103,333 research outputs found
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE SCRAMBLE DENGAN PENDEKATAN DEMONSTRASI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS XI SMA NEGERI 11 BANDA ACEH
ABSTRAKKata kunci: Penerapan, Pendekatan, Scramble, Demonstrasi, Hasil BelajarPenelitian ini adalah tentang penerapan model pembelajaran scramble dengan pendekatan demonstrasi untuk meningkatkan hasil belajar geografi siswa SMAN 11 Banda Aceh, dimana model scramble dengan pendekatan demonstrasi ini merupakan bentuk sebuah permainan tebak kata yang mana penyajian materi dengan mendemonstrasikan materi lewat peragaan media gambar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Peningkatan hasil belajar siswa kelas XI IIS 3 SMAN 11 Banda Aceh dengan penerapan model pembelajaran scramble dengan pendekatan demonstarsi; (2) Aktivitas guru dan siswa dalam kegiatan pembelajaran melalui penerapan model scramble dengan pendekatan demonstarsi; (3) Keterampilan guru mengelola pembelajaran dengan menerapkan model scramble dengan pendekatan demonstarsi; (4) Respon siswa terhadap penerapan model pembelajaran scramble dengan pendekatan demonstarsi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IIS 3 SMAN 11 Banda Aceh, yang berjumlah 27 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan soal, lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa, lembar pengamatan keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran, dan angket respon siswa dalam kegiatan pembelajaran melalui model scramble dengan pendekatan demonstarsi. Analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase. Temuan penelitian menunjukan bahwa (1) hasil belajar mengalami peningkatan, pada siklus I dari 27 siswa terdapat 20 siswa yang tuntas dan 7 siswa tidak tuntas sedangkan pada siklus II terdapat 24 siswa yang tuntas dan 3 siswa tidak tuntas. Persentase ketuntasan klasikal meningkat dari 62,5 persen pada siklus I menjadi 87,5 persen pada siklus II; (2) Aktivitas guru dan siswa selama pembelajaran pada siklus II sudah sesuai dengan persentase waktu ideal; (3) Keterampilan guru meningkat dari cukup (2,42) menjadi baik (3,47); (4) Respon siswa terhadap penerapan model pembelajaran scramble dengan pendekatan demonstarsi adalah 96 persen dari 27 siswa mengatakan dapat memperjelas pemahaman terhadapap materi yang diajarkan dengan menggunakan model pembelajaran scramble dengan pendekatan demonstrasi
Penerapan Metode Scramble Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Fisika Siswa Kelas X SMA Muhammadiyah 1 Unismuh Makassar
Masalah utama dalam penelitian ini yaitu bagaimana menerapkan metode scramble untuk meningkatkan motivasi belajar fisika siswa kelas X SMA Muhammadiyah 1 Unismuh Makassar. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan motivasi belajar fisika siswa kelas X SMA Muhammadiyah 1 Unismuh Makassar sebelum dan setelah diterapkan metode scramble, dan (2) mendeskripsikan apakah motivasi belajar fisika siswa kelas X SMA Muhammadiyah 1 Unismuh Makassar mengalami peningkatan setelah diajar dengan metode scramble. Jenis penelitian ini adalah penelitian pra-eksperimen dengan sampel populasi penelitian yaitu siswa kelas X SMA Muhammadiyah 1 Unismuh Makassar berjumlah 9 siswa. Desain penelitian yang digunakan adalah Pre-test and Post-test Group Design. Prosedur penelitian melalui tiga tahap dengan tahapan; (1) tahap persiapan, (2) tahap pelaksanaan, dan (3) tahap akhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan motivasi belajar fisika siswa kelas X SMA Muhammadiyah 1 Unismuh Makassar setelah diterapkan metode scramble dengan hasil pre-test diperoleh skor maksimal perolehan siswa 93 (71,53%) dengan skor terendah 75 (57,69%) dalam kategori tinggi, dan pada saat post-test diperoleh skor maksimal perolehan siswa 116 (89,23%) dengan skor terendah 82 (63,08%) dalam kategori sangat tinggi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Motivasi Belajar Fisika Siswa Kelas X Muhammadiyah 1 Unismuh Makassar dengan menerapkan metode scramble mengalami peningkatan.Kata Kunci: pra-eksperimen, Scramble, Motivasi BelajarThe main problem in this research is how to apply the methods scramble to increase motivation to learn physics class X SMA Muhammadiyah 1 Unismuh Makassar. This study aims to: (1) describe the motivation to learn physics class X SMA Muhammadiyah 1 Unismuh Makassar before and after the applied methods scramble, and (2) to describe whether the motivation to learn physics class X SMA Muhammadiyah 1 Unismuh