154,217 research outputs found

    ANALISIS DESKRIPTIF PERILAKU KEWIRAUSAHAAN PADA PENGUSAHA INDUSTRI MOCHI DI KOTA SUKABUMI

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku kewirausahaan dilihat dari aspek jenis kelamin, aspek usia, aspek latar belakang pendidikan formal, dan aspek pengalaman usaha. Perilaku kewirausahaan diukur dengan menggunakan 5 sub variabel yakni kepribadian pengusaha, hubungan pengusaha, pemasaran, keahlian dalam mengatur, dan keuangan. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Pengolahan data menggunakan statistik deskriptif. Objek dalam penelitian ini adalah perilaku kewirausahaan dan subjek dalam penelitian ini adalah pengusaha industri mochi di Kota Sukabumi. Populasi yang diteliti sebanyak 15 pengusaha. Sampel termasuk ke dalam jenis sampling jenuh. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa perilaku kewirausahaan pengusaha mochi di Kota Sukabumi menurut aspek jenis kelaminnya, laki-laki lebih dominan daripada wanita. Perilaku kewirausahaan pengusaha mochi di Kota Sukabumi menurut aspek usia didominasi oleh pengusaha dengan usia >30 tahun dibandingkan pengusaha dengan rentang usia 20-30 tahun. Perilaku kewirausahaan pengusaha mochi di Kota Sukabumi menurut aspek latar belakang pendidikan formal didominasi oleh pengusaha lulusan SMA. Dan perilaku kewirausahaan pengusaha mochi di Kota Sukabumi menurut aspek pengalaman usaha didominasi oleh pengusaha dengan pengalaman usaha >60 bulan. Perilaku kewirausahaan pengusaha mochi di Kota Sukabumi menurut sub variabel kepribadian pengusaha, hubungan pengusaha dan keuangan berada pada kategori sangat tinggi, lalu perilaku kewirausahaan menurut sub variabel keahlian dalam mengatur pada posisi tinggi, dan untuk pemasaran ada di posisi sedang. Kata Kunci : Perilaku, Kewirausahaan, Deskriptif, Pengusaha. The objective of this research are to know about description of entrepreneurship behavior of mochi industry from the aspect of gender, aspect of of age, aspect of formal education background and effort experience. The approach taken in this research is quantitative research. The method used in this study is study case descriptive. Processing data used descriptive statistics. The object is entrepreneurship behavior and the subject is industry mochi entrepreneurs in Sukabumi City. population is 15 respondent. Samples include to saturated sampling. The results of this research showed that the entrepreneurship behavior in sukabumi city from the aspect of gender, the mans is more dominated than woman. the entrepreneurship behavior in sukabumi city from the aspect of age is more dominated entrepreneur with >30 years old than entrepreneur with 20-30 years old. the entrepreneurship behavior in sukabumi city from the aspect of formal education background, are dominated high school graduate. and the entrepreneurship behavior in sukabumi city from the aspect of effort experience are dominated with effort experience >60 months. Entrepreneurship behavior in Sukabumi according personality of sub variables, relations between entrepreneur and financial are very high category, and entrepreneurship behavior according to the expertise of sub variable set in a high position, and position for marketing is medium. Keywords : Behaviour, Entrepreneurship, Descriptive, Entrepreneur

    Eksistensi Budaya Hukum Pengusaha Batik Gumelem Kabupaten Banjarnegara dalam Peningkatan Ekonomi melalui Pemberdayaan Hak Atas Merek

