPA dan langkah –langkah strategis dalam membinanya. Adapun penelitian ini termasuk jenis penelitian Diskriptif Kualitatif, yaitu suatu metode penelitian yang bertujuan untuk mengumpulkan data,faktafakta dan menguraikanya secara menyeluruh dan teliti sesuai persoalan yang dipecahkan . Sedangkan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Observasi yaitu dengan mengadakan pengamatan terhadap letak geografis, fasilitas dan pelaksanaan pembelajaran yang dilaksanakan di unit TPA serta bentuk- bentuk pembinaan FKPA Randusari. Kemudian metode interview digunakan untuk mendapatkan data tentang gambaran umum dan pelaksaan proses belajar baca tulis Al-Qur’an, serta bentuk pembinaan TPA oleh FKPA di desa Randusari. Metode Dokumentasi akan digunakan untuk memperoleh berbagai data atau informasi yang ada kaitanya dengan permasalahan yang akan diteliti, berupa letak geografis , struktur pengurus ,keadaan FKPA dan unit TPA. Dalam melakukan analisis data, penulis melakukan cara berfikir induktif sedangkan data wawancara dianalis dengan deduktif. FKPA mempunyai peranan yang strategis dalam pembinaan TPA di Randusari yaitu sebagai koordinator, komunikator, dan lembaga dakwah dalam pembelajaran Al- Qur’an. Sedangkan langkah pembinaan TPA yang ditempuh oleh FKPA yang pertama adalah melalui pembinaan para pengasuh TPA, dalam hal ini ditempuh melalui training ustadz dan ustadzah serta refresing pengasuh. Kedua melalui pembinaan santri ditempuh dengan temu santri, tablig akbar dan out bond. FKPA membina unit TPA yang ada di desa Randusari dilakukan dengan pendekatan pembinaan secara langsung. Adapun pembelajaran TPA di Randusari disampaikan materi pokok yaitu: Baca tulis Al-Qur’an , Hafalan dan Do’a serta diberikan materi tambahan sesuai kemampuan unit TPA yaitu Aqidah Akhlak, Fiqh, dan Sirah. Sedangkan dalam belajar Al-Qur’an menggunakan metode Iqra’. Untuk menyampaikan materi Agama Islam dengan menggunakan beberapa metode yaitu metode hiwar,kisah, keteladanan, pembiasan, targhib dan tarhib

    PERENCANAAN SISTEM PENGANGKUTAN SAMPAH WILAYAH PERKOTAAN DI KABUPATEN SUMEDANG

    Get PDF
    Sampah merupakan material sisa baik dari manusia, hewan, maupun tumbuhan yang tidak terpakai lagi dan dilepaskan ke alam dalam bentuk padatan, cairan ataupun gas. Berdasarkan hasil pengamatan, terdapat dua TPA yang akan malayani setiap zona perkotaan di Kabupaten Sumedang yaitu TPA Cijeruk dan TPA Sukanyiru, selain dari dua TPA tersebut ada TPA Cibereum wetan yang akan dikembangkan oleh pemerintah Kabupaten Sumedang. Maka diperlukan perencanaan sistem pengangkutan dari tiap zona perkotaan yang belum terlayani dan sudah terlayani guna memanfaatkan TPA yang telah disediakan oleh Pemerintah. Perencanaan ini dilakukan dengan cara menghitung terlebih dahulu jumlah timbulan sampah sampai akhir tahun perencanaan kemudian menganalisa jalur existing yang ada dan membuat daerah pelayanan yang baru. Dari hasil penelitian didapat timbulan sampah dari Zona Cijeruk mencapai 469,10 m3/hari dengan persentase pelayanan 84% timbulan sampah non domestik mencapai 5,51 m3/hari dengan persentase pelayanan 100% kebutuhan kendaraan dump truk sebanyak 16 truk dengan Total wadah komunal 9.246 unit sedangkan kebutuhan arm roll sebanyak 8 truk dengan total kontainer 6 m3 yaitu 40 unit, untuk timbulan sampah domestik Zona Cibereum Wetan yang terlayani mencapai 431,79 m3/hari dengan persentase pelayanan 84% untuk timbulan sampah non domestik mencapai 9,21 m3/hari dengan persentase pelayanan 100% kebutuhan kendaraan dump truk sebanyak 15 truk dengan Total wadah komunal 8.591 unit sedangkan kebutuhan arm roll sebanyak 8 armada dengan total kontainer 6 m3 yaitu 40 unit, dan timbulan sampah domestik Zona Sukanyiru yang terlayani mencapai 116,21 m3/hari dengan persentase pelayanan 84% untuk timbulan sampah non domestik mencapai 3,81 m3/hari dengan persentase pelayanan 100% kebutuhan kendaraan dump truk sebanyak 4 truk dengan Total wadah komunal 2.338 unit sedangkan kebutuhan arm roll sebanyak 8 armada dengan total kontainer 6 m3 yaitu 40 unit. Kata Kunci : Analisa, Perhitungan, Perencanaan, TPA, Zona

