222,072 research outputs found
Pengaruh Mindful Parenting Terhadap Parental Involvement Melalui Penurunan Stres Pengasuhan pada Orang Tua dengan Anak Berkebutuhan Khusus
Parental Involvement sangat dibutuhkan oleh anak berkebutuhan khusus dalam kehidupan sehari-hari. Parental involvement dipengaruhi oleh keadaan psikologis orang tua. Apabila orang tua memiliki masalah stres pengasuhan, maka akan berpengaruh pada keterlibatannya dalam pengasuhan anak. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh mindful parenting terhadap parental involvement melalui penurunan stres pengasuhan. Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan desain randomized pre-post test control group design. Teknik pengambilan subjek menggunakan purposive sampling. Instrumen yang digunakan untuk mengukur parental involvement yaitu PIQ (Parent Involvement Questioner), sedangkan untuk mengukur tingkat stres pengasuhan menggunakan Parenting Stress Index Short Form (PSI-SF). Analisa data menggunakan metode non-parametrik yakni uji wilcoxon, mann whitneyy, dan uji Kendall’s Tau-b. Hasil analisis data uji wilcoxon nilai Z stres pengasuhan -1.000, nilai p (0.028<0.05) dan nilai Z parental involvement -2.207, nilai p (0.027<0.05). Sedangkan untuk uji mann whitneyy nilai Z stres pengasuhan -2.898, nilai p (0.004<0.05) dan nilai Z parental involvement -2.939, nilai p (0.003<0.05). Penelitian ini menunjukkan bahwa mindful parenting dapat menurunkan stres pengasuhan sehingga meningkatkan parental involvement pada orang tua dengan anak berkebutuhan khusus
HUBUNGAN MANAJEMEN DIRI DENGAN STRES KERJA PADA KARYAWAN TETAP
Setiap perusahaan memiliki deskripsi pekerjaan yang berbeda, hal ini dapat
mempengaruhi beban kerja yang diterima pada karyawan. Tingkat beban kerja yang berlebih
dapat menciptakan stres kerja pada karyawan di dalam perusahaan. Manajemen diri sangat
dibutuhkan untuk mengendalikan tingkat stres kerja yang dialami oleh karyawan. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetauhi hubungan antara manajemen diri dengan stres kerja pada
karyawan tetap. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode
korelasional, teknik pengambilan sampel pada penelitian ini mengguanakan purpopsive
sampling. Subjek pada penelitian ini berjumlah 201 yang merupakan karyawan tetap yang telah
melewati masa percobaan bekerja selama maksimal 3 bulan, mendapatkan gaji minimal UMR
daerah dan telah bekerja selama 1 tahun lebih. Alat ukur yang digunakan Self-Control and Self�Management Scale (SCMS) dan the new job stress scale. Uji analisis menggunakan uji korelasi
spearman rho dengan bantuan software IBM SPSS Statistics 27.0.1. Hasil penelitian
menunjukan bahwa ada hubungan negatif yang signifikan antara manajemen diri dengan stres
kerj
KONGRUENSI KARIR DENGAN ORANG TUA DAN KOPING STRES PADA MAHASISWA TAHUN PERTAMA DAN KEDUA DI PROGRAM D3 KEPERAWATAN POLTEKKES KEMENKES SEMARANG
Mahasiswa tahun pertama dan kedua berada pada masa mereka harus berusaha mencapai kemandirian emosi dan mempersiapkan karir ekonomi. Adanya tuntutan dan tanggung jawab mahasiswa di Program D3 membuat mereka harus pandai dalam melakukan koping stres. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kongruensi karir remaja-orang tua dengan koping stres pada mahasiswa tahun pertama dan kedua di program D3 Keperawatan Poltekkes Kemenkes Semarang. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa tahun pertama dan tahun kedua di program D3 Keperawatan Poltekkes Kemenkes Semarang yang berjumlah 186. Sampel penelitian sebanyak 92 mahasiswa (91.3% subjek perempuan, M usia = 19.05 tahun, SD usia = .63) diperoleh dengan cluster random sampling. Pengambilan data menggunakan Skala Koping Stres (30 item, α = .91) dan Skala Kongruensi Karir Remaja-Orang Tua (12 item, α = .90) yang telah diujicobakan pada 44 mahasiswa. Analisis regresi sederhana menunjukkan ada hubungan positif yang signifikan antara kongruensi karir remaja-orang tua dengan koping stres (yang ditunjukkan oleh nilai rxy = .39 (p < .001). Artinya semakin tinggi kongruensi karir remaja-orang tua maka semakin baik koping stres yang dimiliki. Kongruensi karir remaja-orang tua memberikan sumbangan efektif sebesar 15.5% pada koping stres
