10,543 research outputs found
Masalah Sosial Tenaga Kerja Wanita Indonesia di Shelter Kbri Kuala Lumpur
T11lisan ini merupakan hasil penelitian studi kasus di Shelter KBRI Kuala Lumpur-Malaysia. Tujuannya 1.mtuk mendapatkan gambaran tentang masalah sosial TKW dan pelayanan sosial TKW di Shelter KBRI. Metode penelitian ini adalah deskriptif analisis. Informan terdiri dari: TKW-bermasalah, Petugas KBRI Kuala Lumpur, Agency, dan LSM peduli terhadap permasalahan TKW. Hasil penelitian ini memmjukkan, bahwa sumber permasalahan yang diliadapi TKw, baik karena faktor internal 111aupun ekstemal, antara lain: (a) nzinimnya pembekalan (keterampilan teknis); (b) kualitas keterampilmz da11 kemampumz berkomzmikasi TKW masilz dibmoah rata-rata tenaga kerja asal negara lain; dan (c) TKW rnengalami masalah besar dalam beradaptasi dengan lingkungan kerja (culture sclwck). Dampak dari kondisi tersebut memzmculkan berbagai masalah, antara lain tindak kekerasan, eksploitasi, pemaksaan kultur majikan terhadap TKw, dan perasaan tertekan (tidak betalz).Beberapa reko111endasi diajukan lzasil penelitian ini antara lain: (1) pemerintah perlu meningkatkan koordinasi de,zgan berbagai unsur, baik antar instansi pemerintah maupzm dengan pihak swasta dalam pengiri111a11 TKV\T; (2) perlu pembekalan keterampilan khususnya kemampuan bahasa ,asing dan keterampilan teknis sebelum TKW dibermzgkatkan ke luar negeri.; (3) Departemen Sosial dapat melakukan fungsi preventif, rehabilitatif, dan developmental. Fungsi rehabilitatif terutama terhadap TKW-bermasalah yang ada di Shelter KBRI Kuala L1t111pur, dalam bentuk pelayanan sosial
HUBUNGAN KEPERGIAN IBU MENJADI TKW DENGAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR SISWA DI MTs RABITATUL ‘ULUM KRANGKENG INDRAMAYU
Bimbingan orang tua dirumah sangat dibutuhkan anak untuk meraih prestasi yang baik
di sekolah. Namun dalam kenyataan banyak keluarga di indonesia yang seharusnya anak-anak
mendapat kasihsayang, bimbingan dan pendidikan dari orang tua, mereka tidak
mendapatkanya, karena ditinggal oleh ibu untuk bekerja di luar negeri sebagai TKW.
Akibatnya berdampak buruk pada kegiatan belajar di sekolah. Motivasi dan Prestasi dalam
belajar merekah rendah. Apakah kepergian Ibu menjadi TKW ke luar negeri berhubungan
dengan Motivasi dan Prestasi Belajar Siswa MTs Rabithatul ‘Ulum Krangkeng Indramayu
menjadi TKW? Bagaimana respon siswa MTs Rabithatul ‘Ulum Krangkeng Indramayu
menjadi TKW? Bagaimana motivasi dan prestasi belajar Siswa MTs Rabithatul ‘Ulum
Krangkeng Indramayu menjadi TKW? Bagaimana hubungan kepergian ibu menjadi TKW
dengan motivasi dan prestasi belajar siswa di MTs Rabithatul ‘Ulum Krangkeng Indramayu?
Motivasi dan prestasi terpengaruh oleh kondisi psikologis siswa. Situasi pribadi
terutama emosional yang dihadapi siswa-siswa tertentu. Pertentangan yang dialami, situasi
kekecewaan (prustasi), kesedihan, situasi dalam keluarga yang kurang mendukung situasi
belajar, kekacauan rumah tangga, kurang perhatian orang tua dan sebagainya.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan respon siswa MTs Rabithatul
‘Ulum Krangkeng yang ibunya menjadi TKW. Untuk menjelaskan motivasi dan prestasi
belajar siswa MTs Rabithatul ‘Ulum yang ibuya pergi menjadi TKW. Untuk membuktikan
hubungan kepergian ibu menjadi TKW dengan motivasi dan prestasi belajar siswa di MTs
Rabithatul ‘Ulum Krangkeng Indramayu.
