704,563 research outputs found
Packaging Visualization of Kue Sari Jahe ANIMO as the Product of Sukabumi
Kue sari jahe Animo is one of the culiner products from the city of Sukabumi since 1959. This cake is made from ginger which is processed and has a taste that has not changed from the past until now. However, this cake is still lacking in showing the characteristic that can be known by the people of Sukabumi city, tourists or visitors. So, the design of packaging visualization is needed through qualitative metode with data collection such as observation, interviews, literature studies, and questionnaires. Data Collection has been analyzed for obtain concept design and the appropriate packaging in structure and surface design results. The design is important because the attractiveness of a product is inseparable from the packaging. Therefore, visualization of the packaging design must be able to create a positive emotional response for kue sari jahe animo products.
Keywords : Kue Sari Jahe Animo, Packaging Design, Visual Identit
Estimation of the national disease burden of influenza-associated severe acute respiratory illness in Kenya and Guatemala : a novel methodology
Background:
Knowing the national disease burden of severe influenza in low-income countries can inform policy decisions around influenza treatment and prevention. We present a novel methodology using locally generated data for estimating this burden.
Methods and Findings:
This method begins with calculating the hospitalized severe acute respiratory illness (SARI) incidence for children <5 years old and persons ≥5 years old from population-based surveillance in one province. This base rate of SARI is then adjusted for each province based on the prevalence of risk factors and healthcare-seeking behavior. The percentage of SARI with influenza virus detected is determined from provincial-level sentinel surveillance and applied to the adjusted provincial rates of hospitalized SARI. Healthcare-seeking data from healthcare utilization surveys is used to estimate non-hospitalized influenza-associated SARI. Rates of hospitalized and non-hospitalized influenza-associated SARI are applied to census data to calculate the national number of cases. The method was field-tested in Kenya, and validated in Guatemala, using data from August 2009–July 2011. In Kenya (2009 population 38.6 million persons), the annual number of hospitalized influenza-associated SARI cases ranged from 17,129–27,659 for children <5 years old (2.9–4.7 per 1,000 persons) and 6,882–7,836 for persons ≥5 years old (0.21–0.24 per 1,000 persons), depending on year and base rate used. In Guatemala (2011 population 14.7 million persons), the annual number of hospitalized cases of influenza-associated pneumonia ranged from 1,065–2,259 (0.5–1.0 per 1,000 persons) among children <5 years old and 779–2,252 cases (0.1–0.2 per 1,000 persons) for persons ≥5 years old, depending on year and base rate used. In both countries, the number of non-hospitalized influenza-associated cases was several-fold higher than the hospitalized cases.
Conclusions: Influenza virus was associated with a substantial amount of severe disease in Kenya and Guatemala. This
method can be performed in most low and lower-middle income countries
PENGARUH CITRA SARI ATER HOTEL AND RESORT TERHADAP KEPUTUSAN BERKUNJUNG SEBAGAI WISATA PEMANDIAN AIR PANAS DI CIATER KABUPATEN SUBANG
Sari Ater Hotel and Resort Subang terus mengalami penurunan jumlah kunjungan wisatawan sejak tahun 2011 hingga tahun 2014 secara berturut-turut. Hal ini dikhawatirkan terjadi akibat citra yang buruk dalam pandangan wisatawan mengenai Sari Ater Hotel and Resort. Citra merupakan salah satu unsur yang dapat mempengaruhi keputusan berkunjung wisatawan ke suatu destinasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi gambaran atau kondisi citra dan keputusan berkunjung wisatawan yang ada di Sari Ater Hotel and Resort dan menganalisis pengaruh antara citra terhadap keputusan berkunjung wisatawan di Sari Ater Hotel and Resort. Penelitian ini dilakukan di Sari Ater Hotel and Resort dengan mengambil sampel sebagian wisatawan yang berkunjung ke Sari Ater Hotel and Resort sebanyak 100 orang responden. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif verifikatif dengan pendekatan kuantitatif menggunakan teknik analisis Regresi Linier Sederhana. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan bahwa citra yang ada di Sari Ater Hotel and Resort berada dalam kategori yang cukup baik dan keputusan berkunjung wisatawan di Sari Ater Hotel and Resort pun berada dalam kategori yang cukup baik. Terdapat pengaruh yang signifikan antara citra terhadap keputusan berkunjung di Sari Ater Hotel and Resort sebesar 33,29%, dan sisanya sebesar 66, 71% adalah dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang juga berpengaruh dalam keputusan berkunjung yang tidak diteliti dalam penelitian ini seperti atraksi wisata, fasilitas, aksesibilitas dan harga. Semakin baik citra yang ada di Sari Ater Hotel and Resort maka akan semakin baik pula keputusan berkunjung yang datang ke Sari Ater Hotel and Resort. Maka dari itu, untuk meningkatkan jumlah kunjungan di Sari Ater Hotel and Resort, perlu diupayakan peningkatan kualitas pelayanan melalui optimalisasi jumlah dan kinerja karyawan serta memberikan promosi yang meningkatkan antusiasme wisatawan untuk berkunjung ke Sari Ater Hotel and Resort. Serta pihak pengelola perlu untuk menciptakan inovasi-inovasi yang menarik dalam produk wisatanya.
Kata Kunci: Sari Ater Hotel and Resort, Citra, Keputusan Berkunjung
Sari Ater Hotel & Resort Subang steadily declining number of tourist arrivals from 2011 to 2014 successively. It is feared to occur due to a negative image in the perspective of the travelers Sari Ater Hotel & Resort. Image is one element that may affect the decision of visiting tourists to visit a destination. This research was conducted to identify the condition of the image and the travelers visiting the existing decision in Sari Ater Hotel & Resort and analyzing the image influence on the decision between visiting tourists in Sari Ater Hotel & Resort. This research was conducted in Sari Ater Hotel & Resort by sampling the majority of tourists visiting the Sari Ater Hotel & Resort as many as 100 people respondent. This research used a descriptive research method verification with quantitative approach using Simple Linear Regression analysis techniques. Based on the results of research conducted that the image in Sari Ater Hotel & Resort is located in the quite good category and the decision of visiting tourists in Sari Ater Hotel & Resort also be in a category that is quite good. A significant difference between the image on the decision to visit the Sari Ater Hotel & Resort at 33.29%, and the rest 66, 71% was influenced by another factors which not mentioned in this research such as tourism, facilities, accecibilities and price. The better the image that is in Sari Ater Hotel & Resort then will better the decisions coming visit to Sari Ater Hotel and Resort. Therefore, to increase the number of visits at Sari Ater Hotel & Resort, needed to boost service quality and performance through optimization of the number of employees and increase enthusiasm sale that tourists to visit the Sari Ater Hotel & Resort. Thus, the managment needs to create exciting innovations in its tourism product.
Keyword: Sari Ater Hotel and Resort, Image, Tourist’s Visiting Decisio
PENGARUH VARIASI KONSENTRASI ENZIM PEKTINESTERASE PADA KLARIFIKASI SARI BUAH JERUK PONTIANAK (Citrus nobilis var. Microcarpa), SARI BUAH JERUK MANIS (Citrus sinensis) DAN SARI BUAH JERUK LEMON (Citrus limon)
Laju berkembangnya industri sari buah tropis mencapai 20% per tahun. Produksi buah jeruk sangat tinggi di wilayah Indonesia yakni sebesar 1.999.238 ton dapat mendukung produksi sari buah jeruk. Hal ini mendorong untuk dilakukan penelitian terhadap tiga jenis jeruk yaitu jeruk pontianak, jeruk manis dan jeruk lemon. Ketiga jenis jeruk tersebut mengandung pektin cukup tinggi sehingga setelah diolah menjadi sari buah cenderung semakin keruh dan kental selama penyimpanan.