Hubungan antara Tingkat Stres dengan Kejadian Dismenore Pada Remaja Putri di SMK Hidayah Banyumanik
Dismenore merupakan nyeri haid selama menstruasi yang banyak dialami oleh remaja
putri. Banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya dismenore ini, salah satunya faktor
psikis seperti stres. Hasil studi pendahuluan yang dilakukan di SMK Hidayah
Banyumanik didapatkan data bahwa sebanyak 17 siswi dari 21 responden mengalami
dismenore dan 10 siswi dari 17 responden yang mengalami dismenore disebabkan oleh
stres yang mereka rasakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara
tingkat stres dengan kejadian dismenore pada remaja putri di SMK hidayah Banyumanik
Semarang. Penelitian ini menggunakan studi korelasi dengan pendekatan cross sectional.
Jumlah sampel sebanyak 109 responden
Determination of lab-scale biomethane potential of wheat straw pellets and their influence on anaerobic digestion
Laboratory scale degradation of wheat straw pellets as an additional substrate for methane production was monitored as an example of controlled usage of unconventional substrates. In the laboratory biomethane potential of input feedstock from biogas plant (BGP) Organica Nova to which pellets were added in different proportions was determined. Organic loading (volatile solids, VS) was 5 g VS/L in all cases. Measurements were carried out by AMPTS I (Bioprocess Control, Sweden). Amount of produced methane was monitored and environmental conditions such as pH, TS, VS and temperature were measured.\ud
The coefficient of hydrolysis of straw pellets and mixture of straw pellets and substrate from BGP Organica Nova in anaerobic digestion process was determined. Mixture where straw pellets presented 10 % organic loading rate of substrate added to the reactor achieved the biomethane potential of 352 mL CH4/g VS. In the case of using only the substrate from the BPE Organica Nova the highest methane yield of 438 mL CH4/g VS was achieved.\u
Determination of lab-scale biomethane potential of wheat straw pellets and their influence on anaerobic digestion
Laboratory scale degradation of wheat straw pellets as an additional substrate for methane production was\ud
monitored as an example of controlled usage of unconventional substrates. In the laboratory biomethane\ud
potential of input feedstock from biogas plant (BGP) Organica Nova to which pellets were added in different\ud
proportions was determined. Organic loading (volatile solids, VS) was 5 g VS/L in all cases. Measurements\ud
were carried out by AMPTS I (Bioprocess Control, Sweden). Amount of produced methane was monitored\ud
and environmental conditions such as pH, TS, VS and temperature were measured.\ud
The coefficient of hydrolysis of straw pellets and mixture of straw pellets and substrate from BGP Organica\ud
Nova in anaerobic digestion process was determined. Mixture where straw pellets presented 10 % organic loading rate of substrate added to the reactor achieved the biomethane potential of 352 mL CH4/g VS. In the\ud
case of using only the substrate from the BPE Organica Nova the highest methane yield of 438 mL CH4/g\ud
VS was achieved
PENGARUH MANFAAT KERJA, KEPUASAN KERJA dan STRES KERJA TERHADAP SUBJECTIVE WELLBEING