    Microbubbles enhanced synthetic phorbol ester degradation by ozonolysis

    Get PDF
    A phorbol-12-myristate-13-acetate (TPA) is a synthetic analogue of phorbol ester (PE), a natural toxic compound of Euphorbiaceae plant. The oil extracted from plants of this family is useful source for primarily biofuel. However this oil might also be used as a foodstuff due to its significant nutrition content. The limitations for utilizing the oil as a foodstuff are mainly due to a toxicity of PE. Currently, a majority of PE detoxification processes are expensive as include multi steps alcohol extraction sequence. Ozone is considered as a strong oxidative agent. It reacts with PE by attacking the carbon-carbon double bond of PE. This modification of PE molecular structure yields a non toxic ester with high lipid content. This report presents data on development of simple and cheap PE detoxification process with water application as a buffer and ozone as reactive component. The core of this new technique is an application for a new microscale plasma unit to ozone production and the technology permits ozone injection to the water-TPA mixture in form of microbubbles. The efficacy of a heterogeneous process depends on the diffusion coefficient which can be controlled by contact time and interfacial area. The low velocity of rising microbubbles and high surface to volume ratio allow efficient mass transfer to be achieved during the process. Direct injection of ozone is the most efficient way to process with such highly reactive and short lived chemical. Data on the plasma unit behavior are presented and the influence of gas oscillation technology on the microbubble production mechanism has been discussed. Data on overall process efficacy for TPA degradation is shown

    Perencanaan Detail Engineering Design (Ded) Peningkatan Tempat Pemrosesan Akhir (Tpa) Jatibarang Kota Semarang

    Full text link
    Dalam masa pengoperasiannya, Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatibarang kerap menimbulkan masalah terutama karena pencemaran yang diakibatkan. TPA Jatibarang saat ini akan diperluas sebesar 29,7 Ha untuk menambah umur TPA. Penerapan metode Sanitary Landfill pada lahan pengembangan ini merupakan solusi terbaik untuk menangani masalah yang sering timbul di TPA.Dalam perencanaan ini dihitung volume sampah yang masuk TPA. Setelah itu dihitung kapasitas tampung dari jumlah sampah yang masuk. Dengan menggunakan persamaan metode rasional dapat dihitung timbulan lindi sehingga bisa direncanakan dimensi dan peletakan pipa pengumpul lindi. Timbulan gas dihitung menggunakan program pemodelan LFGcost-Web Version 3.0 sehingga dapat diketahui estimasi biaya yang dibutuhkan untuk fasilitas unit pengolahan gas TPA. Saluran drainase dihitung berdasarkan besarnya limpasan air hujan yang tergantung pada besarnya intensitas hujan.Volume sampah yang masuk TPA Jatibarang rata-rata setiap harinya sebesar 508,62 m3 per hari. Timbulan lindi maksimum landfill adalah sebesar 0,028 m3/detik. Pada Pengelolaan gas TPA, gas yang dihasilkan dimanfaatkan sebagai bahan bakar unit pembangkit listrik tenaga gas TPA. Total timbulan gas CH4 yang dihasilkan selama operasional 15 tahun adalah 2.502.000.000 m3 dan energi listrik sebesar 10.313.056 kWh/Tahun, dengan unit pembangkit listrik yang terdiri dari Kondensator, Chiller, Blower, Gas Engine, Transformator. Saluran drainase yang digunakan adalah U-Ditch Type 300x300x1200 dengan dimensi saluran 0,3m x 0,3m. Berdasarkan perencanaan diketahui bahwa umur TPA bila digunakan Sanitary Landfill adalah 4.008,78 hari atau 10,98 Tahun

    KAJIAN KONSEP PENGELOLAAN SAMPAH YANG TERINTEGRASI UNTUK MENDUKUNG PENGELOLAAN SAMPAH YANG BERKELANJUTAN DI KOTA PEKANBARU