    Full text link
    Merek merupakan tanda pengenal serta tanda pembeda yang menghubungkan pengusaha dengan konsumen. Pendaftaraan hak atas merek batik pengusaha batik Gumelem Kabupaten Banjarnegara pada Ditjen HaKI merupakan suatu kebutuhan demi keamanan, kepastian dan Kenyamanan dalam berbisnis. Akan tetapi tingkat kesadaran pengusaha untuk mendaftarkan hak atas merek batiknya masih rendah, hal tersebut dipengaruhi oleh budaya hukum yang diresapinya. Hasil temuan menunjukkan bahwa bandangan dan pemahaman pengusaha batik Gumelem Kabupaten Banjarnegara tentang merek batik sudah cukup baik; budaya hukum yang diresapi pengusaha batik tidak sesuai dengan nilai-nilai yang dikandung dalam UUM 2001, sehingga mereka mengabaikan registrasi merek; faktor-faktor yang menjadi kendala dalam pendaftaran merk adalah subtansi UUM 2001 mengandung kelemahan internal yang mencakup struktur hukum, yaitu administrasi, birokrasi Ditjen HaKI yang tidak didukung oleh sarana dan prasarana memadai, dan budaya hukum yang diresapi oleh pengusaha batik; dan upaya eksistensi pemberdayaan budaya hukum pengusaha batik melalui pendaftaran hak atas merek untuk meningkatkan ekonomi pengusaha dimaksukan untuk meningkatkan daya (power) mereka baik dari segi modal, teknologi serta manajemen untuk tetap survive di era persaingan pasar. Pemberdayaan disini terkait dengan upaya penyadaran, partisipasi dan emansipasi aktif pengusaha batik agar posisi tawar mereka sebagai salah satu pelaku ekonomi untuk mewujudkan ekonomi kerakyatan yang berkeadilan sosial menjadi berdaya dan berkembang. Oleh karena itu dukungan pemerintah terhadap keberadaan mereka mutlak diperlukan. Untuk merealisasikan pemberdayaan tersebut, langkah awal yang ditempuh adalah dengan sosialisasi hukum untuk menumbuhkembangkan serta membangun kesadaran hukum yang berdimensi kognitif, efektif dan kompetitif

    PENGARUH KESADARAN WAJIB PAJAK, PEMERIKSAAN PAJAK DAN KETEGASAN SANKSI PAJAK TERHADAP KEPATUHAN PENGUSAHA HOTEL DALAM MEMBAYAR PAJAK HOTEL

    Get PDF
    ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh kesadaran wajib pajak,pemeriksaan pajak dan ketegasan sanksi pajak terhadap kepatuhan pengusaha dalammembayar pajak hotel di Kota Banda Aceh. Metode yang digunakan dalam penelitian iniadalah metode survey menggunakan kuesioner sebagai instrument penelitian, teknikpengambilan sampel dilakukan secara acak dan data dikumpulkan melalui kuesioner kepada35 responden pengusaha hotel yang terdaftar di DPKAD Kota Banda Aceh. Analisis yangdigunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan kesadaran wajib pajak,pemeriksaan pajak, dan ketegasan sanksi pajak berpengaruh terhadap kepatuhan pegusahahotel. Secara parsial kesadaran wajib pajak berpengaruh terhadap kepatuhan pengusaha hotel,pemeriksaan pajak berpengaruh terhadap kepatuhan pengusaha hotel dan ketegasan sanksipajak berpengaruh terhadap kepatuhan pengusaha hotel. Kata Kunci: Kepatuhan pajak pengusaha hotel, Kesadaran wajib pajak, Pemeriksaaan pajak, dan Ketegasan sanksi paja

    Kelangsungan Usaha Industri Meubel Dan Faktor- Faktor Yang Berpengaruh Di Kecamatan Kalijambe Kabupaten Sragen

