1,999 research outputs found
Synthesis and Characterization of Coated Gold Nanoparticles with Embedded SERS Tags
Gold nanoparticles were prepared with the potential to operate as drug delivery vehicles. Surface-enhanced Raman spectroscopy (SERS) is of particular importance as an optical bioimaging technique due to its ability to allow deep and high-resolution volumetric imaging of biological tissues. Characterization of the gold nanoparticles with para-mercaptobenzoic acid (pMBA), a SERS active molecule, silver, and a phospholipid bilayer was done using Raman and UV-vis spectroscopy and particle size analysis. Our results indicate successful coating of the gold nanoparticles and show consistent pMBA Raman spectroscopy peaks that will allow for the nanoparticle use in-vivo to be monitored
Is the largest aqueous gold cluster a superatom complex? Electronic structure & optical response of the structurally determined Au146(pMBA)57
The new water-soluble gold cluster Au146(pMBA)57, the structure of which has
been recently determined at sub-atomic resolution by Vergara et al. [1], is the
largest aqueous gold cluster ever structurally determined and likewise the
smallest cluster with a stacking fault. The core presents a twinned truncated
octahedron, while additional peripheral gold atoms follow a C2 rotational
symmetry. According to the usual counting rules of the superatom complex (SAC)
model, the compound attains a number of 92 SAC electrons if the overall net
charge is 3- (three additional electrons). As this is the number of electrons
required for a major shell closing, the question arises if Au146(pMBA)57 should
be regarded as a superatom complex. Starting from the experimental coordinates
we have analyzed the structure using density-functional theory. The optimized
(relaxed) structure retains all the connectivity of the experimental
coordinates, while removing much of its irregularities in interatomic
distances, thereby enhancing the C2-symmetry feature. Analyzing the
angular-momentum projected states, we show that, despite a small gap, the
electronic structure does not exhibit SAC model character. In addition, optical
absorption spectra are found to be relatively smooth compared to the example of
the Au144(SR)60 cluster. The Au146(SR)57 cluster does not derive its stability
from SAC character; it cannot be considered a superatom complex
Pengaruh Pelatihan Pemberian Makan Pada Bayi Dan Anak Terhadap Pengetahuan Kader Di Wilayah Puskesmas Klaten Tengah Kabupaten Klaten
Latar Belakang Penelitian, Selama ini ibu tidak tepat dalam pemberian makan pada bayi dan anak. Strategi untuk memperluas cakupan pemberian makan bagi bayi dan anak sesuai standar adalah melalui pelatihan PMBA kepada para kader yang berperan dalam pembinaan masyarakat di bidang kesehatan melalui kegiatan Posyandu. Pelatihan tentang PMBA pada kader terutama untuk meningkatkan pengetahuan tentang PMBA serta pemantauan pertumbuhan Balita, keterampilan dasar konseling dan penggunaan alat bantu konseling secara efektifMetode penelitian adalah quasy experiment dengan rancangan one-group pra-post test design. Populasi penelitian adalah semua kader kesehatan di wilayah Puskesmas Klaten Tengah Kabupaten Klaten sebanyak 362 orang. Pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling diperoleh sebanyak 37 responden. Instrumen yang digunakan adalah lembar kuesioner. Data di analisis menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan kader tentang pemberian makan pada bayi dan anak sebelum diberi pelatihan sebagian besar adalah cukup (62,2%) responden, sedangkan setelah diberi pelatihan, responden berpengetahuan cukup berkurang menjadi (51,4%) responden dan p value sebesar 0,001 (p < 0,05).Kesimpulan penelitian ini adalah ada pengaruh pelatihan pemberian makan pada bayi dan anak terhadap pengetahuan kader di wilayah Puskesmas Klaten Tengah Kabupaten Klaten. Saran bagi kader yaitu harus melakukan sosialisasi dengan ibu khususnya yang memiliki bayi usia 0-24 bulan agar mau melaksanakan PMBA yang sesuai. Kata kunci : pelatihan, pemberian makan pada bayi dan anak, pengetahua
