844,110 research outputs found
Hubungan antara pengetahuan dengan sikap ibu dalam pemberian mp - asi pada bayi di Desa Wonorejo Kec. Guntur Kab. Demak
Retno Wulandari
”Hubungan antara pengetahuan dengan sikap ibu dalam pemberian mp - asi pada
bayi di Desa Wonorejo Kec. Guntur Kab. Demak”
(xi+59 Halaman+6 Tabel+9 Lampiran)
ASI adalah nutrisi utama bayi Namun bila sudah tidak dapat lagi memenuhi semua kebutuhan bayi yaitu saat bayi mulai berusia 6 bulan, maka MP-ASI lah yang menunjangnya. Kenyataannya banyak bayi usia 0–6 bulan sudah diberi MP-ASI oleh ibu, dan itu berakibat bayi obesitas dan rentan terhadap penyakit. Sikap ibu dipengaruhi oleh kebiasaan yang turun temurun yang ada di masyarakat.
Untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan sikap ibu dalam pemberian MP-ASI pada bayi di Desa Wonorejo Kec. Guntur Kab. Demak
Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan studi korelasi. Instrumen penelitian adalah kuesioner yang dibagikan kepada 59 responden. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan tehnik sampel jenuh, karena populasi yang sedikit dan semua memenuhi kriteria inklusi. Subyek penelitian adalah ibu–ibu yang mempunyai bayi berumur 0–12 bulan. Analisa data menggunakan analisa univariat dan analisa bivariat.
Hasil penelitian didapatkan bahwa dari 59 responden, pengetahuan responden tentang MP-ASI (55,9%) dan sikap responden tentang pemberian MP-ASI yang baik (50.8%). Pendidikan formal responden yang terbanyak adalah SMP (49,2%) sedangkan yang paling sedikit adalah PT (6,8%).
Hasil dari korelasi pearson chi square pengetahuan dengan sikap sebesar 0.420 signifikan pada 0.001, hubungan sebesar 0.420 tersebut adalah signifikan dan dapat dikatakan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dan sikap ibu.dalam pemberian MP-ASI pada bayi usia 0-12 bulan
Pemanfaatan Laboratorium Virtual dalam Pembelajaran Kimia untuk Peserta Didik Kelas XI IPA di SMAN 1 Sungai Tabuk Kalimantan Selatan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pengaruh penggunaan laboratorium virtual dalam pembelajaran kimia terhadap prestasi belajar peserta didik; (2) pengaruh penggunaan laboratorium virtual dalam pembelajaran kimia terhadap sikap peserta didik; (3) hubungan antara minat peserta didik dalam pembelajaran kimia menggunakan laboratorium virtual dengan prestasi belajar peserta didik; dan (4) hubungan antara minat peserta didik dalam pembelajaran kimia menggunakan laboratorium virtual dengan sikap terhadap kimia.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dan desain penelitian adalah quasi eksperimen counterbalanced. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas XI IPA SMAN 1 Sungai Tabuk Kabupaten Banjar Propinsi Kalimantan Selatan. Instrumen pengumpul data meliputi tes prestasi belajar, skala sikap peserta didik terhadap kimia dan kuesioner minat peserta didik terhadap pembelajaran kimia menggunakan laboratorium virtual. Data yang diperoleh dianalisis secara kuantitatif, yaitu dengan cara melakukan uji perbedaan t-paired antara skor rata-rata tes prestasi belajar peserta didik yang pembelajarannya menggunakan laboratorium virtual dan tanpa menggunakan laboratorium virtual. Uji yang sama juga dilakukan pada skor rata-rata sikap peserta didik sebelum dan sesudah pembelajaran menggunakan laboratorium virtual. Selanjutnya dilakukan uji korelasi antara minat peserta didik dengan prestasi belajar. Uji yang sama juga dilakukan antara minat peserta didik dengan sikap terhadap kimia.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya pengaruh penggunaan laboratorium virtual dalam pembelajaran kimia terhadap prestasi belajar peserta didik dan sikap terhadap kimia. Adanya hubungan yang cukup kuat antara minat peserta didik terhadap pembelajaran kimia menggunakan laboratorium virtual dengan prestasi belajar. Adanya hubungan yang cukup kuat antara minat peserta didik terhadap pembelajaran kimia menggunakan laboratorium virtual dengan sikap terhadap kimia
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Pada Remaja Tentang Upaya Pencegahan Terjadinya Gastritis Terhadap Tingkat Pengetahuan Dan Sikap Remaja Untuk Mencegah Terjadinya Gastritis di SMK Negeri 1 Semarang
Latar Belakang :Banyak perilaku remaja yang bisa menyebabkan terjadinya gastritis. Perilaku tersebut dikarenakan berbagai faktor diantaranya yaitu pengetahuan dan sikap remaja untuk mencegah gastritis. Pemberian penyuluhan dan bimbingan melalui pendidikan kesehatan diharapkan bisa merubah pengetahuan dan sikap remaja tersebut.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh pendidikan kesehatan pada remaja tentang upaya pencegahan terjadinya gastritis terhadap tingkat pengetahuan dan sikap remaja untuk mencegah terjadinya gastritis.
