1,721 research outputs found

    Kajian Strategi Optimalisasi Pemanfaatan Lahan Hutan Rakyat di Provinsi Sulawesi Selatan

    Full text link
    Sulawesi Selatan memiliki luasan hutan rakyat sebesar 223.428 ha (7,40% dari kawasan hutannya). Potensi tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal dengan penerapan pola agroforestri yang mudah dijumpai di beberapa kabupaten di Sulawesi Selatan. Lokasi penelitian ditentukan secara purposif dengan memperhatikan potensi hutan rakyat dan praktik agroforestri, yakni di Kabupaten Barru, Bulukumba, dan Sidrap. Pengumpulan data dilakukan melalui diskusi, wawancara, observasi, pengukuran potensi, dan studi pustaka. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi optimalisasi pemanfaatan lahan di bawah tegakan hutan rakyat untuk mendukung ketahanan pangan. Penelitian bersifat konklusif dengan pendekatan studi deskriptif. Untuk merumuskan strategi optimalisasi pemanfaatan lahan, digunakan analisis medan daya ( = FFA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan hutan rakyat di ketiga kabupaten berhadapan dengan sejumlah isu, yang ditunjukkan oleh adanya beberapa faktor pendorong dan faktor penghambat, baik internal maupun eksternal. Pengelolaan dimaksud berada pada kategori “ ”. Strategi yang sesuai adalah strategi konsentrasi melalui integrasi horizontal dengan cara memperluas kegiatan di masyarakat dan mengembangkan jaringan informasi dan komunikasi antardaerah yang memiliki program yang sama

    Implementasi Nilai-nilai Toleransi Beragama pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam

    Get PDF
    This research is aimed to investigate in this research to know how the implementation of the values of religious tolerance in PAI learning at SMP Negeri 1 Amparita, The support and inhibiting factors and how the implementation of the values of religious tolerance in learning PAI at the school. This research is a qualitative descriptive method with a phenomenological approach. Data collection in this research is the observation, in-depth interviews, documentation, and triangular. While analyzing data is obtained by the researcher using reduction data, presentation data and verification data. The result of the research shows that the implementation of the values of religious tolerance in PAI learning at SMP Negeri 1 Amparita is done by 1) Giving an opportunity to all students to follow the teaching of religion based on their religion, 2) Creating a tolerant climate in each lesson ( learn the different, creating an mutual trust, maintaining an mutual understanding, Revering an mutual love). 3) Make deeper related the material ( values of tolerance). The supporting factors including The government policy that has given the rules about embed the values of tolerance among religions, There is adequate facilities, the establishment of cooperation between the school community in religious activities. As for the inhibiting factors including the level of ability, The students have a different an emotional maturity, the school lacks educators Hinduism, the school lacks facilities (instructional media), limited time in learning. The success of the implementation of the values of religious tolerance in PAI learning is all the students who Moslem able to work together without discriminating against religion. The students have a high faith (religious), the students and teachers can be tolerance for each other, the students and teachers have a democratic character, The creation of harmony and good solidarity

    HUBUNGAN MUTU PELAYANAN KESEHATAN DENGAN LOYALITAS PASIEN DI PUSKESMAS BARANTI KABUPATEN SIDRAP TAHUN 2013

    Get PDF
    Puskesmas sebagai salah satu sarana pelayanan kesehatan yang paling penting mengemban tugas untuk memberi pelayanan kesehatan kepada seluruh masyarakat. Puskesmas dituntut untuk selalu menjaga kepercayaan dan kepuasan pasien dengan memberi pelayanan yang bermutu. Pelayanan bermutu dalam konteks pelayanan di Puskesmas berarti memberikan pelayanan kepada pasien didasarkan pada standar kualitas untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan mereka, sehingga dapat memperoleh kepuasan yang akhirnya dapat meningkatkan kepercayaan pasien dan akan loyal terhadap Puskesmas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan mutu pelayanan kesehatan dengan loyalitas pasien di Puskesmas Baranti Kabupaten Sidrap. Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional study dengan jumlah populasi 19.775 dan sampel sebanyak 100 responden yang ditentukan dengan teknik Accidental Sampling dengan membagikan kuesioner kepada responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya hubungan yang bermakna antara mutu pelayanan kesehatan dengan loyalitas pasien dimana responsiveness (daya tanggap) p(0,000)<??(0,05), assurance (jaminan) p(0,000)<??(0,05), tangibles (bukti fisik p(0,000)<??(0,05), emphaty (perhatian) p(0,000)<??(0,05), reliability (kehandalan) p(0,000)<??(0,05). Bagi pihak Puskesmas sebaiknya mempertahankan dan meningkatkan mutu pelayananya sehingga memberikan persepsi yang baik bagi pasien untuk loyal terhadap Puskesmas