Total synthesis of albicidin: A lead structure from Xanthomonas albilineans for potent antibacterial gyrase inhibitors
The peptide antibiotic albicidin, which is synthesized by the plant pathogenic bacterium Xanthomonas albilineans, displays remarkable antibacterial activity against various Gram-positive and Gram-negative microorganisms. The low amounts of albicidin obtainable from the producing organism or through heterologous expression are limiting factors in providing sufficient material for bioactivity profiling and structure-activity studies. Therefore, we developed a convergent total synthesis route toward albicidin. The unexpectedly difficult formation of amide bonds between the aromatic amino acids was achieved through a triphosgene-mediated coupling strategy. The herein presented synthesis of albicidin confirms the previously determined chemical structure and underlines the extraordinary antibacterial activity of this compound. The synthetic protocol will provide multigram amounts of albicidin for further profiling of its drug properties. (Résumé d'auteur
Kuiper Belt Object Occultations: Expected Rates, False Positives, and Survey Design
A novel method of generating artificial scintillation noise is developed and
used to evaluate occultation rates and false positive rates for surveys probing
the Kuiper Belt with the method of serendipitous stellar occultations. A
thorough examination of survey design shows that: (1) diffraction-dominated
occultations are critically (Nyquist) sampled at a rate of 2 Fsu^{-1},
corresponding to 40 s^{-1} for objects at 40 AU, (2) occultation detection
rates are maximized when targets are observed at solar opposition, (3) Main
Belt Asteroids will produce occultations lightcurves identical to those of
Kuiper Belt Objects if target stars are observed at solar elongations of: 116
deg < epsilon < 125 deg, or 131 deg < epsilon < 141 deg, and (4) genuine KBO
occultations are likely to be so rare that a detection threshold of >7-8 sigma
should be adopted to ensure that viable candidate events can be disentangled
from false positives.Comment: Accepted AJ, 12 pages, 12 figure
Pemberian Makan pada Bayi dan Anak dengan Kenaikan Berat Badan Bayi di Kabupaten Klaten
Pemberian makan yang tidak tepat dapat mengakibatkan anak mengalami malnutrisi, gizi buruk, kecerdasan otak tidak maksimal, menurunkan daya tahan tubuh dan pertumbuhan serta perkembangan terhambat. Pemberian makan yang tepat pada bayi dan anak dapat mempengaruhi kenaikan berat badansecara optimal sehingga anak dapat mengalami pertumbuhan dan berkembangan dengan sehat dan baik.Berat badan digunakan untuk memonitor pertumbuhan anak apabila ada masalah dapat diketahui sejak awal sehingga pencegahan dan penanganan dapat segera dilakukan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan PMBA dengan kenaikan berat badan bayi usia 6-12 bulan di Posyandu Desa PakahanJogonalan Klaten. Metode penelitian ini adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan waktu crosssectional.Populasi penelitian ini adalah semua ibu yang memiliki bayi usia6-12 bulan yang berkunjung di Posyandu Desa Pakahan Jogonalan Klaten pada periode April sampai Mei 2015 sebanyak 37 bayi. Pengambilan sampel dengan teknik total sampling diperoleh 37 bayi setelah dilakukan kriteia insklusi eksklusi. Instrumen yang digunakan adalah lembar wawancara. Data di analisis dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukan bahwa praktik PMBA pada bayi usia 6-12 bulan adalah tepat sebanyak 23 responden (62,2%), kenaikan berat badan bayi usia 6-12 bulan sebanyak 27 responden (73,0%), p valuesebesar 0,002 (p < 0,05). Simpulan ada hubungan antara PMBA dengan kenaikan berat badan bayi usia 6-12 bulan di Posyandu Desa Pakahan Jogonalan Klaten. Saran bagi responden yaitu agar melakukan praktek PMBA sesuai dengan anjuran yang telah diberikan agar tingkat pertumbuhan berat badan anaklebih baik dan optimal dengan cara lebih aktif mencari informasi mengenai PMBA
- …
