11,130 research outputs found

    Soppeng: dari Tomanurung hingga penjajahan Belanda

    Get PDF
    Kerajaan Soppeng merupakan salah satu kerajaan yang diperhitungkan dalam percaturan politik di masa periode kerajaan-kerajaan di sulawesi Selatan.Namun buku ini tidak secara sepihak hanya membahas bagaimana peranan Kerajaan Soppeng dalam percaturan tersebut. Buku ini lebih fokus pada pergolakan sosial politik dalam perjalanan Kerajaan Soppeng dari masa Tomanurung,masa kerajaan sampai pada masa penjajahan Hindia Belanda.Kalau menilik percaturan politik di kalangan kerajaan-kerajaan di Sulawesi Selatan, Kerajaan Soppeng tidak sedang dalam persaingan dengan kerajaan lainnya. Justru para pembesar Kerajaan Bone yang cerdik menempatkan Kerajaan Soppeng dalam posisi tersebut, dengan mengikat hubungan kedua kerajaan dalam hubungan kekeluargaan dan perjanjian. Apalagi para pembesar Kerajaan Soppeng mempunyai karakter teguh pada perjanjian. Buku ini cukup cerdas mengantar para pembaca memahami perjalanan kesejarahan sebuah kabupaten yang lahir dari kerajaan yang mempunyai potensi berperan dalam percaturan politik di masanya. Namun lebih memilih sikap perdamaian dan ketenangan. Sikap-sikap tersebut masih terlihat sampai saat ini, dari sikap dan perilaku masyarakat Kabupaten Soppeng, suatu pewarisan sejarah yang positif

    Strategi Pemenuhan Kebutuhan Hidup Single Parent

    Full text link
    Strategi Pemenuhan Kebutuhan Hidup Single Parent Masyarakat Lilirilau Kabupaten Soppeng. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah bagaimana strategisingle parent dalam memenuhi kebutuhan hidup di lilirilau kabupaten soppeng dan apakah masalah yang dihadapi olehsingle parent dalam memenuhi kebutuhan hidup di lilirilau kabupaten soppeng Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategisingle parent dalam memenuhi kebutuhan hidup di lilirilau kabupaten soppeng dan untuk mengetahui masalah yang dihadapi olehsingle parent dalam memenuhi kebutuhan hidup di lilirilau kabupaten soppeng. Jenis penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif, pengumpulan data digunakan dengan cara observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Dalam penelitian ini, yang menjadi sasaran penelitian adalah pertama keluarga single parent di kecamatan lilirilau kabupaten soppeng, kedua masyarakat yang dianggap bisa memberikan informasi atau data yang sesuai dengan penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, suatu strategi yang di lakukan oleh single parent untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yaitu dengan melakukan kerja sampingan selain itu cara yang dilakukan dengan mengambil pinjaman kepada tetangga. Berdasarkan hasil penelitian tentang strategi pemenuhan kebutuhan hidup maka single parent di tuntut untuk bekerja keras untuk menafkahi keluarganya

    Lontarak soppeng

    Get PDF
    Proyek Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Nusantara, Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional, Direktorat Jenderal Kebudayaan telah mengkaji dan menganalisis naskah-naskah lama di antaranya naskah daerah Sulawesi Selatan yang berjudul Lontarak Soppeng isinya tentang sejarah terjadinya Kerajaan Soppeng. Juga mengenai hubungan kekeluargaan antara Kerajaan Soppeng dengan kerajaan Jainnya. Ditulis juga tentang silsilah dan biografi raja, negarawan dan cendekiawan Bugis. Nilai-nilai yang terkandung di dalam naskah ini adalah nilai sejarah, terutama sejarah Bugis yang dapat menunjang pembangunan, baik fisik maupun spiritual

    Kemampuan Menyanyikan Elong Ugi Mattapa Cora’na Soppeng Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Kabupaten Soppeng