    Peristiwa Teppo di Kecamatan Tellu Limpoe Kabupaten Sidrap Tahun 2013

    Get PDF
    Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang terjadinya peristiwa Teppo dan proses terjadinya serta dampak yang ditimbulkan dari peristwa Teppo di Kecamatan Tellu Limpoe Kabupaten Sidrap.Penelitian ini bersifat deskriptif analisis dengan menggunakan metode historis melalui tahapaan-tahapan meliputi Heuristik yaitu mengumpulkan sumber atau data sebanyak mungkin, kritik sumber yaitu untuk menentukan otentitas dan rehabilitas sumber-sumber yang telah dikumpulkan untuk mngetahui asli atau tidaknya sumber tersebut, Interpretasi yaitu menentukan kedudukan fakta sejarah secara profesional, serta Historiografi atau penyajian yang merupakan pengungkapan secara tertulis.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadinya Peristiwa Teppo yakni konflik yang terjadi antara kelompok masyarakat Teppo dan kelompok masyarakat Amparita yang dilatarbelakangi oleh adanya faktor sosial, faktor agama, dan factor kenakalan remaja. Peristiwa tersebut hanya berlansung selama satu hari pada tanggal 23 Mei 2013, dimulai dari aksi penikaman yang dilakukan oleh salah satu masyarakat Amparita hingga berlanjut pada malam hari. Adapun dampak yang ditimbulkan antara lain, dalam bidang sosial, dalam bidang ekonomi dan bidang pendidikan. Dalam bidang sosial, munculnya rasa takut dan perasaan benci antara kedua kelompok masyarakat. Dalam bidang ekonomi, terhentinya proses berjualan di Pasar Amparita serta ladang milik masyarakat tidak kelola untuk sementara waktu karena perasaan takut dan was-was. Dalam bidang pendidikan, proses belajar mengajar menjadi terganggu sehingga banyak siswa maupun guru yang memilih tidak masuk sekolah atau mengajar. Kata Kunci : Masyarakat Teppo , Proses Terjadinya Peristiwa Teppo dan Kecamatan Tellu Limpoe Kab Sidra

    Rice marketing in Indonesia: Methodology, results and implications of a research study

    Get PDF
    There is a continuing trend in developing countries, as elsewhere, to devolve activities which have hitherto been performed by the public sector to the private sector, and to less regulated markets. The marketing of staple foods is no exception to this trend, but it raises important issues about national food security, price stability, and the protection of poor people from price rises which could mean malnutrition or starvation. Rice Marketing in Indonesia describes a research project which explores these issues in depth for a staple food commodity in a large developing country. The research focuses on seasonal rice price formation, on storage and sales decisions by farmers and traders, and on competition and efficiency in marketing channels. The research approach, which involves tracing marketing chains from sample farmers, is likely to be of interest to all those concerned with studying the liberalization of food markets in developing countries

    Factors Influencing Biosecurity Adoption on Laying Hen Farmers

    Get PDF
    The present study was undertaken to identify factors that influences biosecurity adoption on laying hen farmers in Sidrap district, South Sulawesi. This district was choosen because beside it was famous as the center of laying hen farms, it was also as one of districts in South Sulawesi which suffered from Avian influenza outbreak. Total sample was 60 respondents. The sample was choosen through stratified random sampling from two subdistricts which was the most populous of layer smallholders, namely Baranti and Maritengngae. Data were obtained through observations and interviews using a questionnaire. Data were analyzed using a score based on biosecurity status. Biosecurity status was obtained based on the adoption of biosecurity measures which consisted of 9 stages: farm inputs, traffic onto farms, distance from sources of pathogens to shed, exposure of farm, biosecurity at farm boundary, biosecurity between farm boundary and shed, biosecurity at the shed door, traffic into the shed and susceptibility of the flock. Multiple regression model were employed to analyse the data. The study revealed that the adoption biosecurity were associated with gender, age, education, farming experience, farm-income, family size and social capital. These variables contributed 20.00% variation in biosecurity adoption of laying hen farms. However, only farm income, family size and social capital were the major factors influencing to the adoption of biosecurity (P < 0.05)
    corecore