672,266 research outputs found
ANALISIS STUDI KELAYAKAN INVESTASI PENINGKATAN KAPASITAS PRODUKSI DIE MAKING PT. ASTRA DAIHATSU MOTOR
ANALISIS STUDI KELAYAKAN INVESTASI PENINGKATAN KAPASITAS PRODUKSI DIE MAKING PT. ASTRA DAIHATSU MOTOR - Investasi Peningkatan Kapasitas Produksi, Analisis Kelayakan Bisnis, Aspek Pasar, Aspek Teknik & Teknologi, Aspek Finansial
OPTIMASI PRODUKSI MINYAK IKAN LEMURU (Sardinella longiceps) TERPAPAR PLASMA NON-THERMAL, KARAKTERISASI DAN UJI TOKSISITASNYA DENGAN METODE BRINE SHRIMP LETHALITY TEST (BSLT)
Telah dilakukan penelitian tentang optimasi produksi minyak ikan lemuru (sardinella
longiceps) terpapar plasma non-thermal, karakterisasi dan uji toksisitasnya terhadap larva Artemia
salina leach. Isolasi minyak ikan dilakukan dengan metode ekstraksi soxhlet menggunakan pelarut
kloroform dengan variasi waktu paparan plasma 0, 10, 20, 30 dan 40 menit pada tekanan atmosfer.
Produksi optimum minyak ikan terjadi pada paparan plasma 20 menit sebesar 38,45 % (b/b) dengan
karakter densitas sebesar 1,186 g mL-1, viskositas 0,649 Nsm-2, bilangan penyabunan 248,303 dan
LC50 28,766 ppm. Hasil analisis GC-MS menunjukkan komposisi asam lemak mayor penyusun
minyak ikan adalah asam miristat, asam palmitoleat, asam palmitat, asam oktadek-10-enoat dan
asam isostearat. Adanya paparan plasma meningkatkan produksi minyak ikan
KESESUAIAN MATERI KEGIATAN INDUSTRI MITRA DENGAN KOMPETENSI KEAHLIAN PADA PROGRAM PRAKTIK INDUSTRI MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYKARTA
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan: (1) berbagai keahlian yang dipelajari mahasiswa peserta program praktik industri dalam proses kegiatan produksi atau jasa di industri mitra, (2) peta keahlian yang dapat dipelajari oleh mahasiswa peserta program praktik industri, dan (3) kesesuaian proses kegiatan produksi atau jasa dengan kompetensi keahlian khusus teknik mesin/pendidikan teknik mesin pada Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNY. Penelitian ini merupakan penelitian survey, di mana data dikumpulkan melalui dokumentasi materi laporan praktik industri yang diselenggarakan pada tahun 2008 dan 2009, wawancara dan kunjungan ke industri untuk memperoleh informasi tentang: industri mitra; kegiatan keahlian produksi yang dilakukan di industri; serta kesesuaian kegiatan produksi pada industri mitra dengan kegiatan keahlian mahasiswa. Keabsahan data diperoleh melalui pencermatan mendalam terhadap dokumen praktik industri, dan wawancara mendalam dengan nara sumber industri. Analisis data menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kegiatan keahlian yang dilakukan oleh mahasiswa dalam progam praktik industri meliputi 24 kegiatan dari 30 kegiatan, (2) frekuensi kegiatan yang dilakukan mahasiswa meliputi : 24,2 % pada keahlian bahan, 23,4 pada kegiatan perawatan dan pemeliharaan, 8,76 % pada kegiatan pengepasan dan perakitan, 5,3% kegiatan pengecatan, 4,15% kegiatan pemeriksaan kualitas produksi, 3,69 kegiatan kerja dengan mesin bor, 3,2% kegiatan pengerindaan serta las smaw, tig dan mig. Sedangkan 16 kegiatan lainnya kurang dari 3%, (3) Lebih dari 50% kegiatan keahlian di industri mitra tidak sesuai dengan kegiatan keahlian menurut buku pedoman P
Produksi Sawah Tegakan Mangrove Di Kawasan Hutan Mangrove Binaan Pasar Banggi Rembang Jateng
RINGKASAN
Enny Fajarwati. J2B 098 074. Produksi Serasah Tegakan Mangrove di Kawasan Hutan Mangrove Binaan Pasar Banggi, Rembang, Jawa-Tengah (Dibawah bimbingan Sri Utami dan Jumari).