Kendala tersebut dapat diatasi dengan proses klarifikasi menggunakan enzim pektinesterase yang memotong ester metoksil kemudian menghasilkan asam karboksilat dan methanol sehingga molekul pektin terdegradasi menyebabkan transmitansi meningkat dan viskositas menurun sehingga memudahkan proses filtrasi sari buah. Enzim pektinesterase yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari penelitian Utami dkk (2015) yaitu enzim yang diperoleh dari isolat bakteri KK2. Enzim pektinesterase yang dihasilkan memberikan hasil yang baik pada klarifikasi sari buah jeruk keprok garut yaitu meningkatkan nilai transmitansi dan menurunkan total padatan terlarut.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi (0%; 0,25%; 0,5%; 0,75%; dan 1%) enzim pektinesterase KK2 terhadap karakteristik sari buah jeruk pontianak, sari buah jeruk manis dan sari buah jeruk lemon meliputi pH, total padatan terlarut, viskositas dan transmitansi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 1 faktor yaitu variasi konsentrasi enzim. Data hasil penelitian dianalisis dengan metode one way ANOVA pada taraf signifikansi α = 0,05 dan dilanjutkan dengan analisis DMRT pada tingkat α yang sama. Hasil penelitian yang diperoleh adalah variasi konsentrasi enzim pektinesterase KK2 memberikan pengaruh yang signifikan yaitu penurunan pH, penurunan total padatan terlarut serta penurunan viskositas sari buah jeruk pontianak, sari buah jeruk manis dan sari buah jeruk lemon. Pada parameter transmitansi, variasi konsentrasi enzim pektinesterase KK2 memberikan efek yang signifikan terhadap kenaikan transmitansi sari buah jeruk manis, namun tidak signifikan pada sari buah jeruk pontianak dan sari buah jeruk lemon.
Kata kunci: enzim pektinesterase, sari buah jeruk, klarifikasi, pH, total padatan terlarut, transmitansi, viskositas
TINJAUAN ESTETIK DAN FUNGSIONAL BANGUNAN TAMAN SARI KERATON YOGYAKARTA
TINJAUAN ESTETIK DAN FUNGSIONAL BANGUNAN TAMAN SARI
KERATON YOGYAKARTA
Oleh: Akbar Hilmi Kurniawan
NIM 06206244016
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui estetika dan fungsi bangunan masjid Bawah Tanah,Pemandian Umbul Pasiraman, Pulo Cemeti dan Ledok Sari pada bangunan Taman Sari Keraton Yogyakarta.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan data kualitatif. Data penelitian diperoleh melalui observasi bangunan Taman Sari Keraton Yogyakarta secara langsung, wawancara dengan staf Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Yogyakarta, tour guide dan masyarakat sekitar Taman Sari. Dokumentasi berupa profil, sejarah pembangunan serta foto-foto dari file pengurus Taman Sari. Keabsahan data dilakukan dengan cara triangulasi data yang membandingkan dengan hasil pengamatan. Data dianalisis dengan teknik analisis kualitatif yaitu reduksi data, kategorisasi data, penyajian data, pengambilan kesimpulan dan verifikasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bangunan Taman Sari Keraton Yogyakarta menurut tinjauan estetika dibangun dengan mempertimbangkan kesatuan, keseimbangan, irama, aksentuasi dan fungsi bangunan seperti pada Masjid bawah tanah, Pemandian, Pulo Cemeti dan Ledok Sari. Aspek estetika menjadi pertimbangan utama tanpa mengabaikan aspek fungsi, baik sosial, fisik, personal maupun simbolik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dalam perancangan bangunan Taman Sari Keraton Yogyakarta memiliki keselarasan antara bentuk dan fungsinya
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN PENERIMAAN ORGANOLEPTIK YOGHURT SARI WORTEL (DAUCUS CARROTA L)
Latar Belakang: Aktivitas antioksidan dapat menetralisir radikal bebas dalam tubuh dan mencegah penyakit kronik degeneratif. Yoghurt merupakan pangan fungsional yang memiliki berbagai manfaat kesehatan. Untuk meningkatkan aktivitas antioksidan pada yoghurt, ditambahkan sari wortel sebagai sumber pangan tinggi aktivitas antioksidan.
Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh penambahan sari wortel terhadap aktivitas antioksidan dan penerimaan organoleptik yoghurt.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian true eksperimental dengan randomisasi dan tiga perlakuan, yaitu penambahan sari wortel 0% (kontrol), 15%, dan 20% pada yoghurt dengan probiotik Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophillus. Data yang dikumpulkan adalah aktivitas antioksidan, β-karoten, MPN, pH, dan penerimaan organoleptik yoghurt. Analisis statistik menggunakan uji One-way ANOVA/Kruskal-Wallis dan uji post-hoc LSD/Mann-Whitney.
Hasil: Penambahan sari wortel terbukti meningkatkan aktivitas antioksidan, β-karoten, dan MPN, serta menurunkan pH yoghurt. Penerimaan warna oleh panelis semakin meningkat dengan penambahan sari wortel, sedangkan penerimaan rasa sebaliknya. Penerimaan tekstur terbaik adalah yoghurt dengan penambahan sari wortel 15%. Penerimaan aroma tidak dipengaruhi oleh penambahan sari wortel.
Simpulan: Yoghurt yang memiliki aktivitas antioksidan, kadar β-karoten, dan MPN tertinggi adalah yoghurt dengan penambahan sari wortel 20%. Sedangkan yoghurt yang paling disukai panelis secara keseluruhan adalah yoghurt dengan penambahan sari wortel 15%
METODE PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU CRUDE COCONUT OIL YANG OPTIMAL PADA PT. PSE
Sistem persediaan merupakan salah satu fungsi manajerial yang sangat penting, karena
mayoritas perusahaan melibatkan investasi besar pada aspek ini, demikian juga bagi PT. Palko
Sari Eka yang banyak menggunakan persediaan dalam bidang perencanaan dan pengendalian
produksinya. PT. Palko Sari Eka sebagai salah satu perusahaan yang bergerak dalam industri oil
refinery, ingin mencoba mengoptimalkan inventory bahan baku Crude Coconut Oil dengan
mencoba membandingkan berbagai metode pengendalian persediaan seperti metode EOQ
(Economic Order Quantity, metode EOI (Economic Order Interval), metode Min-Max. Dimana
Crude Coconut Oil merupakan salah satu bahan baku utama produk, yang membutuhkan suatu
sistem persediaan yang baik. Dari hasil penelitian yang dilakukan, ternyata data demand bersifat
stochastic, maka perlu juga melakukan simulasi untuk mendapatkan hasil yang lebih mendekati
kenyataan. Kemudian dari hasil formulasi rumus dan hasil dari simulasi dianalisa manakah
metode pengendalian persediaan yang paling baik. Maka didapatlah hasil bahwa metode yang
paling baik adalah Fixed Order Size Systems (EOQ) dengan melakukan pesanan sebesar 2770 mT
setiap pesananny
Pengaruh Penambahan Maltodekstrin dan Suhu Inlet Spray Dryer terhadap Karakteristik Fisiko-Kimia Bubuk Sari Kerandang (Canavalia Virosa)
Kerandang (Canavalia virosa) dapat dijumpai di sepanjang lahan pasir pantai di Kabupaten Kulonprogo dan Bantul, Yogyakarta. Biji kerandang dapat diolah menjadi sari kerandang seperti halnya kedelai, sebagai bentuk diversifikasi produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik fisik dan kimia bubuk sari kerandang. Biji kerandang kupas (tanpa kulit ari) diolah menjadi sari kerandang dengan perbandingan biji dan air 1:8 (b/v). Penambahan maltodekstrin sebanyak 0%; 5%; 7,5%; dan 10% (b/v) padasari kerandang, kemudian dikeringkan menggunakan spray dryer dengan suhu inlet 80 °C; 100 °C; dan 120 °C. Analisis yang dilakukan meliputi kadar