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengartikulasikan lirik Elong Ugi Mattapa Cora’na Soppeng Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Kabupaten Soppeng. (2) Mengintonasikan nada-nada Elong Ugi Mattapa Cora’na Soppeng Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Kabupaten Soppeng. (3) Mengekspesikan lirik Elong Ugi Mattapa Cora’na Soppeng Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Kabupaten Soppeng. dan (4) mendeskripsikan kemampuan Elong Ugi Mattapa Cora’na Soppeng Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Kabupaten Soppeng. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan teknik tes lisan yaitu unjuk kerja menyanyikan lagu. Adapun sampel penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 1 Kabupaten Soppeng. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik tes lisan dan rekam. Keseluruhan data yang diperoleh dianalisis melalui beberapa tahap: (1) membuat daftar skor mentah; (2) membuat distribusi frekuensi dari skor mentah ke nilai ; dan (3) klasifikasi nilai. Secara keseluruhan, siswa dikatakan mampu apabila memiliki penguasaan 75% dari keseluruhan jumlah siswa memperoleh nilai 75 ke atas, sebaliknya dikatakan tidak mampu apabila kurang dari 75% dari keseuruhan jumlah siswa memperoleh nilai kurang dari 75. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga aspek kemampuan menyanyikan elong ugi mattapa cora’na Soppeng siswa kelas VII SMP Negeri 1 Kabupaten Soppeng Kemampuan mengartikulasikan lirik Elong Ugi Mattapa Cora’na Soppeng Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Kabupaten Soppeng dikategorikan mampu dengan siswa yang memperoleh nilai ≥ 75 berjumlah 115 siswa (97,46%). Kemampuan mengintonasikan nada-nada Elong Ugi Mattapa Cora’na Soppeng Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Kabupaten Soppeng dikategorikan mampu dengan siswa yang memperoleh nilai ≥ 75 berjumlah 112 siswa (94,92%). Kemampuan mengekspresikan lirik Elong Ugi Mattapa Cora’na Soppeng Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Kabupaten Soppeng dikategorikan mampu dengan siswa yang memperoleh nilai ≥ 75 berjumlah 108 siswa (91,53%). Dengan demikian, Kemampuan Menyanyikan Elong Ugi Mattapa Cora’na Soppeng Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Kabupaten Soppeng dianggap mampu. Kata kunci : Keterampilan berbicara,menyanyikan,elong ugi,mattappa cora’na Soppeng, kelas VII, SMPN 1 Kabupaten Sopeng

    Kesadaran Hukum Masyarakat terhadap Penggunaan Helm Pengaman dalam Berkendara di Kecamatan Lalabata Kabupaten Soppeng

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesadaran hukum masyarakat Kecamatan Lalabata Kabupaten Soppeng dalam penggunaan Helm Pengaman bagi pengendara sepeda motor sesuai Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009, Faktor yang mempengaruhi masyarakat tidak menggunakan helm pengaman dalam berkendara di Kecamatan Lalabata Kabupaten Soppeng. Jenis penelitian ini yaitu penelitian deskriptif dan menggunakan pendekatan kualitatif. Adapun sumber data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Data primer yaitu 2 orang polisi satlantas Polres Soppeng, dan 20 orang masyarakat umum di Kecamatan Lalabata Kabupaten Soppeng. Sedangkan data sekunder yaitu dokumen berupa data pelanggaran. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah peneliti dan lembar pedoman wawancara, dan teknik pengumpulan data meliputi: Observasi, Wawancara dan Dokumentasi. Dari hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa: (1)Kesadaran hukum masyarakat Kecamatan Lalabata Kabupaten Soppeng dalam penggunaan Helm Pengaman bagi pengendara sepeda motor sesuai Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 menunjukkan bahwa kesadaran hukum masyarakat masih rendah. (2)Faktor yang mempengaruhi masyarakat tidak menggunakan helm pengaman dalam berkendara di Kecamatan Lalabata Kabupaten Soppeng adalah (a) Faktor Internal yaitu: Kurangnya kesadaran hukum tentang penggunaan helm dan ketidaknyamanan dalam menggunakan helm (b) Faktor Eksternal yaitu: jarak atau lokasi yang dituju dekat, dan tidak ada razia/operasi yang dilakukan polisi