Mangrove merupakan komunitas yang menyediakan sumber makanan tetap berupa jatuhan serasah yang diperlukan bagi biota di sekitar perairan. Serasah yang dihasilkan oleh tumbuhan mangrove berupa daun, sisa bunga, buah dan ranting merupakan sumber utama karbon dan nitrogen untuk hutan itu sendiri maupun untuk perairan sekitarnya. Produksi serasah mangrove mempunyai arti penting karena serasah merupakan sumbangan terbesar dari ekosistem terhadap kesuburan estuari dan perairan melalui jalur detritus.
Jatuhan serasah jutnlalmya dapat bervariasi karena adanya perbedaan musim. Jatuhan serasah kebanyakan terjadi pada musim kemarau, sehingga faktor curah hujan cukup menentukan jumlah jatuhan serasah di setiap tempat.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui produksi serasah tegakan mangove selama bulan Agustus, September dan Oktober di kawasan hutan mangrove binaan Pasar Banggi, Rembang, Jawa-Tengah.
Pengambilan sampel serasah dilakukan setiap 1 bulan sekali selama 3 bulan dengan pemasangan jaring penampung 1x1 m pada masing—masing stasiun. Sampel serasah dikeringkan dalam oven pada suhu 60°C selama 5 hari sampai didapatkan berat kering.
Hasil penelitian produksi rata-rata serasah di bulan Agustus sebesar 298.93 gr/m2/bulan, bulan September sebesar 256.18 gr/m2/bulan dan bulan Oktober sebesar 241.03 gr/m2/bulan, tetapi hasil ini tidak menunjukkan perbedaan yang nyata terhadap produksi serasah pada setiap bulannya
ANALISIS PENGARUH SEKTOR INDUSTRI KECIL, INDUSTRI MENENGAH DAN INDUSTRI BESAR TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH KOTA SURABAYA TAHUN 2014-2018
Hero Maulana Ananda Putra 2021, 201410180311132, Universitas Muhammadiyah Malang, Fakultas Ekonomi Dan Bisnis, Program Studi Ekonomi Pembangunan, ANALISIS PENGARUH SEKTOR INDUSTRI KECIL, INDUSTRI MENENGAH DAN INDUSTRI BESAR TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH KOTA SURABAYA TAHUN 2014-2018
Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai salah satu indikator dari
kemandirian otonomi daerah dalam menggali potensi untuk meningkatkan
sumber-sumber penerimaan dan besarnya kontribusi pengeluaran pemerintah
daerah terhadap pertumbuhan ekonomi daerah seharusnya sebagai sebuah peluang yang dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendorong perekonomian daerah. Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang semakin besar, maka semakin mandiri daerah tersebut dalam mengambil keputusan dan kebijakan pembangunan.
Kabupaten maupun kota di Indonesia memiliki kewenangan yang lebih luas untuk membangun daerahnya sendiri setelah diberlakukannya otonomi daerah. Otonomi daerah diatur dalam Undang-Undang No. 32 Tahun 2004 dan kemudian diamandemen menjadi Undang-Undang No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, yang mana keberadaan pemerintahan daerah mempunyai hak penuh untuk kewenangan dan kewajiban mengatur daerahnya sendiri secara mandiri, termasuk keuangan daerahnya sendiri yang diatur oleh Undang-Undang No. 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Kewenangan otonomi yang luas mewajibkan pemerintah daerah meningkatkan pelayanan serta kesejahteraan masyarakat secara demokratis, adil, merata dan berkesinambungan (Halim, 2016).