Metodologi Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen kuasi dengan rancangan penelitiannya adalah Pre-test post-test design with control group. Penelitian ini menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas sebagai instrumen penelitian. Sampel penelitian ini meliputi 60 siswa di SMK Negeri 1 Semarang dengan menggunakan purposive sampling sebagai teknik pengambilan sampel. Analisa data yang digunakan adalah analisa bivariate, Wilcoxon Match Pair Test.
Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan jumlah responden yang memiliki pengetahuan tinggi antara sebelum dan sesudah pendidikan kesehatan yaitu dari 23,3% menjadi sebanyak 100%, dengan p value 0,000. Dan terdapat peningkatan jumlah responden yang memiliki sikap positif antara sebelum dan sesudah pendidikan kesehatan yaitu 40,0% menjadi 86,7% dengan p value 0,001.
Kesimpulan : Ada pengaruh pendidikan kesehatan pada remaja tentang upaya pencegahan terjadinya gastritis terhadap tingkat pengetahuan dan sikap remaja untuk mencegah terjadinya gastriti
Produksi Sampah dan Sistem Pengelolaannya di Lingkungan IX Kelurahan Tegal Sari 1 Kecamatan Medan Area Tahun 2014
Production Waste and The Waste Management System in Lingkungan IX Kelurahan Tegal Sari 1 Kecamatan Medan Area in 2014. Waste is any materials unused and rejected as worthless or unwanted, useless or profitless activity, expanding and consuming thoughtlessly or carelessly. Increased activity and human population impact to will give negative health effects which cause environmental degradation. The main purpose of this research to know the production waste and the waste management in Lingkungan IX Kelurahan Tegal Sari 1 Kecamatan Medan Area . The research used descriptive survey method and the population was whole household. Sampling was done with a total sampling method ie all households totaling 64 households. Measurement of waste production is done in household by way of weighing the waste for 8 consecutive days. Total waste production obtained is 2.476 litter of 64 households with a head count as many as 243 people or 2,5 m3 . in Lingkungan IX the production waste is 2,5 m3, it's mean that Lingkungan IX need 1 unit a transporting waste carts so that all the waste can be better. As a result, the average waste production per day was 1,27 Liter / person / day. The resulted of this research showed that people in Lingkungan IX Kelurahan Tegal Sari 1 Kecamatan Medan Area already has most of the area where waste disposal (96.9%) and the waste disposal have not a close (79,7%). Therefore, the goverments is expected to give more attention and proper waste management system. Medan City Sanitation Department is expected to add tools such as transporting waste carts, adding janitor and provide information to the community and the janitor better waste management. To the community are also expected to provide shelter waste
Sikap keusahawanan dalam kalangan pelajar teknologi mekanikal kolej vokasional di Lembah Klang
