68,162 research outputs found
Analisa Persepsi Konsumen Terhadap Pemberian Tip Di Restoran Hotel ‘X\u27 Surabaya
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan persepsi konsumen dalam pemberian tip di restoran Fine Dining dan restoran Buffet di Hotel X serta dilihat berdasarkan jenis kelamin dan usia. Penelitian ini melibatkan 100 responden yang telah makan di restoran fine dining atau restoran buffet di Hotel X. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif yang bersifat inferensi. Teknik pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan uji One Way ANOVA dan uji Independent Sample T-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan persepsi konsumen yang positif dan signifikan dalam pemberian tip antara restoran Fine Dining dan restoran Buffet di Hotel X. Berdasarkan jenis kelamin dan usia, ditemukan bahwa ada perbedaan persepsi konsumen yang positif dan signifikan dalam pemberian tip di restoran Fine Dining dan restoran Buffet
ADOPSI TEKNOLOGI INFORMASI UNTUK PENCATATAN TRANSAKSI PADA USAHA KECIL DAN MENENGAH RESTORAN DI WILAYAH JAKARTA, BOGOR, DEPOK, TANGERANG DAN BEKASI
Dalam perekonomian Indonesia, usaha kecil dan menengah (UKM) memberikan kontribusi yang
signifikan terhadap perekonomian nasional dan sudah terbukti mampu menjadi penyangga
(buffer) dalam perekonomian. Daya Saing UKM dapat dicapai baik dengan penggunaan IT
khususnya untuk pencatatan transaksi rutin yang terjadi di restoran. Penelitian ini bertujuan
untuk : menentukan adopsi TI oleh UKM restoran, menentukan alasan bagi UKM restoran untuk
mengadopsi atau tidak mengadopsi TI, dan mengetahui faktor penghambat adopsi TI oleh UKM
restoran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan penelitian secara
deskriptif. Penelitian dilakukan di 179 UKM restoran di wilayah JABODETABEK. Hasil
penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat adopsi komputer di kalangan UKM terbukti cukup
tinggi. Namun, tingkat adopsi mesin atau aplikasi computer untuk pencatatan transaksi harian di
kalangan UKM restoran masih sangat rendah. Penggunaan teknologi komputer oleh UKM
restoran masih belum dioptimalkan untuk hal-hal yang memberikan nilai untuk pengembangan
restoran dan hal-hal strategis lainnya. Kendala komputer dan adopsi mesin atau aplikasi
pencatatan transaksi harian di UKM restoran didominasi oleh masalah internal, seperti: mereka
tidak membutuhkan komputer untuk pencatatan transaksi, masalah pendanaan untuk investasi
teknologi, dan sumber daya manusia yang terbatas mampu yang dapat menjalankan teknologi.
Kata kunci: UKM restoran, adopsi, pencatatan transaksi, I
Analisa Pengaruh Employee Empowerment Terhadap Service Quality Di Japanese Restaurant
Dengan bergesernya gaya hidup orang-orang sekarang yang mengubah konsep restoran dari hanya tempat makan menjadi tempat bersosialisasi, restoran-restoran hendak memperhatikan service quality sebagai hal yang penting dalam mengelola bisnis restoran. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh dari Employee Empowerment terhadap Service Quality di Japanese Restaurant. Objek penelitian adalah restoran Jepang di Surabaya. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan tetap di restoran Jepang dengan sampel 100 responden. Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif kausal dengan metode SEM dan menggunakan SmartPLS software. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh positif dan signifikan antara variabel employee empowerment terhadap service quality. Sedangkan variabel service behaviour memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap service quality
Efektivitas Dan Kontribusi Pajak Hotel Dan Restoran Terhadap Pendapatan Asli Daerah (Studi Empiris Pada Daerah Kabupaten Pati Tahun 2014-2017)
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mengalisis pertumbuhan pajak hotel dan restoran di Kabupaten Pati tahun 2014-2017, untuk mengetahui dan mengalisis efektivitas penerimaan pajak hotel dan restoran di Kabupaten Pati pada tahun 2014-2017 dan untuk mengetahui dan menganalisis kontribusi pajak hotel dan restoran terhadap pendapatan asli daerah di Kabupaten Pati tahun 2014-2017.
Penelitian ini menggunakan metode deksriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data melalui dokumentasi dan wawancara. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah target pajak hotel dan restoran, realisasi pajak hotel dan restoran, realisasi pajak daerah dan realisasi pendapatan asli daerah. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif, analisis runtun waktu, analisis efektivitas, dan analisis kontribusi.
Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan (1) Pertumbuhan pajak hotel tertinggi terjadi ditahun 2017 sebesar 16,558% dan terendah terjadi ditahun 2015 sebesar 13,278%. Pertumbuhan pajak restoran tertinggi terjadi ditahun 2016 sebesar 49,839% dan terendah terjadi ditahun 2015 sebesar 31,505%. (2) Tingkat Efektifitas tertinggi pajak hotel ditahun 2015 sebesar 122,38%, dan restoran ditahun 2017 sebesar 139,96%. Terendah pajak hotel ditahun 2014 sebesar 118,83%, dan restoran ditahun 2016 sebesar 113,31%. (3) Pajak hotel kurang berkontribusi terhadap pajak daerah dan tidak berkontribusi terhadap PAD, Pajak Restoran tidak berkontribusi terhadap PAD, dan kurang berkontribusi terhadap pajak daerah (2017) tetapi cukup berkontribusi (2014-2016
Analisis Tingkat Upah Pekerja di Kota Pekanbaru (Studikasus Rumah Makan/ Restoran)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tingkatupah pekerja pada rumah makan dan restoran di Kota Pekanbaru Analisis data yangdigunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif.Dari hasil penelitian ini diperoleh bahwa faktor jam kerja, pengalaman kerja danbesar kecilnya (kelas) rumah makan dan restoran berpengaruh positif terhadaptingkat upah yang diterima oleh para pekerja. Semakin tinggi jam kerja maka upahyang diterima akan semakin tinggi. Pengalaman kerja juga memberikan pengaruhterhadap upah yang diterima oleh pekerja pada rumah makan dan restoran.. Danfaktor besar kecil (kelas) rumah makan dan restoran mempunyai pengaruh terhadaptingkat upah yang diterima oleh pekerja pada rumah makan dan restoran di KotaPekanbaru. Semakin tinggi kelas rumah makan dan restoran maka upah yangditerima juga semakin besar. Berdasarkan hasil penelitian juga diketahui bahwaupah yang diterima oleh pekerja pada rumah makan dan restoran pada umumnyatelah sesuai dengan upah minimum Kota Pekanbaru yaitu rata-rata diatas Rp825.000,
Aplikasi Informasi Restoran Berbasis Web Services di Kota Manado
Teknologi web services adalah teknologi yang memungkinkan terbentuknya komunikasi antar dua atau lebih perangkat komputer yang memiliki lintas platform yang berbeda. Web services menggunakan teknologi XML dengan format SOAP dalam melakukan pertukaran informasi. Teknologi ini cocok untuk diintegrasikan di dalam proses bisnis, termasuk salah satunya adalah bisnis restoran khususnya restoran-restoran yang ada di kota Manado. Teknologi ini menjawab permasalahan yang dialami oleh para wisatawan yang datang berkunjung di kota Manado. Karena ketika mereka berkunjung di kota Manado, mereka kadangkala belum mengetahui informasi kuliner apa saja yang disajikan oleh restoran-restoran yang ada di kota Manado. Sehingga pada akhirnya dengan menggunakan teknologi ini, akan mempermudah wisatawan yang datang berkunjung di kota Manado dalam berkuliner. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan teknologi JSON dan JAVA web services pada perangkat mobile Android sehingga dapat menjadi media informasi bagi wisatawan lokal maupun wisatawan asing yang datang berkunjung di kota Manado dalam berkuliner. Penelitian ini didasarkan atas alur kerja metodologi penelitian Rational Unified Process (RUP) yaitu metodologi penelitian yang bersifat parallel dalam setiap tahapan proses pembangunannya. Penelitian ini telah dilakukan dan menghasilkan sebuah aplikasi yang telah diuji. Aplikasi yang dibangun berhasil mengimplementasikan teknologi web services dari bahasa pemrograman Java dengan teknologi web services dari bahasa pemrograman PHP. Penggabungan kedua teknologi ini, menggabungkan informasi restoran-restoran yang ada di kota Manado untuk terintegrasi ke dalam sebuah aplikasi Android tanpa memandang apakah restoran terebut memiliki web services ataukah tidak. Apabila restoran tersebut tidak memiliki web services, mereka bisa menggunakan alternatif lain untuk memanfaatkan web services yang disediakan khusus bagi restoran-restoran yang tidak memiliki web services dengan cara mendaftarkan restoran mereka melalui aplikasi
RESTORAN
1. Pengertian Restoran
Restoran berasal dari bahasa latin yaitu restaurare, dalam bahasa Inggris berarti a public eating place, yaitu rumah makan atau tempat makan umum.