Berdasarkan hasil pembahasan penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Nilai Produksi Industri Kecil berpengaruh positif signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hal ini menunjukkan bahwa ketika terjadi peningkatan pada PDRB Industri, khususnya nilai produksi industri kecil akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Surabaya.
2. Nilai Produksi Industri Menengah berpengaruh positif signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hal ini menunjukkan bahwa ketika terjadi peningkatan pada PDRB Industri, khususnya nilai produksi industri menegah akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Surabaya.
3. Nilai Produksi Industri Besar berpengaruh positif signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hal ini menunjukkan bahwa ketika terjadi peningkatan pada PDRB Industri, khususnya nilai produksi industri besar akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Surabaya
PROGRAM PENGEMBANGAN AGROBISNIS HOLTIKULTURA DENGAN METODE POLICY ANALYSIS MATRIX
Secara umum, tujuan evaluasi ini adalah untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan program
pengembangan agribisnis berbasis hortikultura yang telah dijalankan oleh Direktorat Jendral Bina Produksi
Tanaman Hortikultura. Evaluasi keberhasilan program menggunakan indikator makro yang meliputi
perkembangan produksi dan produktivitas komoditas hortikultura, perkembangan pembentukan nilai tambah
nasional, dan perkembangan kontribusi terhadap kemandirian pangan nasional; sedangkan indikator mikro
meliputi tingkat profitibilitas usaha tani hortikultura, tingkat daya saing, dan kendala serta masalah yang
dihadapi dalam pelaksanaan program PPAH
APLIKASI SISTEM PERSAMAAN LINEAR ALJABAR MAX-PLUS DALAM MENGOPTIMALISASI WAKTU PRODUKSI BAKPIA PATHOK JAYA “25” DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Bakpia Pathok Jaya “25” merupakan oleh-oleh khas Yogyakarta yang
berkembang pesat dan banyak peminatnya. Dalam kegiatan produksinya, waktu
merupakan hal penting yang erat hubungannya dengan hasil produksi bakpia.
Pada produksi Bakpia Pathok Jaya “25”, waktu produksi yang digunakan kurang
efektif dan efisien, sehingga hasil produksi tidak maksimal. Dari permasalahan
tersebut dilakukan penelitian untuk mengoptimalisasi waktu produksi, sehingga
dapat meningkatkan hasil produksi Bakpia Pathok Jaya “25”.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Sistem Linear Max-
Plus Waktu Invarian Satu Input Satu Output (SLMI SISO). Penggunaan sistem ini
bertujuan untuk mengoptimalisasi waktu produksi Bakpia Pathok Jaya “25”,
sehingga waktu produksi menjadi optimal. Proses perhitungan dalam penelitian
ini menggunakan program matlab.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode tersebut dalam sistem
produksi Bakpia Pathok Jaya “25” merupakan Sistem Event Diskret (SKD)
Aljabar Max-Plus, yang dinyatakan dengan persamaan x(k+1)= A x(k) B
u(k+1) dan y(k)= C x(k) untuk k 1,2,3,.....,15, dengan kondisi awal x(0)=x0,
max
n n A , max
n m B , dan max
l n C . Vektor max ( ) n x k menyatakan keadaan
(state), max ( ) m u k adalah vektor input dan max ( ) l y k adalah vektor output
sistem saat waktu ke-k. Input-Output SLMI 0 (A,B,C, x ) diberikan suatu bilangan
bulat positip p. Jika vektor output y =[y(1), y(2), ..., y(p)]T dan vektor input
[ (1), (2),....., ( )]T u u u u p , maka 0 y K x H u . Untuk Penyelesaian masalah
input paling lambat pada SLMI 0 (A,B,C, x ) jika CB dan 0 m K x y ,
maka penyelesaian masalah input paling lambat pada SLMI
0 ,
1
( , , , ) ˆ [ ˆ(1), ˆ(2),..., ˆ( )] ˆ( ) max( ( ) ) T
i k
i p
A B C x diberikan oleh u u u u p dengan u k y i H
untuk k 1,2,3,.....,15, sehingga penyelesaian masalah minimasi simpangan
maksimum output diberikan oleh ˆ
2
u u
dengan uˆ merupakan
subpenyelesaian terbesar sistem H u = y dan = max ( ˆ) . i
i
y H u
Setelah
metode tersebut diaplikasikan pada sistem produksi ini, diperoleh bagan proses
produksi, model matematis, jadwal periodik, dan jadwal pemesanan produksi
Bakpia Pathok Jaya ”25”, sehingga waktu produksi dapat dioptimalisasi.
