26,563 research outputs found
KAJIAN YURIDIS PERJANJIAN SISTEM TANGGUNG RENTENG PADA KOPERASI SIMPAN PINJAM (Studi di Permodalan Nasional Madani Mekaar Cabang Singosari)
This research is entitled "Judicial Study of Joint Liability System Agreements in Savings and Loans Cooperatives (Study at PNM Mekaar Singosari Branch)". The research was conducted to determine the effectiveness of the Joint Liability System implemented in the PNM Mekaar Singosari Branch cooperative, and to determine the legal protection for cooperative customers if there are members who default. The research method used in this writing is a mixed research method, namely a mixture of sociological methods and normative methods. For the sociological method, this method collects data by conducting field studies, one of which is by interviewing to obtain information. Meanwhile, the normative method collects data through book sources related to what is being discussed. The aim of the thesis is to find out how PT Joint Liability System is implemented. PNM Mekaar which was carried out at the Singosari Branch, and found out how to resolve default cases among members of the PNM Mekaar group. The research results obtained show that with the implementation of the Joint Liability System which has been implemented at the Mekaar Cooperative Singosari Branch, group members or prospective group members must be ready to implement the Joint Liability System as a consequence of the regulations if they want to take out a loan collectively. This system requires shared responsibility, because in essence it is the community that determines the members of the group, not the Mekaar Cooperative, Singosari Branch. Before the disbursement of loan funds, PNM Mekaar will explain how the installments and joint responsibility system agreement will be implemented at the beginning. This is in accordance with the Civil Code Law and Law no. 25 of 1992 concerning Cooperatives. Even though the implementation of the Joint Liability System has become a solution to minimize the occurrence of defaults, there are still group members who are still in default in payment installments for PNM Mekaar Singosari Branch
Aplikasi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Riil Berdasarkan Indeks Berantai
Penelitian ini berjudul Aplikasi Produk Doestik Regional Bruto (PDRB) Riil Berdasarkan Indeks Berantai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk-bentuk permasalahan PDRB riil, cara menghitung PDRB riil berdasar
indeks berantai, dan pengaplikasian PDRB menggunakan regresi model ECM. Pengaplikasian ini menggunakan metode regresi ECM untuk mengetahui pengaruh belanja daerah, PMA, indeks harga konsumen, dan jumlah penduduk terhadap PDRB Jawa Tengah. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini
adalah data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik Jawa Tengah. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data PDRB, belanja daerah, PMA, indeks harga konsumen, dan jumlah penduduk. Hasil penelitian menunjukkan
bentuk masalah PDRB riil adalah nilainya tidak fixed, pengubahan pertumbuhan PDRB riil dan tingkat inflasi masa lalu berdasar tahun dasar baru bila terjadi revisi. PDRB riil indeks berantai dihitung menggunakan rata-rata harga dua tahun dan dikalikan dengan PDRB nominal pada tahun yang bersangkutan. Hasil dari analisi ECM menunjukkan bahwa koefisien ECT memenuhi syarat sehingga dapat digunakan untuk menganalisis pengaruh jangka panjang. Dalam jangka pendek indeks harga konsumen memiliki pengaruh positif terhadap PDRB, sedangkan dalam jangka panjang belanja daerah dan indeks harga konsumen memiliki pengaruh negative terhadap PDRB
EFEKTIVITAS DAN PENGARUH REALISASI ANGGARAN PENERIMAAN DAN BELANJA DAERAH TERHADAP PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2017-2022.
