478,562 research outputs found
Peningkatan Keterampilan Proses dan Hasil Belajar Melalui Penggunaan Alat Peraga Sederhana Dalam Pembelajaran Sains Kelas V di SDN Sumber I Berbah Sleman Yogyakarta
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan proses dan hasil belajar sains melalui penggunaan alat peraga sederhana pada siswa kelas V SD Negeri Sumber I Berbah Sleman Yogyakarta tahun pelajaran 2008/2009.
Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari enam pertemuan dalam tiga siklus. Peneliti bertindak sebagai pengamat, sedangkan kolaborator adalah guru sains yang mengajar di kelas yang bertindak sebagai praktisi yang menjalankan skenario pembelajaran. Subyek penelitian adalah siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri Sumber I Berbah Sleman Yogyakarta. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, observasi, angket; sedangkan instrumen yang digunakan adalah tes hasil belajar, lembar observasi keterampilan proses, lembar observasi sikap ilmiah siswa, angket keaktifan siswa dan lembar observasi unjuk kerja siswa. Data yang terkumpul dianalisis dengan teknik kualitatif dan teknik kuantitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Peningkatan keterampilan proses dapat dilihat pada: a) rata-rata skor keterampilan proses sains siswa pada siklus pertama adalah 24.107 pada rentang nilai 9 - 45 sehingga perolehan nilai tersebut dikategorikan cukup; Pada siklus kedua meningkat menjadi 30,464 (baik); Pada siklus ketiga meningkat menjadi 37.369 (sangat baik). b) rata-rata skor sikap ilmiah siswa pada siklus pertama 10,99 dari rentang nilai 4-20 sehingga perolehan nilai tersebut dikategorikan cukup; Pada siklus kedua meningkat menjadi 13,58 (baik); Pada siklus ketiga meningkat menjadi 17,02 (sangat baik); c) rata-rata skor unjuk kerja siswa pada siklus pertama 7,024 pada rentang nilai 4-12 sehingga perolehan nilai tersebut dikategorikan cukup; pada siklus kedua meningkat menjadi 8,334 (baik); pada siklus ketiga meningkat menjadi 10,417 (sangat baik); d) rata-rata skor angket keaktifan siswa sebelum tindakan 38,619 pada rentang nilai 15-75 sehingga perolehan nilai tersebut dikategorikan kurang; sesudah tindakan skor angket keaktifan siswa meningkat menjadi 72.428 (sangat
baik). 2) Peningkatan hasil belajar sains dengan rentang ketercapaian 65 -100: rata-rata skor hasil belajar pada siklus pertama adalah 62,69, meningkat menjadi 69,862 pada siklus kedua, kemudian meningkat lagi menjadi 82,142 pada siklus ketiga. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa penggunaan alat peraga sederhana dalam pembelajaran sains SD mampu meningkatkan keterampilan proses dan hasil belajar siswa kelas V di SD Negeri Sumber I Berbah Sleman Yogyakarta
Crystal structure of 4-methyl-N-[(4-methylpyridin-2-yl) carbamothioyl]benzamide
The authors would like to thank Universiti Sains Malaysia for a research grant (PKIMIA 846017), which partially supported this work.Peer reviewedPublisher PD
Pelaksanaan Pembelajaran Sains Anak Taman Kanak-kanak Aisyiyah Bustanul Athfal 29 Padang
Penelitian dilatar belakangi metode pembelajaran sains yang di berikan guru kurang menarik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana aplikasi metode yang digunakan guru dalam pelaksanaan pembelajaran sains. Jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian tentang pembelajaran sains yang di berikan guru telah di sesuaikan dengan tema dan subtema, metode yang digunakan guru dalam pembelajaran sains sudah dapat mengembangkan kemampuan sains anak. Faktor penghambat dalam pembelajaran sains yaitu guru masih kurang kreatif dalam merancang kegiatan sains
ANALISIS BUKU TEKS PELAJARAN FISIKA KELAS X SMA BERDASARKAN PENYAJIAN ASPEK-ASPEK LITERASI SAINS
