69,608 research outputs found

    Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Motivasi Belajar Mahasiswa Program Studi Pgsd Fkip Universitas Ahmad Dahlan

    Full text link
    Program Studi PGSD di FKIP UAD termasuk Prodi baru di Universitas Ahmad Dahlan. Meskipun terbilang baru berdiri, namun animo mahasiswa untuk memasuki Prodi ini sangat besar. Pada tahun pertama membuka dua 3 kelas dan pada tahun ke dua meningkat menjadi enam kelas. Animo memasuki Prodi PGSD ini menarik untuk dilakukan penelitian tentang faktor-faktor yang mendasari motivasi belajar mahasiswa di PGSD UAD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktorfaktor yang mempengaruhi motivasi belajar mahasiswa FKIP UAD di Program Studi PGSD. Secara khusus tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh minat, dukungan orang tua, peluang kerja terhadap motivasi belajar mahasiswa PGSD UAD. Penelitian ini termasuk jenis penelitian survey dengan subjek penelitian berjumlah 100 mahasiswa PGSD angkatan pertama. Variabel dalam penelitian ini ada tiga variabel bebas (minat, dukungan orang tua, peluang kerja) dan satu variabel terikat (motivasi belajar). Teknik pengumpulan data menggunakan questionary dengan instrumen berupa angket tertutup berskala likert. Analisis data yang digunakan dengan analisis statistikdiskriptif dan analisis regresi ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara minat dengan motivasi belajar mahasiswa PGSD tahun 2011/2012 dengan nilai t hitung 4,554 dan terdapat pengaruh antara dukungan orang tua dengan motivasi belajar mahasiswa PGSD tahun 2011/2012 dengan nilai t hitung 4,551. Hal ini juga mengindikasikan bahwa semakin tinggi minat dan dukungan orang tua maka motivasi belajar yang dimiliki juga semakin tinggi. Sedangkan untuk variabel peluang kerja tidak menunjukkan pengaruh terhadap motivasi belajar mahasiswa PGSD tahun 2011/2012 dengan nilai t hitung 1,446. Hal ini mengindikasikan bahwa peluang kerja tidak menjadi bagian yang dapat memotivasi belajar para mahasiswa

    RELEVANSI KURIKULUM MATA KULIAH PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK DALAM MENGEMBANGKAN KARAKTER MAHASISWA:(STUDI EVALUATIF PADA PRODI PGSD STKIP WEETEBULA)