This research examines the effectiveness and impact of the Regional Revenue and Expenditure Budget (APBD) on the Gross Regional Domestic Product (PDRB) in the West Nusa Tenggara Province (NTB) over the past 6 years through several variables. Local Own-Source Revenue (PAD), General Allocation Fund (DAU), Special Allocation Fund (DAK), Revenue Sharing Fund (DBH), and Regional Expenditures (BD) are evaluated to determine the extent of their effectiveness and influence on PDRB. The research method used is the ratio of effectiveness and panel data regression, where the effectiveness ratio is employed to analyze the effectiveness of the APBD budget, and panel data regression is used to analyze the influence of APBD on PDRB in West Nusa Tenggara. The results indicate that during the studied period, the realization of PAD budget is quite effective but does not have a significant impact on PDRB, the average DAU shows effective results but does not significantly affect PDRB, the average DAK shows sufficient effectiveness but does not significantly influence PDRB, the average realization of DBH budget is quite effective and has a significant impact on PDRB, and the average realization of BD funds is quite effective but does not significantly affect PDRB
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN SIFAT FISIKOKIMIA MINUMAN SEDUH HERBAL DAUN KELOR DENGAN PENAMBAHAN DAUN ALPUKAT DAN LEMON
Moringa leaf herbal drink is a functional drink that is beneficial for the body. Moringa leaves, avocado leaves and lemons are ingredients that have active compounds that are good for the body, especially in warding off free radicals. An innovative Moringa leaf herbal drink was created with the addition of avocado and lemon leaves. The study aims to find out the effects of the addition of avocado and lemon leaves on herbaceous beverages in terms of the content of antioxidant activity and physical chemical properties such as total phenol, total flavonoids, pH, color intensity, total soluble density (TPT) and organoleptic tests. The test results were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) on SPSS applications with a significance of 5% when significant after the Duncan Multiple Range Test. (DMRT). The results of the study showed that the addition of avocado and lemon leaves to herbaceous soft drinks had no effect on antioxidant activity, total phenol, total flavonoids, pH, and organoleptic tests, and did not affect the total soluble density and color intensity
ANALISIS KAUSALITAS ANTARA PDRB DAN TINGKAT EMPLOYMENT DI JAWA TIMUR TAHUN 1979 – 2004
Dalam penelitian ini penulis mengambil judul “ ANALISIS
KAUSALITAS PDRB DAN TINGKAT EMPLOYMENT DI JAWA TIMUR
TAHUN 1979-2004 ”. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif
kuantitatif dengan menggunakan data urut waktu (time series) mulai tahun 1979-
2004.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola hubungan antara Produk
Domestik Regional Bruto (PDRB) dengan tingkat employment di Jawa Timur.
Sehubungan dengan itu dibuat hipotesis bahwa diduga tingkat employment
mempunyai hubungan kausalitas dengan Produk Domestik Regional Bruto
(PDRB).
Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah KAUSALITAS
GRANGER dimana terdiri dari variabel Produk Domestik Regional Bruto
(PDRB) dan variabel employment di propinsi Jawa Timur.
Dari hasil analisis tersebut dinyatakan bahwa variabel PDRB yang
stasioner terletak pada model 1 lag 3 – model 3 lag 3 dengan tingkat signifikan
10%. Sedangkan variabel employment yang stasioner terletak pada model 1 dan 3
dengan tingkat signifikan 10%. Hasil analisis juga menyebutkan bahwa ada pola
kausalitas satu arah dari variabel PDRB terhadap variabel employment di Jawa
Timur. Hal ini dapat ditunjukkan pada probabilitas pada lag 1 yaitu sebesar
0,00245 dan probabilitas pada lag 5 sebesar 0,01110 keduanya lebih kecil dari
α = 0,10 artinya bahwa meningkatnya PDRB akan mendorong tingkat employment
di Propinsi Jawa Timur
Analisis Keterkaitan Antara Pertumbuhan Ekonomi Dan Jumlah Penduduk Jawa Tengah Tahun 2011
Pertumbuhan ekonomi berkaitan erat dengan pertumbuhan penduduk. Adakalanya pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi membutuhkan penduduk yang banyak dan berkualitas,
sebaliknya untuk mensejahterakan penduduk membutuhkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keterkaitan antara pertumbuhan ekonomi dengan pertumbuhan penduduk di Jawa Tengah tahun 2011. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Adapun untuk menganalisis keterkaitan antara pertumbuhan ekonomi dengan pertumbuhan penduduk digunakan metode chi square, sementara untuk menganalisis seberapa kuat keterkaitan tersebut dipakai korelasi chi square.