Kata kunci: Sistem Persamaan Linear, Aljabar Max-Plus, Optimalisasi Produks
ANALISIS PRODUKSI SUSU SAPI PERAH DI INDONESIA
Cow's milk is large in contributing to meeting the needs of people in developing countries to meet nutritional fulfillment. Cow's milk has increased imports due to the problem of cow disease which cannot meet the needs of the Indonesian people who increase every year milk consumption every year. This study aims to analyze milk production trends and factors affecting milk production of dairy cows in Indonesia. The type of data used is secondary data with a vulnerable time of 2012-2021. The analysis methods used are trend analysis and multiple linear regression analysis. The results showed that the trend of milk production of dairy cows decreased from 2012-2015 and rose again from 2016-2021. Milk prices and cows population simultaneously affect the volume of milk production of dairy cows in Indonesia
Comparasion of iles-iles and cassava tubers as a Saccharomyces cerevisiae substrate fermentation for bioethanol production
Produksi bioetanol meningkat dengan cepat karena merupakan energi terbarukan
untuk mengatasi krisis energi yang disebabkan oleh habisnya minyak fosil. Produksi bioetanol skala besar di industri umumnya
menggunakan bahan baku seperti tebu, jagung, dan ubi kayu yang juga diperlukan sebagai sumber makanan. Oleh karena itu, banyak
studi pada proses bioetanol terkait dengan penggunaan bahan baku yang tidak bersaing dengan pasokan makanan. Salah satu alternatif
bahan baku dapat dimanfaatkan untuk produksi bioetanol adalah bahan berpati yang tersedia secara lokal yaitu iles-iles
(Amorphophallus mueller Blum). Kandungan karbohidrat umbi iles-iles sekitar 71,12% yang sedikit lebih rendah dibandingkan dengan
umbi singkong (83,47%). Pengaruh berbagai bahan awal, konsentrasi pati, pH, waktu fermentasi dipelajari. Konversi dari bahan berpati
menjadi etanol memiliki tiga langkah, pencairan dan sakarifikasi dilakukan dengan α-amilase dan amyloglucosidase kemudian
difermentasi dengan ragi S.cerevisiaie. Bioetanol tertinggi diperoleh pada variabel berikut rasio pati: air = 1:4; likuifaksi dengan 0,40
mL α-amilase (4h); sakarifikasi dengan amyloglucosidase 0,40 mL (40h); fermentasi dengan 10 mL S.cerevisiae (72h) memproduksi
bioetanol 69,81 g/L dari singkong sementara 53,49 g/L dari umbi iles-iles. Pada kondisi optimum, gula total dihasilkan 33.431 g/L dari
ubi kayu sementara 16.175 g/L dari umbi iles-iles. Pengaruh pH menunjukkan bahwa etanol yang dihasilkan terbaik diperoleh pada pH
fermentasi 5,5 baik untuk ubi kayu maupun umbi iles-iles. Hasil studi menunjukkan bahwa umbi iles-iles menjanjikan sebagai bahan
baku bioetanol karena menghasilkan bioetanol hampir sama dengan ubi kayu.
Key words: singkong, iles-iles, etanol, energi alternatif
- …