Masih ramai pelajar tahun akhir di Institut Pengajian Tinggi yang belum membuat persiapan untuk menceburi bidang keusahawanan walaupun bilangan graduan yang masih menganggur ramai di alam pekerjaan. Masalah pengangguran pada masa kini boleh diatasi dengan menjadikan bidang keusahawanan sebagai satu kerjaya pilihan yang memberikan peluang yang cerah bagi menjana pendapatan. Kajian ini dijalankan untuk mengkaji sikap keusahawanan pelajar Teknologi Mekanikal kolej vokasional menceburi bidang keusahawanan. Sampel kajian terdiri daripada 274 orang pelajar semester 4 diploma di enam buah kolej vokasional iaitu KV Sungai Buloh, KV Klang, KV Shah Alam, KV Setapak, KV Sultan Abdul Samad Banting dan KV Kajang. Kajian ini adalah berbentuk penyelidikan tinjauan yang menggunakan borang soal selidik sebagai instrumen kajian. Data yang diperolehi dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensi iaitu peratus dan frekuensi, ujian Mann Whitney U dan ujian Kruskall Wallis dan Korelasi Spearman rho. Dapatan kajian bagi objektif pertama menunjukkan sikap suka membantu merupakan sikap keusahawanan yang paling mempengaruhi kecenderungan menceburi bidang keusahawanan. Dapatan kajian bagi objektif kedua mendapati tidak wujud perbezaan di antara jantina pelajar lelaki dan.pelajar perempuan. Bagi objektif kajian yang ketiga, dapatan kajian menunjukkan wujud perbezaan di antara program-program di bawah Jabatan Teknologi Mekanikal. Dapatan kajian bagi objektif keempat menunjukkan tidak wujud perbezaan di antara kolej-kolej vokasional di Lembah Klang. Bagi analisis korelasi iaitu objektif yang kelima dalam kajian ini terdapat hubungan yang kuat dan positif di antara sikap keusahawanan dengan kecenderungan menceburi bidang keusahawanan.
Kata kunci : Sikap, Keusahawanan, Kecenderungan Menceburi Bidang Keusahawana
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DENGAN PRAKTEK KEPALA KELUARGA DALAM PEMANFAATAN AIR SUMUR GALI DI DESA SUKOREJO, KECAMATAN ULUJAMI KABUPATEN PEMALANG
Faktor pengetahuan, sikap dan praktek diduga merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi kegiatan pelaksanaan pemanfaatan air sumur gali, yang sering menimbulkan masalah kesehatan antara lain tembulnya penyakit yang ditularkan melalui air. Faktor perilaku terwujud dalam bentuk pengetahuan sikap dan praktek. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, sikap dan praktek dalam pemanfaatan air sumur gali.
Jenis penelitian yang digunakan adalah Explanotory Survey dengan pendekatan Cross Sectional.Populasi penelitian 1403 KK yang menggunakan sumur gali, dengan sampel sebesar 96 KK Pengambilan sampel dilakukan dengan teknikrandom sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan ceklis penelitian, data dianalisis dengan uji Rank Speamans, dengan alpa =0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : umur responden termasuk kategori tua (75,0%), pendidikan dalam kategori sedang (53,1%), penghasilan kategori tinggi (99,0%), pengetahuan kategori cukup(36,5%), sikap kategori baik (65,6%).
Hasil uji statistik menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan dengan sikap (p=0,000), ada hubungan pengetahuan dengan praktek (p=0,001), ada hubungan sikap dengan praktek Kesimpulan: Ada hubungan antara karakteristik dengan pelatiahan tentang air bersih, buat sarana percontohan sumur gali yang memenuhi syarat, tingkatkan monitoring & inspeksi sanitasi SGL ., demonstrasikan cara pengolahan air secara sederhana, droping buku petunjuk tentang air bersih. Untuk masyarakat: proaktif untuk menanyakan hal-hal yang kurang jelas kepada yang lebih tahu, bagi masyarakat yang mampu, sumur yang dimiliki & tidak memenuhi syarat agar diperbaiki.