Hasil analisis data menunjukan dari 35 kabupaten atau kota di Jawa Tengah menunjukkan pengelompokan pertumbuhan penduduk diperoleh hasil yaitu daerah dengan pertumbuhan penduduk rendah sebanyak 6 kabupaten atau kota (17%), Daerah dengan pertumbuhan penduduk sedang sebanyak 22 kabupaten atau kota (62,9%), daerah dengan pertumbuhan penduduk tinggi sebanyak 7 kabupaten atau kota dengan
(20%). Berdasarkan klasifikasi Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto ( PDRB ), diperoleh hasil yaitu daerah dengan PDRB rendah sebanyak 9 kabupaten atau kota ( 25,7%), daerah dengan PDRB sedang sebanyak 11 kabupaten atau kota ( 31,4%), daerah dengan PDRB tinggi sebanyak 15 kabupaten atau kota dengan ( 42,9% ). Crostab Pertumbuhan Penduduk dengan PDRB, terbagi menjadi sembilan yaitu pertumbuhan penduduk rendah, PDRB rendah sebanyak 5 kabupaten atau kota, pertumbuhan penduduk rendah, PDRB sedang sebanyak 0 kabupaten atau kota, pertumbuhan penduduk rendah, PDRB tinggi sebanyak 1 kabupaten atau kota, pertumbuhan penduduk sedang, PDRB rendah sebanyak 4 kabupaten atau kota, pertumbuhan penduduk
sedang, PDRB sedang sebanyak 8 kabupaten atau kota, pertumbuhan penduduk sedang, PDRB tinggi sebanyak 10 kabupaten atau kota, pertumbuhan penduduk tinggi, PDRB rendah sebanyak 0 kabupaten atau kota, pertumbuhan penduduk tinggi, PDRB sedang sebanyak 3 kabupaten atau kota, pertumbuhan penduduk tinggi, PDRB tinggi sebanyak 4 kabupaten atau kota. Hasil analisis Chi-Square diperoleh nilai sebesar 13.707 dan nilai sebesar 9.49. Nilai >
maka dapat disimpulkan bahwa ada keterkaitan antara
PDRB dan jumlah penduduk. Hasil analisis korelasi Chi-Square diperoleh nilai sebesar 0.537, mengindikasikan adanya keterkaitan yang cukup kuat antara PDRB dan jumlah penduduk.
Pertumbuhan ekonomi berkaitan erat dengan pertumbuhan penduduk. Adakalanya pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi membutuhkan penduduk yang banyak dan berkualitas,
sebaliknya untuk mensejahterakan penduduk membutuhkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keterkaitan antara pertumbuhan ekonomi dengan pertumbuhan penduduk di Jawa Tengah tahun 2011. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Adapun untuk menganalisis keterkaitan antara pertumbuhan ekonomi dengan pertumbuhan penduduk digunakan metode chi square, sementara untuk menganalisis seberapa kuat keterkaitan tersebut dipakai korelasi chi square.
Hasil analisis data menunjukan dari 35 kabupaten atau kota di Jawa Tengah menunjukkan pengelompokan pertumbuhan penduduk diperoleh hasil yaitu daerah dengan pertumbuhan penduduk rendah sebanyak 6 kabupaten atau kota (17%), Daerah dengan pertumbuhan penduduk sedang sebanyak 22 kabupaten atau kota (62,9%), daerah dengan pertumbuhan penduduk tinggi sebanyak 7 kabupaten atau kota dengan (20%). Berdasarkan klasifikasi Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto ( PDRB ), diperoleh hasil yaitu daerah dengan PDRB rendah sebanyak 9 kabupaten atau kota ( 25,7%), daerah dengan PDRB sedang sebanyak 11 kabupaten atau kota ( 31,4%), daerah dengan PDRB tinggi sebanyak 15 kabupaten atau kota dengan ( 42,9% ). Crostab Pertumbuhan Penduduk dengan PDRB, terbagi menjadi sembilan yaitu pertumbuhan penduduk rendah, PDRB rendah sebanyak 5 kabupaten atau kota, pertumbuhan penduduk rendah, PDRB sedang sebanyak 0 kabupaten atau kota, pertumbuhan penduduk rendah, PDRB tinggi sebanyak 1 kabupaten atau kota, pertumbuhan penduduk sedang, PDRB rendah sebanyak 4 kabupaten atau kota, pertumbuhan penduduk