Menurut Zain (2001 : 1164) restoran berarti rumah makan dan menurut Marsum WA, dalam bukunya Restoran dan Masalahnya mengatakan bahwa, ”Restoran adalah suatu tempat atau bangunan yang diorganisasi secara komersil, yang menyelenggarakan pelayanan dengan baik kepada semua tamu baik berupa makan maupun minum”.
Dari beberapa uraian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa arti dari restoran yaitu tempat usaha atau bangunan yang menyediakan makanan dan minuman yang dikelola secara komersial dengan memberikan pelayanan yang baik kepada semua pengunjung.
2. Sejarah Restoran
Sejarah restoran berasal dari ratusan tahun yang lalu. Di Mesir pada 512 SM ada sebuah tempat makan dengan menawarkan satu jenis makanan. Yaitu kombinasi dari daging burung liar dengan bawang dan sereal. Makan siang untuk para pengusaha dinyatakan pertama kali dibuat oleh seorang penjaga kedai Roman pada tahun 40 SM untuk mereka yang terlalu sibuk dan tidak sempat pulang
Analisis Pengaruh Tacit Knowledge Dan Explicit Knowledge Terhadap Kinerja Karyawan Di Restoran “X” Surabaya
Pertumbuhan industri restoran dan kafe di Indonesia saat ini sedang berkembang dengan pesat, khususnya di Surabaya. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui secara signifikan pengaruh tacit knowledge dan explicit knowledge terhadap kinerja karyawan di restoran “X” Surabaya serta tacit knowledge terhadap pemahaman karyawan akan explicit knowledge di restoran “X” SurabayaHasil kesimpulan dalam penelitian ini menunjukan bahwa tacit knowledge dan explicit knowledge berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan Restoran “X” Surabaya, serta tacit knowledge berpengaruh signifikan terhadap pemahaman explicit knowledge kinerja karyawan Restoran “X” Surabaya
ANALISIS FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENERIMAAN DAERAH DARI SEKTOR PARIWISATA DI KOTA BANDUNG
ABSTRAK
Pelaksanaan otonomi daerah yang sudah berlangsung sejak januari 2001 merupakan proses memperkuat perekonomian domestic dan mendorong pemulihan ekonomi. Setiap pemerintah daerah berupaya keras meningkatkan perekonomian daerahnya sendiri termasuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah ( PAD ). Salah satu upaya meningkatkan pendapatan daerah yaitu dengan mengoptimalkan potensi sektor pariwisata. Keberhasilan pengembangan sektor kepariwisataan, akan meningkatkan perannya dalam penerimaan daerah dengan memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhinya, seperti : jumlah objek wisata, jumlah wisatawan, pendapatan hotel dan restoran serta jumlah rumah makan dan restoran.
Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis regresi linear berganda melalui pendekatan model time series ( runtun waktu ), dan menggunakan program eviews 9, dengan penerimaan sektor pariwisata sebagai variabel dependen dan empat variabel independen yaitu variabel jumlah objek wisata, jumlah wisatawan, pendapatan hotel dan restoran serta jumlah rumah makan dan restoran
Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan dalam penelitian ini, secara parsial jumlah objek wisata, jumlah wisatawan, dan pendapatan hotel dan restoran berpengaruh positif dan signifikan terhadap penerimaan daerah sektor pariwisata. Sedangkan untuk variabel jumlah rumah makan dan restoran tidak berpengaruh signifikan. Secara bersama-sama keempat variabel yaitu : variabel jumlah objek wisata, jumlah wisatawan, pendapatan hotel dan restoran serta jumlah rumah makan dan restoran, berpengaruh terhadap penerimaan daerah sektor pariwisata
Pengaruh Pemahaman Peraturan, Omset, Pemeriksaan, Sanksi, Relasi Sosial, Dan Persaingan Usaha Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Restoran Di Mojokerto Tahun 2014
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan wajib pajak restoran di Mojokerto dalam memenuhi kewajiban perpajakannya dalam menyetorkan pajak restoran. Jumlah responden yang digunakan dalam penelitian ini adalah 44 wajib pajak restoran yang terdaftar di Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Kota Mojokerto. Teknik analisa yang digunakan adalah teknik regresi linier berganda.Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor pemahaman peraturan, penghasilan/omset, dan sanksi pajak secara signiifikan berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak restoran. Sedangkan faktor pemeriksaan, relasi sosial, dan persaingan USAha tidak memepengaruhi kepatuhan wajib pajak restoran di Mojokerto tahun 2014
- …