    PENYERANGAN KERAJAAN GOWA TERHADAP KERAJAAN SOPPENG TAHUN 1609

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tiga permasalahan pokok yaitu latar belakang invasi Kerajaan Gowa, proses invasi dan pengaruh invasi Kerajaan Gowa terhadap Kerajaan Soppeng tahun 1609. Jenis penelitian ini adalah penelitian sejarah yang bersifat deskriptif analisis dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa latar belakang invasi Kerajaan Gowa terhadap Kerajaan Soppeng yaitu adanya Perjanjian TellupoccoE, masuknya bangsa-bangsa Barat, dan penolakan ajaran Islam oleh datu Soppeng. Proses invasi dilakukan selama tiga tahap mulai tahun 1607 sampai 1609 dari berbagai arah. Pengaruh invasi tersebut bagi Kerajaan Soppeng adalah perubahan keyakinan masyarakat menjadi Islam dan perubahan terhadap struktur kerajaan, sedangkan dampak bagi Kerajaan Gowa adalah adanya ikatan emosional yaitu ikatan keagamaan antara Kerajaan Gowa dengan kerajaan-kerajaan Bugis, dan terwujudnya Pax Sulawesiana serta Somba Opu dapat menjadi pelabuhan internasional. Kata kunci : invasi, Kerajaan Gowa, Kerajaan Soppeng

    Hubungan antara Kecerdasan Emosional dan Motivasi Mengajar dengan Kinerja Guru Ppkn SMA Negeri di Kabupaten Soppeng

    Full text link
    The research aims at describing the correlation between emotional intelegence and teaching motivation toward PPkn (Civics) teachers' performance at SMAN (public Senior High Schools) in Soppeng district. This research is an ex-post facto research with causality in nature conducted in 8 public junior high school for 3 months from March to May 2015. This research consists of independent variable (emotional intelligence and teaching motivation) and dependent variable (teachers' performance). The subjects of this research were all PPKn teachers in Soppeng district. Data was collected by employing quessionnaires. Data was analyzed by employing quantitative descriptive and inferential analysis. The results of the research show that there are positive correlation between emotional intelligence and PPKn teachers' performance at SMAN in Soppeng district; there are positive correlation between teaching motivation toward PPKn teachers' performance at SMAN in Soppeng district; there are positive correlation between emotional intelligence and teaching motivation collaboratively toward PPKn teachers' performance at SMAN in Soppeng district

    PENGARUH STATUS SOSIAL DAN KONDISI EKONOMI ORANG TUA TERHADAP PRESTASI BELAJAR IPS SISWA SD 25 MADELLOKABUPATEN SOPPENG

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Untuk mengetahui apakah status sosial berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS siswa SD 25 Madello Kabupaten Soppeng. (2) Untuk mengetahui apakah kondisi ekonomi orang tua berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS siswa SD 25 Madello Kabupaten Soppeng. (3) Untuk mengetahui apakah status sosial dan kondisi ekonomi orang tua berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS siswa SD 25 Madello Kabupaten Soppeng. Penelitian ini menggunakan korelasional dengan pendekatan kuantitatif.Populasi dalam penelitian ini siswa kelas III, IV dan V SD 25 Madello Kabupaten Soppeng yang berjumlah 106 siswa dan 106 orangtua siswa.Teknik pengambilan sampelnya adalah dengan teknik probality atau penentuanyang mana setiap bagian ditarik sampel sebagian siswa yang nilai prestasinya dalam kategori rendah dan kategori tinggi.Data penelitian ini dikumpulkan melalui angket, tes dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, terdapat pengaruh yang positif antara status sosial dengan prestasi belajar IPS siswa kelas III, IV dan V SD 25 Madello Kabupaten Soppeng.Kedua, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang positif antara kondisi ekonomi orang tua dengan prestasi belajar IPS siswa kelas III, IV dan V SD 25 Madello Kabupaten Soppeng.Ketiga,terdapat pengaruh yang positif secara bersama-sama antara status sosial dan kondisi ekonomi orang tua dengan prestasi belajar IPS siswa kelas III, IV, dan V SD 25 Madello Kabupaten Soppeng. Kata kunci:Status sosial, kondisi ekonomi orang tua, dan prestasi belajar IP