    Get PDF
    Jumlah penduduk Kota Pekanbaru yang tinggi mengakibatkan besarnya timbulan sampah yang ada di kota tersebut semakin meningkat, yaitu sekitar 4.579,356 m3/hari. Sekitar 84,99 persen sampah pada tahun 2016 tidak terolah dan masuk ke TPA, hal ini dikarenakan paradigma masyarakat dalam pengelolaan sampah masih menggunakan pendekatan end of pipe (dari sumber langsung ke TPA) dan tingkat partisipasi masyarakat Kota Pekanbaru yang relatif rendah. Permasalahan lainnya yaitu pewadahan sampah juga belum secara optimal didasarkan pada jenis sampah, dan pengangkutan sampah masih menggunakan pengangkutan konvensional, dan sistem TPA yang masih open dumping, sehingga sampah masih menimbulkan banyak dampak negatif. Padahal sampah sendiri sebenarnya memiliki potensi dan kebermanfaatan tertentu untuk dimanfaatkan menjadi secondary materials dan renewable energy untuk mendukung keberlanjutan pengelolaan sampah untuk generasi yang akan datang. Keberlanjutan pengelolaan sampah bisa dicapai dengan menggunakan penerapan optimalisasi daur hidup sampah menggunakan pengelolaan sampah yang terintegrasi dengan metode life cycle inventory. Metode ini dilakukan dengan memanfaatkan sampah melalui unit pengolahan sampah (UPS) dan peran masyarakat. Dengan pemanfaatan ini, sampah yang dihasilkan dari rumah tangga ataupun kawasan komersial tidak langsung masuk ke TPA, tapi dimanfaatkan terlebih dahulu melalui UPS Kompos, Bank Sampah, TPST – 3R, dan RDF (Refuse Derived Fuel). Hal ini menjadikan sampah yang akan masuk ke TPA Muara Fajar 2 berkurang menjadi sekitar 8,9 persen per tahun. Sehingga akan menambah usia layan TPA Muara Fajar 2 yang memiliki luas awal 5 Ha dari yang hanya 1,5 tahun menjadi 6 tahun. Kata Kunci : Sampah Perkotaan, Pengelolaan Sampah yang Berkelanjutan (SWM), Pengelolaan Sampah yang Terintegrasi (IWM), Unit Pengolahan Sampah, Life Cycle Inventory

    Perencanaan Detail Engineering Design (DED) Instalasi Pengolahan Lindi (IPL) TPA Regional Kota Surakarta, Kabupaten Sukoharjo, dan Kabupaten Karanganyar

    Get PDF
    Abstrak TPA di Kota Surakarta, Kabupaten Sukoharjo, dan Kabupaten Karanganyar diperkirakan sudah hampir mencapai batas umur dan masih dioperasikan secara open dumping. Perencanaan pembangunan TPA Regional dengan sistem sanitary landfill dan disertai instalasi pengolahan lindi merupakan salah satu cara untuk menggantikan peran TPA sebelumnya. Dengan adanya pembangunan instalasi pengolahan lindi, air lindi dapat diolah terlebih dahulu sehingga tidak mencemari lingkungan sekitar. Untuk membangun instalasi pengolahan lindi memerlukan beberapa tahap, antara lain: 1) Menentukan debit lindi untuk mengetahui volume lindi dari pengolahan yang dibutuhkan. 2) Menentukan alternatif terpilih dari unit pengolahan lindi. 3) Mendesain dan membangun pengolahan lindi serta perhitungan biaya (RAB). Unit pengolahan lindi harus dapat menghasilkan karakteristik lindi yang memenuhi baku mutu berdasarkan Peraturan Kementerian Pekerjaan Umum No. 3 Tahun 2013. Hasil perencanaan debit lindi menunjukkan bahwa debit sebesar 45 m3/hari. Instalasi pengolahan lindi terdiri dari kolam anaerobik, aerated lagoons, kolam sedimentasi, dan wetland. Anggaran untuk membangun instalasi pengolahan lindi sebesar Rp 2.391.275.193,00. Kata kunci: lindi, karakteristik lindi, unit pengolahan lindi   Abstract Landfill in Surakarta, Sukoharjo, and Karanganyar regencies are estimated to have reached the age limit and are still operated in open dumping. Planning of Regional Landfill Development with sanitary landfill system and accompanied by leachate processing installation is one way to replace the previous landfill role. With the construction of leachate treatment plant, leachate water can be processed first so as not to pollute the surrounding environment. To build leachate processing installation requires several stages, the steps are: 1) Determine the leachate discharge to determine leachate volume of the required processing. 2) Determine the selected alternative from the leachate treatment unit. 3) Design and build leachate processing and cost calculation. Leachate processing unit should be able to produce leachate characteristics that meet the quality standard based on Peraturan Kementerian Pekerjaan Umum No. 3 Year 2013. The leachate discharge planning results show that the discharge is 45 m3/day. Leachate treatment plant consists of anaerobic pond, aerated lagoons, sedimentation pond, and wetland. Budget to build leachate treatment plant is Rp 2,391,275,193.00. Keywords: leachate, the caracteristics of leachate, leachate treatment uni