    Get PDF
    Latar belakang penelitian evaluasi ini adalah lemahnya karakter di kalangan mahasiswa yang disebabkan antara lain lemahnya penyelenggaraan pendidikan yang terjadi di Indonesia. Dan alasan utama dilakukan penelitian ini dilaksanakan pada PGSD adalah belum ada evaluasi terhadap kurikulum mata kuliah Pendidikan Agama Katolik oleh pihak manapun sejak Prodi PGSD didirikan pada tahun 2009 dan memperole ijin dari Kementerian Pendidikan Nasional pada tahun 2013. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi relevansi konteks, masukan, proses, dan hasil kurikulum Pendidikan Agama Katolik dalam mengembangkan karakter mahasiswa PGSD. Penelitian evaluasi ini dilakukan berdasarkan model evaluasi CIPP (context, input, process, product). Aspek konteks dalam penelitian ini meliputi visi, misi, tujuan, manfaat, mahasiswa, dosen, dukungan sarana, tujuan Pendidikan Agama Katolik. Aspek masukan dalam penelitian ini meliputi kompetensi dasar Pendidikan Agama Katolik, aspek-aspek kompetensi Pendidikan Agama Katolik, Satuan Acara Perkuliahan, sarana pembelajaran, materi pembelajaran, karakter dalam materi pembelajaran. Aspek proses dalam penelitian ini meliputi tahap kegiatan mengajar, keterampilan dasar mengajar, proses komunikasi dan interaksi dosen, pola komunikasi dan aktivitas, peran dosen dalam pembelajaran, pemanfaatan alat/bahan/media/sumber pembelajaran, metode/strategi pembelajaran, karakter mahasiswa dalam proses pembelajaran. Aspek hasil dalam penelitian ini meliputi pencapaian dan pengukuran hasil kurikulum, kesesuaian hasil kurikulum, karakter dalam hasil kurikulum. Data tentang aspek konteks diperoleh melalui angket dan wawancara kepada Ketua Yapnusda, Ketua STIP, Kaprodi PGSD, dan Dosen mata kuliah Pendidikan Agama Katolik. Data tentang aspek input diperoleh melalui angket kepada Ketua STIP, Kaprodi PGSD, dan Dosen mata kuliah Pendidikan Agama Katolik serta studi dokumen kurikulum PGSD. Data tentang aspek proses diperoleh melalui angket kepada Dosen mata kuliah Pendidikan Agama Katolik dan observasi di kelas. Dan data tentang hasil diperoleh dengan angket kepada dosen dan mahasiswa. Hasil penelitian ini memperlihatkan: (1) Konteks kurikulum mata kuliah Pendidikan Agama Katolik relevan dalam mengembangkan karakter mahasiswa PGSD. Namun dosen mata kuliah Pendidikan Agama Katolik tidak relevan karena kualifikasi pendidikan masih Sarjana atau S-1. (2) Input atau masukan kurikulum mata kuliah Pendidikan Agama Katolik relevan dalam mengembangkan karakter mahasiswa PGSD. (3) Proses kurikulum mata kuliah Pendidikan Agama Katolik relevan dalam mengembangkan karakter mahasiswa PGSD. Namun pemanfaatan alat/bahan/media/sumber belajar belum maksimal. (4) Hasil kurikulum mata kuliah Pendidikan Agama Katolik relevan dalam mengembangkan karakter mahasiswa PGSD. Kata Kunci: Kurikulum Mata Kuliah Pendidikan Agama Katolik, model CIPP, karakter mahasiswa PGSD. The background of this evaluation research is the lack of character among students caused, among others, the lack of organization of education in Indonesia. And the main reason of this research is conducted in PGSD is that there was no yet an evaluation on the curriculum of the Catholic Religious Education Subject by any researcher since this PGSD Department was started in 2009 and got permit from the Ministry of National Education in 2013. The purpose of this research is to evaluate the relevance of the context, input, process and the product of curriculum of the Catholic Religious Education Subject in developing the character of PGSD students. This evaluation research was made based CIPP evaluation model (Context, Input, Process, Product). The context aspect in this research includes vision, mission, goals, benefits, students, lecturer, supporting facilities, and the aim of the Catholic Religious Education Subject. The input aspect in this research includes basic competence of the Catholic Religious Education Subject, aspects of Catholic Religious Education competency, teaching programs, learning facilities, learning materials, and character in learning materials. The process aspect in this research includes phase of teaching activities, basic teaching skills, lecturer communication and interaction process, communication and activities pattern, role of the lecturer in learning process, the utilization of tools/materials/media/learning resource, learning method, character of students in the learning process. The product aspect in this research includes of the attainment and measurement of curriculum result, conformity of curriculum result, and character in curriculum result. Data about context was obtained through questionnaire and interview with the foundation director of Yapnusda, STKIP President, PGSD Department Chairman, and Lecturer of the Catholic Religious Education Subject. Data about input was obtained through questionnaire to the STKIP President, PGSD Department Chairman and Lecturer of the catholic religious education subject and also from the study on the PGSD curriculum documents. Data about process was obtained through the questionnaire to Lecturer of the catholic religious education subject and through class observation. Data about product was obtained from the questionnaire to the Lecturer and Students. The result of this evaluation research showed: (1) The context of curriculum of the Catholic Religious Education Subject is relevant in developing character of PGSD students. , but the lecturer of the Catholic Religious Education Subject is not relevant because unqualified educational background that is undergraduate (S-1). (2) The input of curriculum of the Catholic Religious Education Subject is relevant in developing the character of the PGSD students. (3) The process of curriculum of the Catholic Religious Education Subject is relevant in developing the character of the PGSD students but the utilization of tools/materials/media/learning resource was not maximal yet. (4) The product of curriculum of the Catholic Religious Education Subject is relevant in developing character of the PGSD students. Keyword: Curriculum of the Catholic Religious Education Subject, CIPP model, character of PGSD Students