Kata Kunci: Karakteristik pengetahuan, sikap dan praktek
ASSOSIATION BETWEEN AND KNOLEDGE,ATTITUDE CHARACTERISTIC AND PRACTICE IN DIG WELL WATER SUWCES MANAGEMENT AT SUKOREJO VILLAGE,SUBDISTRICT AT ULUJAMI,PEMALANG DISTRICT IN YEAR OF 2005
Behaviourfactor is considered to be seewiting or using one of the factor that influence the activity in applying the dig well se curity, whichis often cause health problem, such as the occurrenceof illness that is spread through water. Behaviour factor may be formed by attitude knowledge and practice. The objective in securing is to find out the relation among knowledge, attitude, and the application in securing the water of dig well. This study used Explanotory Survey with Cross sectional approach. The population of this study is 1403 head of household who are using dig well and the sample is 96 head of household. These sample is taken by using random sampling technique. The data is being collected by using questionnaireand chack list observation and being analyzed by using Rank Spearman's test, alpa=0,05, the result shows that most of the respondent's age is above 40 years old (75,0%), most of the educational level is junior high school(53,1%), most of the income is above 375.000 rupiah (99,0%), most of the head of houshold's aducation is low (65,6%), most of the practice is safficient (80,3%), the result of statistical test shows that there is a relation between knowledge and attitude (p=0,000), there is a relation between knowledge and practice (p=0,001), Conclution : there is a relation between characteristic and knowledge, attitude, and practice. Suggestions: the official of health should improve the illumination and training abaout clean water and make asample means of dig well that fulfill the requirement, the society should be praactive in asking unclear things tobthose who know more, and the wealthy society shoud repair their own well which does'n fulfill the requirment.
Keyword : Characteristics, knowledge, attitude and practic
HUBUNGAN PERILAKU MASYARAKAT DENGAN KEJADIAN MALARIA DESA KORE KECAMATAN SANGGAR KABUPATEN BIMA
Malaria adalah penyakit infeksi yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. Desa Kore merupakan daerah endemis. Pada tahun 2004 terjdi KLB malaria dengan jumlah penderita malaria klinis 1.282 (AMI=264,38 0/00). Perilaku masyarakat (pengetahuan, sikap dan praktik)merupakan salah satu faktor yang erat kaitannya dengan kejadian malaria. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan perilaku masyarakat dengan penyakit malaria di Desa Kore Kecamatan Sanggar Kabupaten Bima tahun 2005.
Jenis penelitian ini adalah explanatory research menggunakan metode survey dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah kepala keluargadi Desa Kore dengan jumlah sampel 89 responden terdiri dari 56 orang sakit malaria dan 33 tidak sakit.
Berdasarkan hasil uji stasitik ada hubungan antara sikap dangan praktek tentang kejadian malaria (p=0,000), perilaku dengan kejadian malaria(p=0,020). Perlu dilakukan penyuluhan, identifikasi jenis nyamuk dan penelitian mendalam tentang perilaku masyarakat yang berperan dalam kasus malaria.
Kata Kunci: Perilaku (pengetahuan, sikap dan praktek), malari
PENGARUH EFIKASI DIRI DAN RESILIENSI DIRI TERHADAP SIKAP KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3)DI SMK MUDA PATRIA KALASAN
Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh efikasi diri terhadap sikap K3 saat praktikum di bengkel pada siswa kelas XII SMK Muda Patria Kalasan. Tujuan kedua untuk mengetahui pengaruh mediasi variabel resiliensi diri terhadap hubungan efikasi diri dengan sikap K3 saat praktikum di bengkel pada siswa kelas XII SMK Muda Patria Kalasan.
Penelitian ini merupakan penelitian sebab akibat (causal research) dengan pendekatan survei. Teknik pengambilan sampel adalah sampling jenuh, yaitu mengambil seluruh siswa sebagai subjek. Jumlah subjek penelitian ini sebanyak 59 siswa. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis jalur.