Teknik penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif, observasi, angket yang
disebarkan pada siswa yang ditinggal pergi oleh ibunya menjadi TKW. Sampel penelitian
adalh siswa yang ditinggal pergi oleh ibunya menjadi TKW tahun pelajaran 2012-2013 yang
berjumlah 42 siswa.
Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini membuktikan bahwa respon siswa MTs
Rabithatul ‘Ulum Krangkeng Indramayu terhadap terhadap kepergian ibunya menjadi TKW
rata-rata (61,08%) menanggapi negatif. Para siswa sebetulnya tidak mendukung ibunya
menjadi TKW. Sebagian besar (58,325 ) tidak mendapat perhatian orang tua , dan rata-rata
mereka tidak memiliki semangat belajar bahkan cenderung malas. Hubungan kepergian ibu
menjadi TKW dengan motivasi belajar dan prestasi belajar siswa cukup segnifikan (0,79).
Artinya kepergian ibu menjadi TKW terkait dengan motivasi dengan motivasi dan prestasi
belajar siswa. Semakin banyak ibu yang pergi menjadi TKW kemungkinan akan semakin
banyak yang motivasi dan prestasi belajarnya rendah
Genotype and environment interaction on yield and quality parameters of organically grown winter wheat – Triticum aestivum L. genotypes
The interaction of genotype and environment upon yield and quality parameters of eight winter wheat (Triticum aestivum L.) genotypes was studied under organic conditions in Austria over two growing periods, 2001/2002 and 2002/2003, respectively. Two sites that have significantly different climatic conditions, Innviertel and Marchfeld, were chosen for the field experiment.
Study site weather and soil conditions are important yield-affecting factors. Although the yield of Marchfeld-grown genotypes were lower, they had shown higher quality parameter values. Soil moisture conditions increase the grain yield but decrease its quality. To obtain seed with higher quality, a production site with favourable climate conditions should be chosen
MODEL PERILAKU MIGRASI TENAGA KERJA WANITA PENATA LAKSANA RUMAH TANGGA (TKW PLRT) INDONESIA DI MESIR
Fenomena tenaga kerja Indonesia Penata Laksana Rumah Tangga khususnya tenaga kerja wanita yang bekerja di Mesir (yang selanjutnya disingkat TKW-PLRT) menarik untuk diteliti. Mesir bukanlah negara tujuan pengiriman TKW-PLRT dari Indonesia ke luar negeri, tetapi Mesir sendiri merupakan Negara pengirim tenaga kerja keluar negeri. Indonesia dan Mesir tidak ada perjanjian pengiriman tenaga kerja ataupun MoU (Memorandum of Understanding) yang layaknya dilakukan Indonesia dengan negara tujuan TKW-PLRT, tetapi masih terdapat ribuan TKW-PLRT di Mesir, baik yang tercatat maupun tidak tercatat di KBRI Cairo Mesir, sehingga dapat dikatakan bahwa keberadaan mereka menjadi TKW-PLRT adalah illegal (melanggar hukum Mesir). Selain itu, undang-undang Mesir tidak mencantumkan masalah TKW-PLRT sebagaimana negara tujuan pengiriman Indonesia ke luar negeri. Hal ini mengakibatkan rentannya status dan kondisi TKW-PLRT yang bekerja di Mesir. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor apa yang menyebabkan mereka berada dan bekerja di Mesir. Penelitian ini menguji model perilaku migrasi TKW PLRT Indonesia di Mesir. Model tersebut disusun berdasarkan Theory Planned of Behaviour (TPB) yang dikombinasikan dengan Teori Migrasi. Penelitian ini menggunakan metode campuran (mix methods) dengan menggunakan strategi eksplanatoris sekuensial (squential explanatory strategy). Populasi dalam penelitian ini adalah semua TKW PLRT di Mesir. Sampel yang diambil sejumlah 209 responden dengan menggunakan teknik Convenience sampling. Teknis analisis data menggunakan Structural Equation Modelling (SEM). Hasil temuan penelitian ini mengindikasikan bahwa responden yang tidak memiliki status pekerjaan sebelumnya, akan cenderung memiliki persepsi atau sikap yang lebih baik terhadap profesi TKW PLRT. Dorongan dari lingkungan sekitar baik sponsor/calo, keluarga maupun teman yang menyetujui, mengharapkan, menganjurkan, maupun mengajak untuk menjadi TKW merupakan faktor yang penting dalam meningkatkan niat menjadi TKW khususnya di Mesir. Kata kunci: Theory Planned of Behaviour, Teori Migrasi, Tenaga Kerja Wanita Indonesia, Mesi
POLA PERILAKU KONSUMTIF TENAGA KERJA WANITA (TKW) KETIKA KEMBALI KE DAERAH ASAL DI KECAMATAN PONGGOK KABUPATEN BLITAR
Indah Wulandari. POLA PERILAKU KONSUMTIF TENAGA KERJA
WANITA (TKW) KETIKA KEMBALI KE DAERAH ASAL DI KECAMATAN
PONGGOK KABUPATEN BLITAR. Skripsi : Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta. Juni 2013.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, (1) pola perilaku konsumtif yang
dilakukan oleh TKW ketika kembali ke daerah asal. (2) faktor yang mempengaruhi
pola perilaku konsumtif yang dilakukan oleh TKW. (3) persepsi masyarakat tentang
TKW dan perubahan perilaku yang terlihat ketika kembali ke daerah asal.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis
fenomenologi. Teknik pengambilan cuplikan menggunakan purposive sampling,
terdiri dari mantan TKW, masyarakat di sekitar lingkungan TKW, petugas Imigrasi,
penjual pakaian, dan petugas PPTKIS. Sedangkan teknik pengumpulan data
dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Untuk menguji validitas
data menggunakan teknik triangulasi sumber dan triangulasi metode. Analisis data
menggunakan model analisis interaktif yaitu tahap reduksi data, penyajian data dan
penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) perilaku konsumtif yang dilakukan
TKW meliputi fashion, pembelian alat elektronik, sikap yang berlebihan, dan berjudi
togel. (2) faktor yang mempengaruhi perilaku konsumtif TKW, yakni adanya persepsi
masyarakat, status yang dimiliki TKW, dan keinginan yang terlihat berbeda dari
masyarakat sekitar. (3) persepsi masyarakat tentang TKW bahwa TKW itu selalu
sukses dan memiliki uang banyak, sedangkan persepsi masyarakat terhadap
perubahan perilaku TKW cenderung kurang menerima karena dianggap tidak sesuai
dengan kehidupan masyarakat desa pada umumnya.
Simpulan penelitian ini adalah perilaku konsumtif yang dilakukan oleh TKW
merupakan bentuk dari hiperrealitas karena yang dikonsumsi bukan lagi kegunaaan
dari komoditas melainkan makna yang terkandung dalam komoditas tersebut. Untuk
perilaku konsumtif TKW dipengaruhi oleh hegemoni baik dari persepsi masyarakat
maupun dari pemikiran mereka yang ingin terlihat berbeda dengan masyarakat
desa.