    Persepsi Mahasiswa Terhadap Kontribusi HMP PGSD Dalam Mengoptimalkan Kemampuan Berpikir Kritis Mahasiswa PGSD FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) persepsi mahasiswa terhadap kontribusi organisasi HMP PGSD dalam mengoptimalkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa, (2) kendala-kendala yang terjadi pada organisasi HMP PGSD dalam mengoptimalkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa. (3) solusi yang dilakukan oleh organisasi HMP PGSD dalam mengoptimalkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Subyek dalam penelitian ini adalah pengurus HMP. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data penelitian ini adalah reduksi data, menampilkan data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi HMP PGSD memberikan peran kepada mahasiswa PGSD dalam mengoptimalkan kemampuan berpikir kritis. Kontribusi yang diperoleh dari HMP PGSD diimplementasikan mahasiswa ketika pembelajaran perkuliahan, sehingga kemampuan berpikir kritis mahasiswa bisa lebih optimal. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah (1) ternyata organisasi HMP PGSD memberikan kontribusi terhadap pengoptimalan kemampuan berpikir kritis mahasiswa yaitu melalui kegiatan yang telah dilakukan HMP, antara lain: seminar nasional, study club, sekolah pembicara, lomba debat mahasiswa, kegiatan penelitian, anjang sana (studi banding), dan public speaking. Dimana kegiatan tersebut bisa dikaitkan dalam perkuliahan (2) kendala yang di alami dan sering terjadi di HMP dalam pengkontribusiannya, antara lain: anggota HMP yang pasif, masalah waktu yang kurang sesuai dan berbenturan dengan jadwal perkuliahan, seleksi alam, faktor keluarga, terlalu sibuk dengan aktivitas lain, rasa tanggung jawab yang dirasa masih kurang, perselisihan antara anggota dan pengurus (3) solusi yang di berikan HMP PGSD jika menemui berbagai kendala yaitu antara lain: pembagian waktu, komunikasi antara pengurus dan aggota HMP, membuat kegiatan baru, kemudian menerapakan sooft kill yang di peroleh dari pengalaman saat di HMP saat proses perkuliahan maupun di HMP seperti: publick speaking, anjangsana (studi banding), lomba debat dan study club. Kata kunci : Berpikir Kritis, HMP, Kontribusi, Persepsi, PGSD

    Karakteristik Gaya Belajar Mahasiswa PGSD UAD Ditinjau dari Modalitas Belajar Mahasiswa

    Get PDF
    This study aims to: a) determine the distribution of student learning styles of PGSD UAD, b) determine the dominant learning styles is owned by Students PGSD UAD, c) Know the learning style that is owned by student (single or multiple). The study applied a quantitative approach specificaly survey. The data were collected through a questionnaire. The study popullation was all student PGSD UAD academic year 2013/2014. The data were descriptively analyzed. The results of the study are as follows. (1) 81% of studentshave asociallearningstyle, 51% of students have a visual and verbal leraning style, 48% of student have a solitary learning style, 47% student have a physical learning style, and 40% of student have a auditory learning style. (2) Social learning style is a type of learning style most commonly owned by students PGSD UAD. Auditory learning style is a style of learning that is at least owned by students PGSD UAD. (3) None of the students who only have one learning style

    Implementasi Model Cooperative Learning Berbantuan Komputer Dalam Pembelajaran Pendidikan Matematika I Pada Mahasiswa Pgsd

    Full text link
    The aim of this study was to find out the outcome of the implementation of a computer-aided cooperative learning model in the learning and teaching of Mathematics Education I in PGSD FIP UNNES. The research problems were: (1) Does the skill proceed in applying the computer-aided cooperative learning model have an effect on the learning outcome of the PGSD students? (2) Is there any difference in the learning outcome of mathematics of PGSD students between the cooperative learning model and the conventional model? The study applied the experimental research design comparing the learning outcomes of students who were taught using the cooperative learning model and those who were taught using the conventional model. The results oh the study are: (1)There is a big influence (54,4%) of skill proceed in applying the computer-aided cooperative learning model to the learning outcome of PGSD students in Mathematics Education I; (2) The cooperative learning model is more effective than the conventional model in improving the learning outcome of PGSD students in Mathematics Education I