    Urgensi Pendidikan Islam dalam Interaksi Sosial Masyarakat Soppeng: Upaya Mewujudkan Masyarakat Madani

    Full text link
    This research discusses the importance of Islamic education in social interactions in order to realize the civil society in Soppeng Regency. The type of research used is a qualitative descriptive method. The research approach uses theological normative, social, and pedagogical approaches. The informants from this research were the community of the Soppeng Regency, by prioritizing community figures, religious figures, and educational figures. The results of the research found that the relation of social interaction of the people in Soppeng Regency was divided into two, namely: 1) contractual relations in urban communities whose lifestyles began to be influenced by modern lifestyle patterns, and 2) emotional relations based on cultural in rural communities who maintained cultural and traditional lifestyle patterns. The roles of Islamic community figures in the social interaction of the people in Soppeng Regency are founder and manager of Islamic education institutions; as a government partner; providing information on Islamic teaching; give decisions and solutions to community problems. The position of Islamic education in social interaction is very important in order to realize the civil society in Soppeng Regency. This can be seen in the growth of community tolerance, democratic governance that makes events and ceremonies of traditional and religious a work program, even raising the awareness of citizens to resolve their conflicts peacefully on the principle of deliberation based on Islamic teachings fairly without looking at one's social background or stratification

    WATANG LIPU LA PALLOGE DALAM MENENTANG IMPERIALISME BELANDA DI KERAJAAN SOPPENG (1905-1906)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (i) Sejarah perlawanan Watang Lipu La Palloge terhadap imperialisme Belanda di Kerajaan Soppeng; (ii) Proses perlawanan Watang Lipu La Palloge ; (ii) Akhir perlawanan Watang Lipu La Palloge; (iv) Dampak yang ditimbulkan dari perlawanan Watang Lipu La Palloge di Kerajaan Soppeng. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif yaitu penelitian yang memberikan penggambaran tentang kondisi yang ada dilapangan. Untuk teknik pengumpulan data digunakan studi kepustakaan, teknik dokumentasi, teknik simak, teknik catat, dan teknik wawancara yang terkait dengan Watang Lipu La Palloge Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa (i) Perlawanan Watang Lipu La Palloge terhadap kedatangan Belanda di Kerajaan Soppeng didasari pada nilai siri’ na pesse yang tertanam kuat pada diri La Palloge yang tidak sudi raja dan daerahnya dikuasai oleh bangsa lain; (ii) Dengan alasan ini, maka Watang Lipu La Palloge melancarkan perang dengan taktik gerilya di berbagai tempat dalam wilayah Kerajaan Soppeng yang menghilangkan banyak nyawa di kedua belah pihak; (iii) Perlawanan Watang Lipu La Palloge berakhir dengan gencatan senjata antara pihak Belanda dan Watang Lipu La Palloge; (iv)Perlawanan yang dilancarkan pasukan Watang Lipu La Palloge berdampak pada dibatalkannya korte verklaring yang telah ditandatangani sebelumnya oleh Sitti Zaenab Datu Soppeng serta menyebabkan gejolak yang mengganggu stabilitas keamanan di wilayah Kerajaan Soppeng sehingga berdampak pada terhambatnya pelaksanan kebijakan yang dicanangkan oleh Pemerintah Hindia Belanda. Kata Kunci: Watang Lipu, La Palloge, Imperialisme Belanda, Kerajaan Soppeng, korte verklarin
    corecore