    Get PDF
    Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Kalijambe Kabupaten Sragen dengan judul: ”Kelangsungan usaha Industri Meubel dan Faktor-faktor yang Berpengaruh di Kecamatan Kalijambe Kabupaten Sragen”, bertujuan: 1) Mengetahui tingkat kelangsungan usaha industri meubel, 2) Mengetahui pendapatan pengusaha yang diperoleh dari industri meubel, 3) Mengetahui faktorfaktor yang paling berpengaruh terhadap kelangsungan usaha dan pendapatan pengusaha industri meubel dan 4) Mengetahui persebaran asal bahan baku dan pemasaran hasil industri meubel di daerah penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei, penentuan responden menggunakan metode proposional random sampling dengan jumlah responden sebanyak 199 pengusaha. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh di lapangan dengan menggunakan kuesioner dan data sekunder yang diperoleh dari instansi-instansi terkait. Metode analisis data menggunakan tabel frekwensi dan analisis statististik product moment menggunakan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Tingkat kelangsungan usaha meubel di daerah penelitian, sebagian besar mempunyai kelas rendah, yaitu sebanyak 183 (96,32 %) pengusaha, 2) Pendapatan pengusaha industri meubel per bulan sebagian besar berkisar Rp. 500.000 – Rp. 3.500.000 sebanyak 85,26 %. 3) Faktor yang paling berpengaruh terhadap kelangsungan usaha meubel adalah jumlah bahan baku yang digunakan, karena bahan baku mempunyai nilai korelasi paling tinggi dibandingkan dengan empat faktor yang lain, yaitu 0,775. Faktor yang paling berpengaruh terhadap tingkat pendapatan adalah modal awal yang digunakan oleh pengusaha/ pengrajin meubel, karena modal mempunyai nilai korelasi paling tinggi, yaitu 0,556. 4) Asal bahan baku meubel di daerah penelitian sebagian besar berasal dari daerah lokal sebanyak 145 pengusaha (76,72%). Pemasaran usaha meubel sebagian besar dipasarkan di daerah lokal dalam satu kecamatan sebanyak 131 pengusaha (69,32%), sedangkan yang pemasarannya sampai tingkat regional sebanyak 44 pengusaha (23,28%), tingkat nasional sebanyak 9 pengusaha (4,76%) dan tingkat internasional sebanyak 5 pengusaha (2,64%)

    ANALISIS FAKTORFAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PENGUSAHA KERAJINAN GERABAH DI DESA MELIKAN KECAMATAN WEDI KABUPATEN KLATEN

    Get PDF
    ABSTRAK ANALISIS FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PENGUSAHA KERAJINAN GERABAH DI DESA MELIKAN KECAMATAN WEDI KABUPATEN KLATEN WAQID ADI PURNOMO NIM.F1113054 Pembimbing : Dra. Nunung Sri Mulyani, M.S.i Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana dan seberapa besar modal, jam kerja, jumlah tenaga kerja, dan pemasaran berpengaruh terhadap pendapatan pengusaha kerajinan gerabah di Desa Melikan Kecamatan Wedi Kabupaten Klaten. Penelitian ini merupakan analisis data primer, dengan teknik pengambilan sampel dengan metode random sample pada pengusaha kerajinan gerabah Desa Melikan Kecamatan Wedi Kabupaten Klaten. Pengolahan dan analisis data dalam penelitian ini menggunakan OLS (Ordinary least Square) dengan menggunkan aplikasi Program Eviews 6.0. Hasil analisis penelitian ini dapat di simpulkan variabel modal usaha, jam kerja, jumlah tenaga kerja, memiliki pengaruh positif secara signifikan pada tingkat signifikan α= 5% terhadap pendapatan pengusaha kerajinan gerabah di Desa Melikan, Kecamatan Wedi Kabupaten Klaten. Sedangkan untuk variabel pemasaran tidak berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap pendapatan pengusaha kerajinan gerabah di Desa Melikan, Kecamatan Wedi Kabupaten Klaten. Variabel yang berpengaruh paling besar terhadap pendapatan pengusaha kerajinan gerabah di Desa Melikan Kecamatan Wedi Kabupaten Klaten adalah variabel modal. Berdasarkan hasil penelitian yang di peroleh maka peneliti disarankan sebagai berikut : (1). Pengusaha gerabah menambah modal dengan mengajukan pinjaman. (2). Pemerintah perlu malakukan pelatihan bagi pengrajin terutama pada bidang pemasaran. Kata Kunci : Gerabah, Pendapatan Pengusaha Gerabah, Analisis Regres