Makassar increased after being taught with methods scramble. This research is a pre-experimental study with a sample of the study population are students of class X SMA Muhammadiyah 1 Unismuh Makassar amounted to 9 students. The study design used is Pre-test and Post-test Group Design. Research procedures through three stages with the stages; (1) preparation, (2) the implementation phase, and (3) the final stage. The results showed that there is increased motivation to learn physics class X SMA Muhammadiyah 1 Unismuh Makassar after a scramble method applied to pre-test results obtained the maximum score students' acquisition of 93 (71.53%) with the lowest score of 75 (57.69%) in the category high, and when the post-test obtained the maximum score acquisition of 116 students (89.23%) with the lowest score of 82 (63.08%) in the very high category. Based on the results of this study concluded that the motivation to learn Physics Class X Unismuh Makassar Muhammadiyah 1 by applying scramble to increase
Studi Perbandingan Antara Strategi Pembelajaran Scramble Dan Word Square Terhadap Hasil Belajar IPA Kelas III SD N Ngadirejo 01 Tahun Ajaran 2013/ 2014
Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan hasil belajar IPA antara penerapan strategi Scramble dengan strategi Word Square pada siswa kelas III SD Negeri Ngadirejo 01 Kartasura Sukoharjo. (2) Strategi manakah yang lebih baik antara yang menggunakan strategi Scramble dan strategi Word Square pada siswa kelas III SD Negeri Ngadirejo 01 Kartasura Sukoharjo. Populasi dalam Penelitian ini adalah seluruh siswa kelas III SD Negeri Ngadirejo 01 Kartasura Sukoharjo. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari dua kelas, yaitu kelas IIIA yang dikenai perlakuan dengan menggunakan strategi Scramble sedangkan kelas IIIB dikenai perlakuan dengan menggunakan strategi Word Sqaure. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik tes dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji t yang sebelumnya
dilakukan ui prasyarat analisis dengan menggunakan uji normalitas dan uji homogenitas. Hasil analisis data dengan taraf signifikan 5% diperoleh: (1) Ada perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang diajar menggunakan strategi Scramble dengan siswa yang diajar menggunakan strategi Word Square dapat dibuktikan dengan t hitung > t tabel , yaitu 2,177 > 2,012. (2) Strategi Scramble lebih baik dari pada
strategi Word Square terhadap hasil belajar IPA pada kelas III SD Negeri Ngadirejo 01 Kartasura Sukoharjo Tahun Ajaran 2013/2014. Dibuktikan dengan nilai rata-rata kelas yang diajar menggunakan strategi Scramble lebih tinggi bila dibandingkan dengan kelas yang diajar dengan menggunakan startegi Word Square yaitu 82 > 75,3
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE SCRAMBLE BERBANTUAN MULTIMEDIA INTERAKTIF UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN TIK
Skripsi dengan judul “Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Scramble Berbantuan Multimedia Interaktif untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran TIK” merupakan penelitian quasi eksperimen dengan desain nonequivalent kontrol group design yang dilakukan di kelas XI SMAIT As-Syifa Boarding School Subang, semester genap tahun ajaran 2013/2014. Tujuan penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran menggunakan model kooperatif tipe scramble berbantuan multimedia interaktif lebih baik dari pada siswa dengan menggunakan pembelajaran konvensional 2) Untuk mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran dengan menggunakan model scramble berbantuan multimedia interaktif. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes objektif berupa pilihan ganda dan angket. Berdasarkan analisis data hasil angket diperoleh sebanyak 95,85% siswa memiliki rata-rata skor angket lebih dari 3. Hal ini berarti bahwa hampir seluruh siswa memberikan respons yang positif terhadap pembelajaran kooperatif tipe scramble berbantuan multimedia interaktif. Sedangakan dari hasil penelitian berupa pretes dan postes, menunjukkan bahwa rata-rata hasil postes kelas eksperimen 98,08 sedangkan kelas kontrol 97,54. Berdasarkan uji perbedaan dua rata-rata Mann-Whitney U diperoleh nilai Sig (2-tailed) adalah 0,936 > = 0,05 yang berarti Ho diterima, yang artinya tidak terdapat perbedaan rerata hasil belajar siswa pada kelas kontrol dan kelas eksperimen. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe scramble berbantuan multimedia interaktif tidak lebih baik dari pembelajaran konvensional dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran TIK.;--- This research with the title "implementation of cooperative learning model type scramble aided interactive multimedia for improving student learning result the subject ict" is a quasi-experimental research design with nonequivalent control group design is done in class XI SMAIT As-Shifa Boarding School Subang, second semester of the school year 2013/2014. The purpose of this study was 1) to determine improving student learning result in a cooperative learning model-assisted interactive multimedia scramble better than students using conventional learning 2) To determine the students' response to learning by using a model-assisted interactive multimedia scramble. The research instrument used is in the form of multiple choice objective tests and questionnaires. Based on the data analysis of the questionnaire results obtained by 95.85% of students had an average score of the questionnaire more than 3. This means that almost all the students give a positive response to the scramble-assisted cooperative learning interactive multimedia. While the results of research in the form of pretest and posttest, suggesting that the average posttest results of the experiment class 97.54 98.08 while the control class. Based on two different test average Mann-Whitney U obtained the Sig (2-tailed) was 0.936> = 0.05, which means that Ho is accepted, which means that there are no differences between the mean grade student learning result in the control and experimental class. So it can be concluded that the implementation of cooperative learning model type scramble aided interactive multimedia no better than conventional learning in improving student learning result in ICT subjects
Efektifitas model scramble dan word square terhadap keberhasilan belajar peserta didik pada SKI materi pokok masa remaja Nabi Muhammad kelas III MI Al Khoiriyyah Semarang tahun 2013-2014
Skripsi ini membahas efektivitas model scramble dan word square terhadap keberhasilan belajar peserta didik. Kajiannya dilatar belakangi oleh sulitnya peserta didik untuk memahami materi tentang masa remaja Nabi Muhammad. Studi ini dimaksudkan untuk menjawab permasalahan: (1) Bagaimana hasil penerapan model scramble dan word square pada pelajaran SKI materi pokok masa remaja Nabi Muhammad kelas III MI Al-Khoiriyyah 2 Semarang?
(2) Apakah ada perbedaan kelas eksperimen yang menggunakan model scramble dan word square dengan kelas kontrol yang tidak menggunakan model scramble dan word square terhadap peningkatan keberhasilan belajar mata pelajaran SKI materi pokok kelahiran Nabi Muhammad kelas III MI Al-Khoiriyyah 2 Semarang? permasalahan tersebut dibahas melalui penelitian eksperimen yang dilaksanakan di MI Al- Khoiriyyah 2 Semarang. Madrasah tersebut dijadikan sumber data. Datanya diperoleh dengan cara observasi, tes dan dokumentasi. Semua data di analisis dengan menggunakan uji analisis instrumen, analisis tahap awal dan analisis tahap akhir.
Kajian ini menunjukan bahwa: (1) penerapan model pembelajaran scramble dan word square memberikan hasil positif terhadap cara belajar peserta didik dan hasil belajarnya. Peserta didik lebih aktif dalam proses pembelajaran. Keaktifan itu terlihat dalam antusias dan semangat peserta didik dalam mengikuti pembelajaran. Di samping itu, model scamble dan word square juga bisa meningkatkan motivasi belajar peserta didik serta meningkatkan pemahaman peserta didik dalam mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam. (2) Kelas eksperimen yang menggunakan model scramble dan word square dengan kelas kontrol yang tidak menggunakan model scramble dan word square terdapat perbedaan terhadap peningkatan keberhasilan belajar mata pelajaran SKI materi pokok kelahiran Nabi Muhammad kelas III MI Al-Khoiriyyah 2 Semarang. Hal ini bisa terlihat dalam hasil belajar yang didapat peserta didik yaitu post test, bahwa nilai rata-rata kelas eksperimen 81,250 lebih tinggi daripada kelas kontrol dengan nilai rata-rata 67,188
Wall-making behavior as a proximate mechanism to generate variation in larval competition in Callosobruchus maculatus (Coleoptera: Bruchidae)