    Analisis Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) kualitas pelayanan Program Studi PGSD UAD Yogyakarta; 2) kepuasan mahasiswa Program Studi PGSD UAD; dan 3) pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan mahasiswa Program Studi PGSD UAD. Desain penelitian yang digunakan adalah desain asosiatif kausal. Populasi penelitian yang digunakan peneliti adalah seluruh mahasiswa Prodi PGSD yang masih aktif pada tahun akademik 2013/2014 yang berjumlah 688 mahasiswa. Sampel penelitian diambil sebesar 25% atau sebanyak 187 mahasiswa. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa: 1) kualitas pelayanan Prodi PGSD UAD tergolong cukup baik; 2) mahasiswa merasa cukup puas dengan pelayanan yang diberikan oleh Prodi PGSD UAD; dan 3) terdapat dua dimensi yang mempunyai pengaruh signifikan terhadap kepuasan mahasiswa Program Studi PGSD UAD, dari lima dimensi kualitas pelayanan yaitu dimensi tangible dan dimensi assurance, sedangkan dimensi reliability, responsiveness dan dimensi emphaty tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap kepuasan mahasiswa. Namun demikian, secara simultan dimensi kualitas memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan mahasiswa

    PENGARUH KEBIASAAN MEMBACA TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS SISWA KELAS IV SD SE- GUGUS 3 KECAMATAN SANDEN BANTUL TAHUN AJARAN 2015/2016

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kebiasaan membaca terhadap kemampuan menulis siswa kelas IV SD Se-Gugus 3 kecamatan Sanden Bantul Yogyakarta tahun ajaran 2015/2016. Dalam penelitian ini juga akan diteliti ada tidaknya perbedaan kebiasaan membaca dan kemampuan menulis antara siswa laki-laki dan perempuan Penelitian ini dilaksanakan di SD Se-Gugus 3 kecamatan Sanden Bantul. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni-Juli 2016. Penelitian ini adalah penelitian survey dengan pendekatan kuantitatif dengan jumlah populasi 155 siswa dengan terlebih dahulu diambil 30 siswa untuk uji coba sehingga tersisa 125 siswa yang akan diteliti. Pengumpulan data menggunakan tes dan kuesioner. Uji coba instrumen meliputi uji validitas instrumen menggunakan korelasi product moment dan uji reliabilitas menggunakan alpha cronbach. Teknik analisis data menggunakan regresei sederhana. Ada tidaknya perbedaan kebiasaan membaca dan kemampuan menulis antara siswa laki-laki dan perempuan diteliti menggunakan teknik analisis Independent Sample T- test. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut kebiasaan membaca memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan menulis, hal ini dibuktikan dengan nilai t hitung sebesar 7,984 dan t tabel sebesar 1,65734 yang berarti t hitung>t tabel atau 7,984>1,65734, dan diperkuat dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 yang berarti kurang dari 0,05 (0,0000,05, sehingga 0,309>0,05 dan 0,698>0,05. Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa dengan semakin tingginya kebiasaan membaca akan meningkatkan kemampuan menulis siswa. Tidak ada perbedaan kebiasaan membaca dan kemampuan menulis antara siswa laki-laki dan perempuan

    Karakteristik Gaya Belajar Mahasiswa Pgsd Uad Ditinjau dari Modalitas Belajar Mahasiswa

    Full text link
    This study aims to: a) determine the distribution of student learning styles of PGSD UAD, b) determine the dominant learning styles is owned by Students PGSD UAD, c) Know the learning style that is owned by student (single or multiple). The study applied a quantitative approach specificaly survey. The data were collected through a questionnaire. The study popullation was all student PGSD UAD academic year 2013/2014. The data were descriptively analyzed. The results of the study are as follows. (1) 81% of studentshave asociallearningstyle, 51% of students have a visual and verbal leraning style, 48% of student have a solitary learning style, 47% student have a physical learning style, and 40% of student have a auditory learning style. (2) Social learning style is a type of learning style most commonly owned by students PGSD UAD. Auditory learning style is a style of learning that is at least owned by students PGSD UAD. (3) None of the students who only have one learning style
    corecore