    Analisis Daya Saing Antar Pengusaha Industri Mebel terhadap Potensi Peningkatan Perkembangan Industri Kecil Menengah di Sentra Industri Mebel Kota Pasuruan

    Full text link
    Kelurahan Bukir Kota Pasuruan merupakan salah satu daerah yang mayoritas penduduknya bermatahapencaharian sebagai pengusaha industri mebel. Antar pengusaha mebel diharapkan dapat berdaya saing secara positif sehingga dapat menguatkan perkembangan industri mebel di wilayah Kota Pasuruan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi karakteristik industri mebel Bukir, menganalisis daya saing antar pengusaha mebel, dan merumuskan strategi untuk meningkatkan kegiatan industri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kuantitatif dengan cara mengolah data primer menjadi data kuantitatif. Cara analisis data untuk tujuan pertama dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif, untuk tujuan kedua menggunakan teknik analisis GE Mc Kinsey dan Shell, dan tujuan ketiga menggunakan analisis SWOT. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah sebesar 18% pengusaha menempati posisi daya saing menang, sebesar 44% pengusaha menempati posisi daya saing rerata industri, dan 38% pengusaha bertempat pada posisi daya saing kalah. Strategi yang perlu dilakukan untuk meningkatkan kegiatan industri mebel yakni menggunakan strategi diversifikasi karena pada matriks analisis SWOT diketahui bahwa industri mebel Bukir menempati kuadran II

    ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEUNTUNGAN PENGUSAHA ALAT PERIKANAN (LAMBIT) DI DESA GASOL KECAMATAN CUGENANG KABUPATEN CIANJUR

    Get PDF
    ABSTRAK Asep Masroni Sudoyono (2016). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keuntungan pengusaha Alat Perikanan di Desa Gasol Kecamatan Cugenang Kabupaten Cianjur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan seberapa besar pengaruh modal, jumlah tenaga kerja, bahan baku dan pengalaman usaha terhadap keuntungan pengusaha alat perikanan di desa Gasol Kecamatan Cugenang Kabupaten Cianjur. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan metode survei dengan kuesioner. Penelitian ini mengambil seluruh sampel usaha alat perikanan (lambit) di desa Gasol yaitu berjumlah 30 pengusaha. Teknik analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah analisis regresi linear berganda, uji asumsi klasik dan uji statistik. Hasil analisis data menggunakan regresi linear berganda menunjukkan bahwa variabel independen yaitu modal, jumlah tenaga kerja, pengalaman usaha mempunyai pengaruh yang signifikan positif pada tingkat keyakinan 95% terhadap besarnya keuntungan pengusaha alat perikanan (lambit) di desa Gasol. Sedangkan variabel independen bahan baku tidak mempunyai pengaruh yang signifikan . Berdasarkan analisis diperoleh koefisien determinasi R2 sebesar 0,953838, hal ini menunjukkan bahwa 95.3% variasi perubahan yang terjadi terhadap besarnya keuntungan pengusaha alat perikanan dipengaruhi oleh semua variabel independen, sedangkan 4,7% di pengaruhi oleh faktor lain secara bersama-sama yang mempengaruhi variabel dependen pada tingkat signifikan 5%. Guna meningkatkan besarnya keuntungan para pengusaha pembuatan alat perikanan harus menambah modal serta memperhitungkan kembali besarnya harga jual untuk produknya sehingga dapat menghasilkan keuntungan yang maksimal. Selain itu jumlah tenaga kerja mempunyai pengaruh terhadap keuntungan pengusaha alat perikanan di desa Gasol, maka pemilik disarankan untuk memperkerjakan orang-orang yang berkualitas sehingga tidak hanya memperbanyak jumlah tenaga kerja. Kata kunci : Pengusaha Alat Perikanan, Desa Gasol, Usaha Kecil dan Menengah, Ordinary Least Squar
    corecore