air, bulk density, kelarutan, water holding capacity (WHC), fat holding capasity (FHC), protein terlarut, total fenolik, genistein, dan aktivitas antioksidan. Percobaan dilakukan menggunakan rancangan acak lengkap dengan ulangan percobaan sebanyak tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan menahan air (WHC) bubuk sari kerandang berkisar antara 2,98%–64,55%. Konsentrasi suhu inlet dan maltodekstrin serta interaksi keduanya memberikan perbedaan nyata terhadap WHC bubuk sari kerandang. FHC bubuk sari kerandang (108,89%–262,25%) mengalami peningkatan dengan bertambahnya konsentrasi maltodekstrin dan temperatur inlet spray dryer. Bulk density bubuk sari kerandang berkisar antara 0,34 g/mL–0,58 g/mL. Kelarutan bubuk sari kerandang di berbagai pH berhubungan erat dengan kandungan protein dalam bubuk sari kerandang. Protein terlarut bubuk sari kerandang menurun dengan semakin meningkatnya konsentrasi maltodekstrin dan temperatur inlet. Total fenolik bubuk sari kerandang berkisar antara 1,33 g GAE/100 g–7,55 g GAE/100 g. Aktivitas antioksidan bubuk sari kerandang berkisar antara 9,61%–74,87%
Pengaruh Perendaman Daging Sapi Pada Sari Buah Nanas Dan Sari Buah Pepaya Terhadap Tekstur Dan Warna Daging Sapi
Proses pengolahan daging merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas tekstur dan warna daging. Buah nanas dan buah pepaya mengandung enzim proteolitik yang menguraikan protein daging. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perendaman daging sapi pada sari buah nanas dan pepaya terhadap tekstur dan warna daging.
Data tekstur dan warna daging sapi pada berbagai variasi kontrol, 10% dan 20% dianalisis menggunakan metode penetration yang dimodifikasi untuk analisis tekstur
daging dan sistem tristumulus coordinates L (kecerahan), a (kemerahan) dan b (kekuningan) dengan alat chromameter (CR-400) untuk analisis warna daging. Analisis data tekstur dan warna daging menggunakan uji ANOVA satu arah. Perbedaan yang signifikan diuji menggunakan Duncan Multiple Range Test (DMRT). Untuk mengetahui perbedaan tekstur dan warna daging antara sari buah nanas dengan sari buah pepaya
menggunakan uji Paired T-test. Hasil analisis anova satu arah tekstur daging sapi terdapat pengaruh perendaman daging sapi pada sari buah nanas maupun pepaya, pada konsentrasi 20% sari buah nanas tekstur daging sapi sebesar 0,22 N sedangkan konsentrasi 20% sari buah pepaya tekstur daging sapi sebesar 0,30 N. Semakin tinggi konsentrasi sari buah nanas maupun sari buah pepaya, semakin rendah nilai daya tusuk daging sapi. Hasil analisis nilai kecerahan daging sapi yang direndam dengan sari buah nanas maupun
pepaya pada konsentrasi 10% sari buah nanas dan 20% sari buah pepaya menunjukkan hasil tertinggi berarti warna daging sapi semakin cerah dibandingkan tanpa perendaman. Berdasarkan hasil penelitian tersebut terdapat pengaruh tekstur dan nilai kecerahan daging sapi yang direndam dengan sari buah nanas maupun sari buah pepaya dan tidak ada pengaruh nilai kemerahan dan kekuningan daging sapi.
Hasil analisis uji beda paired T test tidak ada perbedaan tekstur dan nilai kemerahan daging sapi, terdapat perbedaan nilai kekuningan daging sapi serta terdapat perbedaan nilai kecerahan daging sapi yang direndam dengan sari buah nanas maupun sari buah pepaya pada konsentrasi 20
- …