Penelitian ini mengkaji pengaruh manfaat kerja, kepuasan kerja dan stres kerja terhadap subjective wellbeing. Sampel penelitian ini adalah guru SMA di Surabaya, Sidoarjo dan Jember (N=605). Variabel penelitian diukur dengan Satisfaction with Life Scale (SWLS), Positive Affect and Negative Affect Schedule Scale (PANAS); self report, Latent and Manifest Benefits (LAMB) Scale, skala kepuasan kerja dan skala stres kerja, sedangkan data yang diperoleh dianalisis dengan Structural Equation Modeling (SEM). Hasil penelitian menunjukkan manfaat kerja berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja dan stres kerja. Kepuasan kerja berpengaruh signifikan terhadap subjective wellbeing (pada komponen kepuasan hidup). Stres kerja berpengaruh signifikan terhadap subjective wellbeing (pada komponen afek negatif) dan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja
HUBUNGAN STRES DAN KECANDUAN SMARTPHONE PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 5 SURAKARTA
Siswa kelas X dalam tahapan peralihan dari SMP menuju SMA dituntut untuk segera beradaptasi dengan lingkungan dan menguasai materi-materi pelajaran yang belum pernah disiswai sebelumnya. Dengan kecanggihan smartphone siswa kelas X dapat menyelesaikan permasalahan yang harus mereka selesaikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara stres dengan kecanduan smartphone pada siswa kelas X SMA Negeri 5 Surakarta. Hipotesis yang diajukan adalah adanya hubungan positif yang signifikan antara stres dengan kecanduan smartphone pada siswa kelas X SMA N 5 Surakarta. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 5 Surakarta sebanyak 300 siswa. Sampel sebanyak 148 siswa yang terdiri dari 53 laki-laki dan 95 perempuan diperoleh dengan teknik cluster random sampling. Instrumen penelitian yang di analisis adalah Skala Stres (32 item; α = 0,88 ) dan Skala Kecanduan Smartphone (29 item; α = 0,91). Analisis regresi sederhana menunjukkan hubungan positif dan signifikan antara stres dengan kecanduan smartphone subjek (rxy = 0,40; p < 0,001). Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini diterima, yaitu terdapat hubungan antara stres dan kecanduan smartphone pada siswa kelas X SMA Negeri 5 Surakarta. Analisis data menunjukkan R2 = 0,16 yang menjelaskan bahwa sumbangan stres terhadap kecanduan smartphone sebesar 16 % sedangkan sisanya 84 % ditentukan oleh faktor lain. Peneliti memberi saran untuk peneliti selanjutnya agar melakukan penelitian kepada kelompok subjek yang memiliki stres dan tingkat kecanduan smartphone yang tinggi
Pengaruh Stres Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT Telkom Surakarta
Tujuan penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui stres kerja individu mempunyai pengaruh terhadap kinerja karyawan PT. Telkom Surakarta. 2) Untuk mengetahui stres kerja kelompok mempunyai pengaruh terhadap kinerja karyawan PT. Telkom Surakarta. 3) Untuk mengetahui stres kerja organisasi mempunyai pengaruh terhadap kinerja karyawan PT. Telkom Surakarta.
Hasil analisis uji t diperoleh bahwa stres individu, stres kelompok dan stres organisasi berpengaruh negatif terhadap kinerja karyawan di PT. Telkom Surakarta (angka koefisien dengan signifikansi kurang dari 0,05). Hasil Uji F diperoleh nilai Fhitung sebesar 11,639 sedangkan Ftabel pada taraf signifikansi 5% adalah 3,32 ternyata F hitung lebih besar dari Ftabel maka Ho atau hipotesis nol ditolak sehingga diambil kesimpulan variabel stres individu, stres kelompok dan stres organisasi mempunyai pengaruh yang signifikan secara bersama-sama terhadap kinerja karyawan PT. Telkom Surakarta. Hasil perhitungan regresi didapatkan koefisien determinasinya R = 0,316 dapat dikatkaan bahwa 31,6 variabel stres individu, stres kelompok dan stres organisasi mempengaruhi terhadap kinerja karyawan di PT. Telkom Surakarta, sedangkan yang sisanya 68,4% disebabkan pengaruh variabel lain yang tidak tercakup dalam penelitian ini
Kata Kunci : Stres Individu, Stres Kelompok, Stres Organisasi dan Kinerja
Functional ambiguity and the cushioning of organizational stress
Ambiguity function in cushioning organizational stres
- …