Literasi sains merupakan salah satu ranah studi PISA. Dalam konteks PISA, literasi sains didefinisikan sebagai kapasitas untuk menggunakan pengetahuan dan kemampuan ilmiah, mengidentifikasi pertanyaan-pertanyaan dan menarik kesimpulan berdasarkan bukti-bukti dan data-data yang ada, agar dapat memahami dan membantu peneliti untuk membuat keputusan tentang dunia alami dan interaksi manusia dengan alamnya. Berdasarkan hasil survey PISA ditunjukkan bahwa prestasi literasi sains siswa Indonesia masih jauh di bawah standar skor internasional yang telah ditetapkan. Siswa Indonesia pada umumnya hanya mampu mengingat fakta, istilah, dan hukum-hukum ilmiah serta menggunakannya dalam menarik kesimpulan ilmiah yang sederhana. Upaya untuk meningkatkan penguasaan literasi sains siswa Indonesia adalah dengan meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan penyediaan buku teks pelajaran yang mengandung aspek-aspek literasi sains secara seimbang dan telah lolos penilaian BSNP . Pentingnya literasi sains dan buku teks pelajaran tersebut melatarbelakangi penelitian ini, khususnya pada pelajaran fisika. Penelitian ini memberikan informasi tentang penyajian aspek-aspek literasi sains dalam buku teks pelajaran fisika kelas X SMA terbitan pusat perbukuan yang banyak digunakan di kabupaten Garut. Aspek-aspek literasi sains pada penelitian ini meliputi aspek pengetahuan sains, aspek sains sebagai cara menyelidiki, aspek sains sebagai cara berpikir, dan aspek interaksi sains, teknologi dan masyarakat. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini termasuk penelitian deskriptif, dengan mengumpulkan data berupa studi dokumentasi. Satu buah buku fisika kelas X SMA telah dianalisis penyajian aspek-aspek literasi sainsnya dengan persentase penyajian yang berbeda untuk keempat aspeknya, yaitu 54,5% menyajikan aspek pengetahuan sains, 19,5% menyajikan aspek sains sebagai cara menyelidiki, 18,5% menyajikan aspek sains sebagai cara berpikir dan 7,5% menyajikan aspek interaksi sains, teknologi dan masyarakat. Data tersebut memberikan gambaran bahwa buku teks pelajaran fisika kelas X SMA terbitan pusat perbukuan yang banyak digunakan di kabupaten Garut dan telah lolos penilaian BSNP lebih menekankan pada materi yang bermuatan konten yaitu dimensi pengetahuan sains dan masih sedikit materi yang menunjang penguasaan dimensi proses sains dan konteks sains
ELEMENTARY SCHOOL TEACHERS’ PERSONALITY IN STUDENTS’LEARNING MOTIVATION TO UNDERSTAND CONCEPT OF SCIENCE
Kepribadian Guru Sekolah Dasar dan Motivasi Belajar Siswa untuk Memahami Konsep Sains. Penelitian ini ditujukan untuk menggali informasi faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi belajar anak usia sekolah dasar untuk pemahaman konsep sains. Subjek penelitian adalah 26 anak SD kelas VI di SD RSBI Banten dan guru yang membelajarkannya. Metode pengumpulan data dengan angket tentang strategi motivasi belajar anak (MSLQ=Motivated Strategies for Learning Questionaires), observasi kelas, dan wawancara terstruktur. Analisis data dilakukan untuk mendapatkan gambaran tentang faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi belajar, dan cross-case analysis untuk setiap anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap anak mempunyai faktor motivasi yang berbeda dalam belajar sains. Kepribadian guru yang unik, seperti kedekatan serta berusaha untuk memahami dan menghargai potensi anak didik dapat meningkatkan motivasi anak belajar sains. Dapat disimpulkan bahwa di dalam proses pembelajaran sains untuk perubahan konseptual, seorang guru sekolah dasar harus memahami pentingnya faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi anak untuk belajar, termasuk kepribadian yang dapat diterima, sehingga mereka dapat mengikuti proses pembelajaran dengan lebih bermakna. Katakunci: motivasi, pembelajaran konseptual, perubahan konseptual, pembelajaran sains, kepribadian gur
Keefektifan Pendekatan Kooperatif Teknik Student Teams Achievement Division (STAD) pada Pembelajaran Sains Kelas IV di SD Negeri Babarsari YOGYAKARTA.