sedang, PDRB sedang sebanyak 8 kabupaten atau kota, pertumbuhan penduduk sedang, PDRB tinggi sebanyak 10 kabupaten atau kota, pertumbuhan penduduk tinggi, PDRB rendah sebanyak 0 kabupaten atau kota, pertumbuhan penduduk tinggi, PDRB sedang sebanyak 3 kabupaten atau kota, pertumbuhan penduduk tinggi, PDRB tinggi sebanyak 4 kabupaten atau kota. Hasil analisis Chi-Square diperoleh nilai sebesar 13.707 dan nilai sebesar 9.49. Nilai >
maka dapat disimpulkan bahwa ada keterkaitan antara
PDRB dan jumlah penduduk. Hasil analisis korelasi Chi-Square diperoleh nilai sebesar 0.537, mengindikasikan adanya keterkaitan yang cukup kuat antara PDRB dan jumlah penduduk
ANALISIS PENGARUH PRODUKSI KOMODITI UNGGULAN PADA SUB SEKTOR TANAMAN PANGAN DAN TANAMAN PERKEBUNAN DI PROVINSI ACEH
ANALISIS PENGARUH PRODUKSI KOMODITI UNGGULAN PADA SUB SEKTOR TANAMAN PANGAN DAN TANAMAN PERKEBUNAN DI PROVINSI ACEHOLEHRian Ramadhana/ Agribisnis UnsyiahABSTRAKPenelitian ini menganalisis pengaruh produksi padi, jagung dan kedelai terhadap PDRB sub sektor tanaman pangan provinsi Aceh dan pengaruh produksi kopi, kakao dan kelapa sawit terhadap PDRB sub sektor tanaman perkebunan provinsi Aceh dengan variabel-variabel bebas yaitu : produksi padi, jagung, kedelai, kopi, kakao, dan kelapa sawit dan variabel terikat yaitu PDRB sub sektor tanaman pangan dan tanaman perkebunan provinsi Aceh. Data yang digunakan adalah data kurun waktu (time series) antara tahun 1999-2013 dengan metode Ordinary Least Square (OLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel produksi padi, jagung dan kedelai memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap PDRB sub sektor tanaman pangan provinsi Aceh. Kemudian variabel produksi kopi, kakao dan kelapa sawit juga memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap PDRB sub sektor tanaman perkebunan provinsi Aceh. Keeratan hubungan antara variabel yang dipengaruhi dan variabel yang mempengaruhi PDRB sub sektor tanaman pangan dan tanaman perkebunan provinsi Aceh masing-masing sebesar 91,9% dan 89,1% yang dapat dijelaskan oleh variabel-variabel yang mempengaruhi di dalam model persamaan ini. Sisanya sebesar 8,1% dan 10,9% dijelaskan faktor-faktor lain di luar model persamaan ini.Kata Kunci :Produksi, PDRB, Sub Sektor Tanaman Pangan, Sub Sektor Tanaman Perkebunan
PENGARUH SEKTOR MIGAS DAN NONMIGAS TERHADAP KESEJAHTERAAN MASYARAKAT ACEH UTARA
ABSTRAKJudul : Pengaruh Sektor Migas dan Nonmigas Terhadap Kesejahteraan Masyarakat Aceh UtaraNama: Miftahul JannahNIM: 1201101010067Fakultas/Jurusan : Ekonomi dan Bisnis/Ekonomi PembangunanPembimbing: Dr. Sofyan Syahnur, S.E., M.SiPenelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh sektor migas dan sektor nonmigas terhadap kesejahteraan masyarakat kabupaten aceh utara periode 2005-2013 dengan menggunakan model regresi linear berganda (multiple linear regression model). Adapun variabel sektor migas dan sektor nonmigas yang digunakan adalah Produk Domestik Regiona Bruto (PDRB), sedangkan variabel kesejahteraan yang digunakan adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebagai variabel terikat. Teknik Ordinary Least Square (OLS) digunakan untuk mengestimasi model. Hasil menunjukkan bahwa PDRB migas berpengaruh positif terhadap IPM di Kabupaten Aceh Utara. Diharapkan kepada pemerintah daerah dapat memperkuat hubungan diantara keduanya melalui kebijakan yang tepat. Kebijakan yang menempatkan laju pertumbuhan PDRB sebagai sarana dan pembangunan manusia sebagai tujuan akhir dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Aceh Utara.Kata Kunci: PDRB migas, PDRB nonmigas, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Ordinary Least Square (OLS)
- …