    Kajian Pengelolaan Sampah yang Terintegrasi untuk Mendukung Pengelolaan Sampah yang Berkelanjutan di Kota Pekanbaru

    Get PDF
    Jumlah penduduk Kota Pekanbaru yang tinggi mengakibatkan besarnya timbulan sampah yang ada di kota tersebut semakin meningkat, yaitu sekitar 4.579,356 m /hari. Sekitar 84,99 persen sampah pada tahun 2016 tidak terolah dan masuk ke TPA, hal ini dikarenakan paradigma masyarakat dalam pengelolaan sampah masih menggunakan pendekatan end of pipe (dari sumber langsung ke TPA) dan tingkat partisipasi masyarakat Kota Pekanbaru yang relatif rendah. Permasalahan lainnya yaitu pewadahan sampah juga belum secara optimal didasarkan pada jenis sampah, dan pengangkutan sampah masih menggunakan pengangkutan konvensional, dan sistem TPA yang masih open dumping, sehingga sampah masih menimbulkan banyak dampak negatif. Padahal sampah sendiri sebenarnya memiliki potensi dan kebermanfaatan tertentu untuk dimanfaatkan menjadi secondary materials dan renewable energy untuk mendukung keberlanjutan pengelolaan sampah untuk generasi yang akan datang. Keberlanjutan pengelolaan sampah bisa dicapai dengan menggunakan penerapan optimalisasi daur hidup sampah menggunakan pengelolaan sampah yang terintegrasi dengan metode life cycle inventory. Metode ini dilakukan dengan memanfaatkan sampah melalui unit pengolahan sampah (UPS) dan peran masyarakat. Dengan pemanfaatan ini, sampah yang dihasilkan dari rumah tangga ataupun kawasan komersial tidak langsung masuk ke TPA, tapi dimanfaatkan terlebih dahulu melalui UPS Kompos, Bank Sampah, TPST – 3R, dan RDF (Refuse Derived Fuel). Hal ini menjadikan sampah yang akan masuk ke TPA Muara Fajar 2 berkurang menjadi sekitar 8,9 persen per tahun. Sehingga akan menambah usia layan TPA Muara Fajar 2 yang memiliki luas awal 5 Ha dari yang hanya 1,5 tahun menjadi 6 tahun. Kata Kunci : Sampah Perkotaan, Pengelolaan Sampah yang Berkelanjutan (SWM), Pengelolaan Sampah yang Terintegrasi (IWM), Unit Pengolahan Sampah, Life Cycle Inventory.

    UKERC Review of evidence for the rebound effect: Technical report 5: Energy, productivity and economic growth studies

    Get PDF
    This report forms part of the TPA’s assessment of evidence for a rebound effect from improved energy efficiency. Technical Report 5 focuses upon the relationship between energy, productivity and economic growth and examines the claim that improved energy efficiency will increase economy-wide energy consumption - the so-called ‘Khazzoom-Brookes postulate’

    Metallic Icosahedron Phase of Sodium at Terapascal Pressures

    Get PDF
    Alkali metals exhibit unexpected structures and electronic behavior at high pressures. Compression of metallic sodium (Na) to 200 GPa leads to the stability of a wide-band-gap insulator with the double hexagonal hP4 structure. Post-hP4 structures remain unexplored, but they are important for addressing the question of the pressure at which Na reverts to a metal. Here we report the reentrant metallicity of Na at the very high pressure of 15.5 terapascal (TPa), predicted using first-principles structure searching simulations. Na is therefore insulating over the large pressure range of 0.2-15.5 TPa. Unusually, Na adopts an oP8 structure at pressures of 117-125 GPa, and the same oP8 structure at 1.75-15.5 TPa. Metallization of Na occurs on formation of a stable and striking body-centered cubic cI24 electride structure consisting of Na12 icosahedra, each housing at its center about one electron which is not associated with any Na ions.Comment: 5 pages, 4 figures, PRL (2015
    corecore