Pendekatan pembelajaran ini terdiri dari pendekatan kooperatif teknik Student Teams Achievement Division (STAD) dan pendekatan konvensional. Hasil belajar sains, meliputi: produk sains, proses sains, sikap sains, dan keefektifan pengajaran. Model penelitian, quasi eksperimen, dengan (1) tes untuk mengukur prestasi belajar Sains SD (2) observasi untuk mengamati penguasaan keterampilan proses dan sikap sains. Hasil penelitian: model pembelajaran kooperatifteknik, Student Teams Achievement Division (STAD) efektif digunakan pada pembelajaran sains di SD
KONGSI KEPAKARAN, ALUMNI BANTU PERKENALKAN PUSAT PENGAJIAN
KUBANG KERIAN, 14 Jun 2015 - Pusat Pengajian Sains Kesihatan (PPSK) menerima kunjungan 12
orang pelajar Pelajar Tahun Dua Kursus Sains Sukan, Fakulti Sains Sukan Dan Rekreasi diiringi dua
orang pensyarah daripada Universiti Teknologi Mara (UiTM), Arau, Perlis mengadakan lawatan
akademik ke Makmal Sains Sukan, Pusat Pengajian Sains Kesihatan (PPSK) hari ini
PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN KOMIK SAINS BERBASIS KONTEKSTUAL PADA KONSEP SISTEM EKSKRESI PADA MANUSIA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS XI SMAN 1 LOSARI
ABU KHOER AN NUR :
Pendidikan merupakan suatu kebutuhan bagi manusia, dan menjadi indikator kemajuan
masyarakat. Masalah pendidikan adalah masalah yang sangat penting bagi kehidupan. Proses
belajar mengajar telah berlangsung sejak lama di Indonesia, bukan berarti tidak ada masalah
yang ada di dunia pendidikan. Permasalahan yang timbul salahsatunya adalah keterampilan
berpikir kritis siswa yang masih rendah, dikarenakan pembelajaran masih belum
memaksimalkan media yang ada.
Tujuan dari penelitian ini untuk mengkaji (1) perbedaan peningkatan keterampilan
berpikir kritis siswa yang diajar dengan media pembelajaran komik sains berbasis kontekstual
dengan siswa yang tidak diajar dengan media pembelajaran komik sains berbasis kontekstual,
(2) perbedaan aktivitas belajar siswa yang menerapkan media pembelajaran komik sains
berbasis kontekstual dengan siswa yang tidak diajar dengan media pembelajaran komik sains
berbasis kontekstual, dan (3) respon siswa terhadap pembelajaran biologi dengan
menggunakan media pembelajaran komik sains berbasis kontekstual dengan siswa yang tidak
diajar dengan media pembelajaran komik sains berbasis kontekstual.
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juni tahun ajaran 2014-2015 di
SMAN 1 Losari. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA di SMAN1 Losari
yang berjumlah 120 siswa. Sampel diambil secara acak, yakni kelas XI IPA 1 yang berjumlah
40 siswa sebagai kelas yang tidak diberikan pembelajaran dengan menggunakan media
pembelajaran komik sains berbasis kontekstual dan XI IPA 2 yang berjumlah 40 siswa
sebagai kelas yang diberikan pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran komik
sains berbasis kontekstual.
Hasil penelitian ini menunjukkan (1) keterampilan berpikir kritis (KBK) siswa
menunjukan peningkatan N-Gain dengan kategori rendah. Hasil uji statistik menunjukan
bahwa nilai Sig. 0,000 < 0,05 artinya Ho ditolak dan Ha diterima, dengan demikian diketahui
bahwa terdapat perbedaan peningkatan keterampilan berpikir kritis yang signifikan antara
siswa yang diajar dengan menggunakan media komik sains berbasis kontekstual dengan kelas
yang tidak menggunakan media komik sains berbasis kontekstual. (2) peningkatan aktivitas
belajar siswa yang menerapkan media pembelajaran komik sains berbasis kontekstual dengan
siswa yang tidak diajar dengan media pembelajaran komik sains berbasis kontekstual. (3)
presentase rata-rata angket secara keseluruhan sebesar 76 % lebih besar daripada kelas yang
tidak menggunakan media komik sains berbasis kontekstual yakni sebesar 60%.
Berdasarkan hasil penelitian diatas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat
perbedaan peningkatan keterampilan berpikir kritis yang signifikan antara kelas yang
menerapkan media pembelajaran komik sains berbasis kontekstual dengan siswa yang tidak
diajar dengan media pembelajaran komik sains berbasis kontekstual, aktivitas belajar siswa
kelas yang diajar dengan media pembelajaran komik sains berbasis kontekstual dengan siswa
yang tidak diajar dengan media pembelajaran komik sains berbasis kontekstual, dan siswa
memberikan respon yang positif terhadap media pembelajaran komik sains berbasis
kontekstual dengan siswa yang tidak diajar dengan media pembelajaran komik sains berbasis
kontekstual.
Kata Kunci : Media Pembelajaran CTL (Contextual Teaching and Learning), komik
sains, keterampilan Berpikir Kriti
- …