Hasil penelitian ini yaitu: (1) terdapat pengaruh positif dan signifikan antara efikasi diri terhadap sikap K3 pada siswa kelas XII SMK Muda Patria Kalasan dengan p = 0,000 (p<0,05). Besarnya pengaruh atau sumbangan efektif efikasi diri terhadap sikap K3 adalah 0,222 atau 22,2%. Pengaruh lain sebesar 77,8% disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya: tanggung jawab individu, peraturan keselamatan kerja yang diberlakukan, keamanan lingkungan kerja, kepemimpinan guru, dan kesadaran siswa, (2) Efikasi diri memberikan pengaruh positif terhadap sikap K3 secara tidak langsung melalui resiliensi diri. Pengaruh efikasi diri terhadap sikap K3 secara tidak langsung melalui resiliensi diri sebesar 0,129 atau 12,9%. Pengaruh lain sebesar 87,1% disebabkan oleh pengaruh mediasi variabel pengetahuan, motivasi, serta kesadaran siswa akan keselamatan kerja. Efikasi diri berpengaruh terhadap sikap K3 secara tidak langsung melalui resiliensi diri. Sekolah disarankan memberikan dorongan dan motivasi siswa agar meningkatkan sikap positif K3 melalui bimbingan dan pelatihan efikasi diri serta resiliensi diri. Sekolah dapat mengambil tindakan tegas terhadap siswa yang melanggar peraturan dan memberikan sanksi. Siswa hendaknya meningkatkan rasa tanggung jawab dan disiplin menaati peraturan serta prosedur saat praktek kerja di bengkel
HUBUNGAN SIKAP TERHADAP MEDIA SOSIAL DENGAN PARTISIPASI SOSIAL PADA IBU-IBU YASINAN DESA NGEMBUL, KABUPATEN BLITAR
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara sikap terhadap media sosial dengan partisipasi sosial pada ibu-ibu Yasinan Desa Ngembul, Kabupaten Blitar. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 140 ibu-ibu anggota Yasinan. Sampel penelitian berjumlah 75 orang dari Dusun Ngembul dan Sumberpandan yang didapatkan dengan insidental sampling. Alat ukur yang digunakan adalah skala sikap terhadap media sosial (α=0,785) dan skala partisipasi sosial (α=0,876). Uji regresi sederhana menunjukan adanya hubungan positif dan signifikan antara sikap terhadap media sosial dengan partisipasi sosial (rxy=0,476; p<0,001). Semakin positif sikap terhadap media sosial maka semakin tinggi pula partisipasi sosialnya, dan sebaliknya. Sikap terhadap media sosial mempengaruhi sebesar 22,6 % pada partsipasi sosial dan sisanya sebesar 77,4 % dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diungkapkan dalam penelitian ini
HUBUNGAN PERILAKU MASYARAKAT TENTANG PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DENGAN KEBERADAAN JENTIK NYAMUK Aedes aegypti DI KELURAHAN SEKEJATI KOTA BANDUNG
Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue kelompok orbovirus genus flavivirus serotipe DEN 1-4. Cara penularannya melalui vektor nyamuk spesies Aedes aegypti.
Penyakit DBD merupakan penyakit endemis di Kelurahan Sekejati. Angka kejadian penyakit (incidence rate) dan angka kematian penderita (case fatality rate) per tahun masih cukup tinggi (tahun 2004 IR = 88 per 10.000 penduduk dan CFR = 6,81 %). Data Pemantauan Jentik Berkala (PJB) bulan Januari s/d April 2005 didapatkan angka kepadatan jentik (house index) berkisar 15 - 21 % atau Angka Bebas Jentik (ABJ) program gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) < 95 %.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara perilaku yang meliputi pengetahuan, sikap dan praktik responden dengan keberadaan jentik di rumah responden.
Metode penelitian yang digunakan adalah explanatory research dengan pendekatan crooss. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 96 rumah. Data didapatkan melalui wawancara responden dengan kuesioner dan observasi larva visual tempat perindukan nyamuk di rumah responden. Variabel yang diteliti adalah pengetahuan, sikap, praktik responden dengan keberadaan jentik ()di rumah responden. Uji statistik yang digunakan yaitu uji chi Square.
Hasil uji statistik pada tingkat signifikasi alpha 0,05 menunjukkan tidak ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan reponden dengan keberadaan jentik di rumah responden (p_value 0,133). Ada hubungan yang bermakna antara sikap responden dengan keberadaan jentik di rumah responden (p_value 0,008). Ada hubungan yang bermakna antara praktik responden tentang pencegahan melalui PSN abatisasi dengan keberadaan jentik di rumah responden (p_value < 0,0001).
Disarankan kepada pengelola program P2M Dinkes Kota Bandung untuk melakukan penyuluhan lebih intensif dan memperbesar frekuensi praktik PSN Abatisasi secara rutin minimal sebulan sekali.
Kata Kunci: Demam Berdarah Dengue, Pengetahuan, Sikap, Prakti
- …