Kata kunci : Pola Perilaku, Konsumtif, TKW, Persepsi, Masyarakat, Hegemon
Multiple QTL-effects of wheat Gpc-B1 locus on grain protein and micronutrient concentrations
Micronutrient malnutrition afflicts over three billion peopleworldwide and the numbers are continuously increasing. Developing genetically micronutrientenriched cereals, which are the predominant source of human dietary, is essential to alleviate malnutrition worldwide. Wheat chromosome 6B derived from wild emmerwheat [Triticum turgidum ssp. dicoccoides (Körn.) Thell] was previously reported to be a source for high Zn concentration in the grain. In the present study, recombinant chromosome substitution lines (RSLs), previously constructed for genetic and physical maps of Gpc-B1 (a 250-kb locus affecting grain protein concentration), were used to identify the effects of the Gpc-B1 locus on grain micronutrient concentrations. RSLs carrying the Gpc-B1 allele of T. dicoccoides accumulated on average 12% higher concentration of Zn, 18% higher concentration of Fe, 29% higher concentration of Mn and 38% higher concentration of protein in the grain as compared with RSLs carrying the allele from cultivated wheat (Triticum durum). Furthermore, the high grain Zn, Fe and Mn concentrations were consistently expressed in five different environments with an absence of genotype by environment interaction. The results obtained in the present study also confirmed the previously reported effect of the wild-type allele of Gpc-B1 on earlier senescence of flag leaves. We suggest that the Gpc-B1 locus is involved in more efficient remobilization of protein, zinc, iron and manganese from leaves to the grains, in addition to its effect on earlier senescence of the green tissues
Winter and Spring Cereal Production in the Maritimes
Organic producers have expressed an interest in diversifying their crop rotations through the inclusion of winter cereals. Winter cereals have many potential benefits, as they provide soil cover over the winter months, can often out-compete weeds in the spring and can be harvested earlier than other cereal crops. This study aimed to evaluate the effect of management history on the performance of winter cereals versus spring cereals
Modification of smeared phase transitions by spatial disorder correlations
Phase transitions in disordered systems can be smeared if rare spatial
regions develop true static order while the bulk system is in the disordered
phase. Here, we study the effects of spatial disorder correlations on such
smeared phase transitions. The behaviors of observables are determined within
optimal fluctuation theory. We show that even short-range correlations can
qualitatively modify smeared phase transitions. For positive correlations (like
impurity atoms attract each other), the order parameter is enhanced, while it
is suppressed for repulsive correlations (like atoms repel each other). We use
computer simulations to generate various types of disorder correlations, and to
verify our theoretical predictions.Comment: submitted to the Proceedings of the XVII Training Course in the
Physics of Strongly Correlated Systems, builds on arXiv:1109.4290, 5 pages, 2
figure
Effect of elevated atmospheric CO2 level on the abiotic and biotic stress tolerance of cereals
Abstract
Effect of elevated CO2 level (EC) was studied on the tolerance
of cereals to elevated temperature and drought and
on the resistance of wheat to fungal diseases. In general,
elevated growth temperature did not affect final grain
size, thus having less harmful effects than heat stress or
drought during grain-filling. The plants subjected to low
water supply levels or elevated temperature had higher
biomass and grain yield at EC than at the ambient level.
Susceptible wheat varieties were, however, usually more
prone to diseases when grown at EC, while resistant
varieties remained resistant even at EC
Evaluation of Naked Barley Landraces for Agro-morphological Traits
Naked barley (Hordeum vulgare var. nudum L.) is a traditional, culturally important, climate-resilient winter cereal crop of Nepal. Evaluation of the naked barely genotypes for yield and disease is fundamental for their efficient utilization in plant breeding schemes and effective conservation programs. Therefore, to identify high yielding and yellow rust resistant landraces of naked barley for hilly and mountainous agro-ecosystem, twenty naked barley landraces collected from different locations of Nepal, were evaluated in randomized complete block design (RCBD) with three replications during winter season of 2016 and 2017 at Khumaltar, Lalitpur, Nepal. Combined analysis of variances revealed that NGRC04902 (3.46 t/ha), NGRC00886 (3.28 t/ha), NGRC02309 (3.21 t/ha) and NGRC06026 (3.10 t/ha) were the high yielding landraces and statistically at par with the released variety 'Solu Uwa' (3.15 t/ha). The landraces namely NGRC00837 (ACI Value: 1.86) was found resistant to yellow rust diseases. Landraces NGRC06034 (131.7 days) and NGRC02363 (130.8 days) were found early maturing and NGRC02306 (94.36 cm) was found dwarf landraces among tested genotypes. These landraces having higher yield and better resistance to yellow rust need to be deployed to farmers' field to diversify the varietal options and used in resistant breeding program to improve the productivity of naked barley for Nepalese farmers
- …