Variation from contest to scramble in larval competition types was observed among laboratory lines derived from a geographic strain of Callosobruchus maculatus. In contest competition, only one adult can emerge from a small bean because the successful larva monopolizes resources. In scramble competition, however, multiple adults can emerge from the bean because larvae share resources. To explain the variation in competition types, we used six lines of the geographic strain to test the hypothesis that the larval competition type is determined by the larval behavior of building walls, which prevent larvae from interfering with each other, allowing multiple adults to emerge from a single bean. We also investigated the proportions of wall-making in contest-scramble hybrid lines to test whether the formation of a wall structure was genetically determined. Results support our hypothesis that wall-making behavior determines the type of larval competition within a geographic strain, and that the behavior is genetically determined. Scramble-type lines exhibited higher frequencies of wall-making than contest-type lines when two larvae of the same line infested a bean. Larval competition type and the tendency towards wall formation in contest-scramble hybrid lines ranged intermediate of parental lines. We concluded that the variation in larval competition type is determined by the variation in larval wall-making behavior among laboratory lines derived from the geographic strain. We will discuss the evolution of scramble-type larvae in C. maculatus based on our results
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN KOLABORASI SCRAMBLE DENGAN THINK PAIR AND SHARE TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA POKOK BAHASAN EKOSISTEM DI KELAS VII MTs NEGERI CIREBON II
Fera Fajriah, Penerapan Metode Pembelajaran Kolaborasi Scramble dengan
Think Pair And Share Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Pokok Bahasan
Ekosistem Di Kelas VII MTs Negeri Cirebon II, Pembimbing I : Dr. Dewi
Cahyani, MM., M.Pd, Pembimbing II: Saifuddin, M.Ag
Metode adalah salah satu cara yang digunakan dalam proses pembelajaran.
Guru tidak bisa mengajar dengan metode yang bervariasi sesuai materi pelajaran,
akibatnya siswapun menjadi bosan, pasif dan hanya mencatat saja. Guru yang
progresif berani mencoba metode-metode yang baru yang dapat membantu
meningkatkan kegiatan belajar mengajar dan meningkatkan motivasi siswa untuk
belajar dan berpengaruh pada hasil belajar. Tujuan penelitian ini (1) mengkaji
sikap siswa terhadap penerapan metode pembelajaran kolaborasi Scramble dengan
Think Pair And Share pada pokok bahasan ekosistem, (2) mengkaji hasil belajar
siswa menggunakan dengan yang tidak menggunakan metode pembelajaran
kolaborasi Scramble dengan Think Pair And Share, (3) mengkaji adakah
perbedaan peningkatan hasil belajar siswa menggunakan dengan yang tidak
menggunakan metode pembelajaran kolaborasi Scramble dengan Think Pair And
Share pada pokok bahasan ekosistem di kelas VII MTs Negeri Cirebon II.
Peneliti menerapkan dua metode yang dikolaborasikan yakni metode
pembelajaran Scramble dengan Think Pair And Share agar siswa lebih aktif dan
tidak merasa bosan. Dalam pembelajarannya yaitu terdapat sedikit permainan dan
saling berbagi informasi. Metode Scramble yaitu mengisi soal dengan sedikit
permainan, dan Think Pair And Share yaitu berdiskusi bersama teman sebelah.
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah
menggunakan tes (pretes dan postes) dan angket. Sampel dalam penelitian ini
adalah kelas VII E kelas eksperimen berjumlah 33 siswa dan VII F kelas kontrol
33 siswa. Data hasil penelitian dianalisis dengan pendekatan kuantitatif berupa uji
normalitas, homogenitas, dan uji T.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa menyatakan
setuju pada penerapan metode pembelajaran kolaborasi Scramble dengan Think
Pair And Share dengan jumlah rata-rata 55,8%. Hasil belajar postes siswa pada
kelas eksperimen dari 33 siswa yang mendapatkan hasil di atas KKM sebanyak 21
siswa, sedangkan kelas kontrol hanya 9 siswa. Data berdistribusi normal dan
homogen. Berdasarkan uji hipotesis menggunakan Independent Samples Test
diperoleh nilai Sign. 0,001 < 0,05 yang berarti terdapat perbedaan peningkatan
hasil belajar siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol.
Sebagian besar siswa menyatakan setuju pada penerapan metode
pembelajaran kolaborasi Scramble dengan Think Pair And Share. Hasil belajar
siswa pada kelas eksperimen lebih bagus dibandingkan dengan kelas kontrol, hal
ini dapat dilihat dari rata-rata N gain. Terdapat perbedaan peningkatan hasil
belajar siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol.
Kata kunci : Metode pembelajaran kolaboasi Scramble dengan Think Pair And
Share, hasil belajar
- …
